SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
KEPERCAYAAN 4


__ADS_3

"Pasca meninggalnya almarhum, mata pencarian ibu apa untuk menghidupi keluarga?" Tanya Mardan kepada istri almarhum Sukirman.


"Ga ada pak. Sejak meninggal suami saya, uang santunan dari perusahaan itu yang saya pergunakan pak" Jawab istri almarhum Sukirman.


Mardan diam seperti memikirkan sesuatu usai mendengar penjelasan istri almarhum Sukirman. Istri dan putra almarhum Sukirman juga hanya diam melihat Mardan yang terlihat seperti sedang berpikir dihadapan mereka.


Setelah beberapa saat diam, akhirnya Mardan bertanya "Kalau dua ratus juta itu nanti diserahkan oleh pihak PT. Naga Terbang Berjaya kepada ibu, akan ibu gunakan untuk apa?", kepada istri almarhum Sukirman.


"Rencana saya mau buka grosir pak" Jawab istri almarhum.


Mendengar jawaban istri almarhum Sukirman barusan, Mardan tersenyum lalu berkata "Bagus. Pergunakan uang itu nanti dengan sebaik-baiknya".


"Untuk modal usaha itu juga bagus. Hasilnya bisa untuk biaya hidup dan biaya pendidikan adik-adik si Wili. Untuk biaya kuliah Wili biar saya yang tanggung".


Wili dan ibu nya terlihat kaget mendengar ucapan Mardan barusan. Wili dan ibunya seperti tidak percaya mendengar ucapan Mardan.


"Serius pak?" Tanya Wili kepada Mardan.


"Iya pak. Apa saya tidak salah dengar, baik mau membiayai kuliah anak saya Wili?" Tanya istri almarhum Sukirman kepada Mardan, memastikan.


Mardan tersenyum sebelum menjawab "Benar bu".


"Tapi kamu harus berjanji, kamu harus benar-benar giat belajar. Dalam empat tahun setengah kamu harus mampu menyelesaikan kuliah kamu. Lewat dari empat tahun setengah, saya tidak mau tahu lagi" Kata Mardan kepada Wili.


"Saya berjanji pak" Jawab Wili dengan wajah ceria dan perasaan gembira.


"Ya sudah, kalian sudah bisa pulang. Tunggu kabar dari saya mengenai masalah kalian ini" Kata Mardan kepada Wili dan ibunya.


Setelah berpamitan kepada Mardan, Wili dan ibunya langsung meninggalkan kantor Partai Panca Karya. Selang beberapa menit Mardanpun keluar dari ruang kerjanya, juga meninggal kan kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara.


Keesokan harinya Mardan memanggil pengurus Partainya yang membidangi masalah Hukum untuk membicarakan masalah ABK yang tidak mendapatkan haknya dari perusahaannya bekerja, sesuai dengan ketentuan Negara Republik Indonesia.

__ADS_1


"Kau kirim dulu surat Somasi ke PT. Naga Terbang Berjaya, minta mereka segera keluarkan santunan almarhum pak Sukirman sesuai dengan peraturan pemerintah Jim" Kata Mardan kepada Ketua Bincang Hukum Partai Panca Karya Sumatera Utara yang bernama Jimmy itu.


"Siap ketua. Berapa lama paling lambat kita beri waktu jawaban dari mereka ketua?" Tanya Jimmy kepada Mardan.


"satu kali dua puluh empat jam saja. Jangan lama-lama. Besok harus sudah ada jawaban dari mereka. Kalau belum ada jawaban maka langsung buat laporan ke Polisi dan Disnaker Sumatera Utara".


"Siap ketua" Kata Jimmy menanggapi ucapan Mardan.


"Oh iya. Kau selidiki juga. Ada ga kasus yang sama seperti yang di alami keluarga almarhum pak Sukirman ini di PT. Naga Terbang Berjaya, dan perusahaan Kapal lainnya" Perintah Mardan lagi kepada Jimmy.


"Siap ketua" Balas Jimmy sembari tersenyum.


"Kalau tidak ada perintah lagi, saya izin ke ruangan saya untuk buat surat Somasi ke PT. Naga Terbang Berjaya ketua" Kata Jimmy lagi kepada Mardan.


"Silahkan" Balas Mardan.


Jimmy langsung bergegas meninggalkan ruang kerja Mardan, dan langsung ke ruang kerjanya. Di dalam ruang kerjanya Jimmy terlihat membuka Laptop yang ada di atas meja kerjanya untuk membuat surat Somasi yang akan di kirim ke PT. Naga Terbang Berjaya.


A Cun yang memperkenalkan Jimmy kepada Mardan. Jimmy sudah lama berteman dengan A Cun.


Jiwa Sosial Jimmy juga cukup tinggi. Itu sebabnya dia senang bergabung dengan Partai Panca Karya yang aktif membantu masyarakat tanpa menerima bayaran sepersen pun.


Meski demikian, tidak sedikit orang-orang kaya yang memakai jasanya sebagai kuasa hukum di pengadilan. Banyaknya kasus yang di menangkannya membuat dia menjadi salah satu pengacara terkaya di Sumatera Utara.


Usai membuat surat Somasi, Jimmy memanggil salah seorang anggotanya di bidang hukum Partai Panca Karya Sumatera Utara. Anggota Jimmy tersebut bernama Kurnia, juga seorang pengacara.


"Kau antar kan surat ini ke PT. Naga Terbang Berjaya. Kalau pimpinannya ada, usahakan kau ketemu sama dia, dan sampaikan dalam waktu dua puluh empat jam harus sudah ada jawaban" Perintah Jimmy kepada Kurnia.


"Siap ketua" Kata Kurnia menanggapi perintah ketuanya, lalu bergegas keluar dari ruang kerja Jimmy.


Dengan mengendarai mobilnya sendiri, Kurnia keluar dari area kantor Partai Panca Karya menuju kantor PT. Naga Terbang Berjaya untuk mengantar kan surat Somasi resmi dari Partai Panca Karya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Kurnia tiba di kantor PT. Naga Terbang Berjaya yang terletak di pelabuhan Belawan. Kantor PT. Naga Terbang Berjaya terlihat cukup megah.


Seorang satpam terlihat menghampiri Kurnia saat dia keluar dari dalam mobilnya. Saat sudah mendekat, satpam tersebut bertanya "Ada yang bisa saya bantu pak?"


"Saya mau menyampaikan surat ini kepada pimpinan PT. Naga Terbang berjaya" Jawab Kurnia.


"Bapak sudah buat janji?" Tanya satpam itu lagi.


"Saya belum membuat janji. Saya salah seorang pengacara Partai Panca Karya, dan saya di utus kesini untuk menyampaikan surat Somasi ini kepada pimpinan kalian" Jawab Kurnia.


Mendengar nama Panca Karya, satpam tersebut terdiam, dan wajahnya seketika pucat. Sambil berpura-pura bersikap tenang, satpam itu berkata "Baik pak. Bapak bisa masuk kedalam, dan tunggu saya sebentar di ruang tunggu".


Saya akan menghadap Manager untuk menyampaikan kedatangan bapak kepada beliau" Kata Satpam itu lagi.


"Oke" Balas Kurnia menuruti ucapan satpam itu.


Kurnia mengikuti langkah satpam tersebut dari belakang masuk kedalam gedung kantor PT. Naga Terbang Berjaya. Tiba di dalam gedung TP. Naga Terbang Berjaya, Kurnia langsung masuk kedalam ruang tunggu untuk menunggu informasi selanjutnya dari satpam tersebut.


Beberapa menit kemudian, satpam tersebut terlihat berjalan agak terburu-buru masuk kedalam ruang tunggu untuk menemui Kurnia. Saat mendekatinya, Kurnia langsung bertanya "Bagaimana?" kepada satpam itu.


"Manager Andi meminta saya untuk mengantarkan bapak keruangan nya pak. Ayo ikut saya" Jawab satpam itu sembari tersenyum.


"Oke" Kata Kurnia menanggapi ucapan satpam itu, sembari bangkit dari duduknya.


Kurnia kembali mengikuti langkah satpam itu dari ruang tunggu hingga depan pintu ruang manager PT. Naga Terbang Berjaya.


Setelah satpam tersebut membukukan pintu ruang kerja managernya, Kurnia langsung masuk kedalam. Sedangkan satpam tersebut bergegas kembali ke pos satpam untuk kembali menjalankan tugasnya.


Di dalam ruang kerjanya, manager PT. Naga Terbang Berjaya langsung menyambut Kurnia dengan dengan ramah. Saat menjabat tangan kurnia dia berkata "Sugeng pak".


"Kurnia" Balas Kurnia sembari tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2