Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu

Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu
Bab 32


__ADS_3

"Hai Mami," sapaku ketika aku baru tiba di rumah selepas kerja. Papi belum pulang karena ada lembur. Sedangkan aku di suruh pulang lebih dulu.


Di meja makan Mami terlihat menyiapkan sesuatu hingga aku pun mendekat. "Ah syukurlah kamu sudah pulang, Tha. Mami bingung di kamar Gara demam lagi. Perut Mami sangat mules sepertinya salah makan sejak tadi sulit berhenti."


Tak sampai hati untukku menolak. Segera aku pun mengangguk. "Biar Agatha saja Mi." ujarku.


Sebab aku tak mau jika Mami tahu aku dan Gara masih bertengkar. Sebisa mungkin kami terlihat baik-baik saja di depan Mami dan Papi. Ku ketuk dahulu pintu kamar Gara dan segera aku masuk ke dalam. Benar di tempat tidur aku melihat tubuhnya tertutup oleh selimut tebal. Mami benar-benar saat ini meminta tolong padaku bukan niat untuk berakting saja demi mendamaikan kami.


"Astaga panas sekali..." ujarku memegang kening Gara.


Aku duduk di sisi ranjang untuk mengompres Gara. Setelah itu aku memeriksa suhu tubuhnya dan terlihat 39 derajat.


"Gar, mau makan apa?" tanyaku yang tidak mendapatkan jawaban dari Gara.

__ADS_1


Ku lihat tubuhnya bergemetar kali ini. Gara benar-benar sakit. Kasihan rasanya aku melihat adikku kali ini. Ku berikan selimut yang tebal lagi agar ia tak merasa kedinginan.


Hingga sebuah tangan panas meraih tanganku dan di bawa ke bawah selimut. Aku hanya diam mendapatkan perlakuan itu. Sejujurnya aku pun ingin hal ini. Di bawah selimut dengan tangan yang ku rasa begitu panas, kedua tangan kami saling menggenggam erat. Gara memeluk tanganku.


Tak ada kata yang ia ucapkan bahkan kedua matanya pun hanya terpejam saat ini. Lama aku diam memperhatikan kompresan di kening Gara sampai akhirnya mataku tak tahan lagi untuk ku buka. Aku menurunkan tubuh kelantai dengan duduk sembari kepalaku bersandar pada sisi ranjang Gara. Aku terlelap di sana.


"Sha...Tasha. Bangun." Aku merenggangkan otot tubuhku ketika ku rasakan sebuah tangan membangunkan aku dari tidurku.


Mataku terbuka dan betapa terkejutnya aku melihat tempat yang aku jadikan tempat tidur. Di jendela sana aku melihat cahaya sudah begitu terang. Pertanda pagi sudah kembali menyapa.


"Kalian ini siapa yang sakit siapa yang tidur di kasur?" Aku menoleh kaget mendengar ucapan Mami. Baru teringat jika semalam aku aku tidur di kamar Gara.


Di sofa sana ku dengar Gara mendengkur halus sedangkan ketika aku melihat tubuhku justru berbaring di atas kasur.

__ADS_1


"Maaf, Mi. Agatha ketiduran semalam." tuturku merasa tak enak hati.


"Nggak apa-apa. Lagian Gara kan sudah sembuh tuh kayaknya. Ajaib yah kamu jagain adikmu langsung bisa sembuh cepat. Buktinya dia bisa gendong kamu ke atas kasur semalam." Mataku membulat lebar mendengar ucapan Mami Tasha yang santai namun seperti sebuah ancaman di telingaku.


Itu artinya Mami Tasha melihat apa yang Gara lakukan padaku. Aku hanya tersenyum kikuk tanpa berkata apa pun.


"Mi, Tasha mau siap-siap kerja dulu yah?" Niatku untuk menghindar takut jika Mami Tasha akan bertanya lebih jauh lagi padaku.


"Mau kemana? Ini kan hari minggu, Tha?" Aku hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Mami.


Di sofa sana Gara pun akhirnya bangun dari tidurnya. "Gara, kamu sudah sembuh yah?" tanya Mami Tasha yang mendekat.


"Belum, Mami. Aku masih pusing rasanya." jawab Gara.

__ADS_1


"Tapi semalam kuat kok gendong Kakak mu?" Aku dan Gara saling pandang sejenak tak tahu apa yang ada di pikiran Mami saat ini. Aku sadar jika apa pun yang di rahasiakan cepat atau lambat pasti akan terbongkar juga.


__ADS_2