Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu

Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu
Malam Pertama


__ADS_3

"Aaahhhh...sssh pelan-pelan," suara yang lirih dan bergetar terdengar begitu jelas kini di tengah riuhnya suara hujan di luar sana.


Kedua pasang mata pengantin baru itu saling memejamkan sesekali terbuka saat menimati penyatuan yang benar-benar sah saat ini. Indahnya tubuh milik Tasha di bawah sorot lampu kamar yang sengaja Raga tak ingin matikan tentu membuat pria itu mabuk kepayang, tangan kekarnya bahkan tak henti-hentinya bergerak kesana kemari menggerayangi lekuk tubuh indah milik Tasha. Pacuan tubuh dari sosok mantan casanova tak hilang begitu saja, gerakan lihai yang lagi-lagi kedua kalinya membuat Tasha menjerit nikmat.


Dua bibir mereka pun kembali menyatu menikmati setiap sentuhan di bawah sana yang membawa keduanya terasa terbang ke langit ke tujuh.


"Panggil namaku, Sha." pintah pria itu yang langsung di lakukan oleh Tasha.


"Ra-ga. Hhh..." suara Tasha terputus saat hentakan dalam kembali menghujam tubuhnya. Tasha menggigit bibir merah sang suami dan di detik berikutnya mereka pun tumbang bersama. Peluh bercucuran di tubuh keduanya.


Erangan panjang di tengah malam itu menjadi akhir dari permainan pertama mereka yang cukup lama setelah sah menjadi suami istri. Raga memang masih begitu pandai memanjakan lawan bercintanya. Pria itu selalu bisa membuat wanita mana pun jatuh ke dalam pesona ranjangnya. Meski pun sudah lama ia cuti dari profesi tersebut.


"I miss you..." suara berat Raga yang membawa tubuh sang istri bertelungkup di atas tubuhnya. Keduanya masih sama-sama polos.


Melihat Tasha yang tidak bertenaga sama sekali, membuat Raga dengan mudah membawa tubuh wanita itu berbaring di atas tubuhnya. Tasha hanya bisa tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Terimakasih, Sayang. Terimakasih masih mau memberikan aku kesempatan." ujar Raga yang hanya di balas senyuman malu di wajah cantik Tasha.


Wajah yang terlihat begitu seksi ketika berada di atas saat ini. Raga benar-benar tak bosan memandangi wajah Tasha serta tubuh polosnya yang menelungkup di dada bidangnya saat ini.


"Ih jangan menatapku seperti itu." sahut Tasha memalingkan wajah malu.


Malu sebab baru saja ia berteriak nikmat tanpa di sadari. Namun, Raga sangat suka hal itu.


"Hei lihat aku." Raga mengarahkan wajah Tasha untuk kembali menatapnya.


"Aku malu, Ga." sahut Tasha yang menampakkan wajah memerahnya saat ini.


Raga pun gemas segera membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Dan Tasha menyukai itu. Aroma tubuh Raga yang begitu wangi membuatnya ingin terus menempel seperti itu.


Hingga perlahan Raga pun menelusuri kembali tubuh Tasha bagian belakang dan terus memainkan jemarinya. Tasha yang semula menikmati perlahan mulai menggelinjang kecil. Menunjukkan respon jika tubuhnya terkoneksi dengan sentuhan itu. Raga tak mau berhenti begitu saja, bibirnya kini sudah meraup kembali bibir ranum sang istri hingga keduanya pun berbalik posisi dimana Raga menjadi di atas lagi dan mereka pun akhirnya bersuara kembali. Kali ini pria itu jauh lebih memberikan Tasha kebebasan untuk mengambil kendali. Dimana saat tengah permainan, Raga justru mengangkat kembali tubuh Tasha dan membuatnya duduk di atas pahanya.

__ADS_1


Merasa tak kuasa menahan diri, Tasha pun memimpin meski Raga jelas merasa jika gerakan sang istri masih sedikit kurang pas. Tak tinggal diam, tangannya menuntun pinggul Tasha yang lebar untuk bergerak sesuai keinginannya.


Di luar sini mereka tidak tahu saja jika Gara tengah memajukan bibir menahan kantuk pada matanya.


"Gara ayo main lagi." panggil salah satu teman dari sang mami.


Gara hanya menggelengkan kepala enggan meyetujui. "Aku mau tidur dengan kakak dan uncle." sahutnya yang merasa kesal.


Sedari siang ia begitu bahagia melihat Tasha dan Raga menikah dan berpikir malam ini akan menjadi malam yang sangat seru dimana ia tidur di peluk dengan dua orang itu. Sayangnya tidak. Justru dirinya harus di tinggal dengan para teman-teman Raga dan Tasha yang begadang menjaga anak mereka.


"Sayang, kok belum tidur? Oma kirain sudah tidur. Lihat jam berapa sekarang? Sudah hampir subuh. Besok Gara tidak mau jalan-jalan dengan Oma dan Opa bersama Mamah dan Papah dan juga yang lainnya." ajak Rima yang tak sengaja keluar kamar mengambilkan minum sang suami justru melihat di luar masih begitu ramai. Teman-teman sang anak belum ada yang tidur satu pun. Dimana acara ini seperti acara reunian mereka.


"Gara hanya ingin tidur dengan Kakak dan uncl, Oma. Kok mereka tinggalin Gara sih?" wajah tampan bocah kecil itu begitu sedih. Rima yang melihat sangat gemas. Ia terkekeh mendengar permintaan Gara yang ingin ikut tidur dengan Tasha dan Raga.


"Kasihan sekali cucu Oma ini. Kakak dan Unlce itu sekarang adalah papi dan mami Gara. Nak mereka kan baru menikah, jadi harus kangen-kangenan dulu. Setelah itu baru deh ajak Gara juga tidur bareng."

__ADS_1


"Kangen-kangenan? Apa artinya mereka tidak kangen dengan Gara, Oma? Makanya Gara di tinggal?" Rima nampak menepuk jidatnya. Bibirnya sepertinya sudah salah berucap saat ini.


__ADS_2