SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SEBAIK BAIKNYA PARTAI ADALAH YANG BERMANFAAT BAGI SELURUH RAKYAT 2


__ADS_3

"Baik Rif. Kamu apa kabar nya?" Jawab Papi Melani sembari bertanya balik pada Arif.


"Arif juga baik Om" Jawab Arif sembari beralih bersalaman dengan Haiden.


"Sehat my brother?" Tanya Arif kepada Haiden sembari bersalaman ala khas persahabatan mereka.


"I'm oke mya Brother" Jawab Haideb sembari tersenyum.


Pelayanan Resto terlihat berjalan mendekati Haiden, Arif dan papi Melani. Tiba di hadapan Haiden, pelayan tersebut langsung bertanya pada Haiden "Ada yang bisa kami hidangan buat tuan besar?".


"Buatkan saya secangkir kopi dan Kentang goreng ya" Kata Haiden kepada pelayan itu.


"Siap tuan besar" Balas pelayan itu, sebelum mencatat pesanan Haiden dibuku pesanannya.


"Kau pesan apa Rif?" Tanya Haiden ke pada Arif.


"Aku Kopi juga lah bro. Sama pisang goreng" Kata Arif menjawab pertanyaan Haiden.


Mendengar ucapan Arif, pelayan Resto Admadja Residance itu langsung mencatat apa yang di ucapkan Arif di buku pesanannya.


"Papi ada pesan lagi?" Tanya Haiden kepada mertuanya.


"Ga ada. Kopi papi masih ada ni" Jawab papi Melani.


"Ya sudah, itu saja dulu" Kata Haiden kepada pelayan itu.


"Siap tuan besar" Kata pelayan itu kepada Haiden sebelum meninggalkan Haiden, Arif dan papi Melani untuk menyampaikan pesanan Haiden kepada koki Resto Admadja Residance.


"Oh iya bro. Aku mau kasih kabar gila sama kau bro" Kata Arif saat duduk disebelah Kanan Haiden dan disebelah kiri Papi Melani dalam satu meja.


Haiden kembali tersenyum lalu bertanya "Apa itu bro?".


"Pemasukan Kikombe di lokalisasi se_Indonesia meroket tinggi bro. Minat Wisatawan asing ke lokasi benar-benar luar biasa" Kata Arif memberi kabar gembira.

__ADS_1


"Itu semua tidak terlepas dari kehebatan mertuaku ini bro" Balas Haiden sembari memuji kinerja Papi Melani.


Papi Melani tersenyum mendengar ucapan menantunya, lalu berkata "Kalau tidak ada menantu saya yang hebat ini, Rencana pembangunan lokalisasi se_Indonesia ini tidak akan mungkin terlaksana Rif" kepada Arif.


Mendengar ucapan Papi Melani kepadanya, Arif tertawa sebelum membalas "Sepakat Om. Kalau bukan karena sahabat lama saya si Culun ini, tidak akan mungkin Kikombe bisa sebesar seperti sekarang ini Om".


Mendengar ucapan Arif barusan, Haiden dan Papi Melani tertawa bersama dengan Arif yang turut tertawa juga. semua orang-orang yang berada di Resto Admadja Residance itu menoleh ingin melihat siapa yang sedang tertawa riang tersebut.


Ternyata ketua umum Panca Karya dengan Mertua dan sahabatnya Arif "Kata mereka dalam hati masing-masing. Bukan hanya Haiden, saat ini nyaris seluruh orang terdekat Haiden juga terkenal di Indonesia, termasuk Mertua dan sahabat-sahabat Haiden.


Mengetahui dirinya dengan Mertuanya dan sahabatnya Arif di perhatiin orang-orang disekitarnya, Haiden langsung melempar senyuman kepada mereka semua sembari melambaikan tangannya dan berkata "Selamat malam semua".


Melihat Haiden menyapa mereka dengan ramah, semua pengunjung Resto Admadja Residance itu pun membalas dengan senang hati. Bahkan mereka terlihat bangga bisa bertegur sapa langsung dengan Haiden.


Melihat pemandangan indah itu, terpancar pandangan bangga papi Melani terhadap menantu satu-satunya itu. Demikian pula dengan Arif yang terlihat bangga melihat sahabat lamanya itu begitu dicintai oleh masyarakat Indonesia.


Tak lama kemudian, Mardan terlihat berjalan masuk ke dalam Resto Admadja Residance mendekati Haiden, Arif dan papi Melani. Seperti halnya Arif tadi, Mardan juga menyalami papi Melani terlebih dahulu sebelum menyalami Haiden dan Arif.


Baru saja Mardan duduk di kursinya, pelayan tadi datang membawa pesanan Haiden dan Arif. Setelah melihat pelayan itu selesai meletakkan pesanannya dengan Arif, Haiden bertanya pada Mardan "Kau pesan apa bro?"


"Buat kopi segelas lagi terlebih dulu, lalu sediakan kami makan malam Spesial Resto Adamadja Residance ya" Kata Haiden kepada pelayan itu".


"Siap tuan besar" Jawab pelayan itu sebelum beranjak pergi meninggalkan Haiden, Mardan, Arif dan papi Melani.


"Apa cerita bro?" Tanya Haiden kepada Mardan.


"Tadi Manager dan Owner PT. Naga Terbang berjaya ke kantor Partai Panca Karya Sumut. Mereka minta cabut semua gugatan" Jawab Mardan memberi tahu bahwa Manager Angga dengan Rendy Chow sang Owner PT. Naga Terbang Berjaya telah menjumpai dirinya.


Haiden tersenyum sebelum bertanya lagi "Itu saja?".


"Owner PT. Naga Terbang Berjaya akan menyanggupi apapun syarat yang akan kita berikan asal kita mencabut semua gugatan, termasuk pencabutan izin usaha mereka" Jawab Mardan.


Haiden kembali tersenyum sebelum berkata "Kalau begitu katakan pada mereka, Serahkan sepuluh kali lipat dari jumlah uang santunan almarhum ABK mereka yang wajib mereka serahkan kepada pihak keluarga ABK tersebut".

__ADS_1


"Selain itu, serahkan lima persen saham PT. Panca Karya ke Partai Panca Karya" Lanjut kata Haiden lagi.


"Bila mereka menawarkan gi mana bro?" Tanya Mardan lagi kepada Haiden.


Belum sempat Haiden menjawab pertanyaan Mardan, pelayanan Resto Admadja Residance sudah kembali membawa secangkir kopi pesanan Mardan. Setelah meletakkan secangkir kopi yang dibawanya di atas meja, pelayan tersebut mengatakan "Silahkan diminum pak" kepada Mardan, lalu pergi meninggalkan Haiden, Arif, Mardan dan papi Melani.


"Tidak ada tawar menawar. Kalau mereka sanggupi maka tuntutan dan gugatan akan kita cabut. Kalau tidak maka nikmati saja hasil dari perbuatan mereka sendiri" Kata Haiden menjawab pertanyaan Mardan.


"PT. Naga Terbang Berjaya bukannya milik Rendi Chow Dan?" Tanya papi Melani kepada Mardan.


"Benar Om. Tadi pak Rendy yang datang kekantor dengan Managernya. Om kenal?" Jawab Mardan sembari bertanya baranya balik kepada papi Melani.


"Tentu saja kenal. Kapalnya kan mendapat banyak keuntungan juga semenjak adanya Lokalisasi di setiap Provinsi" Jawab papi Melani.


"Kenal dekat pi?" Tanya Haiden kepada papi Melani.


"Kenal sebatas kerja sama saja. Papi kenal ya semenjak Lokalisasi beroperasi Den" Jawab papi Melani.


"Selama bekerja sama dengan papi, pernah buat kecewa ga?" Tanya Haiden lagi.


"Sejauh ini sih ga ada Den" Jawab papi Melani


Haiden mengangguk anggukkan kepalanya sebelum kembali bertanya "Kalau perkiraan papi, berapa besar keuntungan rata-rata PT. Naga Terbang Berjaya perbulannya selama bekerja sama dengan Lokalisasi pi?"


"Ya cukup besar Den. perbulannya mencapai ratusan miliar dari masing-masing Provinsi" Jawab papi Melani.


"Wow. Luar biasa sekali ya Om" Kata Mardan kepada Papi Melani.


"Jelas. Setiap hari ratusan Wisatawan asing keluar masuk lokalisasi menggunakan kapalnya dengan harga tiket yang tidak murah Dan" Kata papi Melani menanggapi ucapan Mardan.


"Kalau begitu, naikkan menjadi sepuluh persen saham yang kita minta dari PT. Naga Terbang Berjaya Dan" Kata Haiden kepada Mardan usai mendengar penjelasan papi Melani.


"Sepuluh persen? Apa merdeka mau menyanggupinya bro?" Tanya Mardan sedikit merasa terkejut.

__ADS_1


"Seperti yang ku katakan tadi. Kalau merekaemyanggupi maka kita kabulkan permohonan mereka. Kalau tidak maka nikmati hukuman buat mereka. Sepuluh persen saham tersebut sangat berguna bagi Partai Panca Karya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan nantinya" Jawab Haiden dengan tegas.


__ADS_2