
Setelah melihat situasinya Dewi Durga turun dan menghampiri mereka semua, kini masalah kalian dengan mereka telahh selesai, sekarang kita berhitung masalah kekacauan yang kalian buat didunia bawah kata Dewi Durga dingin...
Sekarang kalian harus ikut ke istanaku dan kita akan menyelsaikan semuanya disana.
****
Melihat situasinya Astagina hanya mengangguk dan diikuti oleh Deni dan yang lainnya, mereka mendapat pengawalan ketat dari pengawal Kerajaan Dasar Bumi, selama perjalanan menuju istana dasar bumi, tidak ada satupun penghuni dunia bawah yang berani mengganggu mereka, ketika rombongan Dewi Durga melintas , seluruh penghuni duniia bawah langsung bersujud.
"Deni dan Asep saling berbicara melalui telepati, ini sebenernya kita ditawan atau jadi tamu ya bos, kok pada sujud semua gitu, berasa jadi tamu kehormatan raja gua bos hehehe kata Asep didalam piikiran Deni."
'Ye si koplak, jangan seneng dulu lo, siapa tau habis ini kita disate, mampus gak lo.'
"Iya juga sih bos, wah mana gua belum kawin bos, sedih nasib gua ya."
Emang lo aja yang belom kawin gua juga belum Encep, kata Deni yang langsung mengakhiri pembicaraan.
Setelah lama berjalan tibalah mereka dibenteng megah yang terbuat dari batu marmer hitam, benteng tersebut dikelilingi kawah gunung berapi, ketika rombongan tiba, jembatan penghubung Istana Dasar Bumi terbentang...
****
Selamat datang di Istana Dasar Bumi, istana ini juga dikenal dengan nama pusat bumi, mereka disambut dengan sangat baik oleh Dewi Durga, ia memerintahkan para dayangnya untuk melayani tamu - tamunya dengan sangat baik.
Bukan hanya Astagina, dan panglima kumbang, Deni, dan yang lainnya juga terkejut, kenapa Dewi Durga menyambut mereka dengan sangat baik, lalu perhitungan apa yang mau dibuat? Apa ini semacam menyenangkan tahanan sebelum eksekusi mati, kata Asep yang langsung mendapat tatapan tajam dari semuanya, tak terkecuali Mayang.
"Lah salah gua dimana kata Asep, kita boleh khawatir kan katanya dengan wajah tanpa dosanya?"
'Aku tidak pernah berharap untuk datang kesini kata Astagina, asal kalian tau Istana Dasar Bumi adalah tempat yang sangat dijauhi oleh para lelembut, dan juga bangsa langit, disini berkumpul iblis - iblis tingkat tinggi, semua ini ada ditingkatan yang berbeda, mereka tidak pernah mau bersinggungan dengan urusan orang lain, tapi jika sudah terusik maka harga yang harus dibayar akan sangat mahal tambahnya dengan wajah cemas.'
__ADS_1
Semua larut dalam pikirannya masing - masing, tidak disangka masalah dengan panah tengkorak akan berdampak seperti ini.
Astagina patut khawatir karena memang Istana Dasar Bumi adalah tempat terdalam yang terletak dibagian paling bawah bumi, tepatnya ada dipusat bumi, atau inti bumi.
****
Saat mereka larut dalam lamunannya, Dewi Durga mengejutkam mereka.
"Kau tidak perlu takut Astagina, telepatimu tidak berpengaruh ditempat ini, aku bisa mendengar jelas apa yang kalian bicarakan, awalnya aku memang kesal, tapi setelah melihat tuanmu aku jadi berubah pikiran, dialah orang yang aku tunggu, istirahatlah dulu, sebentar lagi salah satu maha patihku akan menemui kalian dan akan menjadi pemandu kalian, dan untuk kalian berdua tidak perlu khawatir saat ini suasana hatiku sedang baik kata Dewi Durga, baiklah aku harus pergi dulu untuk mempersiapkan semuanya, selamat tinggal."
Sepeninggalan Dewi Durga mereka semua semakin dibuat bingung, tidak lama berselang seorang wanita cantik yang tadi mendampingi Dewi Durga datang dengan penampilan menggoda, ia mengenakan jubah perang dengan armor angsa, bermahkotakan kepala angsa dan tongkat bercorak kepala angsa ditangan kanannya, warna pakaiannya hitam pekat dengan ornamen emas sangat serasi dengan kulit putih dan mulusnya yang membuat semua pria normal pasti langsung tergugah hasrat birahinya, tapi dibalik penampilannya ternyata ia adalah salah satu maha patih yang berkerja dibawah maha patih utama.
'Perkenalkan namaku Giyana, aku salah satu dari lima maha patih kerajaan dasar bumi.'
(Catatan singkat struktur Kerajaan Dasar Bumi -- Dewi Durga adalah ratu dunia bawah yang memegang komando penuh pada dunia bawah, dibawah Dewi Durga ada maha patih utama yang bekerja langsung pada Dewi Durga, untuk membantu tugas - tugasnya ia didampingi lima maha patih yang terdiri dari semua elemen, pejelasan elemen ada di bab sebelumnya ya)
****
Didunia nyata
Ustad Amir, dan yang lain akhirnya kembali kerumah, mereka dikejutkan oleh Dika yang bingung mencari Mayang.
"Dewi bulan hilang kata Dika dengan wajah cemas."
Bagaimana bisa hilang kata pak Sandi dengan wajah marah, belum selsai satu masalah kini timbul masalah baru katanya menatap tajam Dika.
'Sudah anak muda, kau tidak perlu khawatir karena Dewi bulan telah bertemu dengan tuannya, wajar pusaka itu mengikuti tuannya kata kyai Jabat.'
__ADS_1
Tapi kyai...
'Dewi bulan baik - baik saja, mungkin mereka akan kembali beberapa hari lagi, aku tidak tau pasti karena perbedaan waktu antara dunia bawah dan dunia manusia, mungkin bisa satu atau dua minggu kedepan, kini sebaiknya kalian persiapkan diri untuk menuju gunung tanggamus, nanti aku akan berbicara dengan tuan mu, dia pasti akan mengerti karena gurunya adalah sahabat baikku, kyai Jabat seolah mengerti dengan kebingungan yang dirasakan pak Sandi, pak sandi akhirnya melunak dan hanya mengangguk.'
Baiklah kyai, saya akan mengikuti saran kyai, sambil membukuk hormat tanda setuju, baiklah saya pamit istirahat dulu semoga saja mereka selalu dalam lindungan Allah, pak Sandi dan Dika berjalan pamit menuju kamarnya, setelah kyai Hasan dan kyai Jabat juga pergi meninggalkan mereka.
****
Kembali kesisi Deni dan Asep
Bos kita mau dijamu makan disini, kok gua jadi serem ya bos, lah Ki Astagina, Panglima Kumbang, dan Mayangah enak bos lah kita dikasih makanan jin, gak kebayang gua bos, itu nanti Ayam sajen atau kue - kue persebahan ya bos yang dikasih ke kita kata Asep sambil bergedik.
"Gua juga mikir gitu Cep, lah kalo ditolak, lo tau sendiri kekuatan nenek tua itu kaya apa, kita aja mati - matian buat tameng, itu juga dibantu sama pasukan harimau, agak nyesel juga gua kesini Cep, mana penampilannya serem - serem lagi, perasaan yang cantik Giyana doang."
Yah elo bos, itukan didepan kita bos, lah dibelakang kita penampilannya ya sama kaya yang laen bos, kata Asep sambil menepok jidatnya, hamsyong bener kita ini, mana gua belum kawin bos, emak anak lo nyasar ke dunia demit mak, tolong doain napa mak.
"Ye emang emak lo denger Cep, lo telpon aja nyokap lo, sekalian minta dikirimin Al Fateha jangan lupa surat Yasin biar abdol Cep, kata Deni sambil cekikikan..."
Yah ni si bos, bukannya mikir malah ketawa, gua disini berasa ud mati bos, lo liat aja kagak ada bagus - bagusnya penampilan diluar sono, eh mayang penampilan asli lo kayak mereka juga gak, kata Asep sambil melirik mayang.
'Tampilan dinda ya begini ini kanda, sudah cantik dari sananya, kata Mayang sambil tersenyum dan bergelayut manja dilengan Asep.'
Hadew dari awal gua ud felling nih, pacaran gua sama ruh pusaka, kejadian bener dah nyasar kedunianya, nasip - nasip, gini amat ya hidup gua, kata Asep sambil menggeleng.
Astagina dan panglima kumbang hanya tersenyum melihat tingkah ketiganya.
"Lo masih enak Cep ada dinda Mayang, ud jelas cantik dari sononya, lah gua, bingung Cep, lo bisa wik wik wik dulu sono sama dinda Mayang, ya setidaknya lo taulah sebelum mokat rasanya kawin, lah nasip gua parah, masa gua yang ganteng ini harus sama, Deni hanya menggeleng sambil melihat keselilingnya."
__ADS_1