SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SESUATU ITU TIDAK AKAN MENJADI SESUATU BILA TIDAK DI JADIKAN SESUATU 4


__ADS_3

"Calon Pemimpin Eksekutif, mulai dari Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, Gubernur/Wakil Gubernur, hingga Presiden dan Wakil Presiden wajib mencalonkan diri secara independen. Partai hanya boleh mendukung, bukan mengusung" Kata Haiden menjelaskan.


"Lantas apa fungsi Partai nantinya?" Tanya Presiden Purwanto kepada Haiden.


Haiden tersenyum sebelum menjawab "Partai hanya mengusung Calon Legislatif, agar anggota DPR bisa bekerja dengan semestinya yaitu menjadi kontrol kinerja Eksekutif, selain Menyetujui peraturan dan hukum yang diciptakan Eksekutif".


"Dengan demikian tidak ada lagi partai Koalisi dengan Oposisi. Semua perwakilan Partai yang menjadi anggota Legislatif kerjanya sama yaitu mengontrol dan mengoreksi kinerja Eksekutif. Tidak ada ketimpangan akibat adanya Koalisi dengan Oposisi" Kata Haiden lagi dengan percaya diri.


Setelah mendengar penjelasan Haiden barusan, Presiden Purwanto mengacungkan dua jari jempol nya kepada Haiden sembari berkata "Luar biasa pemikiran mu ini Den".


Kapolri Sulistyo, Irjen Aryo dan Mardan tampak tercengang dengan ide yang dilontarkan oleh Haiden barusan. Dalam hati Mardan berkata "Ide Haiden ini lebih gila dari yang ku bahas dengan Gubernur A Cin dan A Cun semalam".


Haiden tersenyum mendengar pujian dari Presiden Purwanto tadi lalu kembali berkata "Saya belum selesai menjelaskan pak Presiden".


"Oh ya. Lanjut kan kalau begitu" Kata Presiden Purwanto menanggapi ucapan Haiden.


Setelah dipersilahkan Presiden Purwanto untuk melanjutkan penjelasan nya, Haiden kembali berkata "Legislatif hanya ada Dewan Perwakilan Rakyat tingkat Nasional, serta Dewan Perwakilan Rakyat tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi saja. Tidak ada lagi Dewan Perwakilan Daerah dan Majelis Permusyawaratan Rakyat, biar ga mubazir uang rakyat".


"Anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu terdiri dari orang yang di usung Partai dan orang yang dipilih langsung non partai seperti anggota Dewan Perwakilan Daerah sebelum nya. Intinya anggota Legislatif itu bisa lewat partai, bisa juga non Partai" Kata Haiden menyelesaikan penjelasannya.


Presiden Purwanto tersenyum sebelum membalas penjelasan Haiden barusan "Saya sepakat dengan ide cerdas mu ini Den. Saya akan segera mengubah undang-undang tentang Syarat mencalonkan diri sebagai pejabat Eksekutif dan Legislatif ini, serta menghapus DPD dan MPR".


"Izin bicara pak Presiden" Kata Mardan tiba-tiba disela pembicaraan Presiden Purwanto dengan sahabatnya Haiden.


Presiden Purwanto menoleh untuk menatap Mardan, lalu berkata "Silahkan Dan".


"Bagaimana kalau DPR menolak perubahan ini pak Presiden?" Tanya Mardan kepada Presiden Purwanto setelah di izinkan berbicara.

__ADS_1


"Kemungkinan adanya penolakan itu pasti ada. Tapi kalau, Rakyat mendukung rencana kita ini, mereka tidak akan bisa menolak" Jawab Presiden Purnomo.


"Kalau begitu, saat perubahan undang-undang di sidangkan di gedung DPR, Presiden harus meminta disiarkan secara langsung terbuka di Tv dan di semua Media Berita Online" Kata Haiden usai mendengar ucapan Presiden Purwanto.


"Di saat sidang perubahan undang-undang itu berlangsung, saya akan gerakkan seluruh anggota Partai Panca Karya aksi didepan gedung DPR dan di depan gedung DPRD se_Indonesia, sebagai bentuk dukungan atas perubahan undang-undang tersebut" Kata Haiden lagi.


Mendengar ide baru dari Haiden lagi, Presiden Purwanto kembali mengacungkan kedua jari jempol tangannya kepada Haiden sembari berkata "Ide cemerlang".


Dua bulan kemudian rencana perubahan undang-undang yang sudah direncanakan dengan mateng oleh Presiden Purwanto dan Haiden tersebut akhirnya disidangkan di gedung DPR Ri.


Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, jutaan masyarakat yang tergabung di Partai Panca Karya membuat aksi damai di depan gedung DPR mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga DPR RI untuk mendukung perubahan undang-undang tentang syarat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan sebagai kepala Eksekutif, mulai dari Bupati/Walikota, Gubernur hingga Presiden.


Selain itu, rencana penghapusan Dewan Perwakilan Daerah dan Majelis Permusyawaratan Rakyat juga disidangkan. Karena dukungan Rakyat yang begitu besar se_Indonesia, DPR tidak dapat menolak rencana perubahan undang-undang dan rencana penghapusan Dewan Perwakilan Daerah, juga Majelis Permusyawaratan Rakyat.


Akhirnya, perubahan undang-undang tentang syarat mencalonkan diri sebagai pejabat Legislatif dan Eksekutif, serta penghapusan Dewan Perwakilan Daerah dan Majelis Permusyawaratan Rakyat remis disepakati setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengetuk palu sidangnya.


"Hallo om" Kata Hiden saat terhubung dengan Kapolri Sulistyo.


"Iya Hallo Den. Selamat ya, rencana kita berhasil" Kata Kapolri Sulistyo kepada Haiden, terdengar di Handphonenya.


Haiden tersenyum lalu membalas "Sama-sama Om. Selamat untuk kita semua".


"Oh iya Den. Presiden minta Om sampaikan ke kamu, beliau ingin bertemu kembali dengan kamu" Kata Kapolri Sulistyo yang saat berada Mabes Polri.


"Oh ya. Baik Om, besok Haiden berangkat ke istana" Balas Haiden, terdengar di Handphone Kapolri Sulistyo.


"Ga perlu. Kamu ga perlu ke Istana Den" Kata Kapolri Sulistyo menanggapi ucapan Haiden.

__ADS_1


"Loh, Tapi Presiden mau bertemu Haiden. Gimana sih..!" Balas Haiden sembari berjalan ke arah taman belakang rumahnya.


Sambil memperhatikan Melani yang sedang bermain dengan kedua anak kembarnya di temani oleh tiga orang baby sitter nya di taman belakang rumah, Haiden tetap berbicara dengan Kapolri Sulistyo melalui Handphone nya.


"Dua hari lagi Presiden Purwanto akan ke Medan. Om juga ikut mengawal beliau. Jadi kita ketemu di Medan saja dua hari lagi" Kata Kapolri Sulistyo menjelaskan kepada Haiden.


Haiden tampak tersenyum setelah mendengar penjelasan Kapolri Sulistyo sebelum membalas "Wah, dengan senang hati kalai begitu Om".


"Ya sudah nanti Haiden siapkan kamar di Hotel Admadja Residance buat Presiden Purwanto, Om beserta rombongan. Sehari sebelum berangkat om kabari aja berapa orang yang turut serta dengan Presiden Purwanto ke Medan ya" Kata Haiden lagi dengan perasaan senang.


"Siap" Balas Kapolri Sulistyo, terdengar di Handphone Haiden sebelum dia menutup Handphone nya.


Setelah menutup pembicaraan dengan Kapolri Sulistyo melalui Handphone, Haiden langsung bergabung dengan Melani untuk bermain dengan kedua anak kembarnya, Riko dan Rika. Riko dan Rika tampak menggemaskan saat bermain.


Sesekali Haiden terlihat bahagia saat mengajak Rika dan Riko berbicara. Haiden memposisikan dirinya seperti balita juga saat berbicara dengan kedua anaknya yang belum mahir berbicara itu.


Meski masih cepat saat berbicara, namun kedua anak Haiden dengan Melani itu sangat lincah. Keduanya mampu berlari kencang saat bermain kejar-kejaran dengan Papi dan Mami nya.


Saat Haiden tengah asyik bermain dengan istri dan kedua anaknya itu tiba-tiba Handphone Haiden kembali berdering tanda panggilan masuk. Ternyata Suherman yang tegah menghubungi nya.


"Hallo bro" Kata Haiden saat terhubung dengan Suherman.


"Bro. Ini aku sedang bersama dua adik mahasiswa kita. Dari fakultas Teknik" Kata Suherman yang berada di kantor Admadja Grup Pusat.


Sejak sebulan yang lalu Suherman sudah menjabat sebagai Direktur Utama Admadja Grup. Kini dia tidak lagi tinggal di Medan, meskipun tetap sering ke Medan dan Deli Serdang.


Suherman tetap menjabat sebagai ketua Partai Panca Karya Kabupaten Deli Serdang. Dan dia harus tetap Fokus menjalankan semua tugasnya.

__ADS_1


__ADS_2