
"Apa, dasar bodoh mereka semua bisa mati konyol, kata Batara Kala.
Melihat situasi yang menjadi rumit, segera mereka membuat basis komunikasi di dasar laut selatan, tampilan Paso Benggala milik Kanjeng Ratu telah melihar keadaan di area netral.
Mereka juga meminta para ahli telepati untuk memberi dan meminta informasi tentang keadaan di area netral.
"Sungguh naas, situasi kita sedang tidak baik, disana adalah daerah netral, Dewasrani bisa berbuat sesuka hatinya, karena itu adalah daerah netral, kata Dewi Durga
"Lho bukannya kalian bilang ada aturan langit yang tidak bisa dilanggar, kata Pemimpin angkatan darat.
"Benar, aturan langit tidak bisa di langgar, namun mereka ada di area netral, jadi aturan itu tidak berlaku, lagi pula Dewasrani dan pengikutnya bisa berkilah untuk membela diri karena memang mereka diserang lebih dulu, jadi kita harus segera menarik pasukan itu secepatnya, terutama para manusia kata Kanjeng Ratu Kidul.
"Giayana, keluarkan titah perang tingkat sembilan, kerahkan pasukan penyelamat untuk membawa semua manusia menjauh dari area netral, lakukan secepatnya.
"Baik yang mulia, sambil berlalu meninggalkan istana laut selatan.
"Gendrawani, upayakan menarik seluruh manusia ke istana laut selatan, lakukan sebanyak yang kita bisa, keluarkan titah perang tingkat sembilan.
*****
Kembali ke sisi pasukan Aliansi dan Dewasrani.
Dewasrani masih menatap seluruh pasukan gabungan itu, ia teringat perang tiga dunia pertama, namun kini dengan versi yang berbeda
"Apa anda akan diam saja tuan, bukankah anda ingin memberi mereka pelajaran, kata Terawan dengan sedikit mengejek.
"Aku hanya teringat masa lalu, bukan berarti aku akan melepaskan mereka, ingat kekuatan yang kau miliki berasal dariku, aku bisa saja mengambil kembali kekuatan itu, jadi jaga sikap dan kata - katamu.
"Jangan marah dulu tuan, aku hanya ingin melihat sekuat apa dewa kenakalan itu, apakah benar - benar bisa membuat kerusakan, sehingga gelar itu layak tersemat untuk anda, katanya sambil tersenyum.
"Menurutmu gelar itu datang begitu saja? Baiklah akan aku perlihatkan kekuatan dewa yang sesungguhnya.
*****
Disisi pasukan aliansi
"Apa yang mereka bicarakan, apakah para telepati bisa mendengar kata - kata mereka, kata raja iblis dari Sumatra.
"Entahlah, namun jangan turunkan kewaspadaan kalian, ingat yang kita hadapi adalah dewa kenakalan, kata para bangsawan langit.
Dewasrani mulai melompat dari atas tebing yang tinggi, ia terjun bebas seolah tanpa beban, ketika sampai di permukaan tanah semua takjub karena ia bisa mengontrol kekuaatannya dengan sangat baik.
"Dia datang, dia datang, bersiaplah.
"Semuanya jangan takut, dia hanya sendiri, ayo serang dengan kekuatan terbaik kalian, kata Raja iblis dari tanah Papua....
Khyaaaaaaa....... Whaaaaaaaaaaaa.....
Pasukan aliansi gabungan tiga dunia bergerak menyerang Dewasrani, para sniper dari gabungan lima matra, membidik dan menembak keseluruh tubuh Dewasrani, duuuaaarrrr..... duaaaaarrr....., jlegaaaaaar.... suara senjata berat menghantap tepat ke satu titik, para pasukan iblis, para pasukan pelindung dewa, dan para bidadara juga tak mau kalah.
Buuugggghhh...., slaaaassssh...., blaaaaarrrr...... hantaman, pukulan semua terarah, namun semua itu bisa dengan sangat mudah di hindari oleh Dewasrani, ia hanya tersenyum dan seolah menari di antara lautan pasukan gabungan aliansi tiga dunia...
Ketika Dewasrani mulai menyerang, mulai terlihat perbedaan kekuatan diantara mereka, jlaaassshhhh, bllaaaarrrr..... pasukan iblis dan gabungan pasukan pelindung dewa, banyak yang meregang nyawa, belum selesai satu masalah, hewan tunggangan Dewasrani juga cukup merepotkan dengan semburan api dan kibasan anginya... blaaaarrrrr......, wwussssshhh.... blassssss.....
__ADS_1
"Hahaha, kau juga ingin bersenang - senang ya, Kliwon, lakukan sesukamu katanya memberikan titah.
Keadaan pasukan gabungan aliansi tiga dunia dalam sekejab bisa porak poranda, perbedaan kekuatan mereka sangat jauh.
Sementara di atas sebuah tanjung, Terawan terus mengamati pertarungan berat sebelah itu, ia tersenyum cukup puas, namun ia tidak menyangka jika Dewasrani benar - benar sekuat itu, gelar Dewa kenakalan bukanlah sekedar isapan jempol.
*****
Di istana laut selatan
Getaran pertarungan di area netral benar - benar kuat, efek pertarungan itu bahkan membuat istana sampai bergetar.
Batara kala dan Batara Ismaya yang ada disana sepertinya sudah tidak bisa menahan diri, namun ketika mereka akan keluar, Kanjeng Ratu Kidul dan Para Raja Iblis menahannya.
"Tetaplah disini tuan Ismaya, kami masih membutuhkan tenaga anda, jadi sebaiknya tahan diri anda, kata kanjeng ratu sambil menatap tajam.
"Kau sendiri bisa merasakan kekuatan mengerikan ini bukan, apa kau akan membiarkan para manusia itu mati sia - sia.
"Kami sudah menarik mereka masuk ke istana laut selatan, dan kerajaan dasar bumi, bisa di pastikan para manusia sudah aman.
"Lalu bagaimana dengan pasukan iblis, dan para pelindung dewa? Apa kau sengaja menumbalkan mereka, kata Batara Kala dengan sedikit kesal.
"Kalian berdua tenang dulu, biarkan kami para raja iblis dari tanah nusantara yang menghadapinya, kami tidak akan diam jika pasukan kami di bantai oleh dewa kenakalan itu, kata raja Jin dari Pulau Kalimantan.
Setelah mendengar pertimbangan dan menerima masukan dari semuanya, Batara Kala dan Batara Ismaya, memilih tetap berada disana.
"Gunakan zirah ini, kata Batara Kala memberikan Zirah pelindungnya. Pusaka Iblis tidak bisa menembus pusaka Dewa, jadi gunakan pusaka Dewa untuk melawannya, katanya lagi.
"Batara Ganesha juga memberikan tombak Gading sakti, dan selendang Jala Sutranya.
******
Disisi para manusia
Para manusia yang ada di area netral tiba - tiba tertarik masuk kedalam lubang dimensi gaib, mereka tidak bisa berbuat banyak hingga akhirnya mereka terbangun disebuah arena pertarungan
"Apa kita semua sudah mati? Atau ini hanya ilusi? Melihat keadaan arena didalam Kerajaan Dasar Bumi.
Disisi lain sebagian mereka terbangun didasar samudra.
"Apakah kita semua sudah mati?
"Entahlah, tapi melihat tempat ini sepertinya memang begitu kata Kapten dari Marinir.
"Jadi begini rasanya mati ya, kata Kapten Kopasus dan Kapten polisi sambil menggeleng.
Namun disaat mereka sedang merenung datanglah sekelompok orang menemui mereka.
"Selamat datang di Istana Dasar Bumi, kami diminta yang mulia Durga untuk membawa kalian semua kesini, mohon makanlah ini untuk memulihkan tenaga kalian, sambil meminta para pasukan dan dayang kerajaan menyerahkan makanan untuk mereka.
Hal tersebut tidak berbeda jauh dengan kondisi di istana laut selatan.
******
__ADS_1
"Selamat darang di Dasar Samudra, kami diminta Kanjeng Ratu, untuk menarik kalian semua ketempat ini, katanya lagi.
"Apa maksud tuan, apa kami ditarik mundur? Kata kepala pasukan dari DENJAKA.
"Maaf tuan, kami hanya menjalankan perintah, ini semua titah kanjeng ratu, katanya sambil menunduk.
Pasukan PHASKAS juga kebingungan, kenapa mereka semua di tarik mundur, begitu juga deng BRIMOB dan Juga KOPASKA.
"Bawa kami menemui ratu kalian, ada hal yang harus kami sampaikan, kata kepala pasukan dari masing - masing matra.
Melihat hal tersebut para pasukan dari dua kerajaan gaib itu tidak bisa berbuat banyak, ia membawa mereka semua berkumpul di Istana Laut selatan.
"Kenapa kami di tarik kesini, bukankah kita semua sedang dalam posisi berperang? Kata kapten Marinir
"Maaf tuan, kami hanya menjalankan perintah, titah dari sang ratu adalah menarik seluruh pasukan manusia dari medan perang, untuk bergabung melindungi markas utama, kata mahapatih kerajaan dasar bumi.
"Apa benar seperti itu? Jika memang begitu kami akan menerimanya, tapi jika untuk melindungi kami, maaf kami tidak bisa terima, karena bagi kami para prajurit, lebih baik mati terhormat di medan perang, dari pada hidup menanggung malu, kami semua siap mati untuk melindungi seluruh tanah nusantara, kata kapten dari KOPASKA.
"Kami paham tuan, tapi saat ini kita harus mengatur ulang strategi, mohon kerja samanya, tunggulah disini dan persiapkan diri untuk bergabung dengan pasukan utama, nanti tuan presiden yang akan memimpin langsung, tambahnya.
Para prajurit gabungan TNI - POLRI dengan berat hati mengikuti perintah sang mahapatih, mengingat bapak presiden akan mengambil alih komando pasukan TNI-POLRI.
*****
Kembali kesisi pertarungan Dewasrani dan pasukan aliansi tiga dunia
Suasana area netral yang menjadi medan perang benar - benar mencekam, banyak mayat dari pasukan TNI - POLRI yang tidak bisa di tarik ke portal dimensi gaib, mayat para iblis dan pasukan pelindunh dewa, area netral kini berubah seperti neraka
Berita pertempuran di area netral, sampai juga ke telinga Batara Manikmaya, ia masih memantau perkembangan pertarungan yang melibatkan putranya, bayangan perang tiga dunia pertama kembali melintas di pikirannya, dimana ia telah bersusah payah meminta keringanan bagi putranya yang bertindak kelewat batas.
"Bagaimana informasinya, kenapa anakku bisa terlibat pertarungan di area netral, katanya kepada mata - mata khayangan.
"Ampun yang mulia, menurut kabar yang yang kami dengar, panglima iblis dari tanah sulawesi menyerang yang mulia Dewasrani lebih dulu, hamba masih menunggu kabar dari pasukan pengintai yang hamba sebar, namun situasi di area netral benar - benar seperti neraka.
Kami tidak mau bertindak gegabah, mengingat saat ini yang mulia Dewasrani sedang di puncak amarahnya, bahkan Kliwon ikut membantu yang mulia Dewasrani, katanya sambil tertunduk.
"Tempat itu memang area netral, tapi melukai manusia tetap tidak bisa di tolelir, berapa jumlah korban dari pihak manusia, katanya dengan wajah cemas.
"Hamba masih belum tau pasti yang mulia, namun saat ini sudah lebih dari seratus orang, dan itu masih terus bertambah, dikarenakan hampir seluruh pasukan dari tanah nusantara terkonsentrssi di area netral, Dewi Durga, dan Kanjeng Ratu Kidul berusaha menarik pasukan manusia sebanyak yang mereka bisa, kami masih menunggu laporannya.
"Hampir seluruh pasukan, ada apa ini, kenapa mereka bisa bersama bangsa iblis, lalu berapa jumlah pastinya? Katanya dengan nada serius.
"Lebih dari seratus ribu prajurit yang mulia, sisanya terkonsntrasi di Istana Negara, dan istana Bogor, sekitar lima pulub ribu prajurit, jumlah itu belum termasuk sukarelawan untuk tim medis, dan support logostik.
"Ada apa ini, kenapa tiba - tiba seluruh pasukan nusantara terkonstrasi di tiga titik? Segera kirim utusan untuk menemui Batara Ismaya, minta dia menghubungi Raja Jogja agar aku bisa bertemu langsung dengan tuan presiden pemimpin tanah nusantara, dan tetap awasi area netral, jika memang perlu segera kirim pasukan pelindung raja untuk menghentikan anakku, salah paham ini harus segera kita atasi, sepertinya masih belum terlambat untuk kita menghentikan perang ini, katanya lagi.
Utusan itu segera menjalankan perintah Batara Manikmaya, dengan segera ia menyiagakan pasukan Elit Pelindung Raja di area netral, dan segera menemui batara Ismaya.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...