Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 35 Hancurnya Kelompok Panah Tengkorak.


__ADS_3

Mohon maaf jika di dalam bab ini terdapat kata - kata atau adegan yang kurang berkenan, untuk yang masih dibawah umur disarankan didampingi oleh orang tua.


Cerita ini hanyalah imajinasi penulis saja (fiktip belaka), jika terdapat kesamaan nama tokoh atau tempat kejadian perkara semua hanyalah sebuah kebetulan dan tanpa ada unsur kesengajaan. Selamat menikmati...


Dewi Durga meminta penghuni dunia bawah untuk tidak mengganggu pertarungan mereka, karena mereka bukan berasal dari dunia bawah, seluruh penghuni dunia bawah langsung menjauhi tempat tersebut, mereka kembali ketempat semual, setelah mereka kembali ketempat masing - masing, sedang Dewi Durga menjauh keatas langit dan langsung terbang menuju salah satu tebing tinggi didunia bawah dan melihat pertempuran Deni, Asep dan Kelompok Panah Tengkorak dari atas sana.


****


Kembali kepertempuran Deni, Asep dan panah tengkorak


Ki Endar yang sudah putus asa tidak pernah menyangka bawah Deni dan Asep ternyata lebih kuat dari perkiraannya, ia segera memerintahkan pasukan yang tersisa membentuk formasi tempur terakhirnya, sementara Deni dan Asep yang memang sudah menahan amarah langsung membuka mode perang tingkat ketujuh.


Ki Endar dan pasukannya terpaksa memakan pil iblis tingkat akhir, hal tersebut bukan tanpa resiko, mereka tidak akan bisa kembali menjadi manusia, tapi mereka tidak ada pilihan lain.


****


Aura Gajah bringas semakin terbentuk melindungi tubuh Asep, sementara Aura Garud Sakti semakin megah memberi tekanan disekitar tempat itu.


Dewi Durga sangat terkejut ketika menatap Deni, pantas saja aku sampai terusik, ternyata benar dugaan ku pemuda bertopeng emas itu memiliki tubuh naga - bintang sempurna, anak ini benar - benar membuatku takut, aku jadi teringat pengalaman burukku dimasa lalu ketika menghadapi tubuh sempurna ini kata Dewi Durga dalam hati.


"Deni dan Asep langsung menyerang ki Endar dan para buto ireng jelmaan kelompok panah tengkorak, Tebasan pedang bulan cukup membuat repot para buto ireng, sementara pedang langit Deni cukup membuat ki Endar kewalahan."

__ADS_1


Setelah bertukar puluhan jurus Dewi Durga tau bahwa kemampuan bangsawan langit yang ada dihadapannya sudah berada diatas rata - rata, meskipun mereka dari kalangan manusia, hal ini yang mungkin membuat mereka tidak tau akan aturan dan kesepakatan yang kami buat.


Manusia yang telah sampai pada tahap bangsawan langit ini menarik, jadi ramalan raja Jawa itu benar adanya, semoga saja mereka adalah anak dalam ramalan yang akan menjadi pelengkap para bangsawan langit, kata Dewi Durga dalam hati.


Tapi jika melihat kemampuan mereka, rasanya sulit dipercaya kemampuan mereka benar - benar tidak bisa dianggap remeh, masalah apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga mereka bisa terjebak kedunia bawah atau bangsawan langit dari kalangan manusia dengan tingkat tinggi yang sengaja turun kedunia bawah katanya dalam hati, Dewi Durga larut dalam pikirannya.


'Jurus pedang bulan tingkat satu, tarian bulan sabit, seketika tubuh Asep menghilang dan muncul ditengah para buto ireng, tebasan pedangnya tidak bisa dilihat mata, aura dingin langsung dirasakan para buto ireng, seketika tubuh mereka langsung lenyap menjadi kepulan debu.'


Bukankah itu Pedang Cahaya Bulan yang dikabarkan menghilang? kenapa bisa ada ditangannya, atau jangan - jangan Dewi Durga kembali dikejutkan dengan Pedang Cahaya Bulan yang ada ditangan Asep.


Mati semua buto ireng jelmaan manusia itu mati kata Dewi Durga dalam hati.


Melihat anak buahnya telah binasa membuat ki Endar semakin tidak terkendali, ia semakin putus asa, kini ia mengandalkan emosinya dan tidak lagi bisa bertarung dengan pikiran jernih saat menyerang Deni, ia terus menyerang membabi buta, dengan tekanan teanga dalam yang meluap - luap, ki Endar sepertinya berusaha ingin segera mengakhiri pertarungan tersebut.


Sial sepertinya benar - benar sudah tidak ada harapan kata ki Endar, keadaan ini semakin sulit dengan hadirnya Dewi Durga, ia awalnya ingin menjebak para bangsawan langit ke dunia bawah malah terlibat masalah dengan Dewi Durga, ia hanya bisa tersenyum kecut, kini ia memusatkan tenaga dalamnya dicakra mahkotanya, seketika aura disekitar tempat tersebut naik sangat drastis.


Seketika tenaga raja buto meningkat pesat, bahkan batu - batu disekitarnya ikut melayang terkena efek tenaga dalamnya, ia terpaksa melepas segel gaibnya, namun hal itu bukan tanpa resiko, dengan melepas segel gaib ia tidak bisa lagi menjadi manusia dan akan terus berada didunia bawah dan akan mengabdi pada kerajaan buto, tapi sebagai gantinya ia mendapatkan kekuatan penuh raja Buto.


"Deni dan ki Endar kembali bertukar jurus, kemampuan ki Endar meningkat pesat, tapi serangannya tidak terkontrol, meskipun ia mulai bisa mengimbangi Deni."


Tekanan dari ki Endar semakin kuat hingga akhirnya gada iblis dan pedang langit kembali beradu yang menyebabkan riak tenaga dalam yang kembali mengguncang dunia bawah, getarannya bahkan menciptakan lindu, seketika dunia bawah sempat bergetar, maha patih Giyana bahkan harus membentuk prisai tenaga dalam untuk menahan efek benturan dua tenaga dalam.

__ADS_1


mereka terus bertarung dengan kekuatan penuh, keduanya benar - benar kuat dan tidak mengendurkan serangannya, entah sudah puluhan atau ratusan jurus yang mereka berikan.


Deni dan ki Endar mundur sejenak, tapi Deni tidak memberikan waktu untuk ki Endar untuk istirahat, ia kembalu menyerang ki Endar, kini ia merubah sedikit pegangan pedangnya, jurus pedang langit tingkat kesembilan penjara langit mengurung iblis, seketika ribuan pedang menyelimuti tubuh ki Endar, dan langsung menyerangnya tanpa ampun, ki Endar sempat membuat prisai tenaga dalam manun prisainya tak mampu menahan jurus penjara langit hingga membuat dirinya terpental dan mati dengan cara yang mengenaskan, seketika tubuh ki Endar berubah menjadi serpihan debu sementara Deni kembali kesisi Asep dan yang lainnya, ia mencoba mengatur napasanya, karena jurus penjara langit benar - benar telah menguras tenaganya.


"Lo gak apa - apa bos, kata Asep yang sedikit cemas melihat kondisi Deni, biapun bisa menang tapi kali ini Deni benar - benar berhadapan musuh yang benar - benar kuat."


gak apa - apa Cep, tapi sumpah itu raja buto kuat banget, beneran dah gua capek banget kata Deni yang masih terengah - engah.


****


Setelah melihat situasinya Dewi Durga dan seluruh pasukan turun dan menghampiri mereka semua, kini masalah kalian dengan kelompok panah tengkorak telah selesai, sekarang kita berhitung masalah kekacauan yang kalian buat didunia bawah kata Dewi Durga dingin...


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan

__ADS_1


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2