SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SESUATU ITU TIDAK AKAN MENJADI SESUATU BILA TIDAK DI JADIKAN SESUATU 5


__ADS_3

"Apa cerita mereka ke sana bro?" Tanya Haiden kepada Suherman.


"Saat ini mereka sedang proses menciptakan mobil melayang katanya. Jadi Suport biaya" Jawab Suherman, terdengar di Handphone Haiden.


Memang sejak lama ada beberapa Negara yang menciptakan mobil tanpa roda alias melayang. Namun hingga. Namun hingga saat ini belum ada perusahaan dari Negara manapun yang menjual mobil melayang tersebut keluar Negaranya.


"Bagus itu. Kenapa mereka tidak ke Admadja Grup Sumatera saja, kok malah jauh-jauh ke sana" Balas Haiden.


"Mereka ke ibu kota karena sudah janji ketemu dengan anggota DPR RI, alumni dari kampus kita juga bro. Jadi sebelum kesini, adik-adik kita ini sudah bertemu anggota DPR RI, masih senior kita juga" Kata Suherman membalas ucapan Haiden.


"Oh gitu. Ya sudah kau suruh mereka jumpai aku di Medan saja nanti saat mereka sudah kembali ke Medan" Kata Haiden kepada Suherman, terdengar di Handphone Suherman.


"Oke bro" Balas Suherman sebelum menutup Handphone nya.


"Jadi begini Do, Ton. Kata Bang Haiden, kalian jumpai dia langsung di Medan. Nanti kalian bawa saja Proposal kalian saat bertemu dia" Kata Suherman kepada dua orang juniornya yang duduk dihadapannya, di sofa tamu dalam ruang kerjanya.


Wajah kedua Junior Suherman yang bernama Ridho dan Tonny itu tampak sumringah mendengar ucapan senior nya barusan, karena merasa mendapatkan lampu hijau dari Boss besar Admadja Grup.


"Siap bang. Tapi kami minta nomor kontak bang Haiden lah bang, biar gampang kami menghubungi bang Haiden untuk bertemu beliau" Kata Ridho menanggapi ucapan Suherman.


"Ya sudah, catatlah nomornya" Kata Suherman kepada Ridho.


Ridho langsung mengambil Handphone dari dalam saku depan celananya lalu bertanya "Berapa bang?".


Suherman langsung menyebutkan nomor kontak Haiden satu persatu. Ridho pun mencatatnya lalu menyimpan nya kedalam daftar kontak di Handphone nya.


Ridho juga tidak lupa meminta nomor kontak Suherman setelah menyimpan nomor Haiden. Dengan senang hati Suherman langsung menyebutkan nomor kontak nya kepada Ridho.

__ADS_1


Usai melihat Ridho mencatat nomor Haiden dan Suherman, Tonny berkata "Saya Izin simpan nomor bang Haiden dan bang Suherman juga ya bang".


Suherman tersenyum sebelum membalas ucapan Tonny "Silahkan. Minta saja sama Ridho".


"Setelah itu miss call nomor saya, biar saya simpan nomor kalian berdua ya" Kata Suherman lagi kepada Ridho dan Tonny.


"Siap bang" Jawab Ridho dan Tonny bersamaan.


Usai memberi nomor kontak Haiden dan Suherman kepada Tonny, Ridho langsung menghubungi nomor kontak Suherman. Setelah Handphone Suherman berdering karena di miss call nya, Ridho langsung menutup kembali Handphone nya.


Usai Ridho, giliran Tonny yang menghubungi nomor Suherman. Setelah itu Suherman langsung menyimpan nomor kontak Ridho dan Tonny di daftar kontak dalam Handphone nya.


Ridho dan Tonny pamit meninggalkan kantor pusat Admadja Grup setelah beberapa saat kembali mengobrol degan Suherman. Perasaan Ridho dan Tonny benar-benar gembira bisa bertemu dengan Suherman, apa lagi mendapat lampu Hijau bisa bertemu senior mereka yang paling dibanggakan universitas mereka saat ini, yaitu Haiden sang pemilik perusahaan raksasa Admadja Grup.


Di lain tempat, Mardan terlihat sedang mengobrol dengan Gubernur A Cin di ruang kerjanya dalam kantor Gubernur Sumatra Utara. Hanya ada Haiden dan Gubernur A Acin dalam ruang kerja Gubernur Sumatera Utara itu.


"Saya sangat senang ketua Mardan akhirnya mau menerima tawaran saya. Tanpa dukungan Partai lainpun, saya yakin kita pasti menang atas dukungan Partai Panca Karya" Kata Gubernur A Cin menanggapi ucapan Mardan.


Mardan tersenyum sebelum membalas "Ya, saya juga yakin. Tapi kita tidak boleh jumawa pak Gub. Kalau ada Partai lain yang ingin mendukung kita tidak perlu kita tolak, selama mereka sepakat dengan komitmen Visi Misi kita nanti nya".


Gubernur A Cun juga tersenyum sebelum berkata "Pasti lah ketua".


"Ngomong-ngomong, benar ketua Haiden akan berpasangan dengan Presiden Purwanto di Pilpres yang akan datang ketua?" Tanya Gubernur A Cin kepada Mardan.


"Kalau memang tidak ada halangan, mereka akan berpasangan di Pilpres yang akan datang. Dari sebelum ketok palu perubahan undang-undang tentang syarat pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, Haiden sudah menerima tawaran Presiden Purwanto untuk berpasangan dengannya" Jawab Mardan sesuai yang dia ketahui langsung.


"Semakin kagum saya melihat ketua Haiden. Kemampuan nya melebihi almarhum tuan besar" Kata Gubernur A Cin memuji Haiden.

__ADS_1


Mardan tersenyum mendengar ucapan Gubernur A Cin lalu berkata "Dia memang luar biasa dalam segala hal. Dalam persahabatan dia juga sangat luar biasa".


Gubernur A Cin mengangguk anggukkan kepalanya lalu berkata "Benar ketua. Adik saya juga sangat mengagumi beliau. Dia berubah banyak setelah mengenal ketua Haiden".


"Pernah saya menggoda A Cun. Saya pura-pura menjelek-jelekkan ketua Haiden. Tau apa yang terjadi ketua?" Kata Gubernur A Cin lagi sembari bertanya pada Mardan.


"Apa pak Gub?" Kata Mardan bertanya balik kepada Gubernur A Cin.


"Ngamuk dia. Dia bilang kalau ga kenal dengan ketua Haiden ga usah jelek-jelekin ketua Haiden bang" Kata Gubernur A Cin menirukan gaya bicara A Cun kepadanya sebelum tertawa.


Mardan juga ikut tertawa usai mendengar cerita Gubernur A Cin tentang A Cun yang sangat membela Haiden barusan. Dia tidak menyangka A Cun begitu sayang kepada Haiden, sama seperti dirinya menyayangi sahabatnya itu.


Dua hari kemudian, Presiden Purwanto di kawal dengan Kapolri Sulistyo dan beberapa orang Paspampres tiba di kota Medan. Sebelum menemui Haiden secara pribadi, Presiden Purwanto menemui Gubernur A Cin dengan seluruh Bupati dan Walikota se_Sumatera Utara di ruang pertemuan dalam kantor Gubernur Sumatera Utara.


Dalam pertemuan Kepala Negara dengan seluruh kepala daerah se_Sumatera Utara itu, Presiden Purwanto meminta Gubernur Sumatera Utara dengan seluruh Bupati dan Walikota se_Sumatera Utara untuk menjaga, merawat dan melestarikan segala apa yang telah dibangun dan telah diperbaiki bersama agar banjir tidak terulang lagi seperti sebelum Purwanto menjabat sebagai Presiden.


Salah satu prestasi Presiden Purwanto adalah mampu mengatasi masalah banjir dan macet. Untuk mengurangi kemacetan, Presiden Purwanto membuat peraturan tentang kepemilikan kendaraan bermotor, baik itu mobil maupun sepeda motor.


Setiap pemilik SIM sepeda motor, hanya boleh memiliki satu unit sepeda motor saja. Dan pemilik SIM mobil hanya boleh memiliki satu unit mobil saja, tidak boleh lebih.


Selain itu, Seluruh kendaraan bermotor tidak boleh digunakan lagi setelah berusia lima tahun. Kendaraan bermotor yang berusia lebih dari lima tahun hanya boleh menjadi pajangan saja, tidak boleh lagi di kendarai.


Becak dan angkutan umum mini bus kini sudah tidak ada lagi. Yang ada tinggal Ojek sepeda motor dan taksi online saja.


Bus lintas antar kota juga sudah di batasi, sebab masyarakat memilih naik pesawat dari pada naik bus ataupun kapal laut. Saat ini, kebanyakan orang yang memilih naik bus dan kapal laut itu karena takut ketinggian, bukan karena tidak sanggup membeli tiket pesawat.


Dengan tegas, Presiden Purwanto juga tidak segan-segan memecat kepala daerah yang dinilai tidak becus bekerja oleh Rakyat nya. Sudah ada beberapa Bupati dan Walikota yang di pecat dari jabatan nya karena laporan lebih dari lima puluh persen masyarakat di Kabupaten atau di kota masing-masing.

__ADS_1


Presiden memecat beberapa Bupati dan Walikota yang di nilai tidak becus bekerja itu sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini. Bila lebih dari lima puluh persen masyarakat dalam suatu daerah melaporkan bahwa Bupati, Walikota, atau pun Gubernur nya karena di nilai tidak becus bekerja kepada DPR RI, maka Presiden wajib memecatnya.


__ADS_2