Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu

Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu
Bab 17


__ADS_3

"Papi, tawaran Papi waktu itu masih berlaku nggak? Aku mau kok bantuin Papi meski pun nggak di gaji di perusahaan yang penting aku punya pengalaman di bidang kuliahku." Saat kami makan malam bersama aku mengutarakan apa yang aku pikirkan sejak tadi sore.


Mendengar Gara yang rela bekerja di samping kuliahnya, aku pun berinisiatif mulaia mengikuti jalan adikku. Mungkin di mulai bantu-bantu aku bisa mendapat lingkungan yang positif. Setidaknya selesai kuliah aku bisa banyak mendapat jalan untuk berkarir. Dan tentunya kuliah pun akan semakin mudah kala aku sudah mendapatkan materi dari praktek langsung di lapangan.


Ku lihat Mami Tasha tersenyum menatapku. "Kamu sudah memutuskan yang tepat, Agatha. Mami suka mendengarnya. Setidaknya kamu akan dapat pengalaman dan tidak canggung lagi ketika turun ke lapangan nantinya." Aku mengangguk.


"Semoga aku bisa yah, Mi bantuin Papi. Dan kalau ada senggang aku juga mau kok bantuin Mami di butik." ujarku penuh semangat.


"Ah itu ide yang bagus. Kuliahmu jurusan bisnis, tidak ada salahnya Agatha untuk belajar bisnis di perusahaan sembari belajar berusaha seperi Mami kamu." Aku mendengar Papi bicara lebih banyak malam ini.


Kami bertiga pun tampak berbincang di ruang televisi usai makan malam. Papi dan Mami tetap saja selalu menempel bak perangko yang melengket. Mereka berdua memang sangat sulit di pisahkan.


"Agatha, kamu ambil map di meja kera Papi dan bawa laptop sekalian. Nanti kamu bisa pelajari di kamar yah?" Aku pun patuh bangkit dari sofa mengikuti perintah Papi.

__ADS_1


Dimana setelah kepergianku suara Mami Tasha tertawa dan teriak keras menggema. Kepalaku hanya menggeleng, rupanya perintah Papi hanya untuk modus agar aku menjauh sejenak. Pasti Mami Tasha sedang mendapat serangan maut lagi tuh.


Lama aku baru kembali setelah ku dengar Mami tak lagi bersuara.


"Kamu pahami isi surat ini, dan pengajuan anggarannya kamu perhitungkan sesuai tidak dengan kebutuhan yang ada di sini? Kamu mengerti kan?" Aku hanya menganguk. Sedikit mengerti tapi lebih banyak tidak mengerti karena mungkin aku belum membacanya.


Segera aku pindah ke kamar untuk mempelajari semuanya. Ternyata tidak enak menjadi Mami dan Papi yang sama-sama pembisnis. Mereka pun sering pusing dengan pekerjaannya. Sama sepertiku yang sudah pusing tujuh keliling. Memahami soal akuntansi manajemen saja kadang otakku bergeser rasanya. Apalagi malam ini aku harus di hadapkan dengan proposal yang di sertai penghitungan dengan banyak angka.


Seperti kata orang semua yang di mulai dari awal akan sulit dan enak di akhir. Seperti Mami dan Papi di usia mapannya saat ini. Mereka sama-sama tidak begitu kelelahan akibat sudah banyak kerjaan yang bisa di handle dari jauh mau pun dengan bantuan karyawan kepercayaan mereka.


"Gar, bisa video call bentar nggak? Penting nih?" tanyaku.


Segera panggilan biasa pun berganti dengan wajah tampan adikku. Keningnya mengerut dalam kala melihat aku membalik kamera. Di mana laptop menyala.

__ADS_1


"Kuliah apa kerja sih itu tugasnya? Kok pakai nama perusahaan Papi lagi?" Aku pun tersenyum.


"Yah kerja sambil kuliah dong. Memangnya kamu aja yang bisa?" ledekku nyatanya Gara langsung menyahut.


"Buktinya kamu video call aku kan? Itu artinya kamu nggak bisa cuman aku aja. Sudah ngapain sih kerja? Papi kasih uang make up cukup kan? Kalau nggak cukup biar aku yang kirimkan." Mataku memutar malas mendengar ucapan Gara.


Dia selalu saja mendukungku setengah-setengah. Giliran aku mengikuti sarannya, Gara justru seolah mematahkan semangatku.


"Gar..."


"Hem? Nggak usah kerja yah? Kalau mau kerja di butik Mami saja. Di perusahaan Papi banyak cowok nakalnya. oke?" Aku kesal mendengar Gara kembali posesif.


Baru saja semangatku menyala beberapa menit lalu, kini sudah di hentikan begitu saja oleh Gara.

__ADS_1


"Nggak. Pokoknya aku tetap belajar di kantor Mami dan juga Papi." ujarku dengan mantap.


Saat itu juga panggilan video ku lihat berakhir. Sepertinya Gara kembali ngambek dan tidak mau mengajari aku. Oke tak masalah. Aku akan belajar sendiri. Kan ada youtube.


__ADS_2