
Cerita ini adalah cerita fiksi, semua yang ada didalam cerita hanyalah karangan dari penulis, jika ada kesaamaan nama tokok, atau tempat kejadian, semua hanyalah sebuah kebetulan tanpa ada unsur kesengajaan, bijaklah dalam membaca karena novel ini dibuat hanya untuk hiburan, terima kasih
Asep langung meraba tanah disekitar pondok, tak butuh waktu lama bagi Asep yang memiliki mata Halimun untuk mengetahui bahwa tempat tersebut disegel, ia melihat pola segel yang terbentuk dan melindungi tempat itu, belum sempat Asep membuka segelnya, sekelompok orang datang dan memperingatkan mereka.
****
Apa yang kalian lakukan disini kata sekelompok orang berbadan besar dan berwajah sangar yang entah muncul dari mana.
"Oh rupanya ada si Amir Ustad kampung yang mau sok unjuk kebolehan, kalo lo mau ceramah pergi kemajid jangan kesini Amir, dan bawa semua temen lo pergi dari sini kalo masih sayang nyawa kata salah seorang yang berambut gondrong. dialah Surono atau Ki Suro salah satu ketua kelompok panah tengkorak.
"Melihat kedatangan ki Suro ustad Amir sedikit bergedik."
Kenapa ustad, ustad takut sama orang jelek itu kata Asep sambil menunjuk ki Suro.
"Bukan begitu nak, itu ki Suro, salah satu ketua panah tengkorak yang terkenal sangat sakti, aku beberapa kali bertukar tanding dengannya tapi selalu berimbang dan kita sudah berjanji untuk tidak saling mengganggu wilayah masing - masing kata ustad Amir singkat."
Jika begitu serahkan pada kami, kata Asep santai.
'Kami? Lo aja kali ki Encep, orangnya jelek - jelek gitu males gua ngeladeninnya, nanti gua keturalan jeleknya lagi kata Deni santai.'
Lo gak kompak si bos, kan biar kita kaya di Tv - Tv itu, kata Asep protes.
Deni mengambil ranting dan membuat lingkaran, melindungi semuanya, sementara Asep yang ada diluar lingkaran, hanya bisa terus protes kepada Deni.
"Parah lo bos, masa gua gak dilindungin sih, kan tugas bos itu menjamin kesalamatan anak buahnya."
Eh Ki Encep, tugas anak buah itu melindungi bosnya, sudah sono lo lawan orang - orang jelek itu, Deni duduk santai sambil menghisap rokoknya
***
Sontak perdebatan mereka memancing amarah ki Suro, ia merasa direndahkan oleh dua pemuda kurang waras yang ada dihadapannya, ia langsung memerintahkan anak buahnya menyerang mereka.
__ADS_1
Semua serangan yang diarahkan kepada Deni dan kelompoknya berakhir mentah, serangan tersebut malah berbalik menyerang mereka sendiri.
"Eh kunyuk lawan lo itu ki Encep, ini Ki Encep orang paling sakti dari Jawa Timur berani kagak lo sama dia, kata Deni sengaja memprovokasi kelompok panah tengkorak."
Ayo serang kutu busuk yang sendiri itu, mereka diurus nanti saja kata ki Suro.
Mereka langsung mengarahkan serangan kepada Asep, mereka semua masuk dalam tingkatan bangsawan jin, aura hitam pekat keluar dari tubuh mereka, empat orang melompat kebelakang dan melepaskan anak panah tanpa henti, sementara kelompok lain terus memyerang Asep dengan formasi yang rumit.
Sebenarnya bukan hal sulit bagi Asep yang memiliki mata halimun keluar dari formasi itu, tapi ia mencoba mengukur kemampuan lawannya Asep seolah menari didalam formasi kelompok panah tengkorak, gerakannya lembut tapi bertenaga.
Pak Taufik dan ustad Amir hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, melawan formasi panah tengkorak saja sudah sulit ditambah anak panah yang terus terarah kepada Asep, seharusnya Asep sudah mati dari tadi, tapi ini ia seolah menari didalam formasi panah tengkorak, para bangsawan langit memang luar biasa
****
Kembali kesisi Asep
Melihat lawan yang sepertinya cukup tangguh, mereka langsung keluar dari formasi, ki Suro lalu menyerahkan pil berwarna hitam kepada seluruh anggota kelompok kelompok panah tengkorak,
Perubahan wujud mereka sangat menyeramkan, tubuh mereka semua berubah menjadi tinggi besar, dua kali ukuran manusia normal, kuku, dan taring mereka sangat tajam.
Mereka kembali menyerang Asep, kali ini serangan mereka jauh lebih kuat dari pada sebelumnya, riak tenaga dalam tercipta ketika tenaga dalam mereka berbenturan.
Semakin lama mulai terlihat para buto ireng mulai menguasai pertarungan, dua pukulan telak dari buto ireng menghantap tepat kedada Asep dan membuatnya terpental hingga sepuluh meter, darah segar keluar dari sela - sela bibir Asep
****
Pak Taufik dan Ustad Amir ingin membantu Asep, tapi Deni mencegahnya.
"Jangan mengganggu Asep, kalian hanya akan jadi beban saat ini levelnya berbeda kekuatan kalian masih belum cukup kata Deni dingin.
Melihat situasi yang mulai terdesak Asep terpaksa mengeluarkan golok dewa, Asep menyerang para buto ireng, mereka kembali bertukar puluhan jurus, benturan tenaga dalam dan beradunya senjata pusaka menciptakan riak tenaga dalam dan ledakan - ledakan disekitar tempat itu.
__ADS_1
Bukannya berhasil serangan yang Asep lakukan mentah, beberapa kali sabetan golok dewa ditubuh buto ireng tidak berarti apa - apa, semua luka yang disebabkan oleh golok dewa cepat tertutup kembali, dan membuat para buto ireng menjadi bertambah banyak.
****
Kenapa malah semakin banyak, kata Asep dalam hati ia mulai menggunakan mata Halimunnya dan melihat apa sebenarnya yang terjadi, ia melihat bahwa para buto ireng mendapat bantuan dari para bangsawan jin sehingga para buto ireng tidak bisa mati.
Disaat semakin terjebak dan situasinya semakin sulit Asep merasa sudah saatnya mengakhiri semuanya Asep mundur beberapa langkah Asep akhirnya terpaksa menggunakan mode perang.
(Catatan : mode perang adalah mode bertarung para bangsawan langit, ada beberapa tipe armor pada mode perang, tergantung pada tingkatkatan mode perang dan tingkatan bangsawan langitnya)
****
Mode perang tingkat satu, kekuatan kuda tanah, seketika Asep mengeluarkan aura yang tak kalah besar, tubuhnya dilindungi zirah berbentuk kuda yang terlihat megah, aura coklat tanah mendominasi dan menyelimuti tubuh Asep. Dengan helm berbentuk kepala kuda dan jubah panjang menghiasi tubuhnya membuat Asep semakin gagah.
****
"Baiklah cukup bermainnya, buruan ki Encep, kita dikerjer waktu, awas kalo sampe kalah dari mahluk - mahluk jelek itu kata Deni dingin.
Asep hanya mengangguk, ia menatap dingin kearah musuh - musuhnya, kalian memaksaku menggunakan mode ini sekarang terimalah akibatnya.
"Para buto ireng kembali meningkatkan kekuatannya, bentuk mereka semakin besar, mereka kembalu maju menyerang Asep, mereka melesat cepat kearah Asep, kekuatan mereka benar - benar luar biasa, riak tenaga dalam terus tercipta benturan golok dewa dan golok iblis saling beradu."
Bersambung...
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
Vote dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...