
Utusan itu segera menjalankan perintah Batara Manikmaya, dengan segera ia menyiagakan pasukan Elit Pelindung Raja di area netral, dan segera menemui batara Ismaya.
*****
Di Istana Negara
Persiapkan semuanya, perang besar telah dimulai, kita harus bersiap dengan semua kemungkinan yang ada, kata bapak presiden pada seluruh pemimpin pasukan.
Semua orang terlihat tampak sangat cemas, awalnya mereka pikir perang tiga dunia hanya mitos, maklum perang seperti ini belum pernah mereka alami sebelumnya. Disaat bapak presiden sedang melakukan rapat terbatas dengan staf kepresidenan, dan juga bebepa petinggi TNI - POLRI pindu dimensi gaib terbuka, dan dari sana keluar sultan Jogja dan juga ustad Hadi dan Lee ikut bersamanya dengan wajah tampak lesu.
"Mohon maaf bapak presiden jika saya tidak sopan, tapi ada hal yang harus segera saya laporkan, katanya dengan wajah serius.
"Tidak perlu sungkan, sultan silahkan bergabung, karena anda lebih paham situasinya
Mereka bertiga langsung diberi tempat bersama bapak presiden.
"Sejak anda di antar kembali ke istana ini, kami mendapat laporan dari area netral, tambah sri sultan.
Seluruh pasukan gabungan TNI - POLRI terkonsentrasi di dua titik, yang pertama ada di Istana Laut Selatan, dan sisanya ada di Kerajaan Dasar Bumi, tapi...
Sri sultan menarik napas panjang, sebelum melanjutkan berbicara.
"Lebih dari sepuluh ribu prajurit gabungan TNI - POLRI ada yanh tertinggal dan gugur di area netral, katanya dengan wajah tertunduk.
Semua yang ada di ruangan hampir tidak percaya jika lebih dari sepuluh ribu prajurit terbaik tanah air telah gugur, mengingat jumlah itu bukanlah jumlah yang sedikit.
Tak lama ia menyambungkan prangkat yang dibuat oleh Amabilis ke prangkat komputer, dan terlihat situasi di area netral yang benar - benar mengerikan, dan yang membuat mereka semakin tidak percaya hal tersenut dilakukan oleh seorang yang di sebut sebagai Maha Dewa atau Dewasrani.
Rekaman pertarungan mereka diputar kembali, semua yang ada disana semakin dibuat merinding.
"Itulah situasi di area netral saat ini bapak presiden, bukan hanya pasukan kita, pasukan iblis dan bantuan pasukan elit dari kayangan juga banyak yang menjadi korban, mereka semua tidak mampu menahan kekuatan Dewasrani, dan hal ini bisa lebih buruk lagi mengingat Dewasrani baru melakukan pemanasan, katanya dengan suara bergetar.
Ustad Hadi dan Lee, dibuat pusing dengan situasi ini, misi kali ini benar - benar mosi yang mustahil, kita masih menunggu anak - anak itu keluar dari dimensi naga, tambah Ustad Hadi.
"Perang sudah dimulai, kita tidak bisa nerhenti disini, jadi langkah apa yang harus kita ambil, kata bapak presiden bertanya pada dua ahli siasatnya.
"Jika melihat situasinya, saya sendiri bingung pak, hal ini benar - benar sudah di luar akan pikiran manusia, kata Ustad Hadi.
Semua yang ada disana mengerti, hal ini benar - benar ada di level yang berbeda, jika lawannya adalah manusia, pasukan TNI sudah sangat teruji di berbagai medan, tapi melawan dewa kenakalan, itu bukan perkara mudah.
Langkah pertama adalah mengungsikan semua rakyat, jangan sampai warga sipil terkena dampak, dan pulau Sulawesi dan Kalimantan adalah pilihan yang tepat, beberapa Pangkalima suku dayak telah membuat laporan kepada para tetua adat, dan mereka siap membantu, begitu juga dengan para tetua suku di daratan Selebes, yang jadi persoalan adalah memberi tau kepads warga tentang ke adaan saat ini, karena kita tidak bisa terus menyembunyikan berita ini dari masyarakat, tambahnya.
"Lalu yang kedua adalah menutup semua akses media sosial, jangan sampai berita ini tersebar keseluruh dunia, karena akan membuat pihak - pihak yang ingin menjatuhkan Indonesian semakin membuat keadaan semakin keruh, mereka pasti senang mendengar berita perang ini, tambahnya.
"Disini ada mentri komunikasi dan informasi (KOMINFO), dia juga sudah mendengar jadi saya perintahkan untuk memblokir semua akses informasi ke Indonesia melaluo akses digital, yang dijawab anggukan oleh mentri KOMINFO.
__ADS_1
"Kemudian persiapkan pasukan terbaik untuk membawa masyarakat ketitik pengungsian, kita akan di bantu oleh pasukan kayangan dan juga pasukan dari Istana Laut Selatan dan Juga Kerajaan Dasar Bumi, Maha Patih Dari Kerajaan Dasar Bumi dan Maha Patih Dari Istana Laut Selatan akan memimpin langsung perpindahan penduduk, saat ini pasukan iblis dan Jin dari tanah Sulawesi dan Kalimantan sedang mempercepat pembangunan barak pengungsian, tambahnya lagi.
"Kira - kira berapa lama barak pengungsian itu bisa selesai?, kata bapak presiden.
"Menurut informasi sebelum pukul sepuluh malam ini, namun mereka berusaha untuk lebih cepat.
Saat mereka sedang berdiskusi portal dunia gaib kembali terbuka, disana ada Kanjeng Ratu Kidul, bersama mahapatih Nyi Blorong, disana juga ada Dewi Durga bersama mahapatih Umbara.
"Maaf jika kami terlambat, kata Kanjeng Ratu Kidul.
Semua yang ada di tempat itu takjub akam kecantikan dua penguasa dunia gaib itu.
"Aku juga sudah bertemu dengan penguasa pantai utara, kanjeng Ratu Pantai Utara juga bersedia membantu kita tambahnya, sebagian pasukan manusia di dunia netral juga sudah berada disana, baik yang gugur ataupun terluka parah, yang gugur akan kami simpan semntara lalu yang terluka sedang menjalani proses penyembuhan, namun ini akan memakan waktu, mengingat luka yang mereka terima sangat parah, tambahnya.
Tiba - tiba muncul lagi sosok wanita cantik dengan mahkota bertabur emas, didampingi mahapatih Ayu Wandira, yah dialah Penguasa Pantai Utara.
"Maaf tuan, kami sudah berusaha semampu kami bisa, tapi melawan Dewasrani bukanlah perkara yang mudah, tambahnya.
*****
Kembali ke area Netral
Dewasrani menatap pasukan yang telah tergeletak itu, ia melihat beberapa pasukan iblis dan gabungan pasukan kayangan yang masih bisa bertahan. Ia bergerak mendekati Terawan
"Ini hanyalah salam pembuka, aku masih memberi mereka kesempatan, sambil menunggu pemimpin tertinggi mereka, katanya tanpa menatap Terawan.
"Jangan terlalu keras yang mulia, pasukan - pasuka itu terlihat sangat putus asa, hehehe, anda benar - benar luar biasa, pasukan gabungan tiga dunia ini bisa anda habisi hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit
"Bagiku mereka hanya lalat, apa kau tidak tertarik untuk mencoba kekuatanmu, tambahnya dingin.
"Bukan tidak mau tuan, aku masih ingin menikmati wajah - wajah putua asa itu, tambahnya sambil kembali tersenyum.
"Jangan terlalu naif, aku bisa membuat keadaan mereka lebih buruk dari pada ini, katanya dengan tatapan tajam.
"Aku paham arah pembicaraan anda yang mulia, kami tidak akan pernah menghianati anda, kata Terawan sambil membungkukam badan.
"Aku senang bisa bekerja sama dengan manusia cerdas sepertimu, jangan pernah kecewakan aku, kini sisanya aku serahkan padamu, karena ada hal lain yanh harus aku pastikan, katanya sambil membuka portal gaib dan perlahan menghilang bersama angin.
*****
Disisi pasukan gabungan.
"Apa dia akan kembali menyerang, berhati - hatilah, unit sensor, pertajam mata dan telinga kalian, kata salah satu komandan pasukan kayangan.
Situasi pasukan gabungan benar - benar kacau, sebagian mental mereka turun ketika tau lawan yang mereka hadapi benar - benar memiliki kekuatan yang mengerikan, mereka masih terus bersiaga dan terus mengawasi pergerakan Terawan.
__ADS_1
Tak lama munculah pasukan Elit pelindung para Batara, mereka langsung turun ke area pertarungan.
"Kami datang dengan damai, kita harus membahas kesalah pahaman ini, kata komandan pasukan elit.
"Mereka masih bisa di tolong, kata pasukan elit medis yang langsung menuju pasukan yang gugur.
Pasukan gabungan tiga dunia kini bisa sedikit bernapas lega.
"Bicaranya nanti saja kita tolong dulu pasukan - pasukan itu, kumpulkan seluruh mayat - mayat itu disisi kiri, kami akan memberi pengobatan para dewa untuk memberi kesempatan mereka hidup kembali, tambahnya.
Tanpa menunggu komando mereka semua membawa rekan - rekan mereka yang gugur sesuai instruksi komandan Sugriwa.
Bagi para pasuka iblis dan manusia Sugriwa mungkin bukan siapa - siapa, tapi bagi pasukan kayangan, jika Sugriwa telah turun tangan itu artinya masalah ini bukanlah masalah sepele dan hal ini telah sampai ketelinga Batara Manikmaya.
Batara Manikmaya tidak mungkin begitu saja mengutus Sugriwa jika tidak benar - benar penting.
"Setelah semua terkumpul, Dewi Hariti melakukan tugasnya, tubuh mayat - mayat dari tiga dunia langsung terbungkus segel gaib penyembuh.
"Butuh waktu lebih kurang satu jam, kini semua telah aman katanya sambil tersenyum.
Disaat bersamaan, Kanjeng Ratu Kidul dan Dewi Durga tiba di area netral.
"Selamat datang mahapatih Sugriwa, semoga kita dipihak yang sama, kata Dewi Durga.
Mahapatih Sugriwa mengeluarkan pita emas sebagai pengganti titah raja.
"Semoga ada penjelasan tentang ini semua, perkenalkan saya Sugriwa Mahapatih Utama sekaligus komandan tertinggi seluruh pasukan kayangan.
"Apa suamiku telah mendengar semu ini Sugriwa? Tanya Dewi Durga.
"Ampun yang mulia Ratu, jika Batara Manikmaya tidak mendengar ini semua, tidak mungkin yang mulia mengutus hamba kearea netral, yang jadi pertanyaan kenapa ini semua bisa terjadi, lalu dimana yang Mulia Dewasrani? Katanya lagi.
Aura yang dimiliki Sugriwa sangat menekan semua yang ada, pamor dan wibawanya benar - benar membuat lawan menjadi segan.
"Berbicara dengan ratumu dengan aura yang sangat menekan, apakah itu pantas Sugriwa?, tambah Dewi Durga.
"Ampun yang mulia hamba tidaj berani, segera ia menarik auranya kembali dan seketika udara di area netral kembali normal.
"Sebaiknya tempatkan beberapa pasukanmu disini untuk menjaga proses penyembuhan, yang lain kembaliaha kemarkas besar dan kita akan bahas semuanya disana, kata Dewi Durga yang di jawab anggukan oleh semuanya.
Bersambung....
Mohon maaf untuk keterlambatan Updatenya, author berusaha untuk bisa selalu update.
Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan
__ADS_1
Vote, Like, Komen dan
Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...