Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu

Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu
Kawal Sampai Halal


__ADS_3

"Kakak," panggilan yang terdengar seperti sebuah hayalan membuat Tasha yang sedang meringkuk di atas kasur kecil itu segera mengangkat kepalanya. Mata merah dan sembab jelas terlihat di pandangan kedua mata bocah tampan itu. Tasha menatap kehadiran Gara yang berdiri dengan menggandeng tangan Indri di ambang pintu kamar.


"Gara, kamu pulang sayang?" segera saat itu juga Tasha bergegas turun dan menggendong anaknya. Ia menciumi wajah Gara dan memeluknya sangat erat.


"Jangan tinggalin mami lagi yah?" ujarnya yang membuat Indri menaikkan alis sampai geleng-geleng kepala. Keduanya benar-benar saling memeluk erat seolah melewati puluhan tahun baru berjumpa.


Tak ingin mengganggu dua insan yang saling melepas rindu, Indri memilih menuju ruang tamu dimana sang suami dan Raga duduk berdua.


"Papah, kok diem-dieman gitu sih?" tanya Indri berusaha mencairkan suasana.


"Em Om Tante, saya apa boleh mengajak Gara dan Tasha liburan? Atau jika perlu kalian ikut juga bisa. Sebab Gara begitu sulit untuk pisah dengan Tasha." pelan dan ragu saat mengatakan itu pada Firman.

__ADS_1


Dan benar Raga melihat Firman yang menarik napas dalam membuatnya segera ingin menjelaskan tujuannya. "Em jangan salah paham, Om. Saya bermaksud ingin mengajak Gara saja sebab tadi dia mengatakan sangat iri pada teman-temannya yang suka berlibur dengan ayah mereka. Itu sebabnya saja berpikir ingin sekali menebus waktu saya selama ini yang tidak ada bersamanya. Saya sangat ingin memiliki banyak waktu dengan Gara."


"Boleh, tentu saja. Tapi kami akan ikut." ujar Firman yang ternyata masih sulit melepaskan Tasha.


Pikirannya masih terus terbayang dengan kejadian di masa lalu. Sedang Indri yang mendengar seketika memegang tangan sang suami. Berharap Firman bisa melepaskan Tasha dan Gara pergi tanpa ada mereka. Itu akan sangat canggung bagi Raga pastinya. Dengan usia mereka yang sudah dewasa, Indri yakin mereka bisa menjaga diri masing-masing. Apa lagi ada Gara di antara mereka.


"Kita harus ikut, Mah. Papah akan ijinkan jika kita ikut. Setidaknya kita juga ada di sana sebagai pengingat mereka." kekeuh Firman melawan sang istri.


Akhirnya Raga pun lega, tidak masalah jika ia pergi dalam pengawasan setidaknya Gara memiliki waktu yang banyak dengannya. Toh, pikiran pria itu sudah tak seperti dulu lagi. Ia berbeda jauh dengan di masa remaja dulu yang selalu berpikir macam-macam tentang wanita.


"Benar-benar pinang di belah dua ternyata. Bukan hanya wajah saja yang sama, sifat pun kalian benar-benar mirip." gumam Indri tak habis pikir.

__ADS_1


Sejak kejadian itu Gara dan Tasha tak mau lagi pergi tanpa keduanya bersama. Hingga hari yang Raga minta pada Firman pun akhirnya tiba. Dimana mereka semua berangkat dengan menaiki dua mobil. Bukan hanya Indri dan sang suami yang ikut ke salah satu kota di mana ada pegunungan yang menjadi tempat villa banyak di bangun. Dahlan dan Rima pun turut ikut bahkan pria itu sampai membawa beberapa berkas kerjanya untuk di bawa ke tempat liburan selama satu minggu.


Benar saja apa yang Firman khawatirkan, tempat ini benar-benar bisa membuat seseorang larut dalam keadaan yang syahdu. Sejuk dan tenang bisa saja membuat pikiran Tasha dan Raga kembali goyah.


"Apa papah bilang, Mah? Ini bisa saja terulang lagi. Papah tidak akan biarkan itu terjadi." ujarnya saat mereka menuruni mobil.


"Papah ini kan kita kesini kalau ramai-ramai. Kalau mereka hanya berdua, Raga kan mau liburan ke luar negeri." ujar Indri lagi mengingatkan.


"Apa lagi di luar negeri, Mah. Sangat dingin bisa cari yang hangat-hangat. Pokoknya Tasha akan kita kawal terus sampai halal." ujar pria itu tanpa sadar membuat sang istri tersenyum.


"Jadi papah sudah setuju mereka menghalalkan hubungannya?" godanya yang tak mendapat jawaban lagi. Firman marah  dan memilih masuk membawa barang-barang mereka.

__ADS_1


Dari mobil Raga yang menggendong sang anak nampak membuat Gara tersadar dari tidurnya.


"Uncle, sudah sampai?" tanyanya dengan mata berbinar mengelilingi vila yang begitu mewah.


__ADS_2