Sembilan Pusaka Nusantara

Sembilan Pusaka Nusantara
Bab 138 - Kitab Serat Batu Langit dan Kitab Serat Kama Sutra


__ADS_3

"Aku ingin Batara Kala mendampingi kami kata empu Jatmiko sambil menatap kearah semuanya.


"Hanya itu, tanya Batara Sumbu?.


"Benar tuan Batara Sumbu, kitab ini berbeda dengan kitab yang pernah aku pelajari sebelumnya, butuh konsentrasi penuh saat kita menarik jiwa, karena bisa jadi jiwa yang kita tarik akan menolak dan berbalik menyerang kita, aku membutuhkan sentuhan tuan Batara Kala untuk mengatur waktunya, memperlambat atau jika terpaksa memutarnya kembali", kata Empu Jatmiko menjelaskan.


Ilmu ini juga terbilang mengerikan karena membutuhkan tumbal hidup untuk dijadikan media, jadi kita tidak bisa sembarangan menggunakan media, karena media yang sudah dijadikan tumbal secara otomatis akan mati dan tidak akan hidup lagi.


Ia mengeluarkan dua orang anak buah Narapati yang ditangkapnya.


Sudah ratusan tahun aku tidak menggunakan jurus ini, jadi ini akan sedikit lebih lama, empu Jatmiko mematahkan salah satu leher anak buah Narapati yang langsung mati seketika, lalu ia membuat segel tangan dan menulis mantra khusus diatas logam khusus yang ia buat, lalu ia mengambil sedikit rambut orang yang baru saja dibunuhnya dan disatukan kedalam cela dilogam khusus itu.


Jasad hidup yang ada disebelahnya memang dibuat setengah sadar, lalu dengan cepat ia bergerak kebelakang orang tersebut dan menancapkan logam khusus itu ke ubun - ubun manusia yang setengah sadar itu, jeritan memilukan terdengar lirih dari jasad yang setengah hidup itu, semakin lama jeritan itu menghilang dan dalam waktu singkat jasad tersebut berubah menjadi orang yang terlah dibunuh tadi.


Kejadian itu berlangsung sangat singkat, semua yang ada ditempat itu hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, bahkan para dewa dan para raja iblis bergedik ngeri melihat perbuatan empu Jatmiko.


"Ternyata benar manusia itu bisa lebih kejam dari pada iblis", kata raja iblis penguasa Pulau Sumatra.


Semua masih terdiam tanpa kata, suasana hening tercipta entah berapa lama, hingga akhirnya empu Jatmiko menggunakan manusia yang baru dibangkitkan untuk melakukan apa yang menjadi kehendaknya.


Semua yang ada diruangan itu semakin bergedik, jasad yang baru dibangkitkan itu benar - benar hidup dan nyata ia menerima perintah empu Jatmiko seolah - olah ia adalah raja, semua seolah normal dan baik - baik saja, jika tidak melihat sendiri mereka tidak tau jika orang yang mendapat perintah itu adalah mayat hidup.


Belum selesai disitu, empu Jatmiko meminjam pedang salah satu penjaga raja iblis, dan dengan cepat ia tebaskan keleher orang yang baru dibangkitkannya, dan dalam waktu singkat luka - luka itu pulih kembali, dan ia kembali hidup tanpa terluka sedikitpun.


Semua yang ada ditempat itu kembali dibuat tercengang, mereka melihat sisi lain dari empu Jatmiko, bahkan Deni yang selama ini mengenal sosok kakeknya sebagai orang yang sangat baik, tidaj percaya jika kakeknya ada sisi lain.


Empu Jatmiko menatap dingin jasad tersebut dan dengan satu segel tangan, sebuah peti mati keluar dari dalam tanah dan mengunci jasad tersebut, dan menariknya masuk kedalam tanah.


"Apa yang aku lakukan ini, masih belum sempurna, karena aku hanya menggunakan dua puluh lima persen dari kemampuan ajian Tarik Jiwa, jika dilakukan dengan sempurna maka hasilnya sama akan lebih baik lagi", tambahnya.


Bata Indra sampai tersentak "apa, ini baru dua puluh lima persen? Apakah hasilnya sama seperti sang prabu? Katanya masih terkejut.


"Tidak yang dilakukan Narapati itu baru lima puluh persen, aku bisa menjamin dia belum sepenuhnya menguasai ajian tarik jiwa, butuh energi besar untuk melawan sisi buruk manusia, apa lagi raja Majapahit itu adalah orang yang taat, sisi baiknya tidak akan tinggal diam dan akan selalu mencari celah untuk keluar.

__ADS_1


Yang jadi masalah jika memang ia bisa terbebas dari ajian ini, maka sang prabu akan benar benar hidup kembali, karena sisi baiknya yang keluar dari ruang segel jiwa akan bersatu dengan sisi buruknya dan menjadi sang prabu seutuhnya.


Bulan darah yang ditunggu Narapati bisa menjadi keuntungan buat kita, tapi apa kalian siap jika prabu Hayam Wuruk benar - benar Hidup Kembali?", kata Empu Jatmiko dengan tatapan dingin.


*****


Disisi Terawan


Respati masih mendampingi terawan, salinan kitab Serat Batu Langit dan juga Kitab Serat Kama Sutra yang didapatnya dari Tri Netra Dewasrani benar - benar menguras tenaganya.


"Aku harua segera mencari cara menyempurnakan ajian ini, jika tidak maka semua akan menjadi bumerang untuk kita, saat ini kita masib harus bermain peran jadi tetap ikuti perintah sang prabu", kata Terawan dengan suara dingin.


"Tapi berapa lama lagi yang mulia bisa menyempurnakan ajian ini, bukankah menurut Dewasrani, sang prabu sepenuhnya ada dibawah kendali yang mulia?", kata Repati singkat.


"Kau pikir semudah itu mempelajari ajian terlarang, jika bukan karena duplikat guci waktu milik khayangan, sepuluh tahun lagi aku masih belum mampu menguasai ajian ini, segera kau cari letak telaga Aritma Soma, kita harus mendapatkan air keabadian itu dan memeberikannya kepada mereka", kata Terawan dengan sedikit kesal.


"Mengapa kita tidak bertanya saja pada Dewasrani, ia mempunyai Tri Netra kebenaran, bukan hal sulit baginya menemukan telaga Aritma Soma.


"Dewa itu masih dalam pengawasan, ia hanya tidak bisa sering - sering menggunakan Tri Netranya, yang bisa ia pastikan adalah lokasinya ada di situs Gunung Padang, kirim anak buahmu untuk menyelidiki tempat itu, temukan jalan masuk kedalamnya", tambahnya.


"Jaga bicara mu Respati, jika sampai pelihatraannya mendengar perkataan kita, habislah kita semua dan rencana kita pasti akan gagal total.


"Ampun beribu ampun yang mulia, aku kelepasan, aku kesal selalu diperintah olehnya, Kata Repati sambil tertunduk.


"Sudahlah cepat kirim utusanmu kesana, dan lakukan dengan senyap, ingat musuh kita saat ini sudah membaca hampir semua gerakan kita, jalankan rencana kedua, tapi berhati - hatilah , waktu sembilan bulan itu sangat singkat jangan sampai mereka tertangkap pasukan TNI - POLRI.


"Baik yang mulia, Repati segera meninggalkan Terawan.


*****


Kembali Istana Laut Selatan.


Semua yang ada ditempat itu masih mendengarkan penjelasan empu Jatmiko.

__ADS_1


"Ajian ini bukan hanya bisa digunakan pada manusia, tapi juga pada para iblis dan juga para penghuni langit termasuk para dewa, bisa kalian bayangkan jika Narapati itu membangkitkan para pasukan langit yang tewas pada perang tiga dunia yang pertama, akan jadi seperti apa kacaunya tatanan dunia, entah dari mana ia mendapatkan salianan kitab itu, setauku aku dan sri sultan selalu menjaga kitab itu, dan kami sengaja membagi kitab - kitab ini, itulah alasan utamaku meninggalkan keraton Jogja ?", kata empu Jatmiko.


Semua yang ada ditempat itu semakin dibuat takut, bahkan para raja iblis dan para dewa hampir dibuat gila. Merak tidak bisa membayangkan jika para tentara langit dan tentara iblis dimasa lalu dibangkitkan kembali.


"Benar - benar ajian terlarang yang sangat berbahaya, pantas jika kedua kitab ini banyak diperebutkan bahkan oleh para dewa. Masalah ini sebaiknya segera kita sampaikan kepada para ulama itu, mereka harus tau jika kitab - kitab ini benar - benar berbahaya", kata Batara Sumbu.


Hal tersebut dijawab anggukan oleh semua yang ada disana.


Mereka masih tidak percaya jika ajian seperti itu benar - benar ada.


"Lalu apa ada cara menghentikannya?", tanya Batara Ismaya.


Ada dengan mencari pengguna ajian ini dan memintanya membatalkan semua kontrak jiwa.


"Meminta Terawan memutus kontrak jiwa? Itu tidak mungkin terjadi kek, apa ada cara yang lain?", kata Deni menambahkan.


"Ada kita harus membunuh pengguna jurusnya dan membatalkan ajian tersebut, ada beberapa segel pembatalan, dan hanya bisa dilakukan selama tiga kali", kata empu Jatmiko singkat.


"Beberapa segel pembatalan? Bukannya setiap ajian hanya memiliki satu segel pembatalan?", kata Batara Indra.


"Itulah istimewanya ajian ini, ajian Jerat Jiwa dan Tarik Jiwa memiliki lima henis segel pembatalan sesuai elemen penggunanya, yang harus kita cari tau adalah keturunan Narapati itu menggunakan elemen apa? Tambahnya.


Semua yang ada ditempat itu kembali dibuat pusing, mereka tidak menyangka jika pencipta ajian ini benar - benar orang yang luar biasa, ia benar - benar memikirkan ajian ini dengan sangat detail.


"Lalu apa yang terjadi jika penggunanya dibunuh dan sampai tiga kali kita salah memasukkan segel pembatal ajian ini?", kata Batara Ismaya.


"Mereka semua akan menjadi mayat hidup yang tidak bisa mati, dan tuan tuan yang ada disini tidak ingin hal tersebut terjadi bukan?", kata kakek Jatmiko sambil menggelengkan kepalanya.


Bersambung....


Mohon dukungannya pada para pembaca dengan memberikan


Vote, Like, Komen dan

__ADS_1


Tambahkan ke favorite, jika berkenan silakan bagikan juga cerita ini agar orang lain bisa ikut terhibur dan Author lebih semangat lagi, terima kasih...


__ADS_2