
Sebaiknya kita bicarakan masalah ini pada dua ulama itu, semoga semua rencana yang disusunnya dan memanfaatkan kekuatan kita benar - benar bisa berguna.
Para raja iblis mendapat informasi dari para mata - matanya, bahwa di area netral ditemukan seorang pemuda yang melakukan hal aneh, ia menghantam sebuah karang dengan kekuatan penuh, namun selalu saja serangan itu kembali padanya, kekuatannya jauh di atas para iblis elit, jadi mereka tidak berani mendekat, katanya para raja iblis.
Mereka kembali mengumpulkan semuanya termasuk presiden negara Indonesia, para Dewa yang tergabung dalam Aliansi Tiga Dunia langsung memberi kesimpulan bahwa pemuda yang mereka lihat adalah Dewasrani, bahkan Batara Kala dan Batara Ismaya tidak bisa menyangkal bahwa pemuda di area netral itu adalah Dewasrani.
*****
Disisi Terawan
Terawan yang telah mengetahui letak pintu gerbang Dimensi Naga, memerintahkan para anak buahnya untuk bergerak bersama, sisanya tetap menjaga istana, ia sampai meminta Respati untuk ikut bersamanya.
Melihat apa yang di lakukan Wirabumi, membuat ratu Tribuana bergeming.
"Apa titah perang telah turun dari yang mulia, ngger? Katanya cemas.
"Bukan nek, bukan perintah perang dari Ayahanda namun aku menemukan dimana letak dimensi naga, aku akan minta bantuan para naga untuk membumu hanguskan manusia - manusia laknat itu, katanya penuh amarah.
"Dimensi Naga? Apa kau sudah bertanya pada Romo Prabu? Berurusan dengan para naga bukanlah hal yang mudah, bersabarlah ngger, tunggulah romo prabu selesai melakukan tapa brata.
"Harus menunggu sampai kapan nek? Apa harus menunggu kita semua dibantai oleh mereka, aku akan mempertahankan tanah Majapahit meskipun nyawaku yang harus dikorbankan, katanya berapi - api.
"Nenek paham niat sucimu mempertahankan tanah kita, namun bergerak tanpa ada titah raja, sama saja melawan para dewa, bersabarlah Wirabumi, katanya lembut
"Tapi nek? Terawan menghentikan perdebatannya.
"Nenek tau keberanian dan tekadmu untuk menjaga tanah leluhurmu, tapi meminta para naga untuk berperang bersama bukanlah hal yang mudah, nenek tidak bisa membayangkan kemarahan romo prabu jika tau kau menemui para naga, mohon bersabarlah, katanya sambil memeluk Terawan.
"Melihat situasinya Terawan berusaha mengikuti permainan ini, namun ia tetap memerintahkan Respati untuk mengirim orang menuju ke area netral.
*****
Kembali kesisi Para Naga.
Latihan Deni dan Asep telah mencapai tahap akhir, mereka dibawa masuk jauh kedalam ruang utama dimensi naga, disana mereka diminta untuk berendam dikolam air naga, kolam yang berisi semua energi naga.
"Ini adalah kolam energi naga, kolam ini terbuat dari tanah yang diambil dari intisari naga tanah, lalu pemanasnya adalah api abadi milikku, naga api, sendang airnya adalah intisari naga air, sementara udara didalamnya berisi intisari naga udara, dan disinari oleh intisari cahaya naga petir, kata naga api.
"Setelah berendam dikolam ini kalian akan bisa menggunakan energi murni milik kami para naga, kata naga bumi.
__ADS_1
"Sebenarnya kami semua adalah satu kesatuan, sang penciptalah yang memecah kami menjadi lima elemen, disinilah kami akan melebur kekuatan kami, namun perlu kalian ketahui, energi naga adalah energi yang liar, itulah sebabnya kami para naga sulit dikendalikan, kata naga petir.
Para Raja Naga melebur kekuatannya, mereka semua menyalurkan energi murninya kekolam air naga.
"Masuklah, pusatkan pikiran, hati dan jiwa kalian untuk menerima energi murni milik para naga.
Deni dan Asep hanya mengangguk, mereka menuju kolam air naga, mereka langsung menuju ketengah kolam air naga dan memusatkan semuanya dibawah bimbingan naga api.
Kedua mata mereka tertutup, mereka mulai merasakan energi naga perlahan mulai masuk dan menyatu kedalam tubuh mereka, berbeda dengan penyatuan pada Sri Sultan, tulang rusuk mereka mulai bereaksi dan mulai bersinar terang, warna khas coklat elemen tanah, dan warna biru khas elemen air mulai menerangi kolam air naga.
Para naga sedikit tercengang dengan fenomena langka itu, dan mereka semakin yakin bahwa Deni dan Asep adalah anak - anak dalam ramalan. Cahaya dari tulang rusuk mereka semakin terang dan menyelimuti tubuh mereka, seiring dengan semakin besar energi murni naga yang mereka terima.
Bahkan para naga seperti menyalurkan energi kepada anak - anak mereka.
"Luar biasa, bahkan Sri Sultan sendiri belum bisa sampai ketahap ini, lihatlah saudaraku, perhatikan perubahan mereka, kata naga api didalam pikiran para naga.
Mereka mulai melihat perubahan pada diri anak - anak itu, mata mereka mulai melancip seperti mata naga, kumis panjang khas kumis naga mulai tubuh, dan tanduk raja mulai terbentuk.
"Tunggu tanduk ini, kata naga api tak percaya.
Tanduk mereka adalah tanduk raja, lihatlah, katanya pada para naga, yang juga terkesima melihat perubahan wujud anak - anak itu.
"Ini benar - benar sulit dipercaya, energi liar kita, bisa netral ditubuh mereka, kata naga pertir dengan rasa kagum.
Kolam air naga mulai bergejolak, perlahan tapi pasti, energi yang diterima oleh Deni dan Asep telah merubah mereka menjadi naga muda lalu kembali lagi pada wujud manusia, mereka yang belum terbiasa dengan wujud naga masih belum mampu mengontrol energi naga dalam wujud naga.
"Apa wujud naga, jadi legenda sepasang naga nusantara itu benar adanya, sepasang naga yang akan membangkitkan garuda sakti, ruh pelindung nusantara, kata para naga.
Seketika tubuh mereka lemas, kedua anak itu terjatuh dan langsung dipapah oleh para naga.
"Energi kita telah menyatu ketubuh mereka, namun ada energi lain yang seolah menolak energi naga, kata naga air ketika memeriksa tubuh anak - anak itu.
"Apa maksudmu naga air? Kata naga angin.
"Ada sesuatu yang menolak energi naga, itulah yang membuat mereka tidak bisa ada di wujud naga, dan tidak bisa memaksimalkan kekuatan naga, katanya lagi.
Sekarang anak - anak ini pingsan, nanyi ketika mereka siuman, barulah kita tanyakan apa yang mereka lakukan selama ini, kata naga api.
Mereka membawa Deni dan Asep keruang istirahat, para naga menjaga dan menunggu anak - anak itu sampai sadar.
__ADS_1
Sudah lebih dari sembilan jam, anak - anak itu belum sadar juga, namun kekuatan naga semakin kuat menyelimutu tubuh merekaz sementara itu naga air masih terus mencar tau apa yang terjadi pada mereka.
"Kapan anak - anak ini akan bangun, apa aku sambar saja mereka dengan kilatku, kata naga petir yang mulai bosan
"Tunggulah saudaraku, sudah ratusan bahkan ribuan taun kita menunggu anak titisan para raja naga, jangan sampai kau menggaggalkan latihab mereka dan membuat kita kembali menunggu tubuh istimewa ini, yah tubuh lima elemen.
*****
Disisi Terawan.
Ratu Tungga Dewi membawa Wirabumi masuk, disaat yang sama Prabu Hayam Wuruk selesai melakukan tapa bratanya, ia yang baru selesai melakukan tapa brata, sedikit bingung melihat barisan prajurit siap tempur.
"Ada apa ini, aku belum menurunkan titah perang, apa ada yang bisa menjelaskan semua ini, katanya dengan tatapan tajam.
Semua yang ada ditempat itu terdiam, baik Ratu Tribuana, Wirabumi (Terawan), Respati dan para punggawa semua terdiam.
"Kenapa semua diam, tolong jelaskan semua ini, aku belum menurunkan titah perang, lalu siapa yang dengan lancang mengambil alih titahku selama aku tapa brata?
"Ampun beribu ampun, romo prabu, ini semua salahku, kata Wirabumi dengan tertunduk.
"Lancang sekali kau mendahuluiku, sementara aku meminta kalian untuk menunggu, apa kau lupa, melawan raja sama saja melawan para dewa, katanya tegas.
Terawan langsung berlutut dan kembali meminta maaf.
"Ampun romo, maafkan aku, aku menemukan letak dimensi naga, aku ingin minta bantuan para naga untuk berperang bersama kita, katanya lagi.
"Apa gurumu tidak pernah memberi tau, berurusan dengan para naga bukanlah perkara mudah, para naga itu sangat liar dan sulit dikendalikan, bisa - bisa naga api membakarmu sampai habis sebelum kau mengutarakan niatmu.
"Tapi romo, apa kita akan diam saja, meminta bantuan para naga adalah jalan kemenangan kita, bahkan para dewa sendiri bukan tandingan para naga bukan? Katanya membela diri.
Wajah Prabu Hayam Wuruk merah padam, ia mendekati Wirabumi dan langsung memberikan tamparan.
"Lancang sekali kata - katamu, kau sudah merendahkan para dewa? Romo pahan situasi kita sekarang sulit, tapi tolong jangan memperkeruh suasana, dan tolong untuk menjaga kata - katamu.
Bersambung.....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...