SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
EMPAT PENGAWAL BARU HAIDEN


__ADS_3

Meskipun Haiden lebih dulu bergerak dari rumahnya, namun Mardan lebih dulu tiba di perumahan khusus pengawal Haiden. Sebab jarak kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara ke perumahan khusus pengawal Haiden lebih dekat dari pada kantor Admadja Grup ke perumahan khusus pengawal Haiden.


Saat Haiden tiba di perumahan khusus pengawal nya, Mardan terlihat sedang berbicara dengan Bimo. Entah apa yang mereka berdua bicarakan Haiden belum mengetahui nya.


"Ngobrolin apa kalian berdua. Asyik kali ku lihat?" Tanya Haiden kepada Mardan dan Bimo.


Mardan menatap wajah Haiden lalu menjawab "Aku sudah lihat Video pertarungan mereka. Ternyata lumayan jogo juga mereka berempat bro".


Haiden tersenyum sebelum membalas ucapan Mardan "Ya aku juga sudah lihat. Makanya aku mau segera kesini, dan ngajak kau sekalian".


"Yok kita temui mereka" Kata Haiden mengajak Mardan untuk menghampiri Alwi, Danu, Raden dan Feri yang sedang berdiri tegak menanti kedatangan Haiden.


Mardan mengikuti langkah Haiden mendekati Alwi, Danu, Raden dan Feri di samping nya. Alwi, Danu, Raden dan Feri terlihat tegang ketika melihat Haiden dan Mardan mendekati mereka berempat.


"Siapa nama kalian?" Tanya Haiden saat bertatap muka dengan Alwi, Danu, Raden dan Feri.


Alwi, Danu, Raden dan Feri pun masing-masing menyebutkan nama mereka masing-masing untuk menjawab pertanyaan Haiden. Setelah mendengar Alwi, Danu, Raden dan Feri menyebutkan nama masing-masing secara bergantian, Haiden berkata "Mulai sekarang kalian menjadi pengawal saya".


"Tahu apa alasan utama saya mengangkat kalian menjadi pengawal saya?" Tanya Haiden kepadaAlwi, Danu, Raden dan Feri.


"Tidak tuan besar" Jawab


Alwi, Danu, Raden dan Feri nyaris bersamaan.


"Kalau kalian saya biarkan keluar dari perumahan ini, maka besar kemungkinan nyawa kalian akan melayang setelah menjadi buronan orang-orang yang menyuruh kalian untuk menculik istri dan anak-anak Mardan" Kata Haiden dengan jujur.


Alwi, Danu, Raden dan Feri terdiam mendengar penjelasan Haiden. "Ada benarnya juga dengan apa yang dikatakan tuan besar Haiden" Pikir Alwi dalam benaknya.

__ADS_1


Apa yang dipikirkan oleh Alwi tidak jauh berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh Danu, Raden dan Feri. Meskipun mereka terbilang cukup memiliki ilmu bela diri, tapi nyatanya mereka bisa dikalahkan oleh orang-orang misterius yang menyuruh mereka untuk menculik istri dan anak-anak Mardan.


"Mulai sekarang kalian berempat tinggal di perumahan ini. Keamanan jiwa kalian kini lebih terjamin" Kata Haiden kepada Alwi, Danu, Raden dan Feri.


Melihat Alwi, Danu, Raden dan Feri hanya diam saja tanpa merespon apapun atas ucapan Haiden barusan, Mardan berkata "Tapi kalau kalian menolak menjadi pengawal tuan besar Haiden juga tidak apa-apa. Kalian boleh tinggalkan perumahan ini sekarang juga".


"Saya bersedia ketua" Kata Alwi menanggapi ucapan Mardan.


"Saya juga bersedia ketua" Kata Raden kepada Mardan menyusul Alwi.


"Saya juga bersedia ketua. Tuan besar" Kata Danu Kepada Mardan dan Haiden.


"Saya juga bersedia ketua. Tapi ada yang mau saya tanya kan ketua. Tuan besar" Kata Feri kepada Mardan dan Haiden.


"Apa yang mau kamu tanyakan?" Tanya Haiden menanggapi ucapan Feri.


Mendengar pertanyaan Feri barusan, Haiden tertawa. Tawa Haiden tersebut pun di ikuti Mardan, seluruh anggota Partai Panca Karya dan seluruh pengawal Haiden yang berada di sana.


Usai menghentikan tawanya Haiden berkata "Tentu saja kalian di gaji. Lima belas juta akan kalian terima setiap bulan sebagai gaji pokok kalian".


Mendengar penjelasan Haiden itu, mata Alwi, Danu, Raden dan Feri terbelalak, mulut mereka ternganga tanpa mereka sadari karena terkejut mendengar besarnya gaji yang akan mereka terima setiap bulannya. Mereka tidak menyangka bahwa gaji pengawal Haiden sangat besar.


"Beneran tuan besar?" Tanya Alwi kepada Haiden dengan perasaan senang.


"Iya, itu gaji pokok kalian. Dan akan ada bonus-bonus tambahan bila kalian menjalankan tugas khusus nanti. Sekarang terserah kalian mau bekerja sebagai pengawal saya atau tidak" Jawab Haiden sembari memberi pilihan terakhir keoada Alwi, Danu, Raden dan Feri.


"Saya bersedia tuan besar" Jawab Alwi, Danu, Raden dan Feri nyaris bersamaan setelah mendengar ucapan Haiden kepada mereka.

__ADS_1


Haiden tersenyum mendengar jawaban Alwi, Danu, Raden dan Feri sebelum berkata "Baik. Mulai detik ini, kalian resmi menjadi pengawal saya".


"Terima kasih tuan besar" Ucap Alwi, Danu, Raden dan Feri setelah mendengar Haiden resmi mengangkat mereka menjadi pengawalnya.


Haiden menoleh untuk menatap Bimo lalu berkata "Sebelum bertugas, latih mereka sampai benar-benar siap untuk bertugas".


"Siap tuan besar" Jawab Bimo.


Alwi, Danu, Raden dan Feri harus menjalani berbagai pelatihan khusus sebelum bertugas, salah satu di antara adalah nge gym. Tubuh mereka harus terlihat kekar terlebih dahulu baru bisa bertugas bersama para pengawal Haiden yang lainnya.


Haiden memberikan sejumlah uang kepada anggota Partai Panca Karya yang sudah menjaga Alwi, Danu, Raden dan Feri beberapa hari, sebelum mereka meninggal perumahan khusus pengawalnya.


Setelah itu, Haiden dan Mardan pun pergi meninggalkan perumahan tersebut untuk bertemu dengan Gubernur A Cin dan Acun di Hotel Admadja Residance. Gubernur A Cin mengaku juga mendapat ancaman misterius setelah menolak untuk bergabung dengan lingkaran Oligarki.


Di lain tempat, Kurnia terlihat sedang berbicara dengan Manager PT. Naga Terbang berjaya. Manager Angga menawarkan uang seratus juta rupiah kepada Kurnia untuk menghentikan kasus almarhum ABK yang tidak mereka santuni sesuai dengan peraturan pemerintah.


"Meskipun anda tawari saya uang seratus miliar rupiah saya tidak akan menerima nya. Kalian pihak perusahaan harus bertanggung jawab sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku di Negara ini" Kata Kurnia dengan tegas menanggapi tawaran dari Manager Angga sebagai perwakilan PT. Naga Terbang Berjaya.


"Tapi pak. Kalau kami memberi santuan yang begitu besar kepada setiap keluarga ABK yang meninggal di Kapal maka kami rugi besar pak" Kata Manager anggota setelah mendengar tanggapan Kurnia sebagai perwakilan Partai Panca Karya yang di beri kuasa untuk menuntut PT. Naga Terbang Barjaya oleh keluarga almarhum pak Sukirman.


Kurnia tersenyum tipis mendengar ucapan Manager Angga lalu berkata "Kalau kalian merasa rugi, jangan mempekerjakan orang lain. Sekalian tutup saja perusahaan kalian".


Seperti mendapat jalan buntu, akhirnya Manager Angga berkata "Baiklah. Kalau begitu saya akan bicarakan lagi dengan Owner PT. Naga Terbang berjaya pak".


Mendengar ucapan Manager Angga barusan, Kurnia mengernyitkan dahinya lalu berkata "Saya mungkin masih bisa bersabar pak Manager. Tapi ketua saya, ketua Mardan sudah habis kesabaran nya".


"Begini saja. Anda telepon Owner anda sekarang, agar saya tahu apa jawaban pasti kalian" Kata Kurnia lagi kepada Manager Angga.

__ADS_1


__ADS_2