Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 143 - Bangkitnya Naga Air dan Naga Bumi


__ADS_3

"Sudahlah Rhin, perkataan anak ini ada benarnya, sebaiknya kita bantu dia memisahkan energi - energi itu atau kita akan kembali berkahir dimakam pusaka kerajaan dasar bumi.


Deni kembali memusatkan mata halimun untuk memindai tubuhnya, kini ia lebih terarah dalam membuang dan mengambil energi alam, dan energi murni gumpalan - gumpalan energi itu mulai terpisah secara sempurna.


Kini energi itu mulai stabil didalam tubuh Deni, seiring dengan itu sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh Deni, seluruh tubuh Deni diselimuti aura biru, khas Naga Air, raja naga yang bersemayam didalam tubuh Deni mulai terusik karena energinya ikut tersedot.


Asep yang sedari tadi terus memperhatikan Deni, juga sangat terkejut, aura Deni berbeda dari sebelumnya, kuatnya aura itu sampai membuat kakek Jatmiko keluar dari pondoknya, ia merasakan aura naga yang sangat kuat.


"Aura ini, jangan - jangan, ia bergegas menemui cucunya, dari kejauhan ia melihat tubuh cucunya diselimuti aura biru pekat khas Naga Air. Anak ini, apakah ramalan itu benar?


Kakek Jatmiko mencoba menjaga jarak dari Deni, ia ingin melihat dulu perkembangannya, sejurus kemudian, ruh naga perlahan keluar dari dalam tubuh Deni. Kakek Jatmiko sampai ternganga melihat Ruh Naga Air yang dikabarkan hanya ada dalam legenda.


"Hei manusia, kenapa kau mengusik tidurku", kata Ruh Naga berbicara pada Deni.


Namun Deni tidak bergeming, ia tetap fokus memusatkan energi murninya, Rhin dan Shin sangat ketakutan melihat Ruh Naga Air, biar bagaimanapun mereka tetap kalah kasta jika dibandingkan dengan Ruh Naga Lima Elemen.


"Hei bodoh, cepat jawab pertanyaan Tuan Naga Air, atau dia akan benar - benar marah.


Deni yang terusik oleh kedua pusaka kembar mulai membuka matanya.


"Kalian itu cerewet sekali, tadi aku diminta memusatkan energi, sekarang diminta meladeni Naga Air, apa yang kalian inginkan sebenarnya.


"Cepatlah bodoh, jika Tuan Naga Air sampai marah, kita semua bisa mati, kata Shin dengan sangat takut.


Deni yang bingung melihat dua pusaka kembar akhirnya mau bersuara pada naga air.


"Maaf Naga Air, apa aku mengganggumu?


"Dasar manusia bodoh, apa kau tidak sadar telah mengambil energiku?


"Mengambil Energimu? Aku hanya menyerap energi murni, dan energi lima elemen atas panduan dua pusakaku ini, jadi tidak mungkin aku mengambil energimu, kata Deni santai.


"Kau mau ku bekukan? Hanya tuanku yang berhak menggunakan energiku, katanya dengan sangat marah.


Sejurus kemudian, naga air terbang ke angkasa, dan melesat kembali ke arah Deni, dengan cepat ia menyemburkan air yang begitu banyak, wuuuuuusssshhhhh.... wuuuuuuussssshhhh......


kakek Jatmiko bukan tidak mau membantu, namun ia terpental karena tidak kuat menahan energi naga air, bahkan kedua pusaka kembar juga ikut terpental.


Ketika serangan itu hampir mengenai Deni, sebuah keanehan terjadi, Aura Naga Air membentuk prisai energi untuk melindunginya, serangan tersebut bahkan menyatu dan membuat Deni semakin kuat.


Naga air yang sangat yakin serangannya akan membunuh Deni, menjadi terheran - heran, ia segera terbang dan melayang di atas Deni.


"Siapa kau sebenarnya, apakah kau orang yang aku tunggu?kata Ruh Naga kepada Deni.


"Aku tidak tau apa maksudmu Naga Air, aku hanya berlatih, tolong jangan ganggu aku, waktuku tidak banyak, kata Deni dengan penuh hormat.


"Apa Boleh aku melihat punggungmu, jika kau memang orang yang aku tunggu, aku akan membantumu berlatih jurus apa saja, kata Ruh Naga sambil terus melayang di atas Deni.


"Deni yang tidak ingin berdebat, segera membuka bajunya, dan benar saja Naga Air melihat Tulang Rusuk Naga


"Anak ini, memikili darah Naga, seketika Naga Air berubah menjadi sesosok pria berjubah biru, dan menaruh hormat pada Deni.

__ADS_1


Deni yang kebingungan merasa hal tersebut sangat berlebihan, ia juga membungkukan badan untuk membalas penghormatan Sang Naga.


"Tuan muda, kaulah manusia terpilih yang aku tunggu - tunggu, aku sudah lama sekali menunggu tuan muda untuk membantu tuan.


Kakek Jatmiko dan para pusaka Deni mulai berani mendekat kearah Deni. Bahkan Kedua pusaka itu sekarang berlindung dibelakang tubuh Deni, karena kalah pamor dari sang naga.


"Hei apa yang kalian lakukan pusaka karatan, kalian pusaka terkuat, kenapa kalian takut berhadapan dengan Naga Air.


"Bocah bodoh, kau yang tidak paham aturan langit tentu tidak akan mengerti, jika para Ruh Naga Lima Elemen ada jauh di atas kami.


Ruh Naga menatap tajam oada dua Pusaka Kembar.


"Oh jadi kalian dua pusaka kembar penguasa air yang mengabdi pada tuan muda? Dan kalian juga yang dengan sengaja membimbingnya untuk mengambil energiku, apa benar begitu.


"Bukan begitu tuan, kami hanya membantu anak ini berkembang, maaf jika kami telah mengusik Tuan Naga Air.


"Baik kaian akan aku maafkan, tapi dengan tiga syarat.


"Baik akan kami penuhi tuan naga, asal tuan mau mengampuni kami, kata keduanya sambil tertunduk.


"Pertama, mulai saat ini aku yang akan membimbing bocah ini mempelajari jurus - jurusnya, dan akan menyalurkan energi murniku untuk membantunya.


Kedua, jangan pernah mengganggu proses latihannya selama dalam bimbinganku, atau kalian akan aku bekukan dengan Es Abadi.


Dan Ketiga, bertapalah ditempat aku bersemayam, sampai aku memanggil kalian, apa kalian sanggub.


"Mendengar perkataan Naga Air, kedua pusaka kembar penguasa air tidak bisa berbuat banyak, mereka tau betul, bukan hal mudah jika harus berurusan dengan Naga Lima Elemen.


Seketika mereka masuk kedalam ruang dimensi Deni dan menuju ke gua dimana naga air tertidur, sementara tubuh Naga Air perlahan keluar dari ruang dimensi Deni.


"Lalu siapa orang tua dan pemuda itu, sambil menunjuk kakek Jatmiko dan Asep.


Orang tua itu adalah kakekku, dialah yang membawaku kesisi gelap ruang jiwa, dan pemuda itu adalah sahabatku.


Naga air mendekati Asep, ia merasakan Energi Naga bumi dari dalam tubuhnya.


Seketika Naga Air kembali melakukan gerakan menukik, kini ia meyerang Asep, Asep yang tidak siap menerima serangan itu hanya bisa membentuk prisai energi seadanya, karena ruh kembar penguasa tanah juga takut kepada naga air.


"Sue tu pusakan karatan, kapan begini aja pada kabur, ya Allah apes bener nasip gua mana belum nikah lagi, duh nasip - nasip.


"Bos tolongin gua napa bos, kok malah diem, kata Asep dengan sedikit cemas.


Deni yang lambat bereaksi tidak bisa banyak membantu, namun sebuah keanehan terjadi, prisai tanah terbentuk melindungi tubuh Asep.


"Huuff gua kira pada kabur, hehehe, makasih ya, kata Asep sambil cengengesan.


Ruh Naga Bumi, menbentuk tameng naga melindungi tubuh Asep.


Kenapa warna auranya berbeda kata Asep ketika mengenali aura pelindungnya.


"Apa yang ingin kau lakukan Naga Air, berani sekali kau mengusik tidurku.

__ADS_1


Seketika Ruh Naga Bumi, terbang melayang mengitari Asep.


"Buset, itu beneran Naga? Katanya dengan sedikit takut, jadi pelindung tadi bukan dari kalian, yang menatap dua puska kembar yang bersembunyi di belakang kakek Jatmiko.


"Maaf tuan, bukan hal mudah jika harus berurusan dengan para naga, maaf kami tidak bisa berbuat banyak, kata keduanya sambil tertunduk.


"Akhirnya kau keluar juga Naga Bumi, lama tidak berjumpa, kata Naga Air.


Dua naga itu melayang di atas mereka, jadi mereka yang kita tunggu? Kata naga bumi singkat.


Sepertinya begitu, mereka adalah pemuda dalam ramalan kata naga air menjelaskan.


"Hei anak muda, boleh aku melihat punggung mu?


Mendengar bukan hal mudah berurusan dengan para naga, Asep dengan segera membuka bajunya, naga bumi segera melayang mendekati Asep, dan benar saja ia juga melihat Tulang Rusuk Nagaz tertanam dalan tubuh Asep.


"Hei pusaka kembar, penguasa tanah jika kalian ingin selamat, lakukan apa yang telah diperintahkan Naha Air, tapi lakukan ditempat aku bersemayam, paham.


"Baik Tuan Naga Bumi, kami paham, segera mereka masuk kedalan ruang dimensi Asep dan menuju tempat Naga Bumi tertidur, seketika tubuh Naga Bumi keluar dari tubuh Asep, naga bumi juga berubah wujud menjadi seorang lelaki tua


"Kami yang akan membimbing mereka, ajian aoa yang ingin mereka kuasai kata Naga Bumi, kepada kakek Jatmiko.


Dengan segera kakek Jatmiko mengeluarkan Kitab Serat Batu Langit, dan Salinan Kitab Serat Kama Sutra.


"Ajian Tarik Jiwa dan Jerat Jiwa, kata kedua naga, saling berpandangan.


"Jadi ramalan itu benar adanya Naga Bumi, sepetinya saat ini mereka akan berhadapan dengan perang tiga dunia, kata Naga Air.


Sepertinya ada yang telah menggunakan Ajian terlarang itu meskipun masih jauh dari kata sempurna, kata Naga Bumi.


Baiklah, tapi dengan satu syarat, kata Naga Bumi.


"Apa itu tuan Naga? Kata kakek Jatmiko.


"Jangan pernah mengganggu mereka berdua selama kami membimbing mereka, kau memang menguasai Ajian terlarang itu tapi itu hanya setengahnya saja.


Kakek Jatmiko sampai membelalakan mata, ia tidak menyangka, ajian yang selama bertahun - tahun telah ia dan sri sultan kuasai dengan penuh, ternyata baru setengahnya, sebenarnya sehebat apa ajian ini, katanya dalam hati.


"Lalu jika memang setengah, dimana lagi mereka akan mempelajari sisanya? Kata kakek Jatmiko penuh selidik.


"Kami akan membawa mereka keruang dimensi kami, disanalah sisa ajian itu tersimpan, dia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, dan menyimpan kitab aslinya yang menyimpan jurus utuhnya didalam ruang dimensi naga, kata Naga Bumi.


"Jadi kitab yang aku bawa ini semuanya hanya salinan?


"Apa kau masih belum paham orang tua? Kata Naga Air dengan tatapan tajam.


Kakek Jatmiko semakin terperangah, rahasia apa lagi yang belum terpecahkan dalam kedua kitab itu, pikirannya terus melayang dan menerawang jauh entah kemana.


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan

__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2