Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu

Sepenggal Masa Lalu Di Putih Abu-abu
Penemuan Dari Rafa


__ADS_3

Sebuah laboratorium saat ini menjadi tempat tujuan terakhir Tasha bersama Rafa menghentikan mobil. Mulanya hanya Rafa saja yang turun sementara Tasha tampak berdiam diri di dalam mobil. Tak ada perintah untuknya maka wanita itu pun tidak akan mau turun. Hingga terdengarlah suara panggilan dari samping jendela mobil.


"Ayo turun." teriaknya. Tasha yang masih dalam keadaan memajukan bibirnya segera melangkah turun dengan wajah menekuk.


Tentu saja rasanya Tasha begitu kesal sebab tujuannya hari ini adalah menyelesaikan permasalahan yang ada. Namun, Rafa justru menghambat semua waktunya. Sekarang justru mereka berada di tempat yang sama sekali tak menarik bagi Tasha.


"Aku tidak ada perlu berada disini. Sudahlah sebaiknya aku pergi sendiri saja. Dan kau urus saja keperluanmu di sini. Buang-buang waktu saja." kesal Tasha hendak melangkah pergi.


Rafa yang bukan pria suka bicara banyak tak ingin mengulur waktu. Pria itu memilih untuk pergi dan menarik cepat tangan Tasha. Beberapa kali Tasha melihat Rafa yang mendapatkan sapaan dari orang-orang di tempat itu dengan wajah yang sangat hormat. Bisa di lihat jika pria bersamanya saat ini bukan hanya sekedar dokter. Begitu banyak yang mengenalinya kecuali Tasha yang mengira Rafa adalah bodyguard dari Bu Dewi.

__ADS_1


"Jangan buang-buang waktu dengan menatapku. Lihat ini." pintah Rafa setelah cukup lama keduanya berada di ruang khusus yang bisa Tasha tebak adalah pengujian berbagai macam produk.


Lamunan yang entah sejak kapan di mulai akhirnya Tasha terkejut. Keningnya mengerut dalam melihat satu beberapa botol sudah ada di hadapannya dan juga beberapa bahan yang entah kapan di bawa kesana. Teringat jelas jika beberapa barang itu sebelumnya berada di pabrik.


"Apa tujuanmu mencampurkan barang ini dengan produk yang di jual? Apa untuk mempercepat pergerakan laku penjualan? Apa kau sudah memikirkan ini semua berakibat fatal dengan perusahaan ibu ku?" sentak Rafa menatap tajam Tasha.


Melihat hasil dari keterangan di kertas itu tentu saja Tasha menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu dengan campuran seperti ini. Apa maksudnya berbicara seperti itu? Aku hanya tahu dalam mendesain dan memilih kain. Aku tidak tahu sama sekali dengan bahan-bahan seperti ini untuk di campur pada kain. Jangan menuduhku seperti itu." tutur Tasha.


Setelah panjang lebar berbicara demikian Tasha bisa melihat jika Rafa hanya mampu terdiam saja. Pria itu tak dapat lagi bersuara bahkan ia tengah berpikir saat ini, tanpa sadar jika Tasha justru sudah tidak ada lagi di depannya. Wanita itu sudah pergi entah kemana ia membawa emosinya saat ini.

__ADS_1


Siapa yang tidak emosi jika bekerja dengan jerih payah sendiri justru di tuduh dengan hal yang sangat di luar dugaan. Tasha bahkan bukan wanita yang memohon untuk bekerja sama dengan sang ibu. Justru Bu Dewi lah yang begitu menginginkan kerja sama dengan Tasha saat ini.


Di detik berikutnya Rafa kaget saat mendengar suara ponsel di saku jas miliknya terdengar berdering. Satu nama yang tampil di layar itu. Yaitu sang ibu.


"Raf...ada apa ini? Pabrik kenapa di tutup? Kata Romi kamu yang perintah? Kenapa tidak jelaskan ke ibu dulu?" Bu Dewi yang baru saja tiba di pabrik tentu saja terperangah melihat keadaan yang sama sekali tidak menunjukkan adanya pekerja yang aktif. Mereka semua di kumpulkan dalam satu ruangan yang begitu luas tanpa di perbolehkan keluar sampai adanya perintah.


"Eh iya, Bu. Aku menemukan sesuatu yang janggal. Ibu sebaiknya di sana saja dulu. Aku akan segera tiba. Yang jelas wanita itu sudah membuat ibu lalai saat ini." Panggilan pun terputus usai Rafa mengatakan hal tersebut pada Bu Dewi.


"Wanita? Wanita siapa yang di maksud Rafa? Apa Tasha? Aduh ada apa sih ini?" Pusing sendiri saat menduga-duga akhirnya Bu Dewi berinisiatif menghubungi Tasha namun berapa kali panggilannya tersambung tak juga di angkat oleh sang pemilik ponsel.

__ADS_1


***********


hai semua maafyah authornya telat update. Lagi persiapan empat puluh hari ayah yang baru meninggal. Di usahakan berikutnya akan kembali update yang banyak.


__ADS_2