Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
15 - Persiapan Menuju Sumatra 1


__ADS_3

Tewasnya ki Prana selaku ketua inti kelompok tapak sakti menghebohkan seluruh ibu kota, dengan tewasnya ki Prana dan hancurnya kelompok tapak sakti membuat keadaan perlahan membaik.


Berita hancurnya kelompok tapak sakti menjadi tranding satu diinternet, kanal berita, dan semua media, banyak orang bersyukur karena akhirnya bisa hidup tenang, polisi dan tentara masih menunggu sisa - sisa anggota aliansi kelompok tapak sakti untuk menyerahkan diri, sebelum menyerahkannya kepada pendekar topeng emas


Kelompok - kelompok yang menjadi sekutu kelompok tapak sakti memilih menutup diri, dan sebagian menyerahkan diri kepada polisi, dan rela ilmunya dicabut, mereka tidak ingin bernasib sama seperti kelompok tapak sakti yang mati mengenaskan, mereka memilih vakum dari dunia kriminal, ada yang kembali kedesa masing - masing hingga membuat suasana kota semakin tenang, bahkan para preman yang bisa arogan kini lebih berhati - hati, dikarenakan peringatan pendekar topeng emas membuat mereka jadi berpikir untuk bertindak kasar dan arogan.


****


Didipa serra corporate


Deni menghancurkan kelompok tapak sakti kurang dari sehari pak, kata Sandi menyampaikan laporannya kepada pak Jaya, anak ini benar - benar hebat pak, Asep juga sama pak, tapi ada yang aneh, beberapa hari kemarin saya masih bertemu Asep, tapi tidak merasakan energi apapun, tapi ketika salah satu mata - mata kita mengamati pertarungan mereka, tingkat mereka ada diposisi raja jin puncak. Saya bingung pak apakah mereka menyembunyikan kemampuannya, kata Sandi menambahkan.


"Jika mereka serius mereka bisa melakukannya lebih cepat, perhatikan video ini, lihatlah mereka hanya bermain kata pak Jaya menggeleng pelan."


Sebenarnya apa yang telah mereka lewati, kemarin mereka hanya pemuda biasa tanpa kekuatan apapun, tapi saat ini saya sendiri merasa takut pada mereka kata Sandi.


"Bukan hanya kau, aku sendiripun belum mampu mengukur keduanya, sudahlah terus awasi keduanya, ingat dari jarak yang aman, dan pastikan akomodasi mereka telah selsai, katakan pada Deni, tiga hari lagi kita berangkat ke Sumatra."


Baik pak Jaya, sudah saya persiapkan seperti yang bapak minta, saya juga sudah menempatkan Bima sesuai permintaan bapak.


"Kau memang selalu bisa aku andalkan, Bima akan mudah membaur dengan mereka karena seusia dengan mereka, dan pastikan kau menutup akses identidas Bima putraku pada mereka hingga saatnya tiba."


Sesuai permintaan bapak, saya sudah merunah semua identitasnya, namanya saat ini adalah Mahardika Soewandi, kata Sandi menambahkan


"Itu yang membuatku senang denganmu Sandi, kau selalu bekerja sesuai permintaan, saat ini aku sedang senang, aku telah menambahkan uang lima puluh juta, anggap saja sebagai hadiah dariku, teruslah bekerja sesuai keinginanku, dan ini, pil penguat jiwa, kau juga perlu meningkatkan kemampuanmu, dua hari ini istirahatlah, kau perlu meditasi untuk menyesuaikan efek pil penguat jiwa, kata pak Jaya."

__ADS_1


Terima kasih pak Jaya, saya akan berusaha lebih baik lagi, baiklah pak saya mohon diri, setelah menunduk hormat, Sandi pergi meninggalkan pak Jaya.


****


Kembali kesisi Deni


Kita pulihin diri dulu bro, Deni menarik Asep kedalam ruang dimensinya, mereka memulihkan diri dengan meditasi dan mengkonsumsi pil penyembuh dan mengkonsumsi buah Tin, buah tin yang ditanam Deni diruang dimensinya benar - benar berbeda, dan mampu mengembalikan kondisi tubuh dan menyembuhkan penyakit dengan sangat cepat, selain buah tin Deni juga menanam banyak tumbuhan obat, kopi, teh, dan banyak lagi.


Setelah tiga hari didalam ruang dimensinya, Deni menceritakan semuanya pada Asep secara detail, awalnya Asep sempat tidak percaya, namun setelah mencernanya beberapa saat, ia bisa menerimanya, dan juga mengerti masalah tentang Musa, ia akan bersikap biasa dan menyembunyikan auranya dengan menggunakan gelang khusus yang dibuat Deni, Deni juga memberikan kalung khusus kepada Asep, itu adalah kalung tali jiwa, lo bisa simpen apapun disitu, jadi lo gak perlu repot, ya semacam kantong Doraemon lah, dan kalung itu terhubung dengan kalung yang gua pake bro, kalung plat itu ada segel keluarga Wijaya, lu tinggal mejem aja apa yang mau lo simpen atau mau lo keluarin dari kalung itu, simple bro tapi jangan lo salah gunain ya, kalung itu bisa menyimpan barang yang ada dalam jangkauan mata lo, jadi seumpama jaraknya jauh, lo mau tu barang bisa lo ambil bro, selama masih bisa lo lihat aman bro.


"Wuih keren bro, gua janji bro, gua gak akan kecewain lo bro, gua pasti akan berjuang bareng sama lo, dan makasih buat semua yang sudah lo kasih ke gua bro, masalah Musa, kita akan hadepin bareng - bareng bro, lo tenang aja."


Gak perlu banyak omong bro, buktiin aja, dan untuk Musa ada baiknya kita bersikap wajar jangan sampe dia curiga, nanti gua bilang kalo kita jadi teman kerja di Dipa Serra Corporate, bilang aja lo gak kuliah karena kerja disitu, ok


"Ok bos siap, sekali lagi terima kasih ya bos, oh iya kita sudah hampir 10 hari ditempat ini, ada baiknya kita keluar kan kata lo mau keSumatra, jadi pasti lo sudah di tunggu pak Jaya itu kata Asep."


"Serius lo bro, wuiih keren, gak tau Den, sekarang ini gua harus kagum atau takut, lo sudah bener - bener berubah bro."


Deni hanya tersenyum dan langsung memenggang pundak Asep, seketika mereka berada dikamar Deni, Asep dan Deni keluar dari kamarnya, disana sudah menunggu bapak, ibu, kyai Jabat dan seseorang yang tidak Deni kenal...


*****


Selamat datang nak, kata Gayatri kepada anaknya, Deni yang melihat ibunya sudah dirumah menjadi agak canggung.


"Eh ibu, Deni dan Asep langsung sungkem pada semuanya, ibu tidak kerumah sakit? Kata Deni berbasa - basi."

__ADS_1


Tidak perlu berbasa - basi ngger, ibu, bapak dan semua yang ada disini sudah tau semuanya, seprtinya sudah tidak ada lagi yang kami sembunyikan dan banyak hal yang perlu ibu dan bapak bicarakan padamu.


Deni yang telah mengenal kiyai Jabat mengerti arah pembicaraan orang tuanya, mereka masuk kedalam ruang keluarga dan berbicara cukup lama, hingga akhirnya ia mengerti kekhawatiran ibunya yang ternyata bahwa keluarg Wijaya adalah orang yang memiliki tubuh istimewa dan jika tidak bisa mengontrolnya malah menjadi masalah bukan hanya bagi keluarga Wijaya tapi juga bagi dunia, Deni dan Asep tertunduk tanpa bicara.


"Baiklah nak, karena dirimu sudah membuat perjanjian jiwa dengan Astagina, maka kami akan memberikanmu pendamping yang akan membantumu memaksimalkan kemampuanmu, ini adalah paman panglima kumbang kata ibu."


Seketika kepulan asap biru keluar dari tubuh Deni.Astagina yang dari tadi menyimak pembicaraan Deni dan keluarganya dari pikiran Deni akhirnya memutuskan keluar


'Assalammualaikum, apa kabar kyai, seru Astagina memandang hormat pada kyai Jabat, maaf bukannya aku tidak sopan, aku hanya ingin memberikan ruang bagi tuanku dan keluarganya kata Astagina.'


Aku paham kata kyai Jabat, karena memang semua sudah digariskan aku harap kau bisa berkerjasama dengan panglima kumbang, kata kyai Jabat.


'Aku akan membatu tuanku untuk mencapai tujuannya, mohon kerjasama nya panglima, kata Astagina sambil menunduk hormat.'


"Tidak perlu sungkan Ki, apakah boleh aku masuk kedalam dimensi nak Deni kata panglima kumbang meminta izin."


Dengan senang hati panglima, seru Astagina, seketika Astagina dan panglima kumbang berubah menjadi kepulan Asap dan menyatu dengan tubuh Deni.


****


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Like


Komen,

__ADS_1


Vote dan


Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2