Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 30 - Perjanjian Jiwa Asep dan Dewi Bulan End


__ADS_3

Didunia luar


Sementara itu didunia luar terjadi fenomena alam yang luar biasa, hewan - hewan banyak yang gelisah, hujan disertai angin yang cukup kencang bahkan petir beberapa kali menggelegar membelah langit, didaerah pantai pemandangnnya tak kalah hebat, air laut bergejolak cukup kuat, hingga menciptakan gelombang tinggi disekitar laut Lampung, banyak kapal - kapal yang terhempas kedaratan.


Ustad Amir yang telah berada ditingkat bidadara beranugrah warna cukup mengerti bahwa ada ruh pusaka yang kuat telah menemukan tuannya, semoga saja bukan orang jahat karena jika tidak akan menjadi masalah baru bagi kita, katanya kepada pak Taufik ia berusaha mencari dimana perjanjian jiwa tersebut, tapi ia tidak bisa menemukannya.


****


Kembali kesisi Asep


Setelah cukup lama berjuang akhirnya Asep dan Dewi Bulan telah resmi mengikat Jiwa, wajah Mayang terlihat semakin cantik, aura putihnya semakin kuat, begitu juga dengan Asep, ia terlihat semakin lembut, kini aura biru dari mode perang tameng serigala berpadu dengan aura putih Dewi Bulan terus menyelimuti tubuh Asep.


Entah kenapa penyatuan jiwa ini agak sedikit berbeda, Astagina dan panglima kumbang yang mengamatinya sedikit menggeleng, tidak disangka pemuda ini memiliki bakat yang mengerikan.


Setelah cukup lama bermeditasi dan dirasa telah cukup menyesuaikan diri mereka akhirnya keluar dari dalan rumah, Mayang mengandeng Asep dengan senyum sumringah, sudah lebih dari sebulan mereka didalam ruang dimensi Asep.


'Mayang habis diapain sama Asep, kok seyum - senyum gitu hayo, kalian habis ... Deni sengaja menggantung ucapannya, wah gua bakal dapet ponakan nih katanya terkekeh.'


Senyum Mayang semakin lebar, sementara Asep sedikit kesal dengan ulah Deni.


'Bos gua hampir mati tau, sakit banget dah buset.'


Iyalah sakit dinda Mayang kan masih perawan, jadinya sakit ki, kata Deni sambil tertawa tenyah hahaha,


'Salah ngomong gua, kata Asep sambil menggeleng.'


Ya elah Encep sensi amat, Mayang aja biasa aja kok lo yang baper, sambil melemparkan pil pemulih tenaga kepada Asep dan Mayang


****


Cep, sebaiknya kita balik, kita sudah hampir tiga bulan ada diruang dimensi lo, kata Deni jadi baiknya kita persiapan buat balik.


"Ok bos siap, tapi sebelum pulang kita makan buah tin dulu bos biar kemampuan kita tetap terjaga, Asep juga memberikan buah Tin kepada Mayang."


'Mayang menerima tiga buah Tin, lalu ia mengkonsumsinya, mayang pernah mendengar bahwa buah Tin adalah salah satu buah syurga, maka Mayang sangat senang menerimanya.


Ketika selesai menyantap satu buah Tin, Mayang merasakan tenaga dalamnya semakin meningkat, auranya semakin pekat dan kekuatan batinnya semakin sensitif dirinya juga terlihat lebih muda, Mayang sangat senang merasakan hal tersebut, ia merasa bersyukur bisa mengikat jiwa dengan Asep.

__ADS_1


Lalu mereka juga mengkonsumsi pil pemulih tenaga yang diberikan Deni


****


"Mayang ada baiknya lo sembunyiin dulu kekuatan lo, biarin aja mereka tau kalo kekuatan lo masih disegel, sambil kita lihat perkembangannya, kita perlu berhati - hati karena kita gak tau siapa yang kita hadapin."


'Iya biarin aja mereka taunya kita pacaran, kata Asep santai.'


Menikah maksudnya? Jadi kita harus sudah menjaga sikap, baiklah kanda, dinda Dewi yang lemah ini akan berlindung pada kanda Encep, kata Mayang sambil tersenyum dan kembali menggandeng tangan Asep. Setelah membuat kesepakatan akhirnya mereka keluar sari ruang dimensi Asep.


****


Hari sudah sore ketika mereka keluar dari ruang dimensi Asep, pak Taufik dan ustad Amir menyambut mereka semua yang keluar dari kamar masing - masing.


"Sudah pada bangun kata pak Taufik sambil berbasa - basi."


Sudah pak jawab mereka serentak.


Jam menunjukan pukul empat sore, Mayang bingung dengan sambutan pak Taufik, kenapa baru bagun, bukankah kita sudah pergi lebih dari dua bulan kata mayang dalam pikiran Asep dan Deni.


Mereka semua lalu melaksanakan sholat ashar.


****


Selesai melaksanakan sholat mereka berdiskusi tentang bagaimana mencari serat Way Kanan.


Serat Pepadun dan Serat Way kanan itu saling terkait kata Mayang menjelaskan, serat Pepadun berisi tentang ilmu pedang dan pengobatan, sementara serat Way kanan berisi teknik Segel dan Racun, tapii keduanya terhubung oleh aksara palawa yang aku sendiri kurang paham.


"Tapi menurut Dewi bulan untuk membuka segel dari Dewa Iblis ada diserat Way kanan, kata pak Taufik sedikit bingung?"


Benar karena disana terdapat teknik segel Dewa matahari dan Dewa petir, yang digunakan bersamaan untuk mengunci kekuatanku,


Biasanya ilmu segel tidak bisa digunakan bersamaan, contoh saat kau menggunakan segel Dewa Matahari, kau tidak bisa menggunakan segel Dewa Petir, namun pada serat Way Kanan terdapat teknik khusus ilmu segel yang digunakan untuk menggabungkan dua atau tiga jenis segel menjadi segel baru, entah siapa yang membuatnya, karena serat itu sudah berada disini sejak lama, konon agar tidak terjadi hal - hal yang tidak di inginkan Serat pepadun dan Way kanan sengaja dipisahkan, kata Dewi bulan menambahkan.


"Jadi maksud lo serat Pepadun dan Way Kanan sengaja dipisahkan?"


iya karena dari yang gua tau, jika sampai kedua serat itu digabungkan, kita akan bisa memecahkan misteri tersembunyi serat Centini, serat Calon Arang, Serat, dan I La Galigo.

__ADS_1


****


Menurut sejarah Nusantara ini dulunya adalah satu pulau yang sangat besar, dipimpin oleh lima pengendali Elemen yang disebut penguasa (Air, Tanah, Api, Udara, Petir).


Penguasa Petir berambisi untuk menguasai semua elemen, untuk memicu perang dengan bangsa langit, ia mendapatkan cara untuk menguasai semuanya ia harus menyerap kemampuan semua penguasa elemen tapi tidak boleh membunuhnya, ia hampir berhasil menguasai semuanya.


Namun penguasa air dan tanah yang menyadari ambisi penguasa petir jika harus melawannya akan sangat sulit, karena penguasa petir adalah yang terkuat dan tercepat dari semua penguasa elemen, mereka sudah mempersiapkan elemen terakhir untuk menjadi tandingan penguasa petir yang langsung diambil dari unsur alam.


Sebelum penguasa petir menyerap seluruh kekuatan mereka, mereka membagi kekuatan mereka dan terciptalah elemen kayu, kekuatan elemen kayu yang belum sempurna dan masih liar dibawa oleh salah satu murid senior penguasa air, ia bersembunyi disalah satu gunung yang ada di Nusantara.


Penguasa petir menyadari hal tersebut saat menyerap kekuatan penguasa air dan penguasa tanah, ia menyadari kekuatan mereka tidak stabil dan telah terkuras sangat banyak, penguasa petir yang telah mendapat kekuatan api dan angin bisa mengaktivkan Phalanetra dimana ia bisa melihat semua kejadian, hampir mirip dengan mata ketiga Batara Manikmaya, lebih lemah tapi cukup merepotkan kata Mayang,


Karena kesal ia mencari keberadaan murid penguasa air itu keseluruh tempat tapi tidak pernah menemukannya, penguasa petir yang kesal terbang ke atas dan menghantamkan petir dengan kekuatan penuh kesegala arah dan membuat pulau besar itu terpecah menjadi beberapa bagian dan seperti yang kalian lihat sekarang dialah Nusantara.


kenapa dia tidak pakai lagi Phalanetranya kata Sandi, bukankah Phalanetra bisa mengungkap semua?


Itulah masalahnya, karena Phalanetranya baru diaktivkan butuh waktu seribu tahun untuk bisa digunakan kembali, sedang penguasa petir sudah tidak bisa menunggu lagi karena siklus purnama emas akan terjadi bulan itu, ia membutuhkan purnama emas untuk mendapatkan kekuatan penuh dan menetralkan sisi liar seluruh elemen yang disatukan, sedangkan siklus purnama emas hanya terjadi sepuluh ribu tahun sekali, sementara semua catatan penyempurnaan dan kitab - kitab penting ikut dibawa murid penguasa air jadi akhirnya ia gagal dan tersegel oleh seluruh kekuatan alam yang diserapnya.


awalnya aku tidak percaya tapi melihat tubuh sempurna bos Deni, membuat semua jadi mungkin, dulu ada petapa sakti yang meramalkan kemunculan tubuh Naga - Bintang sempurna akan menjadi awal bangkitnya sang Dewa Petir, satukan semua pusaka untuk kembali mengunci kekuatan sang Dewa.


Jadi kemunculan bos Deni ini sudah diramalkan jutaan tahun yang lalu kata Mayang singkat.


****


Sepertinya masalah ini tidak sesederhana yang dibayangkan, aku sangat khawatir yang menjadi incaran Narapati itu adalah membangkitkan kembali Dewa Petir, itu sebabnya saat ini dia lebih memilih menyempurnakan ilmu segel kata Sandi dengan wajah cemas. ternyata semua saling terkait dan terikat baiklah sebelumnya aku akan menelpon pak Jaya dan meminta petunjuk beliau, kata pak Sandi lalu pergi dan meninggalkan mereka, sementara menunggu instruksi dari pak sandi mereka berdiskusi mengenai langkah apa yang harus di ambil.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,


Vote dan


Tambahkam ke favorite agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2