Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu

Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu
Kemarahan Agatha


__ADS_3

Berjalan satu bulan lamanya aku menjalin kedekatan dengan Mikael. Yah niatku akan terus bersamanya meski perasaan cinta di hatiku sama sekali tidak ada. Setidaknya hubungan kami bertahan sampai Gara kembali. Aku ingin memperlihatkan padanya jika aku dan Mikael saling mencintai bukan mencintainya. Ini adalah hari ke tiga puluh dua aku di jemput ke kampus oleh Mikael. Papi yang sibuk tak bisa lagi memantau pergerakanku. Tapi, tetap saja di mobil Mikael harus ada satu orang yang Papi percaya. Yaitu supir pribadiku. Sungguh rasanya begitu mengesalkan.


"Agatha, kenapa kamu tidak memberi aku ijin berbicara dengan Papi kamu. Biar dia percaya aku akan lamar kamu. Kalau kamu takut menikah cepat kita bisa kok tunangan lebih dulu. Ketika sudah siap baru kita akan menikah." ujar Mikael merasa sangat yakin dengan hubungan kami.


Aku terdiam tanpa kata. Bagaimana mungkin memutuskan bertunangan. Aku bahkan tidak ada pikiran sama sekali jika sampai menikah dengan Mikael. Pertanyaan itu aku biarkan lewat begitu saja tanpa ku jawab. Sampai akhirnya kami tiba di kampus. Mikael membuka pintu mobil untukku.


"Em nanti aku pulang sendiri aja yah? Aku mau ke kantor Papi habis makan siang." ujarku yang merasa tak nyaman lagi setelah Mikael bertanya demikian.


"Kamu marah sama aku?" tanya Mikael yang ku jawab dengan gelengan kepala.


"Nggak kok. Aku cuman lagi sibuk aja hari ini." jawabku berbohong.

__ADS_1


Mikael menghela napas lalu mengangguk. Di kelas bahkan aku tak lagi duduk bersampingan dengan Mikael seperti satu bulan ini. Aku berusaha menjaga jarak. Entah mengapa rasanya aku menjadi takut melukai hati pria itu.


"Tha, kamu kenapa? Kelahi sama Mikael yah?" tanya Sisil. Aku hanya menggeleng lagi. Sampai akhirnya jam perkuliahan kami pun sudah selesai. Dimana aku pergi meninggalkan kampus dengan langkah terburu-buru.


"Agatha!" Suara itu membuat langkahku terhenti.


"Yah?" Di depanku saat ini ada Mikael berdiri. Aku bahkan tak menoleh pun sudah tahu jika suara itu adalah suaranya.


"Ini makan siang dari Mamah ku. Buat kamu jangan nggak di makan yah? Ini spesial katanya. Mamah juga nanyain kamu kapan mau main ke rumah?" Setelah mengatakan hal demikian Mikael meninggalkan aku dengan mengusap kepalaku.


Selama perjalanan ke kantor pikiranku terasa penuh. Takut memikirkan bagaimana kisah akhir hubunganku dengan Mikael nanti. Sampai di dalam ruang kerja aku menikmati bekal yang di berikan teman priaku. Masakan daging rendang dari mamahnya Mikael benar-benar enak. Setiap suapan makan aku tak henti memikirkan diriku yang sangat jahat.

__ADS_1


Tak lama suara ponselku berdering tanda pesan masuk. Ternyata pesan dari Mikael.


"Bagaimana, Tha? Masakan Mamahku enak kan?" tanyanya yang segera ku balas.


"Iya enak banget malah. Sampein terimakasih sama Mamah kamu yah?" jawabku di pesan itu.


Beberapa kali kami saling berbalas pesan hingga akhirnya aku tak lagi membalasnya. Aku memilih fokus bekerja membantu kerjaan Papi. Sore nanti aku berniat untuk menuju butik Mami. Kedua orangtuaku benar-benar pasangan yang sangat perfect. Mereka sama-sama sukses dalam karirnya.


"Gara bagaimana kabarnya yah? Dia pasti baik-baik saja. Kan ada pacarnya yang mengurus sekarang." tuturku dalam hati bertanya dan menjawab sendiri. Tak sadar tanganku bergerak mengotak atik ponsel hingga terlihat wajah Gara yang terlelap dengan foto dari orang lain.


"Tidur yang nyenyak, Honey." Tulisan yang terlihat di story instagram milik wanita yang di post ulang oleh Gara.

__ADS_1


Aku begitu syok mendapati foto Gara. Itu artinya mereka semalam tidur di kamar yang sama. Aku menggeleng tak percaya melihat pergaulan adikku. Marah cemburu jelas ku rasakan. Marah sebab Gara yang selama ini menjadi pria baik-baik bisa melakukan hal sejauh itu. Cemburu jelas aku rasakan bagaimana bisa Gara yang selalu seperti orang gila jika bertemu denganku justru di sana bermain gila dengan wanita yang entah siapa itu.


"Aku nggak bisa biarkan ini. Gara benar-benar keterlaluan!" umpat Agatha geram.


__ADS_2