
Kehadiran mereka ditempat makan tersebut sontak mengundang perhatian banyak orang, banyak diantara mereka yang minta foto bersama, sehingga acara makan merekapun sedikit terganggu, tapi mau bagaimana lagi sikap ramah mereka telah menjadi daya tarik bagi semua pengunjung hingga mereka tetap santai meladeni setiap permintaan orang - orang disana.
Sarah yang merupakan bidadari merah yang melakukan penyamaran mulai kagum dengan sosok mereka bertiga, semua berita yang didengar dari Dewasrani suaminya seakan bertolak belakanh dengan apa yanb ia lihat.
Lalu ia menghubungi Mirna yang merupakan sosok bidadari kuning Amabilis
"Kita bertemu di food court ya, ada hal yang harus kita bicarakan, kata Sarah kepada Mirna."
Ya aku juga perlu membicarakan sesuatu pada mu.
Mereka melihat sosok Deni dan kelompoknya yang ramah menyapa pengunjung mall, mereka saling pandang
Inilah yang ingin aku diskusikan padamu, sikap mereka benar - benar bertolak belakang kata Mirna.
"Mereka juga telah membantuku melawan para preman, tidak ada rasa ingin dipuji, mereka juga sangat rendah hati, saat aku menawarkan diri untuk mentraktir mereka makan mereka menjawab dengan sangat sopan, ia baik di atur saja, tidak ada kesombongan pada diri mereka.
Aku jadi khawatir jika apa yang dikatakan kakang Dewasrani salah yang aku takutkan kejadian tiga ribu tahun lalu akan terulang kembali, kau ingatkan bagaimana kita semua para istrinya menanggung hukuman yang diberikan oleh kaisar langit."
Itulah yang aku khawatirkan yunda, aku sendiri sudah jengah, apa yang akan yinda lakukan.
"Aku akan mencoba masuk kedalam pikiran mereka, aku mau cari tau apa yang sebenarnya terjadi kata Mirna sambil menunjuk pada Deni dan kelompoknya.
Ayo kita datang ketempat mereka, aku akan berterima kasih sebagai kakakmu."
Baiklah yunda, mari kita ketempat mereka.
Sarah dan Mirna berjalan menuju tempat Deni dan kelompoknya.
"Mohon maaf tuan saya Mirna kakak dari sarah, saya mau berterima kasih pada tuan - tuan disini karena telah membantu adik saya, entah hal buruk apa yang akan terjadi pada Sarah jika tuan tidak membantu adik saya, kata Mirna sambil membungkuk hormat."
Mereka yang mengenali Sarah tetap menjaga sikap ramahnya
'Oh mbak yang di cafe tadi ya, hati - hati saja ya mbak kata Asep santai, maaf jangan pake tuan ketuaan mbak, gua Asep, ini Deni dan Barra.'
"Boleh kami duduk disini kata Mirna."
^Silahkan saja Kata Barra singkat, tapi ya mohon maaf nih kalo masih disambi makan ya, abis laper nungguin cewek - cewek perawatan belum kelar - kelar.^
"Oh sudah pada punya pacar ya, apa tidak apa - apa ada kita disini, tambah Mirna?"
__ADS_1
'Lah emang kenapa, kan ini tempat umum, ada banyak orang, dan disini kita hanya makan tambah Asep singkat.'
"Sepertinya kalian cukup dikenal ya, tambah Mirna, aku dan adikku Sarah baru saja datang dari kampung dan kami baru mulai bekerja di mall ini.
Sebagai ucapan terima kasih makanan ini biar kami yang membayarnya."
^kami ikhlas mbak kata Barra, jadi tenang saja, lagian makanan inikan kami yang makan.^
Lalu seorang pelayan datang dan menghampiri mereka.
Maaf pak Asep apa makanan penutupnya mau disajikan sekarang?
'Boleh sekalian lo juga makan ya, jangan kerja terus ayo ajak para pegawai makan sekalian.'
Baik pak nanti akan saya sampaikan, lalu Manager restoran datang menghampiri mereka.
Lho kok ada SPG dari konter Kosmetik apa kalian tidak bekerja, lalu apa tujuan kalian mendekati bapak Asep, bapak Deni dan bapak Barra?
"Maaf ibu kami hanya ingin berterima kasih dan mentraktir mereka, karena pak Asep sudah menolong adik saya."
Hah gak salah mau traktir.
Baik pak Asep mohon maaf, jika ada sesuatu bisa langsung hubungi staff kami, suatu kehormatan bisa dikunjungi oleh bapak bertiga, sambil membungkuk manager restoran berlalu meninggalkan mereka.
"Itu kenapa ibu manager hormat sekali, memang kalian ini siapa ya, tanya Mirna penuh selidik?"
^Kami hanya orang biasa, sama peperti pengunjung biasa, namanya tamu adalah rajakan, jawab Barra asal.^
"Tapi sikapnya benar - benar berbeda pak Barra, tambah Mirna agak sedikit canggung."
Lalu beberapa penjaga yang berkeliling dan melihat mereka sedang makan langsung menghampiri mereka.
Lho ada pak Asep, selamat makan bapak bapak, apa bapak bertiga datang sendiri?
'Tidak sama ini ada Sarah dan Mirna, kalo para gadis masih perawatan jadinya ya kita makan disini pak, nunggu disalon bosen pak kata Asep.'
Oh jadi nona - nona perawatan, disalon mana ya pak, biar nanti kami tambah petugas keamanan disana.
^Disana kata Barra sambil menunjuk salah satu salon yang ada di pojokan.^
__ADS_1
Melihat sikap petugas keamanan membuat Mirna dan Sarah semakin kikuk.
"Pak satpam maaf mau bertanya mereka ini siapa ya, kok sepertinya semua orang menghormati mereka?"
Lah kamu gimana, kirain kalian disuruh bos nemenin mereka, mereka ini adalah pemilik mall ini, sebentar jika kalian tidak diminta menemani oak Asep lalu untuj apa ada disini, sebaiknya kamu kembali kerja atau saya laporkan kepada managermu biar kamu di pecat.
"Aapa pemilik."
'Sudah pak tidak usah diperpanjang, mereka baru kerja masa sudah dipecat, biarkan saja ya pak nanti saya yang bicara kemanagernya kata Asep sambil tersenyum.'
"Kami mohon maaf pak karena sudah berlaku tidak sopan, kata Mirna dan Sarah yang langsung bangun dari duduknya dan membungkuk hormat pada mereka bertiga."
'Haduh santai aja saya pastikan kamu tidak akan dipecat, sudah santai aja, lah tadi katanya mau makan, gak makan dulu.'
"Nanti saja pak, kami mohon diri dulu katanya sambil beranjak pergi."
Sikap ramah Deni dan kelompoknya membuat mereka sangat kagum, orang sekaya mereka memiliki sikap yang bersahaja.
Kekaguman dua bidadari istri Dewasrani mulai menimbulkan benih - benih cinta, terutama Amabilis ia sangat kagum pada Asep, ia berniat mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan masuk kedalam pikiran Asep.
"Malam ini aku akan masuk kedalam pikirannya, dan mencari tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi."
'Tapi berhati - hatilah yunda, karena menurut kakang Dewasrani mereka semua buka orang sembarangan.'
"Yah aku penasaran dengan sikap mereka, apakah sikap mereka memang dasarnya baik, atau hanya untuk pencitraan."
'Tapi sejauh yang aku amati, sepertinya memang mereka orang - orang berhati baik, kita harus menyelidiki masalah ini dan berunding dengan para bidadari yang lain, jangan sampai kita kembali menanggung hukuman karena ambisi kakakang Dewasrani.'
"Tapi kita jangan gegabah Asoka, sepeti yang kau tau, Tri Netra kebenaran itu sangat merepotkan, kita harus menjaga sikap kita, dan jika dilihat - lihat aku sendiri curiga terhadap Terawan Narapati itu, ia sepertinya orang yang sangat berambisi dan membenci mereka bertiga."
'Sebaiknya kita kembali dulu yunda, seprtinya situasi disini sudah tidak kondusif.'
Akhirnya mereka berpisah dan kembali ketempat kerja masing - masing.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Vote, Like, Komen dan
__ADS_1
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...