
"Kemarin kenapa tetap kau bayar bil mu? Kayak ga berteman aja kita ah" Kata Arif kepada Haiden saat mereka baru duduk di sofa dalam KTV VIP itu.
Haiden tersenyum sebelum membalas "Kau bisnis. Teman itu harusnya membantu temannya untuk maju, bukan malah merugikan".
"Kecuali aku dalam keadaan susah, maka wajar kau bantu aku. Ini kan aku lagi ada untuk membayar. Toh kalau tempat ini bukan kau punya aku harus tetap membayar. Masa' Tempat orang aku bayar, tempat teman sendiri malah ga mau bayar" Kata Haiden lagi sebelum tertawa kecil.
"Iya juga ya. Banyak duit kau rupanya sekarang ya. Kerja apa dan di mana kau sekarang bro?" Tanya Arif menanggapi ucapan Haiden barusan.
"Jadi apa cerita bro?" Tanya Arif kepada Haiden saat sudah duduk di sofa.
Haiden tersenyum lalu menjawab "Begi bro. Aku dan Papi Melani akan membangun lokalisasi segala jenis hiburan. Mulai dari Kasino, Diskotik, hingga tempat Prostitusi".
"Wah, Proyek besar ni. Di mana bro?" Balas Arif sembari bertanya lagi pada Haiden.
"Lokasinya di pulau sembilan. Perkampungan pulau sembilan itu yang akan kami jadikan lokalisasi. di sana juga akan di bangun rumah-rumah kontrakan dan juga Hotel untuk wisatawan asing. Pantainya juga akan kami sulap menjadi pantai yang layak untuk dinikmati wisatawan asing" Jawab Haiden.
"Wow, proyek raksasa itu bro. Orang kaya raya rupanya calon mertua mu itu ya" Kata Arif sebelum tertawa.
Melani tampak tersenyum sendiri mendengar ucapan Arif. Dalam hatinya Melani berkata "Belum tahu dia sahabatnya sekarang orang terkaya di Indonesia".
Haiden juga hanya tersenyum mendengar ucapan Arif sebelum dia membalas "Yup, calon mertua ku memang pengusaha sukses bro. Tapi bukan itu yang mau ku bahas dengan kau".
"Oke, Oke sorry bro. Jadi apa maksud mu menceritakan soal bakal proyek calon mertua mu itu padaku" Tanya Arif kepada Haiden.
"Kau ada rencana mengembangkan bisnis kau ini ga?" Balas Haiden bertanya balik pada Arif.
Arif tersenyum lalu menjawab "Ya pasti adalah. Tapi ga untuk sekarang ini lh bro. belum ada modal ku untuk membuka cabang Kikombe ini".
__ADS_1
"Kalau kau menawarkan aku buka cabang di lokalisasi yang akan mertuamu bangun itu, aku tertarik. Tapi aku belum bisa bergabung karena aku belum memiliki cukup uang untuk membuka cabang" Kata Arif lagi kepada Haiden.
"Aku tawarin kau untuk mengelola Kikombe yang lebih besar dari ini. Kikombi di sana nantinya bukan hanya ada Hall dan KTV nya saja. Kikombe di sana lengkap dengan Spa dan Diskotik nya" Kata Haiden kepada Arif sembari tersenyum.
Arif mengernyitkan dahinya lalu bertanya "Mengelola?"
"Iya. Nama Kikombe tetap milikmu, tempat kusedia kan free, modal usaha aku kasih, kau tinggal kelola. Untungnya sama kau tujuh puluh persen, sama aku tiga puluh persen saja setiap tahun kau stor ke aku. Bagaimana?" Balas Haiden lalu bertanya balik.
Arif kembali mengernyitkan dahinya sebelum menjawab "Ya aku mau kali lah kalau benar nisa begitu. Tapi apakah calon mertuamu pasti setuju?".
"Papi Melani kan belum kenal aku bro. Kau jangan asal lah. Kalaupun kau sudah jadi menantunya saja, belum tentu dia setuju. Apa lagi kau ini kan masih calon Mantunya, belum jadi menantu" Kata Arif lagi kepada Haiden.
Mendengar ucapan Arif, Spontan sahabat-sahabat Haiden tertawa. Arif tampak kebingungan mendengar dan melihat sahabat-sahabat Haiden menertawainya.
"Kenapa. Apakah aku salah ucap?" Kata Arif menanggapi tawa sahabat-sahabat Haiden.
"Apa? Betul itu bro?" Tanya Arif kepada Haiden setelah mendengar ucapan Mardan.
"Iya bro" Jawab Haiden dengan santai sembari tersenyum.
"Kau hanya tinggal menjawab mau atau tidak. Selebihnya tidak usah kau pikirkan. Sebab nanti kau akan tahu dengan sendirinya" Kata Haiden lagi ke pada Arif.
"Oke kalau benar demikian. Tidak mungkin aku menolak tawaran baik ini" Balas Arif sembari tersenyum.
Haiden tersenyum lalu berkata "Dan yang harus kau tahu, lokalisasi yang akan kita bangun bukan hanya di pulau sembilan saja. Setiap Provinsi akan kita bangun nantinya".
Tanpa sadar mata Arif melotot mendengar ucapan Haiden sembari bertanya "Apa. Sekaya apa kau sekarang ini Den?".
__ADS_1
Haiden kembali tersenyum sebelum membalas "Kan sudah ku bilang, tidak usah kau pikirkan. Nanti kau tahu sendiri".
"Baiklah kalau begitu" Kata Arif membalas ucapan Haiden.
Usai membicarakan kerjasama yang akan di bangun oleh kedua teman lama itu, barulah mereka memulai hiburan dalam KTV itu. Semua bernyanyi secara bergantian termasuk Arif juga.
Sesekali mereka bergoyang bersama ketika salah seorang dari mereka menyanyikan lagu yang asyik untuk bergoyang. Arif masih bertanya-tanya dalam hati, Sebanyak apa kekayaan Haiden, dan bagaimana dia bisa memiliki kekayaan dalam usia muda.
Arif masih ingat betul, Haiden terlahir dari keluarga menengah kebawah. Ayahnya hanya karyawan biasa di perusahaan swasta.
Pukul sebelas malam, Haiden bersama melani dan sahabat-sahabat nya pamit meninggalkan Kikombe Coffe pada Arif. Tapi ternyata Arif juga akan pulang bersaman dengan mereka.
Akhirnya, mereka semua keluar bersama dari dalam KTV hingga keluar gedung Kikombe Caffe. Arif tampak terkejut ketika melihat Haiden masuk kedalam mobil sedan Sport supermewah yang hanya di produksi lima unit saja di dunia itu.
Perasaan penasaran terhadap kehidupan sahabat lamanya itu saat ini semakin menjadi-jadi dalam hati Arif. Bagaimana mungkin si culun miskin itu bisa berubah total seperti ini, pikir Arif dalam benaknya.
Hari pun berlalu. Direktur Anto bersama orang-orang yang terlibat korupsi dengannya di perusahaan Admadja Grup akhirnya di Vonia hukuman masing-masing selama 20 tahun penjara.
Harta yang mereka miliki di sita dan diserahkan kepada perusahaan Admadja Grup. Hukuman tersebut.sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku saat ini.
Selain itu, Haiden dan Aryo berhasil menemukan seluruh gudang pembuatan dan penyimpanan Narkoba milik Johan di setiap Provinsi. Mereka berdua juga berhasil membongkar sindikat perdagangan narkoba yang dibuat oleh Johan.
Lima puluh satu orang pejabat negara di di tangkap karena terlibat dalam sindikat perdagangan Narkoba tersebut, termasuk pejabat penegak hukum. Haiden mendapat penghargaan sebagai Masyarakat terhormat dari pemerintah karena telah ikut membantu pihak penegak hukum , membongkar sindikat narkoba itu.
Dalam waktu setahun, haiden.mampu merubah Organisasi Panca Karya dari yang di nilai menakutkan oleh masyarakat hingga menjadi organisasi yang dihormati dan di hargai masyarakat Indonesia. Dalam Rakorda pertama pasca dirinya menjadi Ketua Umum Panca Karya, Haiden memberi perintah kepada seluruh Ketua Provinsi Panca Karya se Indonesia untuk membuat Pos Laporan Masyarakat di setiap kecamatan.
Seluruh anggota Panca Karya selalu siap untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat awam. Panca Karya juga memiliki pengacara-pengacara handal untuk membantu masyarakat yang terlibat dengan hukum secara gratis.
__ADS_1
Panca Karya juga mengontrol kinerja pemerintahan mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Pemda, hingga Pemerintah pusat. Mereka juga membantu buruh yang tidak mendapatkan hak yang seharusnya dari pihak perusahaan.