
Sekarang semua sumber informasi tentang Deni dan kelompoknya telah terputus, dan ia harus bekerja secara ekstra. Melihat situasi saat ini, mereka pasti akan bersembunyi dengan para gadisnya, sial.. sial...
Musa masih termenung di cafe dekat bandara, ia masih memikirkan cara untuk mencari tubuh asli mereka, ditengah kegalauan hatinya ia dikejutkan oleh seorang bocah penjual bunga.
"Bunganya om, persiapan nih om buat malam minggu, kasih pacarnya, kata bocah lugu tersebut."
Sue nih bocah dateng dari mana lo, bukannya sekolah malah gentayangan disini katanya dengan nada ketus.
"Ye si om ditawarin bunga malah marah - marah, kalo gak mau beli ya gak apa - apa om aku gak maksa, kata bocah tersebut."
Dasar bocah miskin ganggu aja, minta uang sana sama bapak lo, jangan sama gua.
"Amarah itu gak akan menyelsaikan masalah om, malah akan memperburuk situasi itu sih kata bapakku om, lagian aku dari awal gak minta uang cuma nawarin bunga, ya sudah om aku pergi, terima kasih."
Bocah tersebut pergi meninggalkan Musa, karena sikapnya yang bijaksa a, bocah yang merupakan jelmaan dari Batara Kala menuai banyak simpati, sikap santunnya menjai viral dan hal tersebut semakin menyulitkan Musa.
"Adek siapa namanya, sini kaka borong bunganya, kata seorang gadis muda yang merupakan seorang youtuber yang suka bagi - bagi uang, sontak hal tersebut menjadi konten terbaiknya karena dibuat tanpa settingan."
****
Hai gaeis balik lagi dengan Dinda Dewi, kebetulan aku lagi liburan nih kekota kembang Bandung, tapi sampe disini disuguhkan pemandangan ini.
Gila ya ada anak kecil nawarin bunga untuk biaya hidup malah di jutekin, untung ketemu gue, maaf ya gaeis gua rekamnya pake hp doang, gak ada persiapan ini mah beneran real kata gadis tersebut seraya memberikan uang tunai sebesar sepuluh juta rupiah pada bocah tersebut.
Hal tersebut menuai banyak pujian bagi dirinya dan tentu saja menuai banyak cacian untuk sikap Musa.
"Anjir lo youtuber sampah sok banget kayanya, hal tersebut semakin memancing amarah Musa."
Tuh gaeis lihat sendirikan gue dibilang youtuber sampah, padahal niat gua baik lo gaeis.
"Matiin gak live streem lo sekarang, atau..."
Atau apa, gaeis gua diancam gaeis, kata gadis itu berusaha menarik bocah kecil itu dan menjauh dari Musa, hal tersebut menacing berbagai reaksi dan simpati, orang - orang disekitar bandara yang sedang menonton live streemnya langsung berdatangan dan menolong mereka.
"Bangsat lo ya, bangsat..."
Beberapa pemuda dan staf kemanan bandara berhasil mengamankan Musa, kini ia harus mempertanggung jawabkan semuanya.
Musa langsung dibawa pihak keamanan bandara dan langsung dibawa keruang keamanan bandara.
"Heh ini gak bener ya, gua dijebak sama mereka, Musa berusaha berontak saat petugas keamanan menangkapnya, gua ingitin muka lo ya youtuber bangsat, awas aja lo."
__ADS_1
Pak saya takut pak, kata gadis tersebut sambil mendekati seorang wanita petugas keamanan.
Mbak live nya tolong dimatikan ya, yuk kita pergi ke kantor aja.
Baik bu saya sapa yang lain dulu ya..
Ok gaeis gua mau klarifikasi dulu, gua stop dulu ya live nya, thanks buat semua dukungannya di Chanel Dinda Dewi, ikutin terus ya karena gua sudah diancam pasti gua akan tempuh jalur hukum katanya singkat dan langsung menghentikan live streem chanel youtubenya.
*****
Mereka semua menuju kantor bandara, mohon dijelaskan masalah keributan tadi.
Jadi gini pak saya baru sampe di kota Bandung untuk liburan, tadi spontan aja buat konten karena memang itu konten yang biasa saya buat, saya lihat adeknya dibentak - bentak, padahal dia gak minta uang cuma nawarin bunga, adeknya juga baik kok pak dari awal sudah saya rekam semuanya.
Ia memperlihatkan rekaman tersebut pada pihak keamanan.
"Halah ini mah tim lo, lo sengajakan biar dapet adsense dan nambah pemasukan."
Ih suer gua gak kenal adek ini, tanya aja sendiri.
Seorang petugas wanita mendekati bocah tersebut.
Iya kak boleh mau tanya apa?
"Adek kenal sama kakak perempuan itu, sambil menunjuk ke arah Dinda Dewi."
Tidak kenal, jawabnya singkat.
'Alah settingan itu jangan dipercaya, sue lo bocah gua hantem juga lo kata Musa yang semakin kesal.'
Anda bisa diam dulu tidak kata petugas laki - laki yang ada didekatnya.
Musa terdiam dan menatap tajam kearah bocah itu.
"Adek namanya siapa, terus tinggal dimana mana mama - papanya?"
Aku Vino kak, aku tinggal didekat sini, mama - papaku sudah meninggal, kini aku tinggal sama nenek yang buka toko bunga kecil, tapi nenek sedang sakit keras jadi tidak bisa bangun dan berjualan, toko nenek sepi kak makanya aku coba tawarin bunga disini, tapi diusir sama kakak yang jahat itu, sambil menunjuk Musa.
'Bangsat lo bocah, pinter bener akting lo ya.'
Sekali lagi anda bicara saya tidak akan sungkan membungkam anda, kata petugas laki - laki yang mulai bersikap lebih tegas.
__ADS_1
"Boleh kakak antar kerumah, biar ketemu nenek."
Boleh, bocah tersebut membereskan barang dagangannya, mereka ingin membuktikan bahwa anak tersebut bukan bagian dari tim Dinda Dewi.
Ia membawa mereka ke sebuah toko kecil tak jauh dari bandara, didalamnya terbaring seorang wanita tua yang sedang terkena demam tinggi.
Astagfirloh beneran sakit parah neneknya, ibu maaf sudah berapa lama ibu sakit, tanya petugas bandara setelah memeriksa ibu tua tersebut.
Loh Vino sudah pulang nak, laku bunganya?
"Laku nek diborong sama kakak cantik itu, ini uangnya nek, ia menyerahkan semua uang dari Dinda Dewi kepada neneknya."
bu boleh saya bertanya, badan ibu panas sekali kalo boleh saya tau sudah berapa lama ibu sakit?
"Hampir dua minggu dek, saya tidak punya uang lagi, karena sudah hampir dua bulan toko saya sepi katanya lirih."
Petugas wanita tersebut langsung menelpon ambulance agar nenek bisa segera berobat.
Ibu boleh saya bantu adek ini kata Dinda Dewi, saya mau rekam untuk minta donasi. Tapi sebelumnya kita bawa dulu nenek kerumah sakit, dan menyelsaikan urusan dengan lelaki sombong itu.
*****
Seteleh nenek Vino dibawa kerumah sakit, sementara Vino tinggal bersama Dinda, terlihat gurat penyesalan diwajah Musa, namun semua sudah terlambat kini ia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
Dari chanel Dinda Dewi banyak orang yang bersimpati pada Vino dan neneknya, hingga mereka tidak perlu susah lagi, seorang dermawan bahkan mau mengangkat Vino sebagai anaknya dan membiayai kehidupan Vino dan neneknya.
Toko bunga Vino direnovasi sehingga terlihat lebih menarik.
*****
Kembali ke sisi Musa.
Musa didakwa dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik, maklum banyak yang bersimpati pada Vino sehingga meminta Musa untuk dihukum seberat - beratnya.
Batara kala tersenyum puas, satu peluru tiga burung terjatuh.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...
__ADS_1