
Melihat polanya sepertinya serangan terakhir akan dilakukan di Istana Negara, lakukan gerakan senyap, cegah semua informasi keluar, jangan sampai kita kembali kecolongan.
Pemimpin lima matra langsung bertemu dengan Deni dan kelompoknya, di mall Kasablanca, mereka meminta ruangan khusus untuk membicarakan sesuatu, CCTV dan semua alat penyadap disetrilkan.
Setelah hampir satu jam berbicara dengan Deni dan kelompoknya bisa membuat kesimpulan dan mereka berkata akan menggunakan senjata Rahasia Indonesia, namun jangan heran dengan penampilan mereka yang tidak terlihat seperti Polisi apa lagi tentara.
Berikut adalah percapakan pemimpin lima matra
Kepala TNI AD, sepertinya memang ini saatnya menurunkan mereka.
"Kepala TNI AU, apa tidak terlalu cepat, sepertinya Kopaska dan Paskhas masih bisa mengatasinya,
"Kepala TNI AL, memang tapi serangannya terjadi disemua kota besar, dan gerbang kedua pulau, kini Gubernur Lampunh tengah berkordinasi dengan Danrem Setempat dan sedang menunggu batuan Marinir dan Kopaska dari Piabung Lampung, konsentrasi kita terpecah."
Komandan Polri, memang sebaiknya kita menurunkan mereka, karena situasi sudah semakin sulit. Karena jika mendengar certia nak Deni dan Nak Barra semua sudah diluar perhitungan, sakit Jiwa ataupun tidak Musa harus di tembak mati.
Baiklah kita buat kode merah siaga perang, dan langkah awal kita adalah menurunkan mereka, satu lagi nak Deni tolong rahasiakan semuanya, aku curiga adanya mata - mata disini.
Bagaimana kondisi presiden dan keluarganya, kordinasikan dengan Paspamres dan Kostrad, tempatkan juga Kopasus dititik - titik strategis dan titik - titik vital, amankan warga sipil kita harus bersiap dengan segala kemungkinan.
Baiklah kita akan memanggil mereka.
*****
Sepuluh orang terlihat memasuki mall Kasablanca, dengan berbagai latar belakang, ada tukang siomay, tukang parkir, tukang tambal ban, tukang bubur, dan masih banyak lagi.
"Mereka sudah disini, tak lama sesuai instruksi sepuluh orang tersebut diminta menghadap, Deni dan kelompoknya sempat tak percaya dengan pimpinan lima matra."
Merekalah orang - orang yang kami maksud, mereka sudah melalui latihan khusus, mereka salah satu tim A dari Datasemen Harimau Indonesia (DENHARIN).
aapa Deni sempat mengernyitkan dahi ketika melihat sepuluh orang yang terlihat biasa - biasa saja.
__ADS_1
"Jadi pasukan terkuat dan ditakuti itu benar - benar ada."
Yah mereka juga menguasai ilmu gaib sama seperti kalian, tambah kepala KOPASUS, untuk ukuran manusia kemampuan mereka ada diatas rata - rata, hanya sedikit orang yang mengetahui jumlah anggota DENHARIN.
Tambahannya akan segera menyusul.
Mereka juga sudah disini kata Kepala TNI AU.
Tak lama masuk lagi lima orang yang juga berpenampilan biasa saja.
Mereka adalah Intel Khusus yang bertugas mencari informasi, ada ahli IT, ahli penyamaran, ahli meloloskan diri, ahli bela diri tingkat tinggi, dan ahli senjata,
Kami sudah mengamati kalian sejak lama, semua informasi tentang kalian sudah kami dapatkan termasuk bergabungnya Batara Kala ditengah - tengah kita, kata Ontoseno yang merupakan orang paling sakti dikelompok DENHARIN.
Kami harap kita bisa bekerja sama menumpas Narapati itu, tentang sembilan pusaka nusantara yang konon hanya legenda, juga kami sudah dapatkan termasuk informasi Tentang Kitab Serat Kama Sutra.
*****
Kau masih terlalu hijau nak, apa kau pikir gelar DENHARIN sebagai pasukan terkuat hanya didapat karena latihan fisik saja?
Bapak Prabowo masuk dan bergabung bersama mereka.
"Lah ada bapak Purwanto?"
Masalah ini sudah menjadi masalah negara, keluarga Narapati telah berani menginjak - injak kedaulatan negara ini maka aku tidak akan diam saja, maka dari itu mari kita bekerja sama menumpas mereka.
"Sebentar kenapa saat dengan kelompok tapak sakti kalian tidak bergerak? Negara ini punya pelindung yang sangat kuat."
Benar negara ini punya pelindung yang kuat, tapi tingkatan mereka jauh ada diatas kami, sudah banyak anggota DENHARIN yang tidak diketahui keberadaannya. Sementara Batara Ismaya masih melakukan tapa brata, sedang Nyai Roro Kidul masih terikat perjanjian wilayah teritori namun berbeda dengan Keluarga Narapati, dan saat ini situasinya sudah jauh berbeda mereka sudah berani menyentuh kesultanan Jogja.
Kesultanan Jogja juga mendapat serangan namun bisa diredam dengan cepat oleh Nyari Roro Kidul, dan mereka semua ditawan di istana laut selatan.
__ADS_1
*****
Jadi bibik Nawang Wulan sudah bergerak ya, kata Barra mulai buka suara, Deni dan kelompoknya menatap lekat kearah Barra, begitu juga June dan para bangsawan langit yang hadir disana.
Maaf jika aku terlambat Aku menunggu para bangsawan langit untuk bergabung bersama kita, lalu ia menunjukan pelakat Emas milik Kerajaan Dasar Bumi, aku telah mendapatkan perintah langsung dari yang mulia Dewi Durga untuk mengerahkan para bangsawan langit.
Sepertinya perang besar akan segera terjadi, saat ini mereka sedang bergerak ke Trowulan - Mojokerto, Terawan itu telah berhasil menguasai ilmu terlarang "Pindah Asma" itu adalah ilmu yang bisa membangkitkan kembali orang yang sudah mati biarpun hanya menggunakan sedikit bagian tubuh orang tersebut, dan semua strategi ini di atur oleh Gayatri Rajapatni sang ahli siasat yang membawa Majapahit keera keemasan.
"Pindah Asma? Bukankah ajian itu sudah lama hilang dengan tewasnya Empu Wisesa? Tambah Barra."
Tapi nyatanya semua siasat ini diatur olehnya, tambah Giayana, aku telah bertemu dengan Batara Ismaya beliau ada disini.
Tak lama sosok wanita tua renta yang bersama mereka berubah menjadi sosok kakek tua yang tak lain adalah Batara Ismaya atau lebih dikenal dengan nama Mbah Semar atau Kakek Semar.
Zaman sudah berubah, Gayatri itu hanya akan tunduk dan patuh pada pemilik wahyu keprabon, sementara keris pusaka Kyai Gajah milik raja Majapahit ada ditangannya dengan kata lain ia hanya akan tuduk pada Terawan Narapati, meskipun entah ia sudah mengikat jiwa atau belum, yang jadi pertanyaanku adalah bagaimana ia bisa menemukan dan menaklukan pusaka Kyai Gajah.
Itu akan menjadi tugasmu Kala, bawa Deni dan Asep kembali ke masa lalu, namun satu yang harus kalian tau, jangan sampai kalian merubah sejarah, karena sedikit kesalahan yang kalian perbuat akan merubah sejarah tanah Nusantara kata Batara Ismaya.
Aku yang bertugas sebagai penyeimbang tiga dunia akan berupaya menahan semua disini, namun sepeti yang kau tau kita terikat akan aturan langit, ada rambu - rambu yang tidak bisa kita langgar, namun semua masih bisa diperbaiki.
"Tapi berhadapan dengan ahli siasat terbaik nusantara pasti sangat merepotkan, ditambah lagi Terawan itu, aku lebih baik berhadapan dengan sepuluh kakakang Daswardani dari pada harus berhadapan dengan orang seperti Gayatri dan Terawan, dengan bersatunya dua otak jenius siasat perang ini benar - benar mempesulit keadaan, jika saja kita tidak terikat aturan langit sudah dari dulu aku bunuh Terawan itu sebelum dia berhasil menguasi segel dewa krisna."
Semua sudah menjadi suratan kita, orang - orang disini berjuang dengan semua sumber daya yang ada, apa kau akan diam saja Kala, mari kita tentang bersama aturan itu, dan mencegah kehancuran lebih banyak lagi, mari kita berjuang bersama anakku, sebelum semuanya terlambat, masih ada waktu sebelum Prabu Hayam Wuruk dibangkitkan.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
__ADS_1