
Peringatan
Mohon maaf jika didalam bab ini terdapat kata - kata yang kurang pantas atau adegan yang kurang berkenan, untuk yang merasa masih dibawah umur sebaiknya minggir ya, ingat novel ini dibuat untuk hiburan, terima kasih dan selamat menikmati
****
Setelah berpamitan pada semuanya, Deni dan kakeknya undur diri dan bergegas mempersiapkan diri menuju pulau Sumatra, diperjalanan pulang Deni dan kakek Jatmiko berpisah,
"Berhati - hatilah ngger, kedepannya akan banyak hal berat yang kau hadapi, dan ingat pesan pak Jaya, mulai saat ini batasi informasi apapun terhadap Musa, tapi lakukan dengan baik, sehingga ia tidak curiga, baiklah kakek pergi sekarang, kata kakek Jatmiko sambil mengucapkan salam, Assalammualaikum, sebuah mobil mendekati kakek dan membawanya pergi".
"Waalaikumsalam, sementara itu Deni masih larut dalam lamunnya, ia masih tidak percaya Musa teman dekatnya akan menjadi penghianat.
Deni memacu motornya kewarung kopi terdekat, Deni memesan secangkir kopi hitam, sambil menunggu pesanannya, ia menyalakan sebatang rokok, kemudian menelpon Asep dan memintanya datang dan segera menemuinya, Asep adalah teman kuliah Deni.
Asep adalah anak putus kuliah dan sering membantu Deni, sebenarnya Deni ingin membiayai kuliahnya tapi Asep menolaknya, Asep lebih memilih bekerja untuk Deni dan membantunya mencari benda - benda klenik.
***
"Dimana lo sep? Ketika telpon Deni tersambung".
"biasa bos lagi nyari wangsit biar bisa ketemu bidadari hehehe", jawabnya sambil tertawa cengengesan.
"Mending lo ikut gua, kita ke Sumatra nanti gua bilang ke bos gua kalo lo asisten gua, bayarannya gede bro, sekalian kita berburu sesuatu yang menarik, kalo lo tertarik lo kesini ya, naik ojol aja nanti kita beli beberapa perlengkapan dulu karena yang kita hadapin ini agak berbeda, jadi kita perlu persiapan, karena gua mau persiapan diri lo juga bro gua akan banyak buat repot lo nantinya bro, tapi kalo lo sibuk dan kurang berminat gua cari orang lain aja.
"Wah lu mau berburu gak ngajak gua, parah lo Den, gua sudah menjadi anak buah bos Deni, dalam hal perburuan gua ahlinya bos, gua belum jadi bos, lo yang ada-ada aja, "lah hidup guakan ditanggung sama bos Deni, siap gua mah, lo kirim gih lokasi lo"
Serah lo dah buruan kemari, Deni lalu mematikan ponselnya dan mengirimkan lokasinya pada Asep.
Ketika asik menunggu, Deni bertemu kembali pada kelompok tapak sakti, lah ketemu lagi sama anak Taekwondo yang pernah kita palak waktu itu, die anak orang kaya bang, memang rejeki gak kemana - mana seru mereka tertawa, hari ini memang keberuntungan kita, hahahaha sebut salah satu senior kelompok tapak sakti
(kelompok tapak sakti adalah kelompok silat aliran hitam yang selalu berbuat onar, polisi sendiri kewalahan menghadapinya karena mereka adalah orang - orang sakti yang kebal terhadap hampir semua senjata, banyak anggota kepolisian dan tentara yang mencoba menangkap kelompok ini, tapi selalu gagal dan bahkan banyak anggota kepolisian dan tentara yang meregang nyawa, pemerintah sendiri masih berupaya mencari solusi bahkan jawara dan pendekar yang dibayar pemerintah berkahir tragis)
Wah ini anak orang kaya itu ya, seru bogel ketua kelompok tapak sakti, bogel duduk dan meminta para anak buahnya merampas apapun dari Deni, ayo lo pada, rampas semua barang dari anak itu, terus lo lempar dah dia keluar, gedek gua lihatnya...
***
Asep yang mendapat telpon dari Deni sahabatnya bergegas mempersiapkan semuanya, wah jalan - jalan ke Sumatra asik nih, gua belum pernah pergi kesana katanya dalam hati,
Wah enak nih, kerja di Sumatra, nanti gua bisa lihat sekolah gajah itu yang di Lampung, wah asik bener, kerja main - main bayaran serius, eh si bos mah emang top pisan ei, hehehe kata asep yang bersemangat.
Asep benar - benar sangat bersemangat mendapat tawaran langsung dari sahabatnya tersebut, , kemudian setelah mempersiapkan semuanya ia bergegas menuju tempat Deni, ia langsung membuka aplikasi ojek online dan memesan sesuai map yang diberikan oleh Deni. Tak sampaunsepuluh menit ojek yang dipesan Asep tiba. "Ayo bang kita cemon, kata Asep bersemangat.
****
Kembali ke sisi Deni
Baik ketua, beberapa orang mendekati Deni.
Tapi ki Bogel yang tersinggung dengan sikap Deni langsung melangkah kearah Deni
"Deni yang sudah berevolusi bisa merasakan tingkatan ki bogel yang berada dilevel kesatria Jin tingkat 3, pantas saja mereka berbuat seenaknya karena tidak ada manusia biasa yang bisa mengatasinya, ini sudah diluar jangkauan manusia, dan hari ini mereka semua harus dibinasakan seru Deni dalam hati sambil menikmati kopinya, sedangkan para bawahannya ada dilevel jin tingkat 1.
__ADS_1
Tiba - tiba Astagina berbicara didalam pikiran Deni (ini bisa menjadi ujian pertamamu, kau bisa menyerap kekuatan mereka dan bisa meningkatkan kekuatanmu, ikuti arahan yang aku berikan didalam pikiranmu, kata Astagina sambil memperlihatkan cara menyerap energi musuh yang dikalahkan.
Menarik kata Deni bersemangat namun tetap tenang.
Ki Bogel duduk didepan Deni, dan mengambil rokok Deni dan menyalakannya
"Para pengunjung yang mengetahui kelompok tapak sakti disitu langsumg keluar, bahkan yang baru memesan pun langsung pergi, mereka tidak mau berurusan dengan kelompok tapak sakti, karena orang yang berurusan dengan kelompok tersebut pasti berakhir tidak baik - baik saja, bahkan banyak yg berakhir tragis."
Kasihan sekali pemilik warung tersebut, dan juga anak muda itu, semoga saja mereka baik - baik saja kata orang - orang sambil terus berlari menjauh
****
Disisi Asep, ketika hampir tiba ditempat Deni, ia melihat orang - orang banyak yang berlari menjauh, orang - orang sepertinya sangat ketakutan.
"Ini pada kenapa ya, kok malah main lari - larian, apa ada shoting film ya kata Asep. lalu Asep bertanya pada salah satu warga yang ikut berlari menjauh.
"kenapa pak kok lari - lari seru Asep, sambil cengegesan."
Itu mas, kelompok tapak sakti berulah, diwarung kopi itu ia berusuran dengan seorang pemuda, semoga ia baik - baik saja, ayo mas lari juga...
Abang ojol yang membonceng Asep takau ambil resiko, mas sampe disini saja ya, saya takut mas beneran, mana anak saya masihh kecil - kecil katanya menambahkan. Kelompok tapak sakti benar - benar sudah memberikan teror kepada warga, tak lama berselang tiga truk polisi dan tentara bersiaga dan mengevakuasi warga dari lokasi, mereka membuat barikade kawat berduri dan berkordinasi untuk kemungkinan terburuk.
****
Kembali kesisi Deni
Heh anak muda, lebih baik lo tinggalkan tempat ini, tapi sebelum itu serahin dulu dompet dan Hp lo disini, baru pergi, satu lagi pin ATM lo juga dikasih ya hahaha, disambut tawa kelompok tapak sakti lainnya.
Heh lo denger omongan ki Bogel gak, mending lo buruan, tarok semua barang-barang lo dimeja dan pergi, sahut salah satu anggota tapak Sakti.
"Pemilik warkop sudah pasrah, dia sampai berpikir, mimpi apa semalam sampai didatangi oleh kelompok tapak sakti, keluhnya, duh nasip, nasip.. ia hanya bisa bersembunyi dibelakang dan tidak berani keluar, ia terus berdoa agar keajaiban terjadi."
'Sepertinya dia sangat ketakutan ketua, sampai diam seribu bahasa, biar gua ambil barang-barang ni bocah , Bajul mendekati Deni, dan bermaksud merampas barang - barang Deni, namun belum sampai menuju Deni, Bajul merasakan hawa dingin disekitar lehernya, dan pada langkah berikutnya kepalanya terlepas dari tubuhnya, hal tersebut sontak membuat kelompok tapak sakti bersikap waspada dan siaga, terutama Bogel, meskipun berusaha tenang tapi Bogel sebenarnya yang paling cemas, Bogel bahkan tidak melihat apa yang menyerang Bajul"
Para anggota kelompok tapak sakti langsung mengambil posisi siap menyerang.
"Disaat seluruh kelompok bersikap waspada, Bogel hanya menatap dingin ke arah Deni, lo sudah jadi sakti sekarang, lo harus membayar mahal untuk ini, Deni hanya tersenyum dan tidak bergeming, Deni tetap tidak meghiraukan perkataan ki Bogel, ia tetap menikmati rokok dan sesekali menyeruput kopinya"
Heh bangsat, lo tuli atau sengaja tuli, kata salah satu anggota tapak sakti.
"Boleh saja, lagian kita masih ada urusan yang belum selesai, sekalian gua mau tagih hutang sama lo pada, jangan bilang lupa ya, lo sudah menghajar sodara gua sampe babak belur dan sampe dia sebulan ngegletak dirumah sakit, seru Deni dingin."
'Besar juga nyali lo, boleh sekarang kita hitung-hitungan kata Ki Bogel tanpa mengalihkan pandangannya pada Deni.'
Ok gua minta kita keluar, jangan disini, itu juga kalo kalian berani.
"Kita berhitung di luar aja, kasian disini orang usaha, jangan sampe ganggu usaha orang, seru Deni melangkah santai"
Salah seorang anggota tapak sakti langsung menyerang Deni, lagi - lagi kepalanya terpenggal tanpa tau apa yang menyerang
"Lo itu gak ngerti bahasa manusia ya, kata Deni sedikit mengejek. Denu lalu menutup wajahnya dengan topeng Emas, ia tidak mau identitasnya diketahui orang lain, karena ketika melihat keluar sudah banyak polisi dan tentara yang berjaga, Deni berusaha menjaga jarak aman, karena ia belum tau sebesar apa efek seranganya nanti...
__ADS_1
****
Ki Bogel merasa tersinggung dengan sikap Deni Seketika melepaskan aura yang sangat menekan, bahkan beberapa anggota kelompok tapak sakti harus menelan ludah karena aura besar yang dikeluarkan Bogel, mereka tau betul ki Bogel ada ditingkat kesatria jin,
Ki Bogel pantas khawatir, ia tau bahwa Bajul sebenarnya juga berada ditingkat kesatria jin, tapi Bajul bisa dengan mudah di bunuh oleh Deni Aura yang dilepaskan oleh ki Bogel sama sekali tidak berpengaruh pada Deni sebaliknga Deni juga melepaskan auranya, semua kaget auranya lebih besar dari aura milik ki Bogel, sampai-sampai pemilik warkop pingsan karena tidak mampu menahan aura kuat yang keluar dari tubuh Deni, dan beberapa kelompok tapak sakti sampai berlutut karena tak mampu menahan aura Deni, padahal mereka yg berlutut adalah orang-orang yang telah sampai pada tingkat jin."
'Apa yang telah dilewati anak muda ini, seru Bogel dalam hatinya, level ini paling tidak setara denganku, pantas saja Bajul bisa dibunuh dengan mudah, jadi selama ini dia menyembunyikan auranya, kata ki Bogel dalam hati, bogel masih tidak menyangka, anak yang ada dihadapannya bisa memiliki aura yang sangat besar.'
Deni berjalan santai keluar area warkop dan menjauh kearah parkiran yang cukup luas, ia duduk santai, sambil bersila dan menikmati rokoknya yang masih tersisa setengah.
Para anggota tapak sakti masih mematung dengan apa yang dilihatnya, lalu suara Deni mengejutkan mereka...
Heh katanya mau adu ilmu, kok malah diem-diem bae, takut lo semua sama gua, mau kabur ya, jangan harao bisa kabur lo semua seru Deni sedikit memprovokasi, para anggota kelompok tapak sakti yang terpancing emosinya langsung menyerang Deni bersamaan, ki Bogek berusaha melarangnya tapi terlambat, lagi - lagi belum sampai mendekati Deni, kepala mereka terpenggal tanpa tau apa yang telah menyerang mereka, sementara Deni, terlihat menyarungkan pedang cahaya langit namun ia tidak bergerak dari tempat duduknya.
Empat orang yang menyerang Deni, semuanya meregang nyawa dengan bagian tubuh yang tidak utuh, sementara sisa anggota kelompok tapak sakti, agak berpikir ulang untuk menyerang Deni, mental mereka seakan runtuh, mereka yang terkenal kejam kini seperti ayam sayur yang tidak bisa berkutik.
"ayo semuanya, apa yang lo pada takuttin, dia cuma seekor lalat, kata ki Bogel menahan amarahnya melihat anak buahnya kembali berguguran tanoa sebab.
Sebenarnya mereka takut, tapi mereka tidak berani melawan ki Bogel dan hanya bisa pasrah, terpakaa mereka mendekat kearah Deni, namun sebelum mendekat salah seorang dari mereka berbicara, ayo kita lakukan cara itu, kata salah seorang yang masih selamat dari serangan Deni sebelumnya, mereka saling berpandangan, dan saling mengangguk lalu mengeluarkan pil hitam dari kantong bajunya dan menelan pil tersebut.
Keanehan terjadi, seketika aura mereka cukup menekan tempat tersebut, pemamdangan tersebut menjadi tontonan banyak orang, mereka cemas akan nasip orang yang telah berani menyinggung kelompok tapak sakti, beberapa polisi dan tentara berjaga agar warga tidak mendekati tempat tersebut. Beberapa barikade, dan peralatan berat telah disiagakan, sebagai langkah antisipasi, karena berurusan dengan kelompok tapak sakti bukanlah perkara mudah, dan biar bagaimanapun keselamatan warga adalah prioritas. Kata seorang kapten polisi kepada para anggotanya.
****
Disisi Polisi dan tentara
"Siapa sebenarnya pemuda itu, bertanya pada kapten tentara yang bertugas bersamanya ."
'Saya tidak tau kapten, tapi ia benar - benar membuat kelompok tapak sakti marah, menurut laporan dari kamera drone yang disebar, wajahnya tertutup topeng emas, kata kapten tentara menambahkan, semoga saja kelompok tapak sakti benar - benar bisa dihancurkan, mereka benar - benar ancaman serius yang sudah membuat kita pusing, karena menurut laporan banyak anggota tapak sakti yang tergeletak, dan belum bisa dipastikan apakah merek masih hidup atau sudah mati kata kapten tentara menambahkan.'
"Semoga saja kelompok itu benar - benar bisa dimusnahkan ya, lalu bagaimana permintaan kita apa sudah dipenuhi oleh pusat, kata kapten polisi berkordinasi."
'Beberapa petinggi kita sedang berkordinasi dan menunggu laporan disini, sepertinya bapak presiden juga sudah jera, dan meminta kita bertindak, tapi kita perlu melihat dulu situasinya, karena sepeti yang kapten tau, kelompok tapak sakti itu bukan manusia, dan orang yang bisa melumpuhkannya pasti juga begitu, kadi kita pantau dulu perkembannya sambil mengungsika para warga, kata kapten tentara.'
"Kapten benar, banyak anggota kita gugur dan hilang entah kemana, sebaiknya kita terus mengawasi mereka dan membuat pengamanan ring ganda guna antisipasi kemungkinan terburuk."
'Yah bantuan dari marinir dan kopasus juga sedang bergerak kesini.'
"Sepertinya ini akan jadi hari yang panjang kata kapten polisi menambahkan."
'Anda benar kapten, sebaiknya kitapun berdoa agar anak itu berada dipihak yang baik, jika tidak kita akan semakin repot karena anak tersebut masih misterius dan kita belum tahu ia bekerja untuk siapa.'
"Ia kapten, semoga saja anak itu bukan penjahat
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
Vote dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...