
'Ok Bang siap, Deni segera menarik Ustad Hadi dan Lee keruang dimensinya, setelah memberikan informasi semua ruang dimensi, baik makanan, dan lain - lain, deni
meninggalkan mereka bersama kedua serat tersebut.'
*****
Asep yang kebetulan tidak mengerjakan apapun mengajak Mayang makan di sekitar mall Kasablanca.
"Dinda, kanda laper nih cari makan yuk..."
Baik kanda, kanda mau makan apa, atau kita keliling saja siapa tau ada yang menarik.
"Ok siap yah yang penting jangan makan batu dinda, keras gak bisa di gigit, yang ada gigi rontok semua hahahaha."
Memang kandan mau makan batu? Kalo dinda ya tidak mau kanda.
Akhirnya mereka berjalan ke arah food court mall tersebut, mereka kemudian memesan tempat disebuah kedai bakso dimall kasablanca.
"Wah ini enak nih dinda, bakso mantab ini, pedes seger bikin melek, minumnya es teler wah mantab deh dinda."
Boleh kanda, dinda juga belum pernah makan bakso, makanan apa itu?
"Itu dari olahan daging sapi dinda."
Mereka memesan dua porsi bakso dan dua porsi es teler, ketika sedang makan, Mirna dan Sarah tiba - tiba datang menghampiri mereka.
'Kebetulan sekali bisa bertemu tuan Asep, mohon maaf tuan apa boleh kami duduk dan bergabung bersama tuan dan nona disini.'
Siapa mereka kanda?
'Maaf nona jangan salah paham, siapa yang tidak mengenal tuan Asep yang dermawan, ini Sarah adikku, kebetulan ia pernah ditolong oleh tuan Asep, awalnya kami ingin mentraktir tuan Asep dan teman - temannya, tapi setelah diberi tau siapa tuan Asep kami jadi agak sungkan.
Tapi aku benar - benar berterima kasih nona, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada adikku jika tuan Asep dan teman - temannya tidak ada dikedai kopi itu, baiklah jika nona keberatan kami akan duduk ditempat lain, sekali lagi mohon maaf nona jika kami sudah mengganggu nona.'
Mirna dan Sarah berjalan pergi meninggalkan mereka, namun sebelum berjalan jauh, Mayang memanggil mereka.
Siapa yang tidak setuju, silahkan makan disini, lebih ramai lebih seru katanya sambil tersenyum.
__ADS_1
*****
Akhirnya mereka menambah pesanannya, banyak hal yang mereka bicarakan, tidak terasa waktu berjalan hampir satu jam.
Kanda, dinda mau ketoilet dulu ya, kanda tunggu disini ya, untuk kalian jika sudah selesai bisa langsung pergi ya, untuk makanan ini sudah kami bayar kata mayang santai.
'Kami jadi merasa tidak enak, kata Mirana'
Sudah santai saja, hari ini kami sedang senang tambah Mayang, aku tinggal dulu ya'
^Wah kebetulan aku juga mau ketoilet, mari nona kata Sarah yunda, aku dan nona Mayang akan ketoilet dulu ya.^
Mayang dan Sarah berjalan kearah toilet. Tinggalah Asep dan Mirna ditempat itu, kebetulan tempat itu berada dipojokan, dan agak jauh dari pandangab orang, saat sedang asik berbicara tiba - tiba Asep merasa kepalanya sangat berat.
Mirna berhasil masuk kedalam pikiran Asep.
'Maaf tuan Asep, aku terpaksa melakukan ini, aku hanya ingin melihat isi pikiran tuan Asep, maaf jika aku lancang tuan kata Amabilis yang mulai membuka pintu pikiran Asep, namun ia sangat terkejut ketika melihat apa yang terjadi.'
"Halo cantik, ngapain disini, masuk pikiran orang tanpa izin itu adalah perbuatan tercela lho tambah Asep santai."
"Gimana jelasinnya ya, jadi gini Mirna atau aku panggil saja nama aslimu Amabilis, aura kalian bukan berasal dari bumi, sekuat apapun kalian sembunyikan tetap tidak akan bisa menipu penguasa tanah."
'Aku hampir lupa jika kau adalah penguasa tanah, tapi karena sudah ketauan apa boleh buat.'
Amabilis langsung menyerang sistem pertahanan pikiran Asep.
'Eh lo itu ngapain sih masuk kepikiran gua, lagi seleksi calon suami ya, kenapa apa Dewasrani berlaku tidak baikkah?'
Amabilis mengabaikan pertanyaan Asep, ia terus menyerang Asep tanpa ampun, tapi sekuat apapun ia melawan tetap saja semua pukulannya mentah dihadapan Asep.
"Eh Cewek Demit, gua sudah punya pasangan, gua sudah punya Mayang, jadi gua gak tertarik sama lo, sudah pergi aja jangan sok keras ya, nanti nyesel."
Amabilis terus menyerang Asep, hingga akhirnya sosok Mayang hadir didalam pikiran Asep.
Maaf kanda dinda terlambat, agak merepotkan berusaha lepas dari bidadari merah itu.
'Apa bagaimana mungkin, apakah kau juga salah satu dari bangsawan langit yang berasal dari dunia manusia?'
__ADS_1
Bukan lebih tepatnya aku adalah pusaka pelindung kanda, kanda sepertinya kita harus tunjukan hasil latihan kita pada Cewek Demit ini.
Mereka berdua menyerang Amabilis, namun Amabilis hanya bisa menghindar, ia mungkin pintar namun bukan yang terkuat, disaat situasinya mulai memburuk ia berusaha keluar dari pikiran Asep, namun ia mendapat serangan dari sistem pertahanan pikiran milik Asep yang membentuk rantai pengikat energi sehingga ia malah terkurung disitu.
'Apa kebapa bisa, aku adalah pengendali pikiran kenapa aku tidak bisa keluar dari sini.'
Ia berusaha melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya, namun bukannya lepas ikatan rantai itu semakin kuat.
"Percuma itu bukan rantai pikiran, tetapi Rantai Jiwa, berdasarkan saran dinda Mayang, aku membekali pertahanan pikiranku dengan Rantai Jiwa penyerap energi dan kau beruntung karena kau adalah mahluk pertama yang dikurung disini."
Mari kanda kita bawa bidadari ini kedalam penjara Jiwa, nanti akan dinda ajarkan pada kanda bagaimana caranya mengintrogasi mahluk langit seperti mereka.
"Siap dinda, kanda nurut aja, tapi jangan lupa disegel juga dengan segel jiwa tingkat sembilan, biar dia terkurung selamanya."
Beres kanda asal kanda tidak macam - macam dengan mahluk langit ini kata Mayang dengan tatapan penuh ancaman.
"Mana mungkin kanda tertarik dengan dia dinda, orang sudah bersuami tapi masih menggoda laki - laki lain, coba dinda pikir untuk apa dia masuk kedalam pikiran kanda?"
Benar - benar bidadari rendah, dinda akan tambahkan segel dewa krisna, malam ini kita harus siksa dia dulu kanda, berani sekali dia masuk kedalam pikiran kanda.
Amabilis merasa menyesal masuk kedalam pikiran Asep, ia terlalu meremehkan Asep yang baru naik ketahap bangsawan langit, ia tidak menyangka akan terkurung didalam piiran lawannya, selama hidup hanya ada tiga mahluk yang bisa menangkapnya, pertama adalah Gurunya, lalu Dewasrani suaminya, dan sekarang adalah Asep bangsawan langit penguasa tanah.
Mendapat tangkapan bagus membuat mereka berdua melaporkan hal tersebut kepada Batara kala dan yang lainnya, tapi baru Asoka yang ditempatkan dipenjara khusus,
Sementara mereka juga mendapat bantuan dari Batara Ghanesa, ia menyertakan beberapa bidadari kuning uang berhasil membuat alat penduplikat tubuh yang baru dikembangkan di khayangan.
Tenang saja semua informasi tentang alat duplikasi tubuh ini belum di ekspose, karena alat ini akan di publikasikan di khayangan saat purnama emas, jadi saya pastikan semua aman, kata Dahlia salahbsatu bidadari kuning yang bersama Batara Ghanesa.
Semua sudah siap, Asoka dan Amabilis telah diduplikasi sekarang tinggal menjalankan rencana berikutnya.
Bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
__ADS_1