
Ya sudah sana pada mandi dan istirahat ya, kata Ibu dengan lembut.
****
Pagi itu mereka semua bersiap untuk berangkat, setelah semua siap mereka keluar untuk sarapan bersama.
Ngger siapa pacarmu itu,
Kak June bu kata Ratna singkat.
Kalian harus pinter - pinter bawa diri nggeh, jangan sampai berbuat hal yang belum boleh kalian lakukan, masa deoan kalian masih panjang.
Dan buat June ibu titip Deni ya nduk, Deni kadang suka sembrono.
Tenang aja bu nanti kalo Deni macam - macam June tampar biar sadar.
Waduh kena karma tu Den kata bapak, kamu sering bantah ibumu sekarang dapat istri singa betina, macam - macam langsung ditabok, disusul tawa oleh semuanya.
Setelah selsai sarapan mereka bersiap.
Mas sama kakak hati - hati ya, Ratna memeluk Deni dan juga June.
Ratna juga ya, nih kakak kasih hadiah June menyerahkan cincin batu giok.
Wah cantik banget kak Ratna suka, Ratna sekolah dulu ya, Assalammualaikum.
Waalaikumsalam.
*****
Setelah berpamitan mereka berangkat menuju Dipa Serra Corporate. Tepat pukul delapan tiga puluh mereka tiba dikantor.
Pak Sandi menyambut mereka di Lobi kantor, kedatangan mereka.
"Bagaimana apakah kalian sudah siap berangkat?"
Siap dong pak, kami para lelaki sejati akan berpetualang menembus waktu dan membuat para gadis terpesona, kata Barra dengan penuh percaya diri.
Mantab dan membuat para gadis bertekuk lutut, oh kakak tampan godain kita dong, kata Deni menambahkan
Sontak pukulan telak Giyana mendarat mulus diperut Barra. Buugh teruskan saja maka dengan senang hati aku akan menghajarmu tanpa ampun.
__ADS_1
Plaaak tamparan keras June juga mendarat dipipi Deni, biar gak ngantuk dan biar para gadis tau kalo jutawan ini sudah ada yang punya.
Asep yang dari tadi diam tiba - tiba menjerit, aaaaauuuww Mayang sudah mencubit perutnya
Loh dinda kan kanda gak ikut - ikutan, kenapa dicubit juga, protes Asep.
"Buat jaga - jaga kanda, sekalian ngingetin kanda, kalo berani macem - macem dinda tidak akan sunhkan - sungkan.
Tawa pak Sandi dan Bima pecah seketika jiaahhahaha
Sepertinya kalian tidak bisa lagi tebar pesona, dan itu lebih baik karena tujuan kita adalah untuk bekerja yang dijawab anggukan oleh para gadis.
Tuh denger ya kanda kita dibayar buat kerja bukan tebar pesona, sampai disini paham.
Para lelaki koplak itu masih meringis memegani bagian tubuh yang sakit.
*****
Jemputan kita tiba, mari semuanya mereka menata barang didalam mobil dibantu oleh supir perusahaan.
Didalam perjalanan Barra membaca buku pengetahuan yang menjadi kebiasaannya, sedang Deni dan Asep sibuk bermain Game Mobile Legend.
Hampir satu jam perjalananenuju bandara Soekarno - Hatta, setelah melakukan boarding mereka menuju pesawat.
Penerbangan berlangsung singkat lebih kurang empat puluh lima menit, sesuai jadwal mereka singgah dulu di kota Bandung untuk membuat laporan dikantor cabang Dipa Serra area Jawa Barat.
Setelah menunggu lima belas menit jemputan mereka tiba dan langsung menuju kantor area Jawa Barat.
Pak kok kita naik pesawat, nginep atau langsung jalan nih, bukannya lebih enak kita naik jalan darat ya?
Masih banyak hal yang tidak nak Deni pahami, semua harus mengikuti prosedur nak, nanti nak Deni akan paham kenapa kita malah nyasar ke Bandung, saya tidak bisa bicara disini kata pak Sandi sambil menunjukan catatan dilayar ponselnya.
*****
Apa kami dikuti? Tapi dimana Musa?
Sepertinya pak Sandi paham kecemasanku, lalu ia kembali menyerahkan ponselnya, lihatlah kursi dibelakanh dekat jalan ketoilet, tapi lakukan secara alami, jangan menoleh secara sepontan.
Aku berinisiatif memanggil pramugari untuk meminta air mineral.
Ketika ia melangkah pergi aku berusaha menoleh dan memanggilnya, mbak tambah teh hangat boleh, yang dijawab anggukan oleh pramugari tersebut, dan seketika aku melihat Musa berada tepat dikursi belakang.
__ADS_1
Apa yang dia lakukan disini, jangan bilang kita diikuti, wah gawat nih, deni mencoba bicara melalui telepati kepada teman - temannya bahwa Musa terus mengikuti mereka.
Sepertinya Barra punya sebuah ide, nanti kita lakukan setelah sampai di Bandung, biarin aja dulu, sudah mending pada tidur nanti sampe diBandung gua jelasin ok.
Setelah hampir satu jam mereka akhirnya tiba di Bandung, sesuai instruksi Barra mereka menuju sebuah hotel dikawasan pusat kota Bandung mereka memesan lima hotel sekaligus, mereka pindah dari satu hotel ke hotel lain.
Hotel pertama adalah Hotel EL Cavana dipusat kota Bandung, mereka lalu menggantinya dengan tubuh palsu yang merupakan pasukan Elit kerajaan dasar bumi, tubuh asli mereka masuk kedalam dimensi bulan milik Mayang, dan menuju Hotel kedua.
Hotel kedua adalah De Paviljoen, yang juga dipusat kota Bandung. Sama seperti dihotel sebelumnya, mereka lalu menggantinya dengan tubuh palsu mereka, terus berualang di Amaris Hotel, Hotel Novotel dan juga Sahid Hotel.
Ketika tubuh palsu mereka telah tepat diposisinya, mereka membuat Musa menjadi bingung, tubuh palsu mereka terlihat sedang makan di hotel Novotel Musa lalu memberikan laporan dan memberikan bukti foto, saat mereka kembali kekamar, namun bukti itu terbantah saat anggota lain Narapati melihat mereka di hotel Amaris, dan juga hotel lain.
*****
Saat sedang bingung mereka mendapat info, saat ini sedang ada audisi lomba mirip Deni dan kelompoknya, sementara tubuh asli mereka masih ada di Jakarta, acara tersebut sengaja digelar oleh Dipa Serra Corporate dan mall Kasablanca untuk menyambut ulang tahun mall tersebut.
Hal tersebut sontak membuat Musa kelabakan, jadi tubuh Asli mereka masih di Jakarta, sial katanya kesal, acara gak guna bikin kesel.
Iya lalu melihat kanal media sosial, banyak orang yang bergaya mirip seperti mereka, acara tersebut bahkan digelar di lima kota besar di Indonesia, dan akan berpusat di Jakarta pada tanggal 1 April 2017 dengan hadiah Utama sepuluh unit mobil Honda Jazz, puluhan sepeda motor, dan uang tunai, total undian mencapai lima miliyar rupiah.
Para Cosplayer berlomba senatural mungkin dan berusaha untuk bisa semirip mungkin dengan Deni dan kelompoknya, hadiah mobil pasti menjadi incaran mereka semua, sepuluh unit mobil untuk satu kelompok yang terdiri dari sepuluh orang.
*****
Terawan Narapati naik pitam, ia memarahi Musa habis - habisan.
Lo gimana sih, sudah tau mereka itu alay, ya pastilah buat acara beginian, gua sudah duga ini pasti akan terjadi tapi gak tau kapan, lah sekarang repot, kita gak tau dimana tubuh aslinya, gua gak mau tau lo cari sampe dapet tubuh aslinya.
"Tapi tuan muda aku sudah ada di Bandung apa aku harus kembali ke..."
Belum selesai Musa bicara Terawan langsung bicara dengan suara dingin...
"Terserah lo mau gimana ya, gua gak perduli, kalo dalam waktu tiga kali dua puluh empat jam, tubuh asli orang - orang bodoh itu belum ketemu, lo akan bayar mahal buat semuanya, paham."
Baik tuan muda, tubuh Musa langsung bergetar, ia tidak menyangka masalahnya akan jadi seperti ini, jika saja ia tidak langsung memutus persahabatan, ia pasti akan diberi tau semua informasi tentang mereka.
Sekarang semua sumber informasi tentang Deni dan kelompoknya telah terputus, dan ia harus bekerja secara ekstra. Melihat situasi saat ini, mereka pasti akan bersembunyi dengan para gadisnya, sial.. sial...
Bersambung
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...