Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 27 - Kekuatan Bangsawan Langit


__ADS_3

Baiklah cukup bermainnya, buruan ki Encep, kita dikerjer waktu, awas kalo sampe kalah dari mahluk - mahluk jelek itu kata Deni dingin"


*****


Disisi lain


Usdad Amir dan yang lain tampak cemas melihat situasi ini, tapi mereka melihat Deni sangat tenang, aura yang terhempas kemereka seperti tertahan oleh aura yang diciptakan Deni, sebenarnya sekuat apa para bangsawan langit kata ustad Amir dalam hatinya.


Para buto ireng semakin menggila, mereka seperti tidak memberi celah pada Asep untuk berpikir, mereka terus menyerang dengab ganas dan bringas grrrr.. grrrrr...


Para buto ireng menghantamkan gada iblis kesegala arah, hoooaaarrr.....


Disaat serangan buto ireng mulai tidak terkontrol, serangan - serangan yang dibuat Asep justru semakin efektiv, beberapa serangan telak Asep akhirnya benar - benar mengenai titik lemah buto ireng, luka itu sulit untuk sembuh dengan cepat.


****


Asep merubah pegangan goloknya.


"Golok dewa tingkat lima, golok dewa pemusnah iblis, aura golok dewa semakin kuat dan menekan, Asep bergerak cepat, benturan pusaka golok dewa dan golok iblis milik buto ireng membuat golok - golok iblis terbelah menjadi dua, bahkan riak tenaga dalam tersebut sangatlah kuat, hingga membuat tanah dan bebatuan disekitarnya berterbangan kesegala arah."


****


Disisi Deni


Deni yang terkejut akan efek serangan buru - buru membentuk prisai tenaga dalam


Sue si Encep, elemen air, pelindung air tingkat empat, seketika air dari pohon karet disekitar tersedot ke arah Deni, dan membentuk prisai air yang menahan benturan riak tenaga dalam.


"Ketika kepulan Asap mulai menghilang, mereka melihat para buto ireng terbelah menjadi dua di bagian pinggangnya, hingga ada yang terlempar beberapa meter dan berubah kembali menjadi manusia biasa."


Pemandangan yang mengerikan, semua orang yang menyerang Asep meregang nyawa dengan cara yang sangat mengenaskan.


****


Hal tersebut membuat ki Suro menjadi takut, belum pernah ada orang yang mampu membunuh satu buto ireng, apa lagi sampai berhasil keluar dari formasi tempur tampar buto, tapi kini mayat - mayat anggota panah tengkorak hampir tidak utuh.

__ADS_1


"Hal tersebut membuat pak Sandi dan yang lainnya terdiam mematung, hanya Deni yang terlihat kesal karena harus melindungi semuanya."


Parah lo ki Encep, sekarang giliran lo yang jagain orang - orang ini, tangan gua jadi gatel dari tadi diem - diem bae, ki Suro bagian gua awas lo sampe lecet kata Deni dingin.


'Ya maaf bos kelepasan gua, jangan marah napa kata Asep berjalan santai kearah Deni diatas tumpukan mayat para anggota panah tengkorak yang sudah tidak utuh lagi.'


****


Sekarang gua kasih pilihan sama lo Suro, mau ceper atau mau lambat kata Deni yang menatap ki Suro dengN tatapan dingin.


Sementara Asep duduk menggantikan posisi Deni, Asep mengambil ranting dan membuat lingkaran untuk melindungi semuanya.


Wah beneran parah lo Encep, tadi gua diserang, sekarang gua ditumbalin, protes Deni.


"Lah katanya suruh jagain orang - orang ini, gimana sih bos, serah lo dah bos, yang penting gua kagak dipecat, sambil menyalakan rokoknya dan duduk dengan santai."


Ki Suro langsung menegak pil berwarna merah, seketika ia menjadi raja buto, tingginya tiga kali ukuran manusia normal, dan dari tangannya keluar gada besar dengan aura merah pekat.


"Kenapa bagian gua pasti yang sulit - sulit sih, tau gini gua aja yang lawan buto - buto jelek gak seberapa itu, kata Deni menggeleng. Deni mengeluarkan pedang langit, disaat bersamaan ki Suro telahbmenyerang Deni dengan kekuatan penuh. Deni dan ki Suro mulai bertukar jurus, serangan - serangan mereka sungguh mematikan, tidak terasa mereka telah bertukar puluhan jurus


****


Ki Suro mulai berada diatas angin, ia melihat gada iblisnya telak menghantam punggung dan lengan kanan Deni.


Deni mundur beberapa langkah, akhirnya ia mumutuskan menggunakan mode perangnya, Mode perang tingkat tiga, Kekuatan garuda putih."


Seketika aura putih dan biru menghiasi tubuh Asep, ruh pedang langit telah berevolusi menjadi garuda, membuat penampilan Deni tak kalah gagah, helm berbentuk kepala burung garuda, dan jubah panjang telah menghiasi tubuhnya, auranya lembut tapi menekan, membuatnya semakin berwibawa.


Deni dan ki Suro kembali memulai pertarungngannya, getaran tenaganya bahkan menciptakan lindu disekitar area bertarungnya, suara benturan tenaga dalamnya bahkan menciptakan petir yang menghiasi tempat itu dan terdengar hingga jarak satu kilo meter.


Gada siluman tingkat tiga, gada iblis pembelah langit,


Pedang cahaya langit tingkat ketujuh, cahaya surga pemusnah iblis, benturan dua pusaka menciptakan riak tenaga dalam yang sangat besar, bebatuan pun kembali berterbangan kesegala arah.


Wah si bos bales dendam nih, gak bagus ini, gak bagus kata Asep, sambil membuat segel tangan, elemen tanah, perisai kulit buaya tanah disekitarnya langsung tertutup membentuk tubuh seekor buaya.

__ADS_1


Suara benturan bebatuan menghantam kulit buaya yang diuat Asep. Sudah tenang aja, kalian aman didalam sini kata Asep santai, mereka tidak tau apa yang terjadi diluar hanya suara benturan bebatuan yang masih terdengar menghantam tamemg kulit buaya, ketika suasana mulai tenang, perlahan Asep mulai menghilangkan prisai tameng buaya, pemandangan mengerikan kembali terlihat ki Suro tewas dengan tubuh terbelah menjadi dua.


Sementara Deni sedang duduk santai diantara tumpukan mayat anggota panah tengkorak sambil menyalakan rokoknya.


****


Pemandangan disekitar tempat itu sungguh mengerikan, pak Sandi dan yang lainnya bahkan menelan ludah berkali - kali, mereka tak menyangka kekuatan bangsawan langit sehebat ini.


****


Maaf kyai Hasan beberapa kali selalu imbang melawan ki Suro, karena pemimpin mereka dilindungi penguasa gunung Tanggamus yang merupakan Dewa Iblis, kekuatan kyai Hasan belum cukup untuk membunuh ki Suro, hingga terciptalah kesepakatan untuk tidak saliing mengganggu, tapi melihat situasi ini, sepertinya dewa iblis akan marah besar, karena ki Suro adalah salah satu orang kepercayaannya kata ustad Amir menggeleng.


Sepertinya masalah ini menjadi sangat rumit tambah pak Taufik yang masih terlihat takut menyaksikan pemandangan disekitarnya.


****


Kenapa kakek malah buat perjanjian kata Asep.


Banyak hal yang menjadi pertimbangan kyai Hasan nak, jika kyai Hasan sampai gegabah banyak nyawa tidak berdosa akan menjadi korban, tapi jalan takdir sepertinya berkata lain, entah aku harus senang atau malah takut tambah Ustad Amir.


"Tenang saja pak, kami akan bertanggung jawab kata Deni menenagkan ustad Amir."


Belum selsai merek bicara, munculah sesosok wanita cantik dengan pakaian adat Lampung lengkap dengan mahkota siger menghiasi kepalanya.


Wanita tersebut tak lain adalah Dewi bulan yang kekuatannya disegel oleh Dewa Iblis Gunung Tanggamus, ia berjalan mendekati Deni dan kelompoknya, netranya menyapukan pandangan kesekitarnya, tumpukan mayat yang dilihatnya membuatnya sedikit khawatir menghadapi pemuda yang sedang asik menghisap rokoknya.


Bersambung...


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like,


Komen,


Vote, dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite serta jangan lupa untuk membagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2