
Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, semua yang ada dalam cerita ini hanyalah hasil imajinasi penulis saja, jika terdapat kesamaan nama tokoh, dan temoat kejadian semua hanyalah sebuah kebetulan , karena cerita ini dibuat untuk hiburan, selamat membaca, terima kasih.
Batara Ghanesa sengaja mengacaukan pikiran Musa dengan menanamkan pikiran jika Deni dan Asep setara dengan Dewasrani, selesai kini saatnya kita bermain peran katanya dalam hati.
Batara Ghanesa meminta semuanya untuk berkumpul, termasuk ustad Hadi dan Lee yang sedang menterjemahkan serat Pepadun dan Way Kanan.
*****
Apa semuanya sudah berkumpul, katanya pada Batara Kala,
"Sudah kakak semua sudah berkumpul, termasuk dua ahli strategi kita, merekalah orang yang aku ceritakan, ini kyai Hadi dan Kyai Lee."
Ratusan tahun yang lalu aku bertemu dengan leluhurmu sunan Muria, kini aku kembali melihat sosok Muria yang cerdas dan berani di dalam dirimu, semoga kau bisa menjadi penyelamat dan mencegah perang seperti leluhurmu.
'Maaf tuan Ghanesa, aku tidak berani menjanjikan apa - apa, tapi In Shaa Allah saya akan membantu dan berkontribusi dengan apa yang saya punya, moho bimbingannya.'
Ustad Hadi dan Ustad Lee saling pandang, kini mereka bertemu tokoh - tokoh pewayangan dalam bentuk nyata, semua seperti mimpi mulai dari Mbah Semar, dan kelompok punakawan, dan kini Batara Ghanesa meperkenalka semuanya.
Aku juga membawa bantuan lain, masuklah kalian semua, lalu masuklah lima orang dengan pakaian ala raja - raja zaman dahulu, perkenalkanlah para saudara - saudaraku.
Mulai dari Batara Sumbu, Batara Bayu, Batara Brahma, Batara Indra, dan Batara Wisnu.
Apa kabar semuanya, kata para batara Dewa yang berkumpul disana.
Batara Kala akhirnya menunjukan wujud aslinya.
"wah - wah para dewa - dewa khayangan sampai turun kedunia tentu bukanlah untuk perkara remeh, katanya penuh selidik."
'Apakah kau pikir kami akan diam Kala, disaat tiga dunia sedang dalam ancaman perang, tugas kita sebagai pelindung keseimbangan dunia untuk menjaga tempat ini.
__ADS_1
Kau selalu seperti itu, kau berpikir bisa menyelsaikan semuanya sendiri, tapi ada hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri Kala, maka dari itu setelah Ghanesa mengatakan semuanya, kami benar - benar terkejut dan memutuskan untuk membantu, meski kemungkinan terburuknya kita akan berhadapan dengan Dewasrani dan yang mulia Manikmaya, kata Batara Sumbu tegas.'
"Aku bingung harus memulai dari mana, namun sejak ia di hukum karena terbukti memecahkan guci pengatur waktu kebenciannya kepadaku semakin nyata, ia terus berusaha menekanku biarpun didepan kalian ia tetap besikap sebagai kakak yang baik."
'Sungguh ironi sekali, karena dendam dengan saudaranya hingga membuat Dewasrani gelap mata, sepertinya julukan Dewa Kenakalan semakin cocok untuk dirinya tambah Batara Sumbu.'
^Terlepas dari apapun masalahnya, jika sampai mengorbankan tiga dunia hal tersebut adalah perbuatan yang pantas dihukum berat, sebagai dewan tertinggi para dewa jika semua bukti - bukti cukup sebaiknya kita benar - benar meminta Dewasrani untuk ditangguhkan sebagai dewa dan semua keistimewaannya harus di buang, termasuk tri netra kebenaran, kata Batara Indra yang mulai buka suara.^
'Yah sepertinya dewan para dewa memang harus memberikan ketegasan karena ini bukan pertama kalinya, tapi sementara ini kami hanya akan membantu di balik layar, kami akan mensuplay kebutuhan - kebutuhan sesuai misi yang akan kalian lakukan, tambah Batara Sumbu.'
^Benar karena bagaimanapun, kami masih terikat dengan aturan langit, sehingga tidak bisa terang - terangam memberi bantuan, sebelum perang besar benar - benar terjadi maka kami akan bertindak dibalik layar, tambah Batara Indra.^
*****
Pimpinan lima matra tidak bisa berkata banyak, mereka pikir para dewa itu hanya ada dalam dongeng, tapi kini para dewa hadir di hadapan mereka.
Sebenarnya aturan apa yang mengikat para Batara sekalian, sejak bergabungnya Batara Ghanesa aku selalu mendengar (kami terikat aturan langit) paling tidak berikan gambaran kepada kami para manusia agar tidak terjadi kesalah pahaman, kata Kepala Angkatan Darat yang juga ikut bersuara.
Jika memang belum akan aku jelaskan secara singkat, dan detailnya akan aku berikan salinan aturan langit untuk kalian pelajari dan pahami, terutama nak Deni dan Asep, karena saat ini kalian ada di posisi bangsawan langit, kalian harus mengerti dan memahami aturan langit, tambahnya.'
Semua manusia yang ada disitu hanya mengangguk, mereka lalu mengatur kembali rencana, ustad Hadi merancang kembali rencananya dengan menyesuaikan bantuan dari para dewa.
Para batara sangat kagum, ustad Hadi dan ustad Lee bisa merubah rencana dengan cepat dan menyesuaikan dengan para dewa sesuai dengan kemampuannya.
*****
Sudah aku katakan pada kalian bahwa mereka berdua adalah keturunan wali Allah itu, kecerdasan dan pengetahuan mereka bersumber dari kitab suci mereka, jangan bilang kalian lupa kejadian ratusan tahun silam, dimana para wali Allah bisa membuat kita para dewa seperti dipecundangi.
Kemampuan para orang yang disebut wali Allah itu bukan hanya ada di luar nalar manusia, tapi juga di luar nalar para dewa, tambah Batara Ghanesa.
__ADS_1
"Sementara kami akan menempatkan para bidadari bawahan kami untuk membantu tugas - tugas kalian, mereka terlihat tidak menonjol diantara yang lainnya, karena mereka memang kami persiapkan untuk misi - misi seperti ini.
Kami akan mengantar mereka secara bertahap, dan masing - masing akan mendampingi sesuai misi yang dibutuhkan. Tambah Batara Sumbu."
'Dan untuk misi digunung tambora, kami akan memberikan pendamping bidadari merah dan juga bidadari biru, masuklah kalian
Ini adalah Putonia salah satu bidadari merah berbakat namun tidak menonjol, tapi kemampuanya setara dengab Asoka, dan ini adalah Flax bidadari biru ia juga sangat berbakat dan kemampuannya setara denga Aster, sedikit informasi Asoka dan Aster adalah istri Dewasrani yang termasuk tujuh bidadari terkuat.
Semua yang hadir ditempat itu menatap kagum pada kecantikan Putonia dan Flax, para anggota DENHARIN kini lebih waspada, mereka tidak lagi meremehkan kemampuan keduanya, karena berkaca pada pengalamnya dilatih keras oleh June dan para bangsawan langit, membuat mereka lebih memilih bersikap siaga dengan semua lawan.
June cukup terkejut, para Dewa sampai mengirim Putonia dan Aster.
"Apa nona Putonia dan Aster ikut bergabung, semoga keberuntungan ada di pihak kita dan perang besar bisa di cegah."
Deni mulai buka suara.
'Sepertinya lo kagum sama dia, memang sehebat apa dia?'
"Yang jelas mereka sepuluh kali lebih kuat dari gua, karena mereka langsung di latih oleh para dewa, berbeda dengan para bidadari yang dilatih oleh para asisten dewa, Putonia, Aseter dan para Bidadari bayangan langsung di latih oleh para dewa, namun di mata penghuni langit yang lain mereka berada di kasta yang paling rendah yaitu pelayan para Dewa.
Berita ini simpang siur di khayangan, tidak ada yang tau pasti siapa tujuh bidadari bayangan itu, ada yang beranggapan para istri dewasrani yang melakukannya, karena saat dewasrani menggunakan tri netranya, yang terlihat adalah Asoka, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan wujud asli kalian, tambah June sambik menunduk hormat.
'Sepetinya tidak salah Wardhani memilihmu sebagai ketua para bangsawan langit tambah batara Ghanesa."
Aku masih harus banyak belajar tuan Ghanesa, mohon bimbingannya tambah June.
Bersambung....
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...