
mohon maaf jika ada adegan atau kata kata yang kurang pantas, bijaklah dalam menyingkapi, karena cerita ini dibuat untuk hiburan, selamat menikmati...
Bukan hanya rumah tapi seluruh tempat ini adalah milikmu, kata Astagina menambahkan, seluruh tempat ini menjadi milikmu sepenuhnya, jika kamu ingin kamu bisa membangun beberapa rumah lagi ditempat yang kau mau
Kakek Jatmiko juga merasa heran, seharusnya hanya didalam rumah tersebut saja yang merupakan dimensi Astagina, tapi ini?
Bisa kau jelaskan apa yang terjadi Astagina, seharusnya hanya rumah tersebut yang merupakan ruang dimensimu, tapi ini...
"Sepertinya dirimu juga masih bingung Jatmiko, seperti yang aku katakan seluruh tempat ini adalah dimensinya, seluruh tempat ini adalah ruang dimensi milik Deni Mahesa Wijaya, cucumu"
'Dimensinya? Apa yang sebenarnya terjadi Astagina, seharusnya hanya level raja jin puncak yang telah memiliki ruang dimensi sendiri, kata kakek Jatmiko?
"Apa aku harus mengulanginya berkali-kali, aku katakan sekali lagi, ini adalah ruang dimensi milik Deni, aku sudah memeriksanya, sejak awal aku merasa terganggu dengan sesuatu yang menekam ditempat ini, tapi karena dari apa yang aku amati aura yang ada ditubuh Deni dan juga aura yang ada ditempat ini ada kesamaannya, semuanya coba aku tepis, namun dengan adanya ruang dimensi ini, keraguanku terbantahkan, bahkan hal yang mengejutkanku adalah sebuah kenyataan bahwa cucumu memiliki tubuh Naga Bintang.
"Apa, tu..buh naga... Jatmiko terdiam sejenak tanpa bisa melanjutkan kata - katanya, sebenarnya apa yang sudah terjadi, bagaimana bisa katanya dalam hati, sambil terus menatap cucunya.
Aku tidak percaya dengan apa yang aku rasakan, namun kekuatan besar yang telah kau tunjukan tidak dapat aku bantah, kata kakek Jatmiko"
Sepertinya ramalan Jaya baya benar - benar terjadi, dan kita harus benar - benar mempersiapkan tubuh, mental, fisik dan jiwa Deni agar ia siap menampung sembilan pusaka dan melawan ruh batu langit.
Jatmiko terdiam, dan masih larut dalam pikirannya, jika ramalan Ki Jaya baya benar adanya, maka dunia sedang ada diambang penentuan, akan hancur atau akan kembali damai.
Aku tidak menyangka cucuku akan menjadi penentu nasib dunia...
"Jujur aku merasakan pedang Dewi Bulan dan Zirah Dewa Matahari, kata Astagina lagi, namun yang paling kuat adalah pedang Dewi Bulan, sepetinya Deni akan dituntun ketempat itu.
Dan satu lagi, aku merasakan energi tongkat Nur Alim yang sedang mengawasi kita.
Sepertinya kita tidak perlu lagi menyembunyikan semuanya dari Gayatri dan juga Susilo, Rumah Cahaya Bintang pasti menghilang setelah dirimu menemukan tuan, kata empu Jatmiko kepada Astagina.
(Di dalam Dipa Serra Corporate)
"Sudah berapa lama mereka tinggal diruangan tersebut Sandi, kata pak Jaya kepada Sandi."
Tepat sepuluh menit pak.
"Sepertinya ada hal yang menarik didalam sana, kita tunggu saja kabar baiknya, sebaiknya kau minta pelayan mempersiapkan jamuan terbaik untuk para tamu kita, Empu Jatmiko telah lama menghilang, dan kemunculan pedang cahaya langit benar - benar diluar rencana kita, dan kita tidak perlu repot - repot mencarinya, jika pedang Dewi Bulan bisa kita dapatkan, kita akan selangkah lebih majubdari keturunan Narapati tersebut, kata pak Jaya."
Baik pak, saya akan mempersiapkan jamuan terbaik untuk para tamu kita.
"Jangan lupa persiapkan akomodasi untuk Deni menuju daratan Swarnadwipa, kemungkinan besar Deni akan mengajak Asep, terus awasi anak itu, pastikan semua berjalan sesuai rencana kita, tambah pak Jaya."
Baik pak, saya akan mempersiapkan semuanya, termasuk akomodasi untuk Deni dan juga Asep, dan aku akan melebihkan 3 slot untuk berjaga - jaga, tambah Sandi.
"Bagus, sepertinya kau memang bisa benar - benar diandalkan, akuu berharap sebelum bulan darah terjadi semuanya sudah siap, kata pak Jaya kembali."
Terima kasih pak, saya akan berkerja sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan bapak, mengenai Asep, berikut adalah laporan terbaru dari mata - mata kita, Sandi menyerahkan map coklat berisi berkas laporan kegiatan Asep.
"Bagus, aku suka cara kerjamu Sandi."
__ADS_1
Terima kasih pak, saya mohon undur diru untuk mempersiapkan semuanya, sambil membungkuk hormat Sandi meninggalkan pak Jaya diruangannya
(Kembali ke Sisi Deni)
sebelum itu Deni sebaiknya kau jangan berenang disungai itu terutama diarah timur karena didasar guanya, terdapat ruh naga air yang tertidur, kau bisa memanfaatkan kekuatannya, namun untuk bertemu sebaiknya ditunda dulu, karena naga air agak sensitif, dia baru akan mengakuimu jika kau memiliki kemampuan yang sama dengannya, sebaiknya untuk saat ini kau gunakan waktumu untuk mempelajari jurus naga air, tambah Astagina kepada Deni..."
Kakek Jatmiko kembali ternganga, dia semakin takut kepada cucunya sendiri, bagaimana mungkin anak ini...
"Deni yang masih bingung hanya bisa mematung dan menatap kagum dengan tempat tersebut, pemandangannya sama seperti didunia luar, ada sungai, lembah, dan pemandangan hijau yang indah"
'Kau sendiri tahu Jatmiko, tubuh naga bintang adalah tubuh yang muncul satu juta tahun sekali, dimana tubuh istimewa ini bukan hanya memiliki ruang dimensi yang kuat, tubuh ini juga mampu menampung kekuatan besar, dan memiliki energi murni dan keistimewaan tubub bintang, semua akan bergantung dengan level anak ini, jurus yang sama dengan level yang berbeda memiliki daya hancur yang berbeda, bahkan tubuh ini tidak perlu berlatih jutaan tahun untuk mendapat semua kekuatannya, untung saja dia cucumu Kusuma, jika bukan tubuh ini akan menjadi petaka bagi seluruh alam'
(Sementara dirumah Deni)
Gayatri dan Susilo berusaha menerima semua dengan lapang hati, terutama Gayatri, ia sangat takut jika sejarah leluhur mereka terulang.
"Bagaimana ini pak, apa aku harus meminta bantuan pada Nyai Sukma, inilah yang aku khawatirkan, aku tidak ingin keluarga kita kembali membuat perjanjian jiwa dengan ruh pusaka."
'Apa kita tidak terlalu naif bu, apa bedanya dengan kita? kita sendiri mengikat perjanjian jiwa dengan ruh pusaka, kata bapak.'
"Tapi kita mengikat jiwa dengan ruh suci pemilik karomah, aku sangat berharap anak - anak kita tidak terlibat dengan para ruh pusaka, jikapun terpaksa lebih baik mencari para ruh suci, pembawaanya tenang dan lembut."
'Ibu terlalu naif, apapun jenisnya ruh tetaplah ruh, kita sendiri juga mengikat bu, bahkan gelar bangsawan langit menjadi bangsawan iblis ini terdengar konyol, bapak hanya menggeleng.'
"Itu berbeda pak, kita terpaksa melakukannya, untuk melindungi anak - anak kita yang sudah ditandai, bapak sendiri tau sudah tujuh kali aku keguguran, dan... Gayatri tidak melanjutkan kata - katanya, bulir air mata mulai menetes dimatanya. Ibu butuh waktu sendiri pak, ibu sayang kaliam semua, ibu akui ibu sangat keras pada anak - anak, tapi semua itu ibu lakukan untuk kebaikan mereka."
'Susilo memeluk Gayatri yang hendak pergi, tenang ya bu, ini keluarga kita, bapak adalah kepala keluarga, bapak pasti akan bertanggung jawab sebaik bapak bisa,
Ibu tidak ingin kehilangan kalian pak, kehilangan janin dalam kandungan saja sudah sangat membuat ibu sangat terpukul, apalagi jika harus...
Susilo terdiam tanpa bicara, ia terus memluk istri yang sangat dicintainya tersebut, tenang ya bu, abak pasti tidak sembarangan membuat Deni mengikat perjanjian jiwa dengan Astagina, biarpun Astagina adalah ruh yang sulit dikendalikan tapi bapak percaya pada Deni, saat ini nasi sudah jadi bubur, hal yang bisa kita lakukan adalah memberi dukungan penuh pada Deni dan juga Ratna, tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan mereka, dan ibu sudah melakukannya dengan sangat baik.
"Terima kasih ya pak, inilah yang membuat ibu kesengsem sama bapak, bapak selalu bisa membuat ibu tenag, perlahan Gayatri mulai tenang, dan bergelayut manja pada suaminya, mereka melangkah keluar dan berpapasan dengan Ratna."
Lah bapak sama ibu habis ngapain?
"Pacaran, kan kalian sudab pada besar, boleh dong ibu sama bapak menikmati waktu berdua aja, Gayatri mencium pipi Susilo dan semakin manja pada suaminya, ih bapak ibu, masa aku masih dibawah umur, masa bapak sama ibu kaya anak ABG labil yang lagi kasmaran, gak kasihan apa sama anak cantiknya yang jomblo ini, kata Ratna dengan sedikit cemberut."
Eh anak dibawah umur, awas saja kalo ketauan pacaran,bapak kawinin kamu jika tidak mau akan bapak pasung didalam kamar selama tiga purnama hehehe, sudah benarkan dinda, sudah kanda, memang anak dibawah umur ini harus ditegesi, biar ndak salah jalan, kata Gayatri menimpali, ayo kanda kita lanjut di kamar, tadi sudah diprotes sama anak dibawah umur, sambung Gauatri sambil cekikikan menggoda anak gadisnya, ayo siapa takut, bapak dan ibu berjalan menuju kamarnya, ih bapak sama ibu nyebelin, aku mau makan aja deh, dari pada gabut, kata Ratna sambil menjauh.
Nah itu baru bener, anak dibawah umur harus banyak makan biar cepet besar, kalo tidak percaya main - main kerumah sakit biar dapat penyuluhan gizi tawa suami istri itu kembali pecah,sementara ratna semakin dibuat keki.
(Tapi Ratna telah mendengar semuanya, disatu sisi ia sangat senang setelah tau ibu yang dikenalnyanselalu dingin dan galak, ternyata sangat menyayangi ia dan kakaknya, disatu sisi ia juga sedih, dihadapkan masalah yang sulit, mereka masih bisa menutupinya dengan candaan, semoga mas Deni memilih pilihan yang benar, lata Ratna dalam hati)
(Kembali ke sisi Deni)
"Empu Jatmiko melirik Deni dengan bergedik, tidak disangka tubuh naga bintang akan jatuh kepadanya, bahkan dia sangat berharap dia bisa memiliki tubuh istimewa tersebut, ditambah ruh naga air yang selama ini dicari, ternyata bersemayam didalam dimensi tubuh naga bintang "
Jatmiko larut dalam lamunnya, ia kembali teringat cerita sejarah kelam trah Wijaya, pengorbanan leluhurnya Jaka Seta Wijaya, seorang pendekar pilih tanding yang akhirnya moksa demi menjaga trah Wijaya tetap bertahan, disatu sisi ia kagum akhirnya ia bertemu dan melihat tubuh naga bintang sempurna, dan saat ini ia berada didalam ruang dimensi tubuh naga bintang.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan Jatmiko, sebaiknya kau jangan terlalu terbawa perasaan, ada baiknya kau cari cara untuk menemui batara Ismaya, dia tau cara memaksimalkan tubuh naga bintang sempurna, agar kejadian masa lalu tidak terulang lagi, sebaiknya saat ini kita harus bisa mengesampingkan ego kita, dan percaya pada kekuatan muda, kata Astagina mengejutkan lamunan Jatmiko"
Kau benar sebaiknya kita mencari cara membantu cucuku sebaik kita bisa, sepertinya kau sudah banyak berubah Astagina, kata Jatmiko menambahkan.
"Dia adalah tuan yang sudah lama aku nantikan, selama ini aku hanya benci dan tidak suka pada orang - orang yang mengangabku sebagi senjata, tapi sikap cucumu mengingatkanku pada Jaka, tuan yang sangat aku hormati, kata Astagina lagi."
Kau benar Astagina, sekilas aku melihat bayangan Jaka leluhurku, semoga saja Deni tidak salah jalan, Jatmiko kembali menggelengkan kepalanya ditengah kebimbangannya
"Baiklah aku akan datang ketempat itu, semoga saja batara ismaya mau menerima kedatanganku, kata Jatmiko dalam keraguan."
Kita tidak akan tau jika tidak mencobanya, lagi pula selama niat kita baik, aku rasa batara Ismaya akan mempertimbangkannya, semoga kau berhasil Jatmiko, tambah Astagina
"Kau selalu saja menempatkanku pada posisi yang sulit Astagina sambil terkekeh, marilah kita temui Deni, sepertinya cucu bodohku itu masih terlalu kagum pada tempat ini kekekek, sambil melangkah mendekati Deni."
Sudah cukup rasa kagummu cucuku, masih banyak hal yang harus kita lakukan, sebaiknya kau mulai membiasakan dirimu dengan ruang dimensi tubuhmu, kata empu Jatmiko membuyarkan lamunan Deni.
Catatan
Dalam keluarga Wijaya biasanya seseorang akan lahir dengan tubuh bintang saja atau tubuh naga saja
Tubuh naga bintang adalah tubuh istimewa yang memiliki keistimewaan tubuh naga dan tubuh bintang dimana memiliki energo muri tubuh bintang dan aura kuat tubuh naga
Tubuh naga memiliki aura dan tenaga dalam yang kuat dan meledak-ledak sesuai elemen seseorang ia bisa mampu mengeluarkan elemen tersebut tanpa harus susah payah melatihnya bahkan nisa mengeluarkanya dalam jumlah yang besar sesuai dengan tingkatan orang tersebut.
Penjelasan Elemen (Air, Tanah, Api, Udara, dan Petir)
Tubuh bintang adalah tubuh yang memiliki energi murni tidak terbatas, energi murni adalah energi yang asli berasal dari tubuh manusia, semua manusia pasti memilikinya tapi dalam jumlah yang tidak banyak, kemudian tubih bintang juga bisa menyerap energi 3 alam, alam dunia, alam bawah, dan alam langit.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
Like
Komen,
__ADS_1
Vote dan
Tambahkan ke favorite dan bagikan cerita ini keteman - teman agar Author lebih semangat lagi, terima kasih...