
Baiklah dinda pulang dari sini kanda akan berikan air galon sepabriknya dinda, jadi setiap hari dinda bisa minum air galon sepuasnya.
Bener tu biar Mayang jadi penjaga air isi ulang pasti rame ki kata Barra diikuti tawa renyah yang lainnya
****
Kembali kesisi Deni
Mereka menatap lekat bejana ditengah peti mati tersebut Deni membentuk pisau tenaga dalam dan menyayat ujung jarinya, lalu meneteskan darahnya kedalam bejana, ia juga mengambil air suci yang telah dipersiapkan dan memasukkannya kedalam bejana tersebut.
Keanehan terjadi air didalam bejana bergejolak dengan hebatnya, mereka mundur bebrapa langkah menjauhi peti mati tersebut, Birong menatap lekat kearah mereka ia tidak menyangka tugasnya menjaga peti mati tersebut akhirnya selesai.
*****
Didunia luar
Fenomena alam kembali terjadi ombak besar dan air sungai yang bergejolak menandakan penguasa air telah bangkit, keanehan tersebut menjadi viral diberbagai kanal berita.
"Tidak ada angin dan hujan air sungai Brantas bergejolak hebat."
"Fenomena alam disungai Mahakam jalur sungai tidak bisa dilewati, Sungai Mahakam membeku suhu udara di Kalimantan menjadi lebih dingin."
"Sungai Bengawan Solo tiba - tiba membeku, airnya kenyal seperti jelly."
"Sungai Ciliwung seperti membeku, suhu di Jakarta Turun drastis."
Dan masih banyak lagi Fenomena alam yang tidak bisa digambarkan.
*****
Kembali kesisi Deni
Perlahan sosok tubuh didalam peti mati membuka mata, perlahan ia keluar dari dalam peti tersebut, ia menyapukan pandanganya kesekitar.
"Birong sudah berapa lama aku tertidur."
Sejak tuan Suro menghilang, lebih kurang tiga puluh tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga tahun menurut perhitungan dunia manusia Dewi, kata Birong sambil membukuk hormat.
Deni dan June masih mengamati situasinya, mereka tidak mau bertindak gegabah.
Wanita itu perlahan bangkit dan keluar dari dalam peti mati tersebut.
"Siapa yang telah membangunkanku Birong?"
Mereka Dewi kata Birong sambil menunjuk Deni dan June, pemuda itu memiliki tubuh naga bintang sempurna, dan wanita itu adalah istrinya.
Dewi Seruni berjalan mendekati mereka diikuti Birong dibelakangnya.
Hati - hati Dewi, menurut pemuda itu wanita disebelahnya lebih mengerikan dari Dewi Durga, Birong tetap berjalan dibelakang Dewi Seruni.
__ADS_1
"Jadi kau pemilik tubuh sempurna itu, aku ingin menguji apakah kau pantas menerima kekuatanku."
Boleh aku juga ingin tau apa kau sehebat yang dikatakan banyak orang.
"Menarik semoga kau bisa membuatku senang, Dewi Seruni mundur dan mulai membuat segel tangan, saat situasi mulai memanas Astagina keluar menengahi mereka."
Hentikan semua ini sontak mereka menarik kembali aura mereka.
"Kakang Astagina."
Astagina memberi hormat kepada Deni, maafkan istri hamba tuan, ia telah lama terkurung ditempat ini.
"Kakang apa yang sebenarnya terjadi aku perlu menguji apa.."
Belum selesai Dewi Seruni berbicara Astagina langsung memotong.
Kau mungkin berpikir Suro adalah orang yang terbaik, tapi aku sudah melihat sendiri bagaimana kemampuan tuanku membantai banyak orang bahkan dua kelompok besar sudah hancur ditangannya bahkan tanpa bantuan kekuatanku.
Dewi Seurni menatap Deni secara lekat, ia masih berpikir apakah pria lembut dihadapannya bisa berbuat kejam.
"Sudahlah Dewi dari pada mengulur waktu sebaiknya lakukanlah perjanjian jiwa sekarang, kita masih harus mencari batu tanah."
Baiklah kakang aku percaya padamu, tapi jika dalam perjalanan ia tidak seperti yang aku harapkan maka aku akan memakan jiwanya sama seperti aku memakan Suro.
Baik tidak apa- apa kau boleh memakan jiwaku jika ternyata aku memang lemah, kata Deni yakin.
*****
Wuiiih hebat lo bos Deden masuk berdua keluar jadi bertiga disambut tawa renyah Asep dan Barra.
Dewi Seruni yang sangat paham siapa yang berdiri dihadapannya langsung berlutut memberi Hormat.
Ampun jika hamba terlambat mengenali yang mulia, tapi ia heran kenapa Deni dan yang lainnya tidak berlutut, apa mereka tidak tau siapa orang yang berada diantara mereka itu.
Hei pemilik tubuh sempurna, sepertinya pengetahuanmu harus ditambah, cepatlah berlutut atau kau akan menyesal.
"Lah buat apaan, cewek ini aneh ya labil amat, heran gua."
Sebuah pukulan kembali mendarat diperutnya, jaga bicaramu bodoh kata June yang berjalan kearah Barra.
Sudah - sudah ayo bangun Dewi, mereka adalah teman - temanku, kau harus membiasakan diri dengan sikap kami, jadi kau tidak perlu khawatir, mereka sangat paham siapa aku, katanya singkat.
Dewi Seruni langsung disambut Mayang, ia, mari ikuti aku jika yunda ingin terus didunia manusia pakailah pakaian ini, ini perintah dari Batara Kala.
Baikalh dinda, tolong beritau aku situasinya sepertinya aku sudah banyak melewatkan sesuatu.
*****
Akhirnya mereka keluar meninggalkan tempat itu, kita harus kembali ke Jakarta dulu, sembari meregangkan otot dan pamer kekayaaan, kata Barra hehehe.
__ADS_1
Wuih ide cemerlang itu nanti pasti banyak cewek - cewek yang datang keacara mall kita ya hehehe
Riuh tawa dari Barra dan Asep terhenti saat Giyana memberi pukulan telak kepasa Barra, sedang Mayang tidak melepaskan cubitannya dsri perut Asep.
Haduh ini para wanita mengerikan ya, ampun gua mah, sadis banget.
****
Mereka kembali masuk kedalam dimensi ruang Batara Kala
Kali ini Barra mengambil tubuh seorang penjual siomay keliling sambil membaca situasinya, ia berjalan sambil mengamati situasinya.
Setelah situasinya aman, ia menuju tempat mereka menginap, ia mengeluarkan semuanya dan makan bersama disebuah rumah makan sederhana.
*****
Acara berdandan mirip bos Kasablanca berlangsung meriah, mereka mempercepat perjalanan pulang melalui teleportasi yang dilakukan oleh Barra.
Setelah tiba dikantor Dipa Serra Corporate mereka langsung menemui pak Jaya, disana mereka bertukar semua informasi.
Sebaiknya kita tunda kepergian menuju Gunung Tambora, mengingat kelompok Narapati juga terus mengawasi kita, kini kita harus lebih waspada.
Sebaiknya saat ini kita berlatih dulu diruang dimensi agar tubuh Deni semakin siap menerima kekuatanku, kata Dewi Seruni.
"Yah kita juga harus beristirahat diruang dimensi agar tubuh kita menjadi lebih segar."
Setelah membuat kesepakatan dengan pak Jaya mereka akhirnya menuju ruang Dimensi Deni, mereka berlatih bersama, para gadis tak lupa memasak makanan untuk mereka, sementara Barra menambah bangunan tempat tinggal untuk teman - teman yang lain.
Sudah hampir enam bulan mereka semua berada diruang Dimensi kemampuan mereka semua telah meningkat pesat, hingga membuat penampilan mereka sedikit berbeda, namun tidak membuat sikap kocak mereka.
Akhirnya mereka memutuskan keluar dari ruang dimensi Deni, ketika mereka keluar hari telah menunjukan pukul dua pagi, mereka akhirnya memilih untuk beristirahat kembali, mengingat waktu masih sangat bisa digunakan untuk beristirahat.
*****
Kesisi Musa
Musa yang sudah hampir seminggu berada dikantor polisi tidak merasa sangat menyesal, bahkan tuan Muda Narapati enggan membantunya, hal tersebut bisa merusak citra keluarga Narapati.
Ia terus merenungi semuanya, apakah ini karena penghiatanan yang telah gua perbuat.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
salam sehat selalu ....
__ADS_1