Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 29 - Perjanjian Jiwa Asep dan Dewi Bulan.


__ADS_3

Asep yang sejak tadi diam mulai ikut berbicara, wah bagus dong artinya kita bisa membantu Dewi Bulan mendapatkan kembali kekuatannya.


Dewi bulan menatap Asep dengan tatapan penuh arti, lalu mulai berbicara kepada Deni.


"Hanya bangsawan langit yang bisa membuat pil - pil ini, setauku tuan ruh pedang langit adalah bangsawan Iblis, kata Dewi bulan singkat."


Panjang ceritanya Dewi Bulan, tapi kakang Encep pasti akan cerita sama Dewi Bulan, tapi satu hal yang perlu Dewi Bulan tau kami adalah bangsawan langit, aku mengausai sifat dasar air, dan Asep sifat dasar tanah.


"Dewi bulan tidak percaya dengan apa yang didengarnya, berarti Asep adalah salah satu dari para bangsawan langit, pantas saja mudah baginya membuka segel tanah, karena ia berunsur tanah, katanya dalam hati."


Betul sekali dan aku bisa mengembalikan semua kekuatan Dewi bulan, dengan satu syarat kau harus mengikat perjanjian jiwa dengan Asep, dengan begitu seluruh kemampuan Dewi bulan akan kembali, dan jika kekuatan yang disegel kembali, akan menambah kesaktian Dewi Bulan dan menaikan tingkat kesakralan Dewi Bulan kata Deni singkat, bagaimana apakah Dewi Bulan bersedia mengikat Jiwa dengan Asep?


"Tanpa dimintapun aku pasti mau mengikat jiwa dengan ki Encep, suatu kehormatan bisa mengikat jiwa dengan salah satu dari bangsawan langit apa lagi tadi bos Deni juga bilang, kalo aku akan jadi istrinya Asep, aku juga sudah sangat kagum dengan ki Encep sejak awal bertemu kata Dewi bulan sambil tersipu."


Nah sekarang tinggal lo cep, mau gak bantuin Dewi Bulan?


'Masa gua nikah sama ruh pusaka bos? Bukan gak mau sih tapi, maaf ni Dewi Bulan apa tidak apa - apa.'


"Aku bisa membaur bersama manusia, jadi ki Encep tidak perlu khawatir, disini juga ada Tanjung dan Bintang yang akan membantuku, tapi semua terserah ki Encep."


'Asep menarik napas panjang, baiklah gua akan bantu lo Dewi, semoga semua baik - baik aja kata Asep.'


****


Baiklah Dewi sekarang makanlah dulu pil - pil tadi, hampir satu minggu Dewi Bulan bermeditasi menyesuaikan diri dengan efek pil - pil penguat yang diberikan Deni..


Setelah hari ke tujuh, Dewi Bulan telah selesai dari meditasinya, ia melihat Asep yang sedang bermeditasi, sosok Asep terlihat sangat tampan dimata Dewi Bulan, ia terus menatap Asep hingga akhirnya suara Deni dan yang lainnya mengejutkan lamunannya...

__ADS_1


"Hayo mikirin apa nih, kata Deni menggoda Dewi Bulan.


Ah tidak, gua lagi coba mengukur kemampuan Asep kata Dewi Bulan berkilah.


"Oh ya sudah, kalo gitu sudah tidak perlu ada lagi yang disembunyikan."


Deni dan yang lain berjalan menuju Asep, ketika semua telah berkumpul Dewi Bulan memulai pernyatuannya.


Aku adalah Mayang Adelin, akulah yang mendapat julukan Dewi Bulan, kini aku akan menunjukan peraturannya.


"Setelah penyatuan kita akan terkait dan terikat selamanya, seperti pernikahan, tapi yang di ikat bukan hanya fisik tapi juga jiwa, jadi kita akan selalu terhubung kata Mayang, ia menyerahkan sebuah cincin."


Itu adalah cincin tali jiwa, cincin itu aku dapatkan dari hasil bertapaku selama ratusan tahun, dan tuanku akan menggunakan cincin itu kata Dewi Bulan singkat.


"Apa semua tuanmu menggunakan cincin itu kata Asep."


Aku tidak pernah mengakui manusia serakah sebagai tuan, bahkan aku belum pernah benar - benar memiliki tuan, karena itulah aku dikenal sebagai salah satu pusaka yang sulit ditaklukan.


Karena aku menyukaimu, dan kau berbeda dengan kebanyakan manusia, hatimu murni biarpun kadang kau dan bos Deni sering bersikap konyol, tapi kalian adalah orang yang baik, satu lagi maaf biarpun kau lebih lemah dari pada bos Deni, tapi ada hal yang tidak dimiliki bos Deni dari dirimu, kata Mayang singkat


"Asep terdiam mendengar perkataan Mayang, ia menatap Mayang dengan lembut dan kembali merenung."


Memang awalnya aku menunggu tuan pedang langit itu, tapi ada hal dalam dirimu yang menarikku, aku tidak tau itu apa, aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya, kini semua terserah dirimu jika kau menolak perjanjian jiwa tidak apa - apa, aku tidak mau egois, aku akan berusaha mendapatkan kekuatanku dengab cara yang lain.


"Baiklah tapi aku tidak ingin kau berharap lebih, seperti yang kau bilang aku memang lebih lemah dari bos Deni, aku akan berusaha menjadi tuan yang baik, kata Asep sambil tersenyum."


****

__ADS_1


Setelah semuanya sepakat dan kekuatannya kembali pulih Mayang mulai melakukan persiapan, disebelah rumah yang diberikan Asep, berdiri sebuah rumah seperti masjid, namun tidak ada pintunya dan tidak ada lambang bintangnya, hanya ada lambang bulan, rumah bernuansa putih itu terlihat cukup megah.


"Rumah siapa ini kata Asep sedikit bingung"


Itulah ruang dimensiku kata mayang sekarang bersiaplah. Asep Ardiansyah karena mulai saat ini kau akan menjadi tuanku, Dewi Bulan membuat segel tangan dan merapal mantra, lepaskan, seketika terciptalah pintu dengan ukiran bulan yang terbuat dari batu pualam putih, perlahan pintu itu terbuka Mayang menuntun Asep menuju kedalam rumah mereka terus berjalan hingga ketengah rumah, lalu ia membuat pisau udara dan langsung melukai jari Asep.


Mayang menampung darah Asep dalam sebuah botol kecil, dan menuangkan sedikit kesebuah pola unik didalam rumah.


"Tahanlah ini akan sedikit sakit tidak hanya bagiku tapi juga bagi dirimu kata Mayang pelan."


Baru saja Mayang selesai berbicara, Asep terlihat sedang berusaha menekan rasa sakit ditubuhnya.


"Sementara Mayang perlahan menjadi kepulan asap dan berubah menjadi pedang dengan gagang berhiaskan pola siklus bulan, pedang tersebut terus berputar didepan Asep dan memancarkan cahaya putih menyilaukan."


Asep bukannya baik - baik saja, rasa sakit disekujur tubuhnya membuatnya menekan beberapa titik merediannya, ia terus mengalirkan tenaga dalamnya hingga tanpa sadar ia telah membuka dan masuk kedalam mode perang tingkat lima tameng serigala.


"Perlahan pedang cahaya bulan kembali menjadi kepulan asap dan masuk kedalam tubuh Asep, mode tameng serigala mulai berevolusi, helm kepala serigala terpasang mode bulan sabit dibagian tengahnya, jubah panjang berwarna biru berpadu dengan warna putih dari Dewi bulan menjadikannya semakin gagah."


Saat ini kita menjadi Kesatria Serigala Bulan, kata Mayang singkat, cincin tali jiwa tersemat dijari manis mereka berdua, kini Mayang bisa keluar dan masuk kedalam tubuh Asep sesuka hatinya, perlahan kepulan asap keluar dari tubuh Asep...


Namun kekuatan ini masih butuh penyesuaian dengan tubuhmu, butuh waktu tiga purnama untuk bisa digunakan, kau harus sering bermeditasi untuk memahami pola tenaga bulan, karena tenaga bulan itu unik, tenaga bulanlah yang mengendalikan pasang surutnya air laut jadi pahamilah polanya, kini kita telah resmi saling terikat kata Mayang sambil tersenyum....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,

__ADS_1


Vote dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2