
Berkat adanya Aryo, Kasus dugaan adanya oknum yang melakukan Korporasi di perusahaan Admadja Grup cepat di tindak lanjuti oleh pihak Polda Sumatera Utara. Hal tersebut tentu tidak lepas dari campur tangan Jenderal Sulistyo di belakang layar.
Dalam waktu empat hari, setelah Aryo terlibat langsung turut mengusut kasus dugaan adanya tindakan korupsi di perusahaan Admadja Grup itu, beberapa orang pimpinan di perusahaan dibawah naungan Admadja Grup ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, Direktur Admadja Grup cabang Sumatera Utara yaitu Direktur Anto juga di tetapkan sebagai tersangka otak dari tindak pidana korupsi di perusahaan raksasa itu. Saat penangkapan terhadap para tersangka, Haiden menghubungi kakeknya untuk melaporkan bahwa dugaan kakeknya itu benar.
"Bagus. Upayakan mereka semua di hukum berat, biar menjadi contoh buat karyawan yang lainnya" Kata tuan besar kepada cucunya itu lewat Handphone nya.
Saat ini tuan besar sedang berada di kamar dalam salah satu Hotel mewah di Australia. Tuan besar mendapat tawaran kerja sama memproduksi mobil terbang dari perusahaan mobil ternama asal Australia.
"Siap kek" Jawab Haiden yang terdengar fisik Handphone tuan besar.
"Kakek kapan pulang? Kangen Haiden loh" Tanya Haiden kepada tuan besar.
Tuan besar tersenyum sebelum menjawab "Dua tiga hari lagi kakek pulang".
"Beneran kek?" Tanya Haiden lagi sembari fokus menyetir mobilnya, melaju ke arah kantor Polisi Daerah Sumatera Utara.
"Iya" Jawab tuan besar, terdengar di Handphone Haiden.
"Ya uda kek. Haiden tutup dulu telepon nya ya. Haiden lagi di jalan ke POLDA ni" Kata Haiden kepada kakeknya itu.
Haiden langsung menutup pembicaraan setelah tuan besar menjawab "iya". Selanjutnya Haiden kembali fokus melanjutkan perjalanannya ke POLDA bersama Mardan, mengikuti Polisi yang sedang membawa tersangka tindak pidana korupsi di perusahaan Admadja Grup.
Aryo berada bersama para Polisi di depan mobil Haiden, sedangkan dua mobil pengawal Haiden mengikuti di belakang mobil Haiden. Melani, Wanti, Suherman, dan Marwan belum mengetahui kabar penangkapan tersangka korupsi di perusahaan Admadja Grup tersebut, karena mereka berempat saat ini masih mengikuti mata kuliah di kelas masing-masing.
Di kantor Polisi Daerah Sumatra Utara, semua tersangka pelaku korupsi di perusahaan Admadja Grup itu langsung di masukan ke dalam kurungan Polisi, sebelum kembali di Interogasi satu persatu. Haiden dan Marwan kembali di mintai keterangan oleh pihak kepolisian sebelum mereka berdua pergi meninggalkan kantor Polisi Daerah Sumatera Utara.
"Sekarang kemana kita bro?" Tanya Marwan kepada Haiden yang sedang fokus menyetir mobilnya.
"Kita jalan Sisingamangaraja" Jawab Haiden.
"Ngapain bro?" Tanya Mardan lagi.
"Ada yang mau ku tunjukkan ke kau" Jawab Haiden sembari tersenyum.
__ADS_1
Tiba di jalan Sisingamangaraja, Haiden memasukan mobilnya ke area gedung yang cukup megah. Setelah mobil terparkir, Haiden keluar dari dalam mobil, di ikuti Mardan yang juga ikut keluar dari dalam mobil.
Mardan berjalan lalu berdiri di samping Haiden kemudian berkata "Bangunan kosong ni bro".
"Mau ngapain kita kesini bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.
Haiden tersenyum sebelum menjawab "Kantor Panca Karya Sumatera Utara yang lama itu kan ngontrak, dan sudah akan habis masa kontrak nya. Gedung ini baru aku beli kemarin untuk kantor Panca Karya Sumatera Utara yang baru".
"Jadi kau aturlah kantor kau ini dengan pengurus lainnya" Kata Haiden lagi.
"Siap tuan muda" Jawab Mardan dengan gembira.
"Besok mulai kau cari informasi dari pengurus lama, di mana gudang pembuatan dan penyimpanan Narkoba milik Johan yang berada disini. Cari tahu juga, ada ga pejabat dan aparat yang terlibat dalam bisnis Narkoba ini" Kata Haiden kepada Mardan.
"Siap. Besok aku akan kumpulkan semua anggota Panca Karya untuk menyusun kepengurusan yang baru, sekaligus mencari informasi mengenai narkoba ini" Kata Mardan membalas ucapan Haiden tadi.
"Sip" Kata Haiden menanggapi ucapan Mardan.
"Oh iya bro. Kalau Suherman dan Marwan ku masukkan dalam kepengurusan Panca Karya Sumatera Utara gimana menurut mu?" Tanya Mardan kepada Haiden.
Mendengar ucapan Haiden, Mardan mengangguk anggukkan kepalanya lalu berkata "Baiklah kalau gitu".
"A Cun saja kau jadikan pengurus" Kata Haiden kepada Mardan.
"Mau ga dia?" Tanya Mardan.
Haiden tersenyum lalu berkata "Jangan kau tanya aku. Kau hubungi dia, tanya mau ga dia jadi pengurus Panca Karya Sumatera Utara".
"Iya pula ya" Balas Mardan sembari menyengir.
Mardan mengambil Handphone dari dalam saku depan celananya lalu meminta nomor kontak A Cun kepada Haiden. Haiden pun mengambil Handphone. nya dari dalam saku depan celananya untuk melihat nomor kontak A Cun, karena dia tidak hafal berapa nomor A Cun.
Setelah melihat nomor kontak A Cun di daftar kontak dalam Handphone nya, Haiden langsung menyebutkan nomor kontak A Cun kepada Mardan. Setelah mencatat dan menyimpan nomor kontak A Cun di dalam daftar kontak di Handphone nya, Mardan langsung menghubungi A Cun.
"Hallo Cun" Kata Mardan saat terhubung dengan A Cun.
__ADS_1
"Siap perintah ketua" Balas A Cun yang berada di ruang kerja Showroom motor nya.
"Kau mau ga jadi pengurus Panca Karya Sumatera Utara" Tanya Mardan, terdengar di Handphone A Cun.
"Mau kali lah ketua" Jawab A Cun dengan wajah gembira.
"Oke. Kalau begitu kau ku jadikan bendahara saja ya?" Tanya Mardan sembari menatap wajah Haiden.
Mendengar ucapan Mardan kepada A Cun barusan, Haiden mengacungkan jempol nya kepada Mardan. Sementara A Cun menjawab "Siap ketua", terdengar di Handphone Mardan.
Setelah menutup pembicaraan dengan A Cun melalui Handphone nya tadi, Mardan bertanya pada Haiden "Kalau Marwan kita jadikan ketua Panca Karya Medan dan Suherman ketua Deli Serdang, bagaimana dengan ketua Medan dan ketua Deli Serdang yang masih menjabat saat ini bro?".
Haiden tersenyum sebelum menjawab "Kau jadikan ketua Medan dan ketua Deli Serdang saat ini menjadi pengurus Panca Karya Sumatera Utara".
Mardan mengernyitkan dahinya sembari bertanya "Kalau mereka berdua ga mu?" pada Haiden.
"Kalau mereka ga mau ya kau pecat saja" Jawab Haiden enteng.
"Oke. Kalu begitu, besok mereka berdua aku suruh hadir juga" Kata Mardan menanggapi ucapan Haiden.
Haiden menjawab dengan acungan dua jempol tangannya kepada Mardan. Setelah itu Haiden memberikan kunci gedung yang akan dijadikan kantor Panca Karya Sumatera Utara itu ke pada Mardan.
Baru saja Haiden menyerah kan kunci kepada Mardan, Handphone Haiden berdering tanda panggilan masuk. Haiden segera mengambil kembali Handphone nya dari saku depan celananya.
Ternyata itu panggilan dari Melani. Haiden langsung mengangkat Handphone dan berkata "Hallo Yank".
"Kamu dimana yank?" Tanya Melani yang berada di kantin.
"Di Sisingamangaraja yank" Jawab Hiden terdengar di Handphone Melani.
"Kamu ga jemput aku yank?" Tanya Melani.
"Ini baru mau kesana jemput kamu yank" Jawab Haiden.
"Oh ya uda. Aku tunggu di kantin ya" Kata Melani, terdengar di Handphone Haiden.
__ADS_1
"Oke yank" Balas Haiden sembari menutup Handphone nya sebelum masuk kedalam mobilnya bersama Mardan.