Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 109 - Santri Songo


__ADS_3

Akhirnya para santri memilih untuk tetap bersama ustad Faiq, mereka mempersiapkan semua sesuai arahan ustad Faiq


Ustad Hadi lalu bertanya, maksudnya Santri Songo itu siapa ya katanya bertanya.


Ustad Faiq hanya tersenyum dan menatap ke arah Rohim. Rohim yang memahami maksud ustadnya mulai buka suara.


"Assalammialaikum, maaf para ustad, bapak - bapak dan semua yang ada disini, perkenalkan saya Rohim murid Kyai Faiq, disini saya akan sedikit memberi informasi terkait Santri Pitu, Santri Wolu, dan Santri Songo.


Karena pekerjaan pak yayi cukup beresiko beliau sengaja menyusun para santri - santri pilihan untuk diberi tugas khusus.


Pertama Santri Pitu, ini adalah penjaga, terdiri dari santri - santri ahli bela diri tingkat lima dan enam, disini tugasnya menjadi penjaga pondok terdiri, tugasnya bukan hanya diam tapi juga bisa melakukan diplomasi,


Lalu yang kedua adalah Santri Wolu, adalah santri - santri ahli bela diri tingkat tujuh dan delapan, tugasnya adalah menjadi pelindung keluarga pak yayi, semua garis keluarga mendapat perlindungan senyap dari santri wolu.


Nah yang terakhir adalah Santri Songo, adalah santri - santri pilihan yang benar - benar ditempa khusus dan dibimbing langsung oleh pak yayi, tugasnya membantu pak yayi dalam menyelsaikan misi - misi berbahaya bantuannya bisa secara langsung ataupun senyap. Namanya berurusan dengan dunia gaib bukanlah perkara mudah.


Dan semua santri - santri tadi sudah melewati ujian khusus dan seleksi ketat."


Semua yang ada diruangan itu saling pandang dan hampir tidak percaya, ustad Faiq yang dikenal sebagai pengusir Jin atau setan ternyata punya pemikiran yang begitu jauh.


Lalu berapa banyak jumlah anggotanya. Rohim menatap ustad Faiq yang dijawab dengan anggukan.


"Saya tidak bisa bilang semuanya ustad, tapi perkiraan saja untuk Santri Pitu lebih kurang seratus lima puluh orang atau lebih, Santri Wolu, sekitar seratus orang lebih dan Santri Songo lebih kurang tujuh puluh orang".


Maaf ustad Faiq ana perlu tau agar bisa ana sesuaikan dengan rencana yang ana buat.


Ustad Faiq hanya tersenyum dan mengangguk.


Lalu Rohim antum ini termasuk santri mana?


Rohim kembali menatap ustad Faiq.


'Antum katakan saja apa yang mereka perlu tau, ana percaya dengan saudara ana'.


Rohim hanya mengangguk


"Saya dan tim disimi adalah santri inti, kami dibentuk secara khusus untuk menjadi asisten sekaligus pelindung pak yayi, kami akan terus mengikuti pak yayi kemanapun, jumlah kami tak banyak, lebih kurang selitar lima puluh orang, tambahnya".


Pemimpin lima matra cukup kagum pada ustad Faiq.


Baik terima kasih lalu apa mereka bisa menembus alam gaib?


Mulai dari Santri Pitu hingga Santri Inti memang itu kemampuan khusus kami, kemampuan kami terbagi menjadi beberapa, nanti pak yayi akan memberikan masukan mengenai kemampuan para santri, tugas saya hanya menjelaskan jumlahnya.

__ADS_1


Ustad Hadi mengerti dan ia bertanya pada ustad Faiq sambil menggeleng.


Antum punya pasukan khusus dunia jin gak bilang - bilang ana, tapi ana agak tenang setidaknya bisa ada orang yang paham untuk ana kirim ke Alas Purwo untuk menjemput pasukan DENHARIN nanti akan ada beberapa wakil dari para tentara untuk mendampingi jadi tidak ada miss disana.


"Lakukan saja mas, ana dengan senang hati membantu dsn mengerahkan semua sumber daya yang ana punya, tambahnya".


Mendengar jawaban ustad Faiq membuat semua yang ada disitu bisa sedikit tenang, terutama pemimpin lima matra, mendapat bantuan pasukan yang sangat mengerti dunia gaib adalag suatu yang sangat istimewa.


Setelah menunggu selama dua hari para santri yang dijanjikan datang, mereka dikumpulkan ditempat khusus mall Kasablanca, gelombang pertama santri Pitu berjumalah lima puluh enam orang, mereka memisahkan diri menjadi tim yang terdiri dari tujuh orang, sesuai namanya pitu (tujuh) sementara santri songo berjumlah lima puluh empat orang, sama seperti santri pitu, mereka membentuk tim yang terdiri dari sembilan orang.


*****


Mereka duduk rapi di aula mall Kasablanca, didepan sudah duduk para pemimpin lima matra, ustad Faiq, Ustad Hadi, Ustad Lee juga Deni dan Asep.


Ustad Faiq meminta mereka semua mendengarkan arahan dari para ustad dan pemimpin lima matra.


Ustad Hadi mulai menjelaskan secara singkat tentang apa yang sedang mereka hadapi, disusul penjelasan taktik perang yang disampaikan oleh pemimpin tertinggi lima matra, mereka juga akan mendapat latihan singkat dan pembekalan dari masing - masing matra baik Santri Pitu ataupun Santri Songo cukup tenang dan hanya berkata siap.


Setelah selesai para santri tadi dibawa kepusat latihan tempur bersama di kepulauan seribu, mereka diberi kepahaman akan senjata dan taktik berperang.


Para pelatih di tempat itu cukup takjub mereka bisa dengan cepat menguasai latihan bersama para prajurit TNI gabungan.


Setelah hampir dua minggu ditempa bersama, mereka memiliki kemapuan yang sama dengan pasukan elit TNI mereka juga mendapat seragam dan fasilitas yang sama dengan pasukan elit TNI, mereka bersiap menyusul pasukan yang telah dikirim lebih dulu ke Alas Purwo.


Para santri yang dididik oleh ustad Faiq memang berbeda mereka telah ditempa sebelumnya dengan latihan berat baik alam manusia dsn juga alam gaib, mereka memang dipersiapkan untuk tugas - tugas berbahaya dan sangat berbahaya.


*****


Persiapan selesai para pemimpin lima matra memberi arahan pada para santri songo, begitu juga para ustad dan juga Ustad Faiq, setelah berpamitan dan mencium punggung tangan para ustad mereka berangkat meninggalkan ibu kota.


Satu tim santri songo dengan grade pasukan tingkat A langsung menuju Alas Purwo. Sementara sisa pasukan masih tetap berlatih bersama pasukan TNI


Pemimpin tertinggi lima matra mendekati Ustad Faiq.


"Ustad maaf kita akan memasukan mereka ketempat paling berbahaya, kenapa hanya mengiri, Sembila orang ustad?"


Saya paham pak dengan apa yang saya lakukan, saya sudah bicara pada mas Hadi, dimana kita sudah membuat rekayasanya diruang dimensi Deni, kita akan tunggu informasi dari mereka, sambil menungu ada baiknya kita siapkan pasukan kita karena sepertinya musuh kita menyiapkan sesuatu yang tak kalah hebat.


Semua saling memandang.


Maksud ustad apa ya?


Aku sudah merasakan aura jahat hampir satu tahun ini, aku tidak tau aura jahat ini asalnya dari mana, ditambah semua tempat yang aku datangi juga merasakan aura jahat itu namun mereka tidak tau asalnya, semoga saja aku salah katanya sambil menggeleng.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua mempersiapkan diri, semua berlatih dan mempersiapkan pasukannya.


Sore itu Giyana juga mohon izin untuk melaporkan perkembangan didunia manusia pada Dewi Durga yang sedang berada di istana laut selatan. Ia didampingi Barra yang juga ingin bertemu ibunya.


Sementara June terus memantau perkembangan pada Musa, ia masihbtidan menyangka jika tubuh yang ada didepannya adalah wadah bagi Iblis merah.


Kenangan pertempuran ribuan tahun lalu kembali terlintas, perlahan namun pasti ia tertidur didepan pintu kaca pembatas antara Musa dan dirinya.


Para petugas medis yang menemaninya hanya memperhatikan saja, tidak ada yang berani mengganggu tidur sang pemimpin bangsawan langit, hingga akhirnya ia merasakan tubuhnya diguncang - guncang.


Perlahan June membuka matanya, namun sebuah pemandangan mengerika terpampang dimatanya, ia melihat pintu tempat Musa dikurung telah pecah, ia juga melihat para petugas medis terkapar bersimbah darah, salah satu yang berhasil membangunkannya harus tewas didepan dirinya.


Sikapnya langsung waspada, ia berusaha mencari orang - orang disitu, perlahan ia keluar dari ruang perawatan, tempat itu benar - benar hancur, ia terus melangkah kedalam, semakin jauh kedalam pemandanganya semakin mengerikan.


Ia melihat jasad para Santri Pitu dan juga para prajurit elit TNI tergeletak disana - sini, perasaannya semakin cemas ketika melihat Mayang dan Jasmine berusaha melindungi Deni dan Asep yang sudah terluka parah, para pemimpin lima matra sendiri keadaannya sama buruknya.


(Hahaha kau telah melewatkan pesta nona cantik)


Sebuah suara entah dari mana bergema didalam ruangan, tiba - tiba genangan air ditempat itu berubah menjadi sesosok tubuh tinggi besar berkepala Hiu.


Betapa terkejutnya June melihat iblis air ada didalam situ dan menenteng kepala Bima, sementara iblis angin mendekat dan menginjak kepala Deni sementara pedangnya menancap keperut Asep.


*****


Namun setelah beberapa saat, tubuhnya kembali di guncang dan ketika ia terbangun ia melihat Deni dan Asep.


"Lo kenapa June kata Giyana".


Hah ini beneran, ia menyapukan pandangannya kesekitar disitu terlihat segel pelindung yang mengurung musa baru diperkuat oleh ustad Faiq, ia menambahkan segel sunan kali jaga untuk mengunci iblis merah.


"Bangun lo, ganggu orang kerja aja, untuk ustadnya baik, ganteng lagi kata Giyana sedikit menggoda June".


Eh kalian semua masih pada hidup, June berusaha meyakinkan dirinya.


Semua yang ada diruangan itu saling pandang, ia merasa ada yang aneh pada June.


"Maksud lo apa nona cantik".


Eh gak jadi gua cuci muka dulu ya, June beranjak pergi meninggalkan semuanya ia masih berusaha mencerna peristiwa yang baru ia alami.


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan

__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2