SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MISTERI PENYERANGAN TERHADAP WANTI 2


__ADS_3

Tiba di perumahan khusus pengawal Haiden, Mardan langsung masuk ke salah satu rumah kosong yang kini digunakan untuk menahan empat orang yang ingin menculik istri dan anak-anak Mardan.


Saat akan masuk kedalam rumah tersebut, dua orang pengawal Haiden menyapa Mardan dan berkata "Mereka ada didalam ketua Mardan".


Haiden mengangguk dan menjawab "Iya saya sudah tahu" Sembari tersenyum dan tetap berjalan masuk kedalam rumah.


Di dalam rumah, terlihat empat pemuda yang akan menculik Wanti dan anak-anak nya sedang terikat di kursi masing-masing. Melihat Mardan yang baru saja masuk kedalam rumah Irwandi dan keenam anggota nya bangkit dari duduk nya untuk menyapa Mardan dan berkata "Ketua" secara serentak.


"Sudah kau introgasi anak-anak ini Ir?" Tanya Mardan kepada Irwandi.


"Sudah ketua" Tapi mereka bungkam, tidak mau menjawab.


Mardan tersenyum lalu berkata "Mungkin mereka tidak mau bicara karena belum kalian beri rokok.


"Coba kau beri mereka rokok dulu sebatang seorang. Letakkan langsung ke mulut mereka, langsung hidup kan" Kata Mardan kepada Irwandi di depan keempat pemuda yang tengah terikat itu.


Irwandi langsung mengeluarkan sekotak rokok dari dalam saku depan celananya, dan mengambil empat batang rokok dari dalam kotaknya. Satu persatu rokok dijejalkan ke mulut empat pemuda yang sedang terikat itu.


Melihat Irwandi telah membakar rokok yang berada di mulut empat pemuda yang tengah terikat itu, Mardan berkata "Hisap dan jangan sampai terjatuh. Kalau sampai terjatuh maka kalian akan tahu akibatnya".


Salah seorang dari keempat pemuda itu terbatuk saat menghisap rokok tersebut dan menjatuhkan rokok dari mulut nya. Melihat pemuda tersebut menjatuhkan roko dari mulutnya, secepat kilat tangan Mardan melayangkan tamparan keras ke pipi pemuda itu "Ketepak...!".


Ketika melihat teman mereka ditampar dengan cukup keras oleh Mardan, ketiga pemuda yang tengah terikat lainnya mengggit rokok mereka masing-masing agar tidak terjatuh. Bahkan mereka terlihat menahan batuk.


Pemuda yang di tampar Mardan terlihat mulai ketakutan. Matanya berkaca-kaca, air matanya seakan ingin keluar dari matanya.


Mardan memungut rokok yang terjatuh itu dari lantai, kemudian berkata "Sekarang kau katakan apa maksud kau menghadang mobil istriku?".

__ADS_1


Pemuda itu hanya diam tertunduk enggan menjawab pertanyaan Mardan, sehingga membuat hati Mardan semakin panas. Kali ini Mardan tidak memukul atau menampar pemuda itu.


Rasa panas dirasakan pada pipi pemuda itu saat Mardan meletakkan api rokok ke pipinya. Teriakan histeris pun keluar dari mulut pemuda tersebut.


"Sebelum kau kuhanyukan ke sungai deli maka kau akan kusiksa sampai mati, selama kau tidak mau menjelaskan apa maksud kalian menghadang mobil istri ku" Kata Mardan sembari menjambak rambut pemuda itu.


Karena tidak menjawab juga, Mardan berkata "Ambilkan aku Tang dan Belati, biar kucabut semua kukunya sebelam ku potong semua jari tangan dan kakinya" kepada Irwandi.


Mendengar ucapan Mardan, ketiga pemuda yang masih menggigit rokok itu terlihat sangat ketakutan. Demikian pula dengan pemuda yang tengah di introgasi oleh Mardan.


"Tolong jangan siksa saya ketua. Saya akan bicara" Kata pemuda yang masih dijambak rambut nya itu ke pada Mardan.


"Kalau dari tadi kau bicara kau ga akan pernah ku siksa. Sekarang katakan" Kata Mardan menanggapi ucapan pemuda itu sembari melepas jambakannya.


"Kami dibayar untuk membawa istri dan anak-anak ketua ke gudang kosong yang ada di KIM Mabar ketua" Kata pemuda itu menjelaskan.


Mardan mengernyitkan dahinya sebelum bertanya "Siapa yang membayar mereka dan apa tujuan yang membayar kalian itu menculik istri dan anak-anak ku?".


"Apa? Kalian dibayar untuk melakukan penculikan tanpa tahu siapa yang menyuruh kalian, dan kalau kalian tidak mau melakukannya nyawa kalian dan keluarga kalian jadi taruhan nya? Kau pikir aku percaya omongan kau?" Kata Mardan sembari menampar wajah pemuda itu lagi.


"Apun ketua. Saya mengatakan yang sebenarnya. Kami hanya anak-anak muda yang biasa nongkrong di kampung kami ketua. Kami sempat berkelahi dengan mereka, karena kami awalnya menolak perintah mereka" Kata pemuda itu terlihat ketakutan dan kesakitan.


Mardan merasa sedikit yakin dengan penjelasan pemuda itu. Tapi Mardan bukanlah orang yang mudah percaya begitu saja terhadap omongan orang lain.


"Siapa namamu?" Tanya Mardan kepada pemuda yang masih di introgasi olehnya.


"Alwi ketua" Jawab pemuda itu.

__ADS_1


"Dimana kau tinggal?" Tanya Mardan lagi kepada Alwi.


"Di jalan air bersih ketua" Jawab Alwi dengan jujur.


Setelah bertanya kepada Alwi, Mardan berkata kepada ketiga teman Alwi "Jatuhkan rokok itu dari mulut kalian bertiga".


Mendengar perintah Mardan, ketiga teman Alwi langsung menjatuhkan rokok yang sudah hampir habis terbakar itu dari mulut mereka masing-masing. Melihat ketiga teman Alwi itu sudah menjatuhkan rokok dari mulut mereka, Mardan berdan bertanya siapa nama mereka masing-masing.


Usai mendapatkan nama keempat pemuda yang berniat untuk menculik istri dan anak-anak itu, Marah mengeluarkan Handphone dari saku depan celananya untuk menghubungi A Cun.


"Hallo Cun" Kata Mardan saat tersambung dengan A Cun.


"Iya ketua" Balas A Cun terdengar di Handphone Mardan.


"Kau ke perumahan khusus pengawal Haiden sekarang ya. Penting" Kata Mardan terdengar di Handphone A Cun.


"Siap ketua" Jawab A Cun yang berada di ruang kerjanya dalam Showroom motor miliknya.


A Cun tidak perlu bertanya lagi mengapa dia diperintahkan Mardan ke perumahan khusus pengawal Haiden itu karena Mardan sudah mengatakan penting. Terlalu bodoh kalau dia sampai bertanya lagi.


A Cun sudah terlatih menghadapi Mardan. Dia sering Melihat Mardan mengatakan bodoh kepada anggota Panca Karya yang masih bertanya sesuatu hal yang tidak selayaknya di tanya lagi.


Stelah menutup pembicaraan dengan Mardan lewat Handphone nya, A Cun langsung bergegas meninggalkan Showroom nya untuk menemui Mardan di perumahan khusus pengawal Haiden. Sekitar satu jam kemudian, A Cun sudah tiba di lokasi perumahan khusus pengawal Haiden.


Saat keluar dari dalam mobilnya, A Cun langsung di hampiri salah seorang pengawal Haiden. Pengawa tersebut mengatakan kepada A Cun, dia akan mengantarnya kesalah satu rumah yang dipakai Mardan untuk menginterogasi orang-orang yang ingin menculik istri dan anak-anak Mardan.


Tiba di rumah yang di maksud, A Cun langsung masuk kedalam rumah tersebut. Di dalam rumah itu, Mardan mengatakan kepada A Cun "Mereka ini orang-orang yang ingin menculik istri dan anak-anak ku tadi".

__ADS_1


"Apa?" Kata A Cun kaget mendengar penjelasan Mardan.


"Woi, bangsat. Siapa kalian, kok berani kali mencoba untuk menculik istri dan anak-anak ketua Mardan?" Kata A Cun kepada Alwi dan teman-temannya.


__ADS_2