SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SESUATU ITU TIDAK AKAN MENJADI SESUATU BILA TIDAK DI JADIKAN SESUATU 6


__ADS_3

Usai bertemu dengan seluruh kepala Daerah se_Sumatra Utara, Presiden Purwanto langsung bertemu dengan Haiden di Hotel Admadja Residance. Haiden terlihat akrab ngobrol dengan Presiden Purwanto, Kapolri Sulistyo dan juga Mardan di kamar VIP yang sengaja di sediakan untuk Presiden Purwanto.


"Jadi menurut saya, kita sudah bisa susun strategi untuk pemenangan kita Den" Kata Presiden Purwanto kepada Haiden.


Haiden terlihat mengangguk anggukkan kepalanya sebelum membalas "Boleh saja pak Presiden. sembari menyusun strategi, kita bisa melihat peta Politik kedepannya untuk memperkirakan jumlah rival kita nantinya".


"Kira-kira Wakil Presiden maju ga pak?" Tanya Haiden kepada Presiden Purwanto.


"Besar kemungkinan dia akan maju. Sebab, menurut informasi dari Om mu ini, Wakil Presiden Irwansyah sudah melakukan koalisi dengan beberapa partai sebelum undang-undang pemilu kita rubah" Jawab Presiden Purwanto sembari menepuk pundak Kapolri Sulistyo.


"Artinya kita sudah dapat satu kemungkinan besar gambaran rival kita nanti. Sambil terus melihat perkembangan dari kemungkinan-kemungkinan jumlah rival kita nanti, saya pikir kita sudah bisa membentuk Tim untuk mengumpulkan KTP Rakyat se_Indonesia yang siap untuk mendukung kita" Kata Haiden setelah mendengar ucapan Presiden Purwanto.


"Izin bicara Pak Presiden. Bro" Kata Mardan disela pembicaraan antara Presiden Purwanto dengan Haiden.


"Silahkan Dan" Kata Presiden Purwanto mempersilakan Mardan untuk berbicara.


"Terimakasih pak" Ucap Mardan kepada Presiden Purwanto.


"Begini bro. Aku pikir kita ga perlu lagi membuat Tim untuk mengumpulkan KTP yang menjadi syarat daftar ke KPU itu. Biarkan anggota Partai Panca Karya saja yang mengerjakannya".


Haiden tersenyum sebelum membalas "Itu sudah ku pikirkan sebelumnya. Tapi aku tidak bisa melangkahi pak Presiden".


"Siapa tahu pak Presiden punya orang-orang kepercayaan juga, yang ingin pak Presiden gabungkan dengan orang-orang kita. Kita harus bekerja sama, ga bisa main sendiri-sendiri" Kata Haiden lagi ke pada Mardan.


Mendengar ucapan Haiden barusan, Presiden Purwanto tersenyum lalu berkata "Saya pikir ide Mardan bagus juga Den. Jadi ga buang-buang waktu".

__ADS_1


"Orang-orang saya nanti kita gabungkan di Tim Sukses saja" Kata Presiden Purwanto lagi kepada Haiden.


Haiden tersenyum sebelum membalas ucapan Presiden Purwanto "Ya kalau Presiden sepakat, maka biar Partai Panca Karya saja yang mengumpulkan KTP Rakyat se_Indonesia".


"Kalau begitu, kau aturlah Dan" Kata Haiden kepada Mardan.


"Siap" Kata Mardan membalas ucapan Haiden.


"Kamu ada masukan Tyo?" Tanya Presiden Purwanto kepada Kapolri Sulistyo.


"Saya siap Perintah dari Presiden saja. Saya ini kan tidak boleh berpolitik Presiden" Jawab Kapolri Sulistyo.


Presiden Purwanto mendengar jawaban Kapolri Sulistyo lalu berkata "Bagus. Memang sebagai seorang Kapala Polisi tidak selayaknya berpolitik, dan selalu siap untuk diperintah oleh Presiden selaku Kepala Tertinggi Polisi".


"Siap Presiden. Laksanakan" Balas Kapolri Sulistyo spontan setelah mendengar ucapan Presiden Purwanto.


Presiden Purwanto tersebut lagi sebelum berkata "Saya juga perintahkan Panglima TNI Tubagus untuk mengajarkan seluruh anggota TNI seperti yang saya katakan padamu Tyo".


"TNI dan POLRI memang alat Negara, tapi bukan alat oknum termasuk oknum Presiden. Ketika Negara dikuasai oleh Oknum yang salah, maka TNI dan POLRI harus berinisiatif untuk menyelamatkan Negara, bukan menyelamatkan oknum".


Mendengar ucapan Presiden Purwanto, perasaan kagum Haiden terhadap Presiden Purwanto semakin bertambah. Dalam hatinya Haiden berkata "Luar biasa sekali jiwa Presiden ku ini".


Dengan kekuasaannya saat ini bukan tidak bisa dia memperalat TNI dan POLRI demi kepentingan pribadinya. Sebab selain Presiden, otomatis Purwanto adalah Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia sekaligus Kepala Tertinggi Polisi Republik Indonesia.


Artinya, seluruh anggota TNI dan POLRI berada dalam kuasanya sebagai seorang Presiden. Perintah Purwanto sebagai Presiden saat ini wajib dilaksanakan oleh POLRI dan TNI.

__ADS_1


Purwanto mengajarkan POLRI dan TNI untuk tidak menjadi budak Oknum agar kedepannya, POLRI dan TNI benar-benar mampu bekerja demi kepentingan bangsa dan Negara. Hal tersebut dia lakukan untuk mencegah TNI dan POLRI kembali menjadi budak Oligarki, bila suatu saat Oligarki mampu kembali berkuasa dan menjajah bangsanya sendiri.


Beberapa bulan kemudian, ternyata cukup banyak tokoh yang ingin mencalonkan diri sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden. Hal tersebut terlihat dari banyak nya kelompok yang mengumpulkan foto copy KTP Rakyat Indonesia sebelum waktu pendaftaran ke KPU.


Ada sekitar sepuluh nama tokoh bakal calon Presiden dan Wakil Presiden yang mengumpulkan foto copy KTP sebagai dukungan Rakyat kepada bakal calon Presiden dan Wakil Presiden tersebut. Tapi semua bakal calon Presiden dan Wakil Presiden tersebut tidak dengan mudah mengumpulkan KTP Rakyat untuk mendukung mereka.


Mereka harus mengerahkan Tim sebanya mungkin untuk menjemput bola, agar masyarakat yang mereka datangi mau memberi dukungan melalui KTP mereka masing-masing. Berbeda dengan Bakal Calon Presiden Purwanto Sudirman dengan Wakil Presiden Haiden Admadja.


Setiap hari ada saja masyarakat yang datang ke posko pengaduan masyarakat Partai Panca Karya yang kini di jadikan posko dukungan bakal calon Presiden Purwanto Sudirman dengan Wakil Presiden Haiden Admadja. Mereka berbondong bondong datang dengan antusias untuk memberikan foto copy KTP nya sebagai dukungan mereka kepada Purwanto dan Haiden.


Wakil Presiden Irwansyah tampaknya juga tidak terlalu sulit mengumpulkan foto copy KTP Rakyat, sebab dia di dukung oleh seluruh partai besar. Otomatis kader partai-partai pendukung nya itu dengan senang hati memberikan foto copy KTP mereka kepada Wakil Presiden Irwansyah.


Adu Strategi antara Presiden Purwanto dengan Wakil Presiden Irwansyah semakin terlihat. Tidak ada kata perang dingin dalam perang Politik antar Presiden dengan Wakilnya itu.


Wakil Presiden Irwansyah sudah mulai mengumbar pencitraan nya. Dia mulai terjun ke pemukiman warga untuk menemui masyarakat yang susah, padahal selama ini dia tidak perduli.


Wakil Presiden juga mulai banyak mengumbar janji, walaupun belum di tetapkan sebagai calon Presiden oleh KPU. Berbeda dengan Presiden Purwanto yang bersikap seperti biasa.


Kalau soal menemui Rakyat, dia sudah biasa menyapa Rakyatnya langsung. Dalam setahun Presiden Purwanto rutin membuat acara di setiap kabupaten kota se_Indonesia untuk bertemu dengan Rakyatnya.


Dalam acara tersebut, Rakyat bisa menyampaikan langsung keluhan rata-rata Rakyatnya. Setiap keluhan Rakyat itu adalah masukan bagi Presiden Purwanto.


Masukan Rakyat itu harus segera ditanggapi dengan penyelesaian. Itu sebabnya tidak ada lagi jalan berlubang di mamah mana, dan Indonesia saat ini menjadi salah satu Negara yang bebas banjir.


Selain mengumpulkan foto Copy KTP untuk mendukung Presiden Purwanto dengan sahabatnya Haiden menjadi Presiden dan Wakil Presiden, Mardan tengah juga sibuk mengumpulkan foto copy masyarakat Provinsi Sumatra Utara untuk mendukung Gubernur A Cin dengan dirinya menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.

__ADS_1


__ADS_2