
Belum lama kampus Haiden di gemparkan oleh berita ditangkapnya Winda karena telah melakukan teror terhadap Melani dan Haiden, serta terungkapnya status Winda adalah putri dari Ketua Umum Gangster Panca Karya, kini kampus Haiden kembali di gemparkan oleh berita Haiden di lantik menjadi Ketua Umum Gangster Panca Karya menggantikan ayah Winda.
Seisi kampus benar-benar tidak menyangka sama sekali si Culun itu mendadak kaya raya, tampan dan kini mampu menjadi Ketua Umum dari Gangster yang cukup disegani dan di takuti se_Imdonesia. Haiden mampu menjadi seorang ketua Umum di Organisasi kepemudaan di usianya yang masih sangat muda, berstatus mahasiswa.
Setelah pelantikannya, Haiden berencana keliling Indonesia untuk bertemu dengan seluruh pengurus dan anggota Panca Karya di setiap Provinsi. Selain untuk memperkenalkan dirinya, dia juga berencana menemukan gudang-gudang pembuatan dan penyimpanan narkoba milik Johan yang selama ini dikelola oleh pengurus Gangster Panca Karya.
Namun sebelum itu, Haiden berencana akan melantik Mardan terlebih dahulu menjadi ketua Panca Karya Sumatera Utara. Saat ini Panca Karya Sumatera Utara tidak memiliki ketua pasca terbunuhnya Boy.
Tiga hari usai pelantikan Haiden sebagai Ketua Umum Panca Karya, Haiden bersama Melani dan sahabat-sahabatnya kembali ke Medan meninggalkan Jakarta. Tuan Besar juga kembali ke Macau untuk mengurusi urusannya yang belum tuntas, sehari sebelum keberangkatan Haiden ke Medan.
Saat akan terbang ke Medan dengan pesawat Pribadinya, Haiden bersama Melani dan sahabat-sahabatnya di antar oleh Jenderal Sulistyo dan Aryo. Haiden menyalami dan mencium tangan Jenderal Sulistyo, lalu memeluk nya sebelum menyalami Aryo.
Melani dan sahabat-sahabat Haiden yang lainnya juga menyalami dan mencium tangan Jenderal Sulistyo, kemudian menyalami Aryo sebelum masuk ke pesawat mengikuti langkah Haiden.
Di dalam pesawat Haiden berkata pada Melani yang berada di samping nya "Tahun depan kita kan Wisuda yank.Kayanya kita bisa cepat menyusul mas Aryo dan kak Wanda deh yank".
Melani menatap Haiden sembari tersenyum, lalu membalas "Yakin kamu yank?".
"Kalau akunya sih Yakin. Kamunya mau ga?" Jawab Haiden sembari balik bertanya.
Mendengar ucapan Haiden, Melani tersenyum, tangan kanannya mencubit mesra paha Haiden sembri berkata "Apa mungkin aku ga mau, pakai nanya aku mau apa enggak".
Haiden tertawa mendengar ucapan Melani barusan, lalu berkata "Asyik...! Asyik...! Asyik...!".
Tawa Haiden yang cukup besar tadi terdengar oleh sahabat-sahabatnya. Mereka semua menatap Kabin yang di duduki Haiden dan Melani, yang berada di depan mereka.
"Meriah banget ketawa mu Den. Lagi ngomongin apaan sih kalian?" Tanya Wanti yang duduk bersama Mardan dibelakang Kabin Melani dan Haiden.
"Ngomongin masa depan" Jawab Haiden yang terdengar dari balik Kabinnya.
__ADS_1
"Wihhh...! Mau nikah kalian Den?" Tanya Suherman menanggapi jawaban Haiden pada Wanti.
"Iya, usai Wisuda tahun depan rencananya kami akan menikah" Jawab Haiden dengan nada serius.
Wajah Melani merah merona mendengar ucapan Haiden barusan. Perasaannya berbunga-bunga mendengar keseriusan Haiden yang ingin menikahi nya nanti pasca mereka Wisuda.
"Mantap" Kata Wanti menanggapi ucapan serius Haiden tadi.
"Kamu ga lamar aku juga yank?" Kata Wanti bertanya kepada Mardan.
"Kerja dululah aku yank. Masa' tamat kuliah langsung nikahi kamu tanpa pekerjaan. Mau makan apa kita nanti sama anak-anak kita" Jawab Mardan serius.
Haiden yang mendengar ucapan Kardan menoleh kebelakang untuk menatap Mardan dan Wanti lalu berkata "Eee Mardon, Kau anggap apa aku?".
"Kenapa?" Balas Mardan.
"Selama aku masih hidup, kau ga perlu mikirin kerjaan. Kau mau kerja apa, atau bahkan kau mau buat usaha apa, bilang sama aku" Kata Haiden lagi dengan ucapan yang sangat serius.
"Siap salah tuan muda" Balas Mardan dengan nada bercanda.
"Kalau gitu, Siap Haiden menikah dengan Melani nanti, aku akan nikahi kamu yank" Kata Mardan kepada Wanti.
Ucapan Mardan itu mengundang tawa semua sahabatnya. Sambil tertawa Haiden kembali duduk seperti semula.
Saat kembali duduk seperti semula, Haiden mendapat Hadiah kecupan dari Melani. Setelah mengecup pipi Haiden, Melani berkata "I Love You yank".
Haiden tersenyum lalu membalas kecupan Melani. Dengan lembut Haiden mendaratkan bibirnya ke bibir Melani.
Melani membalas serangan bibir haiden dengan lembut juga, sehingga terjadilah pertarungan cinta seperti pertarungan ikan ****** di dalam toples. Pertarungan cinta mirip pertarungan ikan ****** yang dilakukan oleh Haiden dengan Melani itu tanpa terlihat oleh sahabat-sahabat mereka yang sedang duduk di Kabin masing-masing, dibelakang Kabin mereka berdua.
__ADS_1
Sesampainya di Medan, dari bandara Mardan, Wanti, Suherman, Rina, Marwan, dan Fani diantar ke rumah masing-masing oleh pengawal Haiden. Melani tidak langsung pulang ke rumah.
Haiden melani ke rumahnya terlebih dahulu. Rencananya Haiden sendiri yang akan mengantar Melani dari rumahnya dengan mobil pribadinya.
Tiba di rumahnya, Haiden dan Melani disambut oleh dua orang satpam dan dua orang pengawal. Saat turun dari mobil yang menjemput mereka tadi, dua orang satpam dan dua orang pengawal itu sedikit membungkuk lalu berkata secara bersamaan "Selamat kembali ke rumah tuan muda".
Haiden dan Melani tersenyum, kemudian Haiden berkata "Terima kasih", sembari berjalan masuk kedalam rumah dengan menggandeng tangan Melani dengan mesra.
Salah seorang pengawal bertanya "Itu tangan tuan muda beneran tatto?" pada Satpam dan pengawal lainnya.
"Pasti benarlah. ga mungkin tuan muda buat tatto bohongan" Balas pengawal yang satunya lagi.
Di dalam rumah Haiden dan Melani kembali di sambut oleh para asisten rumah tangga Haiden. Mereka bersikap seperti dua orang satpam dan dua orang pengawal diluar tadi, sedikit membungkuk sebelum mengatakan "Selamat kembali ke rumah tuan muda".
Haiden dan Melani tersenyum, kemudian Haiden membalas "Terima kasih".
"Bi tolong suruh pengawal atau satpam angkat koper saya ke kamar saya. Koper nona muda melani bawa ke ruang tamu saja" Kata Haiden ke salah seorang asisten rumah tangganya.
"Siap tuan muda" Jawab asisten rumah tangga itu sebelum dia berjalan keluar rumah untuk menyuruh dua pengawal tadi membawa koper Haiden kedalam rumah sesuai perintah Haiden tadi.
"Tuan muda mau disiapkan makanan?" Tanya asisten rumah tangga Haiden yang kainnya.
Haiden tidak langsung menjawab pertanyaan asisten rumah tangganya itu. Dia bertanya pada Melani "Kamu sudah lapar yank?".
"Lumayan sih. Kamu?" Jawab Melani sembari bertanya balik pada Haiden.
Haiden tidak menjawab pertanyaan Melani. Dia hanya tersenyum pada Melani lalu berkata pada asisten rumah tangganya "Ya uda bisa, siapkan kami makanan. Uda lapar kami".
"Siap tuan muda" Kata tiga orang asisten rumah tangga Haiden itu, kemudian beranjak pergi ke dapur meninggalkan Haiden dan Melani di ruang tamu.
__ADS_1