Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 146 Ruang Dimensi Naga 3 (°Rahasia Jiwa dan Kenyataan Yang Sebenernya)


__ADS_3

Mengetahui keanehan yang terjadi di penjara Jiwa membuat para naga segera membuka pintu, dan mereka tersenyum bangga, akhirnya mereka bisa menguasai segel jiwa.


Mereka berdua mendapatkan sambutan hangat dari para naga.


"Apa kini kalian mengerti mengapa ajian ini disebut ajian terlarang?


Keduanya saling menatap lalu menggeleng.


"Kami baru mengerti sedikit, apakah bisa para naga memberi tahunya, kata Deni dengan tatapan serius, hal tersebut dijawab anggukan oleh Asep.


"Bocah bodoh, kalian sudah berada di penjara jiwa tapi masih belum paham, kenapa mereka bodoh sekali, kata Naga Petir.


Naga api yang mulai mengerti jalan pikiran mereka mencoba menengahi.


"Jiwa manusia itu unik nak, yang manusia tahu hanya sisi baik dan buruk, sementara sisi lain dari jiwa itu sendiri masih tersamarkan.


"Apa yang naga api maksud sosok kami dalam wujud anak - anak itu?


"Jadi kalian juga sudah nertemu saudara kecil kalian itu ya? Dalam primbon jawa ada yang di sebut kakang kawah adi ari - ari, apa kalian pernah mendengarnya? Katanya lagi.


"Yah dalam kitab primbon jawa aku pernah mendengarnya, kata Asep.


"Aku sendiri tau dari kakekku tapi tidak dijelaskan secara rinci, tambah Deni.


"Baiklah akan aku jabarkan disini, sisi baik kalian adalah diri sejati kalian, dialah yang seharusnya mengendalikan kalian, itulah kalian yang sekarang. Sementara sisi buruk kalian adalah perwujudan dari kakang kawah, dan sisi netral bocah yanh kalian lihat adalah adi ari - ari, sebenarnya kalian semua adalah satu kesatuan yang saling terikat, itulah kenapa kalian para manusia disebut mahluk yang paling sempurna, kata naga api.


Kalian sudah belajar tujuh emosi enam nafsu, seharusnya kalian sudah lebih paham.


Sisi buruk itu berasal dari darah iblis, yang mau tidak mau, suka tidak suka kalian harus menerimanya, namun untuk bisa berdamai dengannya adalah sesuatu yang sulit karena ia sangat liar dan kadang lepas kendali, segel jiwa bisa menetralkan sisi buruk itu, karena sejatinya iblis tetap tunduk pada sang pencipta, namun karena kesombongannya ia terbuang.


Segel jiwa bisa meredam kesombongan itu dan membuatnya kembali taat, dan jika bisa kalian manfaatkan sisi hitam itu akan menjadi benteng pertahanan diri paling ampuh, kalian akan kebal dari semua jenis serangan gaib, tapi seperti yang aku bilang, sisi itu sangat liar.


Lalu sisi sejati kalian, berasal dari cahaya istimewa, sisi itulah yang menjadikan kalian selalu taat, dan memiliki banyak pengetahuan, karena sisi itu berasal langsung dari sang pencipta, cahaya yang tak pernah padam, dan sisi itulah yang nantinya akan bertanggunh jawab penuh atas apa yang kalian perbuat didunia manusia.


Sementara sisi bocah kecil itu adalah yang terkuat, karena secara alami dialah yang bisa mengontrol sisi hitam dan putih secara bersamaan namun, sikapnya kadang sulit di tebak, sama seperti anak - anak sulit ditebak, tugas kalian adalah bisa menyatukan ketiganya agar kalian bisa saling melengkapi, sebenarnya memberikan rahasia utuh ajian Jerat jiwa dan Tarik jiwa pada manusia adalah sesuatu pertaruhan.


"Pertaruhan? Kenapa begitu, kata Deni dan Asep bersamaan.


"Karena manusia yang menguasainya bisa mengontrol ketiga sisi dalam dirinya sesuka hati, dan jika disalah gunakan akan berakibat fatal.


Dengan menguasai ajian ininsecara sempurna kalian bisa masuk kedalam jasad hidup manusia dan mendapatkan semuua pengetahuannya, kalian bisa menjadi apa saja yang kalian mau, laki - laki, wanita, anak - anak, remaja, orang tua, siapa saja tanpa terkecuali. Kalian juga bisa menembus ruang dan waktu sesuka hati kalian, semuanya menjadi tanpa batas.

__ADS_1


"Bukannya Jerat Jiwa dan Tarik jiwa hanya berfungsi pada jasad yang sudah tidak nernyawa, kata Asep sedikit bingung.


"Tidak pada tahap sempurna, kalian bisa langsung masuk kedalam jasad siapa saja, bahkan para dewa dan pemimpin tri buana bukan lagi tandingan kalian.


"Ternyata begitu, pantas saja ajian ini disebut ajian terlarang, ngeri juga ya bos kata Asep, sambil menerawang jauh.


"Tapi kami bersyukur, pemuda baik seperti kalianlah yang kami bimbing, jalan dari sang pencipta memang selalu ada.


"Lalu apakah ajian ini ada tandinganya, karena setiap jurus pasti ada tandingannya, kata Deni menambahkan.


"Itulah uniknya ajian ini, kedua kitab itu sudah saling mengunci, jadi praktis tidak ada kelemahan, kata Naga Ari dengan suara bergetar.


"Seperti yang aku katakan diawal pemilik ajian itu akan memiliki tubuh abadi, jadi hanya kiamat dari sang penciptalah yang bisa membunuh kalian. Kata naga api.


Tapi bagaimana cara memusnahkan ajian ini? Kejar Deni.


"Masih ada cara untuk memusnahkan ajian ini? Sama seperti yang dilakukan oleh Sri Sultan.


"Raja Kesultanan Jogja itu? Kata Asep, bukankah dia....


"Apa kalian pikir untuk menjadi sultan syaratnya hanya anak raja? Untuk kalian yang bukan orang jawa, tentu tidak mengerti apa yang disebut wahyu keprabon, wahyu itu tidak sembarangan turun kepada anak atau keturunan raja, para pendahulu telah memberikan tanda khusus pada orang yang akan menerima wahyu keprabon.


"Wahyu keprabon itu apa? Kata Deni.


Wahyu keprabon akan turun dan naik sesuai waktunya, semua sudah di atur oleh para terdahulu untuk menjaga apa yang telah mereka bangun, bukan hanya tatanan adat dan budaya, tapi juga keilmuan.


Pusaka - pusaka itulah yang memilih sendiri tuanya, bukan tanpa alasan, karena mereka telah mengemban tugas khusus yang diberikan pendahulunya, para ruh pusaka itu telah bersama para pendahulu sejak lama, tentu mereka mencari orang yang memiliki sifat, sikap dan pembawaan yang hpir mirif dengan tuan mereka sebelumnya, itulah kenapa orang - orang yang telah dinobatkan sebagai pengganti raja, memiliki sikap yang hampir sama, ingat hampir sama karena tidak ada manusia yang memiliki sikap dan sifat yang sama persis.


"Ternyata ribet juga ya bos mau jadi raja, gua pikir yang penting jadi anak raja bisa langsung jadi penerusnya.


"Semua tidak sesederhana yang kalian pikirkan, namun tidak serumit yang kalian bayangkan.


Sri sultan adalah keturunan paling istimewa yang bisa menembus dimensi naga, dia mempelajari kitab itu dengan sangat cepat, dan menyerap semua pengetahuan yang ada dengan sangat baik, namun dia menyadari bahwa ajian tersebut sangat berbahaya.


Maka dari itu setelah perang tiga dunia pertama berakhir dia memutuskan untuk moksa, dialah yang mampu mengalahkan dewasrani, namun sikap welas asihnya membuatnya tidak bisa menyelsaikan tugasnya, memang secara jasad dia mati, namun dia tetap bersama keluarganya dan selalu menjaga anak keturunannya.


"Jadi sri sultan bisa menembus dimensi naga? Apa ia juga memiliki tulang rusuk naga?


"Tidak dia tidak memilikinya, namun dia memiliki lebih dari itu? Tubuh Naga yang hanya akan ada sekali dalam jutaan bahkan ratusan juta tahun.


Kedua sahabata itu membelalakan matanya, mereka tidak menyangka demi menutup rahasia ajian itu sri sultannrela berkorban, setelah perang tiga dunia berakhir.

__ADS_1


"Lalu kenapa Dewasrani tidak bisa disadarkan oleh Sri sultan? Kata Deni


"Berbeda dengan manusia lain, Sri sultan sangat welas asih, dia tetap menaruh hormat pada Dewasrani, karena dia orang yang sangat menjunjung adab, namun itulah kesalahannya, dia hanya melumpuhkan Dewasrani, kini ketika ia telah moksa, ia bukan lagi tandingan Dewasrani, kalianlah yang harus menyelsaikan tugas Sri Sultan, hilangkan keraguan dalam diri kalian, apa kalian paham?


"Tapi jika Sri Sultan saja tidak mampu, apa kami mampu? Kata Deni sambil menggeleng.


"Kalian tidak terikat aturan kesultanan atau kerajaan, itulah bedanya kalian dan apa yang telah digariskan sang pencipta tidak mungkin salah, kalianlah yang akan menjadi penentu, maka dari itu pelajari dan kuasaliah ajian ininsecepat kalian bisa, tugas kami para naga adalah membimbing setiap prosesnya agar kalian benar - benar menguasai ajian tersebut.


Kedua sahabat itu termenung sejenak, pikiran mereka menerawang entah kemana, mereka tidak menyangka begitu banyak hal yang telah dikorbankan para pendahulu untuk menjaga tanah Nusantara ini teyap berdiri kokoh, mereka seperti pahlawan tak dikenal yang siap melakukan apapun untuk menjaga tanah Nusantara.


"Bisakah kami berdiskusi sebelum melanjutkan mempelajari ajian ini?


Para naga meninggalkan mereka ruang perjanjian.


Jika kalian telah siap, beri tanda dengan asap ini, maka kami akan segera melanjutkan membimbing kaian untuk menguasai ajian tersebut, kami sangat berharap pada kalian berdua.


Setelah para naga benar - benar pergi, keduanya masih terdiam dalam keheningan, hingga akhirnya Deni membuka suara.


"Cep ternyata rumit juga ya, kata Deni singkat.


"Iya bos, ternyata gara - gara sebuah ambisi, malah menyusahkan banyak orang. Kata Asep menambahkan.


"Pantes kakek gua selalu bilang, dibalik kekuatan yang besar, ada tanggung jawab yang besar, makin kesini gua makin paham Ki, kata Deni lagi.


"Bos apa baiknya kita menyusul Sri Sultan? Kata Asep dengan sedikit ragu.


"Gua sih pengennya gitu, tapi apa beneran gak ada cara lain, setelah Dewasrani itu kita kirim ke dasar neraka barulah kita bisa melepaskan diri Ki, jangan sampai kita tertipu oleh si Dewasrani itu, kata Deni..


Sebaiknya kita sholat dulu bos, minta petunjuk sama Allah, sang maha segalanya, apapun kehendak Allah, baik dan buruknya harus kita terima, kata Asep.


Keduanya lalu menuju sebuah ruangan untuk melaksanakan sholat


******


Disisi para naga, mereka benar - benar berbeda, semoga saja merekalah anak - anak dalam ramalan seperti yang pernah dikatakan oleh dia, kata naga api menambahkan.


Bersambung.


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2