Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 47 Bertemu Batara Kala


__ADS_3

Salah satu cara menghadapi ruh batu langit adalah formasi utama bangsawan langit.


"Jadi maksudnya kita akan menjadi tim?"


Benar kita akan menjadi tim kebetulan selain June dan Chika, Boa, Nun dan Giyana juga akan bersama kalian hingga kalian berhasil menguasai formasi tersebut kata Dewi Durga,


Tapi sebelumnya ada hal yang harus kalian lakukan, anggab saja ini misi pertama kalian sebagai bangsawan langit utama.


'Lah bos kerjaan dikantor belom kelar, ini sudah nambah lagi, kata Asep sambil menepuk Jidatnya'


Tenang saja misi ini berhubungan dengan misi kalian bersama pak Jaya, pergilah ke gunung padang, disana tersembunyi batu air suci, itu akan meningkatkan kemampuan pengendali airmu.


Lalu setelahnya perlah ke gunung tambora, disana tersimpan batu tanah suci, itu akan meningkatkan kemampuan pengendali tanahmu


"Ada contohnya? Jika tidak ada contohnya bagaimana cara kami tau batu - batu itu yang kami cari?"


Ruh pusaka kalian sudah lebih paham, merekalah yang akan menuntub kalian kesana, baiklah Giyana, kau ikutlah bersama nona June, Boa, Nun dan Chika.


"Maaf Dewi Durga apa penampilan wanita - wanita ini tidak bisa dirubah, jika dibawa pulang mereka terlihat seperti cosplayer gabut."


^Hei bodoh jaga bicaranu dihadaoan yang mulia, June dan Giyana melemparkan piring ke arah Deni dan Asep."


'Eh cewek - cewek demin, kok gua juga dilempar, kan itu omongan si Encep.'


^Kalian berdua itu satu paket, jawab kedua wanita tersebut dengan tatapan tajam.^


'Belom puas kalian dihajar kemarin, gua beri tamat lho.'


^Kemarin gua kurang sehat, lagi pula cuma cowok lemah yang beraninya lawan cewek kata June yang sijawab anggukan oleh Giyana.^


"Cewek lemah dari mananya, lah kalian berdua ketemu rampok, rampoknya yang lari, kata Asep sambil mencoba berpikir."


Sudah cukup, apa kalian sudah tidak menghargaiku lagi, kata Dewi Durga dengan tatapan tajam.


****


Kalian berdua tidak perlu takut, karena aku juga akan mengutus anakku untuk mendampingi kalian.


"Halo bro apa kabar, dari balik pelataran utama masuklah seorang pemuda tampan seusia Deni dan Asep."


Semua orang yang ada disitu langsung bersujud kecuali Deni dan Asep.


Lah ini kenapa orang - orang pada sujud?

__ADS_1


"Bangunlah semuanya."


Wah sakti lo bro, ini cewek - cewek demit pada tunduk sama lo, ajarin gua bro caranya, kata Deni dan dijawab anggukan oleh Asep.


"Mungkin karena gua ganteng paling hahaha."


Kenalin Gua Deni, ini ki Encep asisten gua.


'Lah bos kok Encep bos?'


Lo cocok pake nama itu Cep, lebih ciamik.


'Serah lo dah bos.'


Ki Encep, berarti lo yang cocok Cep.


'Maksudnya? Eh nama lo siapa bro, jagak enak punya temen sefrekwensi tapi gak tau namanya?'


Oh iya gua lupa ki, gua Kala, atau lebih dikenal dengan nama Batara Kala, sang Dewa Pengendali Waktu.


****


Pantes aja pada sujud semua, lah dia....


"Uda santai aja, dari awal gua sudah seneng sama kalian, jadi buat kalian special deh, terutama lo ki Encep, gua pamit nyokap dulu ya, kalo gak pamit dua takut dikutuk jadi batu, hamsyong gua bro hahahah."


Maaf ibu aku terlambat, aku harus mempersiapkan sesuatu dulu khusus untuk kedua sahabat baruku ini


Kami akan berpetualang mengelilingi dunia, dan menembus waktu hingga membuat para gadis terpesona


"Baiklah Nak, sepertinya kalian memang cocok, kata Dewi Durga sambil menggeleng menatap anaknya yang memiliki sikap seperti Deni dan Asep."


****


Akhirnya Nona June, nona Boa, Nona Chika, Nona Nun dan maha patih Giyana bersiap mengikuti Deni


Hay para gadis, sebaiknya kenakan pakaian ini, jika kalian tidak mau dianggap aneh, akhirnya mereka menukar pakaian mereka dengan kaos dan celana jeans.


Tidak lupa Batara Kala Juga memberikan hand phone, "itu adalah alat komunikasi didunia manusia, nanti lo pada bisa tukeran ilmu dengan si Deden dan Ki Encep, dan nanti didunia manusia kalian pilih sendir model pakaian yang kalian sukai, gua gak tau model baju cewek, habis dari sini kita belanja ok, biar babang Kala yang bayarin kalian kata Batara Kala sambil terkekeh.


Dan untuk lo Ki nih gua ada hadiah, batara kala melemparkan sepasang cincin kepada Asep, itu Cincin pengikat Jiwa, dengan Cincin itu dinda mayang bisa terus berada dalam wujud manusia, dan bersikap seperti manusia, nanti lo pake satu, Mayang pake satu, satu lagi lo pada akan selalu terhubung gimana baek gak gua ki Sama lo?


"Lah buat gua apaan babang kala, masa gak dikasih hadiah kata Deni Dengan wajah memelas."

__ADS_1


Lah gua lupa Den? Buat bos Deden nanti gua pikirin dah ok, yuk cabut.


"Lah gak dapet hadiah malah nama gua jadi Deden, duh nasib untung aja dia Dewa kalo gak sudah gua berantemin tu, kata Deni sambil menggerutu."


'Bos Deden, wuiih Gak percuma lo babang Kala jadi Dewa, ternyata pinter, gak kepikira gua bang.'


Siapa dulu dong, cowok terganteng sepanjang waktu, hahaha.


"Cep lo dipihak siapa sih, kok gua jadi merasa terbuang."


'Lah bos Deden ngambek, tu banyak cewek - cewek bos, siapa tau aja bisa lo curi hatinya, hehehe.'


Eh ki, belum juga hatinya di curi, sudah di tendang tu bos Deden sama ciwik - ciwik galak itu, disambut tawa oleh Kala dan Asep hahaha


****


Apa benar dia Batara Kala si Dewa waktu, dia sama bodohnya dengan mereka berdua kata June.


"Ingat nona jangan tertipu penampilan, kita hampir mati saat melawan Deni dan Asep, wajahnya memang terlihat bodoh, tapi jika boleh jujur aku lebih memilih melawan Deni dan Asep sekali lagi dari pada harus berurusan dengan tuan Kala, kata Giyana."


Ibu kami pamit, Dewi Durga mengantar mereka hingga pintu gerbang dunia bawah,


"Kalian semua mendekatlah, Batara Kala melakukan segel tangan, seketika mereka semua masuk kedalam pusaran waktu dan kembali satu jam setelah Deni dan Asep menghilang."


****


Mereka tiba dikebun karet tempat mereka melakukan pembantaian kelompok panah tengkorak, mayat - mayat anggota panah terkorak masih bergelimpangan dengan kondisi tubuh yang tidak utuh.


Delapan orang muncul diantara kerumunan warga yang sedang melihat mayat - mayat yang sedang dibereskan oleh bapak polisi, merekalah Deni, Asep, Kala, June, Chika, Boa, Nun, dab Giyana.


"June dan yang lainnya bergedik ngeri, mereka memang para bangsawan langit yag tidak segan untuk membunuh, tak terkecuali Giayana, tapi apa yang mereka lihat mayat - mayat itu dibantai dengan sangat sadis."


Siapa yang melakukan ini, mereka benar - benar kejam, kata Giyana yang terus menelan ludahnya menatap pemandangan tersebut.


June memberanikan diri bertanya pada warga disekitar tempat itu.


"Maaf bapak kami baru saja tiba, apa ditempat ini baru terjadi pertarungan, kenapa banyak mayat disini."


^benar mbak, mereka adalah kelompok rampok dan begal sakti panah tengkorak, tapi mereka sudah tinggal nama, dua orabg pemuda sudah membantai mereka semua, sekarang pemuda - pemuda itu hilang entah kemana, kata warga tersebut.^


"Apa pak dua orang membantai semua orang ini, bapak tidak bercandakan pak?"


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan

__ADS_1


Vote, Like, Komen dan


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibu dab Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2