SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MARDAN RESMI JADI KETUA PANCA KARYA SUMUT


__ADS_3

Minggu Sore function room Hotel Admadja Residance sudah terlihat penuh dengan tamu undangan yang hadir dalam acara pelantikan Ketua Panca Karya Sumatera Utara. Wanti tampil memukau di panggung bersama dengan Band nya. Mardan duduk di sofa paling depan menghadap panggung.


Disebelah kanan Mardan sengaja dikosongkan untuk tempat duduk Wanti kembali nanti usai manggung. Disebelah kanan tempat duduk Wanti yang masih kosong itu terlihat Haiden yang duduk disampingi oleh Melani.


Di sebelah kanan Melani duduk Jenderal Sulistyo, istrinya, Aryo dan Wanda. Di sebelah kiri Mardan duduk Gubernur Sumatra Utara bersama adiknya A Cun.


Di sebelah kiri Acun ada Marwan, Fani, Suherman dan Rani. Pengurus lama Panca Karya Sumatera utara dan seluruh Ketua, Sekertaris dan Bendahara Panca Karya Kabupaten/Kota se Sumatra Utara tampak sudah hadir di function room itu.


Kakek Haiden yang tidak terlihat ada di


Function room itu. Tapi cukup banyak kolega kakek Haiden yang datang karena memang di undang oleh Haiden.


Setelah tampil membawakan tiga lagu, Wanti turun dari atas panggung dan langsung duduk mendampingi Mardan. Sementara itu personil Band Wanti duduk-duduk di belakang panggung bersama kru.


Tidak lama kemudian pembawa acara yang ada di atas panggung usai penampilan Wanti dan Band nya tadi memanggil Haiden untuk memberi kata sambutan selaku Ketua Umum Panca Karya. Tepuk tangan dari seluruh orang yang berada dalam ruang function room itu mengiringi langkah Haiden dari tempat duduknya hingga ke atas panggung.


Haiden mengucapkan terima kasih kepada semua undangan yang berkenan hadir dalam pelantikan Ketua Panca Karya Sumatera Utara itu. Dia juga sempat menyampaikan harapannya kepada Panca Karya saat di pimpin oleh Ketua Baru nantinya.


Di atas panggung itu Haiden terlihat seperti seorang politikus Profesional. Semua mata menatap kagum padanya, termasuk Jendral Sulistyo, Aryo, Wanda, Melani, dan sahabat-sahabat nya.


Setelah memberi kata sambutan, Haiden langsung melantik Mardan sebagai Ketua Panca Karya tingkat Provinsi Sumatera Utara. Riuh tepuk tangan menggema saat Mardan di lantik oleh Haiden sang Ketua Umum Panca Karya.


Setelah di lantik, Marwan langsung berpidato sebagai Ketua Panca Karya Sumatera Utara. Dia sempat menyampaikan visi dan misi nya ke depan selama dia menjabat sebagai ketua.


Wanti tampak bangga melihat kekasihnya itu mampu berpidato dengan baik. Mardan tidak terlihat canggung saat menyampaikan semua hal yang perlu dia sampaikan kepada seluruh anggotanya mulai dari pengurus Provinsi hingga seluruh Ketua, Sekertaris dan Bendahara Panca Karya di Kabupaten/Kota se_Sumatra Utara.


Usai mendengarkan pidato dari Mardan yang kini resmi menjadi Ketua Panca Karya Sumatera Utara, kini saatnya semua yang hadir dalam acara tersebut mendengarkan pidato dan ucapan selamat buat Mardan dari A Cin, Gubernur Sumatera Utara. Abang kandung A Cun itu bangkit dari duduknya setelah mendengar namanya dipanggil pembawa acara, lalu berjalan naik keatas panggung di iringi riuh tepuk tangan dari semua orang yang ada di dalam ruang function room itu.


Gubernur A Cin tidak lama berada di atas panggung. Dia hanya menyampaikan kata selamat ke pada Mardan sang Ketua Panca Karya yang baru, serta berharap organisasi kepemudaan Panca Karya bisa bekerja sama dengan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara dalam berbagai macam hal demi kemajuan Provinsi Sumatera Utara.

__ADS_1


Setelah Gubernur A Cin turun dari atas panggung, acara di lanjutkan dengan berbagai macam hiburan. Mulai dari musik, tarian hingga penampilan seorang Stand Up Comedy yang sedang Viral.


Usai acara pelantikan, Gubernur A Cin meminta adik nya A Cun untuk menyampaikan pesan ke pada Haiden, bahwa dirinya ingin berbicara empat mata. Haiden meminta manager Hotel menyiapkan kamar khusus untuknya dan Gubernur A Cin setelah menerima pesan dari A Cun langsung.


"A Cun mengatakan ketua Haiden akan membangun lokalisasi segala hiburan termasuk judi dan prostitusi di pulau sembilan. Benar itu ketua?" Tanya Gubernur A Cin kepada Haiden, didalam kamar khusus yang di pesan Haiden tadi.


Haiden tersenyum lalu menjawab "Benar Pak Gub. Sebenarnya proyek tersebut ide calon mertua saya. Dan saya harap Pak Gub bisa membantu proses izin nya agar bisa segera terlaksana nantinya".


Gubernur A Cin tersenyum sebelum membalas "Mudah itu ketua. Tapi apa untung nya buat saya ketua?".


Mendengar ucapan Gubernur A Cin barusan, Haiden tertawa lalu berkata "Satu Persen Saham saya berikan ke Pak Gub. Kalau Pak Gub mau nambah saham boleh".


Mendengar ucapan Haiden, Gubernur A Cin tampak gembira. Sebab satu persen dari usaha raksasa jangka panjang itu sudah cukup besar, apa lagi itu cuma-cuma.


"Serius ini kan ketua?" Tanya Gubernur A Cin lagi memastikan.


"Untuk urusan bisnis saya tidak pernah bercanda Pak Gub" Jawab Haiden sembari tersenyum.


"Yang bisa saya bagikan hanya lima puluh persen. Karena satu persen sudah saya beri pada Pak Gub maka yang bisa dibeli oleh siapapun tinggal empat puluh sembilan persen saja" Jawab Haiden.


"Oh begitu. Baik lah, nanti saya coba hitung-hitungan tabungan saya dulu untuk memastikan berapa persen saya mampu membeli untuk menambah saham saya yang satu persen itu" Kata Gubernur A Cin menanggapi jawaban Haiden tadi.


"Boleh Pak Gub" Jawab Haiden sembari tersenyum.


Usai berbicara empat mata dengan Gubernur A Cin, Haiden langsung menemui Jenderal Sulistyo dan istrinya, Aryo dengan Wanda, juga Melani beserta sahabat-sahabat nya di Resto Hotel Admadja Residance. Sedangkan Gub A Cin langsung meninggal kan Hotel Admadja Residance bersama adiknya A Cun.


"Jadi kapan kamu mulai keliling Indonesia untuk menemukan gudang pembuatan dan penyimpanan narkoba milik Johan Den?" Tanya Jenderal Sulistyo kepada Haiden.


"Secepatnya Om. Tapi setelah masalah dugaan korupsi di perusahaan di perusahaan terbongkar Om" Jawab Haiden.

__ADS_1


Jenderal Sulistyo tampak mengangguk anggukkan kepalanya sebelum berkata "Kamu harus bisa selesaikan masalah di perusahaan Admadja Grup Yo" kepada Aryo.


"Siap Jenderal" Jawab Aryo.


"Setelah itu kamu dampingi Haiden keliling Indonesia untuk menemukan gudang-gudang pembuatan dan penyimpanan narkoba itu. Juga cari tahu ada atau tidak keterlibatan pejabat dan penegak hukum" Kata Jenderal Sulistyo lagi Kepada Aryo yang duduk dihadapan Jenderal Sulistyo di seberang mejanya bersama Wanda.


"Siap Jenderal. Saya pasti tidak akan mengecewakan Jenderal" Jawab Aryo dengan tegas.


"Om jangan terlalu keraslah pada mas Aryo" Kata Haiden tiba-tiba di sela pembicaraan antara Jenderal Sulistyo dengan Aryo.


Jenderal Sulistyo mengernyit kan dahinya lalu bertanya "Memang nya kenapa Den?".


Haiden tersenyum lalu menjawab " Beberapa bulan lagi mas Aryo jadi abang ipar Melani. Tahun depan setelah kami wisuda, Haiden dan Melani akan menikah. Itu artinya mas Aryo bakal jadi keponakan Om juga".


"Loh. Jadi si Wanda dengan Melani ini kakak beradik?" Respon Jenderal Sulistyo setelah mendengar penjelasan Haiden.


"Iya Om. Kak Wanda kakak sepupu Melani" Jawab Balas Haiden.


Jenderal Sulistyo tersenyum lalu berkata "Bagus kalau begitu. Aryo ini orang kepercayaan Om di kepolisian Den. Sebentar lagi jadi keponakan Om juga".


"Yang harus kamu tahu, Om tidak pernah terlalu keras pada Aryo. Sikap Om seperti saat ini hal yang wajar di kesatuan. Tanya saja Aryo kalau kamu ga percaya" Kata Jenderal Sulistyo lagi kepada Haiden.


Haiden tersenyum sebelum membalas "Haiden tahu kok. Haiden cuma pengen kasih tahu saja sebenarnya, bahwa mas Aryo ini calon ipar-iparan Haiden om".


"Oh... begitu toh. Iya terima kasih kalau begitu. Om senang kok mendengar nya" Kata Jenderal Sulistyo membalas ucapan Haiden.


"Kamu boleh panggil saya Om mulai saat ini saat diluar dinas Yo" Kata Jenderal Sulistyo kepada Aryo.


"Siap Jenderal" Jawab Aryo dengan sikap tegas.

__ADS_1


"Kan sudah saya bilang panggil Om kalau diluar dinas. Sikapmu biasa saja, jangan seperti di kesatuan" Kata Jenderal Sulistyo menanggapi sikap aryo barusan.


"Siap Om" Balas Aryo yang membuat mereka semua tertawa termasuk dirinya sendiri.


__ADS_2