
Catatan
Sesuai permintaan pembaca mulai bab ini cerita akan dibuat lebih panjang, dukung terus ya agar Authornya semakin semangat, selamat membaca dan terima kasih
'Rubah tua ini benar - benar licik, tahan June, kau adalah pemimpin bangsawan langit, jaga sikapmu apa lagi disini ada Dewi Ninda sang penjaga elemen, katanya menenangkan diri.
Masa tenang Deni dan Asep di lalui dengan suka cita, namun ditengah suka cita itu hanya June yang terlihat kurang bersemangat, apa lagi melihat kedekatan Deni dan Ni Sumbaga, ruh pusaka itu seolah selalu mencari celah untuk bisa bersama Deni.
Sore itu Ni Subaga dan Mayang saling bertukar informasi tentang zaman saat ini, Ni Sumbaga benar - benar senang, banyak hal di zaman sekarang yang bisa di lakukan, bahkan ia mendengar Mayang bisa bersama Asep, ia pu ingin bisa seperti Mayang si Dewi Bulan.
June yang mencuri dengar pembicaraan mereka semakin terbakar api cemburu.
"Ada apa denganmu June, kau adalah pemimpin Bangsawan Langit lagi pula nenek tua itu hanya ruh pusaka yang terikat dengan tuannya.
Tapi kenapa aku tidak tau jika Deni telah mengikat jiwa dengan Pedang Antaboga, ternyata banyak hal tetang si bodoh itu yang belum aku ketahui, ia tidak sebodoh penampilannya, katanya dalam hati.
Ditengah lamunannya Deni datang dan mengejutkannya dengan membawa masakan yang sangat harum.
"June gua bikinin makanan enak nih, nasi goreng spesial, lengkap dengan telur ayam seribu tahun, Fermentasi anggur dewa seribu tahun, dan juga Ayam dewa seribu tahun, semua bahan di masak dengan api abadi dan juga menggunakan air khusus dari kayangan yang di bawa Putonia."
Di tengah situasi seperti ini apa kau tidak bisa serius banyak yang menggantungkan harapan padamu tapi kau hanya melakukan pekerjaan remeh, sebaiknya persiapkan dirimu untuk latihan, bukan membuat masakan dasar bodoh.
Sontak kata - kata June membuat semua mata tertuju padanya, Deni yang awalnya ingin minta maaf jadi merasa bersalah ia terduduk lemas dan meletakkan piring yang dibawa dimeja yang ada disana.
Dewi Ninda mencoba memecah ketegangan.
'Ada apa ini? Kenapa kau marah - marah June, apa Deni berbuat salah?'
Sepertinya kita salah menggantungkan harapan pada orang bodoh ini, kata June dengan nada tinggi.
Hal itu membuat Deni marah dan sedih, ia sudah bersusah payah membuat masakan istimewa itu, namun sedikitpun June tidak mengghargai apa lagi menyentuhnya
"Aku minta maaf ya, jika kau mau silahkan makan, jika tidak mau aku tidak akan memaksa, setelah makan aku akan kembali latihan."
Melihat hal itu Ni Sumbaga mendekatinya.
^Apa yang kau buat cah bagus, apa boleh itu buat tante saja? Katanya memecah ketegangan.^
"Bagaimana ya, tapi... baiklah dari pada dibuang, mending diberikan kepada yang mau saja, tapi maaf ya tante jika rasanya agak kurang enak, maklum koki pemula katanya sambil tersenyum."
^Wah Cah Bagus, ini makanan paling enak yang pernah tante makan, tante merasa ada bahan tak biasa dari makanan ini.^
__ADS_1
"Rahasia kerajaan tante, bahaya kalo sampe bocor, bukan jadi masakan spesial lagi dong."
Cih hanya makanan seperti itu saja, kenapa sekarang kau jadi aneh Ni sumbaga, jangan bilang kau terpengaruh oleh sifat buruk lelaki bodoh ini, dan kau apa hanya makan yang ada dipikiranmu, June berlalu meninggalkan mereka.
Suasana kembali tegang, namun Ni Sumbaga mengacuhkannya, sebagai wanita ia tau betul kemarahan June karena dibakar api cemburu
Deni mempercepat makannya dan segera menuju ruang dimensinya.
Ditengah perjalanan June bertemu dengan Putonia dan juga pasukan kerajaan yang membawa sewajan besar nasi goreng.
"Apa - apaan ini? Kenapa semua orang jadi aneh?"
Ada apa June, apa makanan yang Deni berikan rasanya tidak enak? Mungkin karena pengaruh buah dewa dan buah surga, ia sengaja membuat nasi goreng berbeda untukmu karena tau kau sempat terluka parah, rasa dari Pisang Emas yang di campur Buah Tin memang agak sedikit aneh, tapi efeknya akan sangat baik.
Ia mencoba membuat pemulih stamina dalam bentuk makanan sehingga kita tidak perlu lagi mengkonsumsi pil pemulih atau sebagainya, dan milikmu spesial June itu setara dengan pil peningkat tenaga tingkat ketujuh dan pil pemulihan tingkat ketujuh.
Sementara milik kami hanya sampai tahap lima, anak itu juga terus berusaha agar pil - pil ajaib bisa dibuat dalam bentuk makanan, sungguh ini suatu trobosan yang tidak pernah terpikirkan oleh kami, katanya bersemangat.
Mendengar hal itu June terdiam, apa kau tidak sedang bercanda, Putonia?
Apa kau melihatku sedang bercanda, jika aku bercanda untuk apa aku mengawal sendiri makanan yang akan disuguhkan untuk Dewi Ninda dan semuanya, apa kau tidak bisa merasakan aura khas dari makanan ini.
"Pantas saja Ni Sumbaga merasa aneh, katanya dalam hati, ternyata si bodoh itu.
Kami membuatnya diruang dimensi anak itu, ia telah menyempurnakan ruang dimensinya, sehingga fenomena alam hanya terjadi di dalam sana, anak itu benar - benar mengerikan, untung saja ia berada di pihak kita, dan satu lagi rasa masakan ini setara dengan hidangan dewa tingkat kedelapan.
Sungguh beruntung aku bisa memakannya, aku sudah menghabiskan dua piring penuh nasi goreng dewa ini, dan kemampuanku meningkat pesat, selamat ya June aku iri padamu, jika saja aku yang memakan masakan itu pasti aku akan berada satu tingkat dibawah kaisar langit katanya sambil berlalu.
*****
Mendengar hal itu June buru - buru menemui Ni Sumbaga, ia melihat Ni Sumbaga telah menghabiskan semua nasi Goreng Dewa yang dibuat Deni.
Dimana nasi goreng itu, tanya June dengan tatapan dingin.
^Aku pikir kau tidak mau, jadi aku habiskan, lagi pula katamu rasanya aneh, menurutku itu sangat enak, tapi aku merasa aneh dengan diriku, entah bahan apa yang dipakai oleh Cah Bagus itu.^
Lalu dimana sibodoh itu tanyanya lagi?
"Dia takut membuat semua orang kecewa, tadi ia mempercepat makannya, dan segera menuju ruang dimensinya untuk kembali berlatih."
June yang merasa bersalah merasa perlu meminta maaf pada Deni, ia tidak menyangka jika Deni sangat perhatian padanya.
__ADS_1
(Bodohnya aku sudah menyia - nyiakan pemberian yang sangat berharga, maafkan aku, aku terlalu cemburu hingga tidak bisa menggunakan akal sehatku, saat ini sibodoh itu pasti sangat marah padaku, katanya dalam hati)
Putonia yang telah memperhatikan sejak tadi mulai mengerti situasinya, dan ia langsung mendekati June dan Ni Sumbaga.
Maaf siapa yang menghabiskan nasi goreng dewa yang langsung dibawa Deni?
^Aku yang memakannya, apa ada yang salah bidadari merah, tanya Ni Sumbaga penuh selidik.^
June jadi kau benar - benar mengabaikannya, saat ini mereka sedang dalam masa tenang, sebagai orang terdekat sudah seharusnya kau mensupport Deni yang sudah berjuang keras di ruang Jiwa.
Tidak semua manusia bisa keluar hidup - hidup setelah berada disana, itulah kenapa Dewi Ninda memberi waktu mereka untuk bersantai sejenak.
^Maaf tolong jelaskan bahan - bahan apa yang Cah Bagus gunakan, kenapa aku merasakan keanehan pada diriku, kata Ni sumbaga.^
Putonia hanya menggeleng, beruntung sekali ruh pusaka seperti mu bisa mengkonsumsi makanan itu, tenang saja itu efek dari Pisang Emas dan Buah Tin yang dilebur dengan air suci dari guci dewa krisna yang aku bawa.
^Apa kau bercanda Bidadari Merah, Pisang Emas dan Buah Tin, adalah makanan berharga, bisa mengkonsumsi salah satunya saja sudah sangat beruntung lalu Air Suci milik Dewa Krisna, itu adalah air yang menjadi rebutan karena bisa menambah kharisma kita, tambah Ni Sumbaga.^
Mendengar hal itu, June semakin kesal pada dirinya sendiri.
Tiba - tiba keanehan terjadi pada diri Ni Sumbaga, tubuh manusianya berubah menjadi jauh lebih muda, lebih berkharisma dan lebih mempesona.
Hal serupa juga terjadi dengan Mayang, ia semakin berkharisma, lebih muda dan juga semakin mempesona.
Dua ruh pusaka berbeda generasi kini memikili tampilan fisik manusia yang sama - sama memiliki aura yang kuat dan memikat penampilan fisik mereka benar - benar sangat mempesona.
Mayang tidak henti - hentinya mencium pipi Asep, terima kasih kanda, dinda sangat senang akhirnya dinda bisa benar - benar menjadi manusia dan memisahkan diri dengan Pedang Cahaya Bulan,dan menjadikan pedang ini sebagai pusaka. sekarang kita benar - benar bisa bersama ya kanda, Mayang terus bergelayut manja pada Asep.
'Semua karena kecerdasan bos Deden hehehe, nanti kita nikah beneran ya Dinda, punya dan anak yang banyak, kata Asep sambil tertawa hahaha.
Semua yang ada disana sangat senang mendapat makanan Dewa, selain bentuk fisik kemampuan mereka juga meningkat.
Ni Sumbaga juga merasa bersyukur, ia tidak menyangka bisa benar - benar menjadi manusia dan memisahkan diri dengan pedang Antaboga dan menjadikan pedang itu sebagai senjatanya.
sementara June sangat menyesali kebodohannya, karena emosi sesaat membuatnya kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
Bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...