
Setiap hari sejak hari itu aku mulai membuka hati untuk Mikael. Perasaanku pada Gara masih tetap ada namun tak ada lagi pikiranku pada adikku sendiri. Yang ku pikirkan sekarang hanya pernikahan yang menghitung jam lagi dan keadaan Papah yang juga ikut bahagia. Papi Raga benar-benar memberikan kehidupan untukku dan Papah dengan sangat baik. Mikael yang sering membawa Papah jalan tanpa aku ikut, perlahan membuatku yakin jika ia pria yang tepat ku pilih.
“Mik, terimakasih yah.” ucapku ketika kami berada di kamar pengantin.
Baru saja pernikahan kami berlangsung dan kini waktunya kami beristirahat untuk kembali ke acara malam nanti.
“Jangan berterimakasih. Itu sudah kewajibanku, Agatha. Semua yang aku lakukan demi hubungan kita.” Aku tersenyum mendengarnya.
“Papah kamu adalah Papahku juga. Aku senang bisa menemukan teman yang cocok untuk ku ajak berbicara segala hal. Itu sebabnya aku nyaman ketika bersama Papah.” Ku peluk erat tubuh Mikael suamiku.
Hari ini statusku telah berubah. Hari bahagia telah menjadi saksi ketika aku menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai. Tapi, aku yakin hatiku perlahan pasti akan mencintai Mikael.
Satu hal yang tidak membuatku bahagia, di hari pernikahanku Gara tak hadir. Ia justru berlibur ke Paris bersama kekasihnya. Mungkin Gara berusaha menghibur dirinya atau justru memang acara ini sangat tidak penting menurutnya untuk hadir.
__ADS_1
Papi dan Mami bahkan marah pada Gara karena memilih liburan dengan kekasihnya dari pada menghadiri acara pernikahanku.
“Tha, apa adikmu itu memang suka melawan seperti itu dengan Papi dan Mami?” tanya Mikael penasaran tentang Gara.
“Dulunya sih nggak, Mik. Tapi, mungkin karena sekarang dia sudah mengenal cinta.” jawabku santai.
Mikael tidak tahu jika hatinya terasa sedikit ngilu ketika membahas Gara. Bayanganku disana Gara sudah berbuat di luar batas dengan kekasihnya.
***
Tubuh rampingku dengan balutan gaun indah terus menjadi pusat perhatian dari suamiku. Mikael menatap dari belakang melalui pantulan cermin.
Tak hanya dia yang terpukau atas penampilanku. Aku pun begitu, suamiku benar-benar tampan dengan penampilan rapinya malam ini. Kami berdua bergandengan tangan berjalan menuju pelaminan.
__ADS_1
Tak hentinya air mataku jatuh melihat banyaknya wajah bahagia yang menyambut kami malam ini. Mikael yang terus di sampingku membuat aku berjanji pada diriku sendiri.
“Aku tidak akan berkhianat, aku akan mencintai suamiku dengan sepenuh hati. Mikael adalah pria yang aku pilih dan tidak akan ku tinggalkan. Aku akan menjadi istrinya yang baik dan patuh.”
Itulah kisah perjalanan hidupku yang sangat dramatis. Kisah cintaku yang begitu besar harus ku korbankan demi kebahagiaan kedua orang yang sudah membesarkan aku dengan penuh cinta mereka.
Jika takdir kembali memberikan pilihan, aku akan tetap kembali memilih jalan cerita ini. Sebab kehadiran Mami dan Papi sudah menyempurnakan hidupku yang tidak besar dengan kedua orangtua kandung.
Sampai pada titik akhir aku melabuhkan harapan besar pada pria yang ku yakini mampu membuat cinta yang baru di hatiku tumbuh. Dan mengubur cinta yang lama. Kehadiran Papah seolah menjadi pelengkap kebahagiaan yang selama ini selalu aku rasa kurang.
Aku sangat bahagia!
Agatha…
__ADS_1