
"Membungkam Haiden bukan urusan muda. selain penguasa dunia bisnis di Indonesia saat ini, dia juga menguasai dunia hitam" Kata salah seorang ketua Partai yang bernama Marudut, menanggapi ucapan anggota DPR RI tersebut.
"Banar yang dikatakan ketua Marudut. Haiden selalu di lindungi oleh pengawal-pengawalnya yang sudah sangat terlatih" Kata ketua Partai lainnya yang bernama Saltoni, mendukung ucapan Maradut.
Mendengar ucapan anggota DPR RI yang bernama Darto dengan Marudut dan Saltoni, sosok pemimpin sidang dalam pertemuan tersebut berkata "Apa yang dikatakan saudara Darto itu benar. Kita harus membungkam Haiden sesegera mungkin. Tapi yang dikatakan oleh saudara Marudut dan Saltoni juga tidak salah".
"Kita berkumpul saat ini untuk mencari cara yang tepat untuk membungkam Haiden. Strategi yang kita susun harus benar-benar matang dan tepat sasaran" Kata sosok pimpinan sidang dalam pertemuan Oligarki itu.
"Interupsi pimpinan sidang" Kata salah seorang dari ketua Partai yang bernama Sasongko.
"Silahkan saudara Sasongko" Balas Sosok pimpinan sidang dalam pertemuan tersebut.
Mendengar dipersilahkan bicara oleh sosok pimpinan sidang tersebut, Sasongko berkata "Terima kasih pimpinan sidang".
"Kabarnya Haiden memiliki kekuatan yang sangat tidak masuk akal. Tangannya mampu meremukkan tulang manusia hanya dengan sekali pukul pimpinan sidang" Lanjut Sasongko.
Sosok pimpinan sidang tersebut mengangguk anggukkan kepalanya sebelum berkata "Saya dengar juga demikian. Lantas apa ide saudara Sasongko untuk menghadapi Haiden?".
Sasongko terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu usai mendengar pertanyaan sosok pimpinan sidang yang ada dihadapan nya itu. Setelah beberapa saat diam berpikir, Sasongko berkata "Kita harus mengumpulkan orang-orang yang ahli ilmu bela diri dari manapun mereka berasal. Walaupun harus kita cari di luar Negeri".
"Sebab kita bukan hanya harus menghadapi banyaknya pengawal dan anggota Partai Panca Karya saja. Tapi kita juga harus menghadapi Haiden yang memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi" Kata Sasongko mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran nya.
Sosok orang yang memimpin sidang dalam pertemuan Oligarki itu terlihat mengangguk anggukkan kepalanya saat mendengar ide yang diungkapkan Sasongko.
__ADS_1
Melihat Sasongko telah menyelesaikan apa yang ingin di utarakannya, sosok pimpinan sidang itu berkata "Benar. Mencoba untuk menculik istri dan anak-anak Mardan saja gagal, apa lagi untuk menculik anak-anak dan istri Haiden".
"Kita sama-sama sudah melihat, kekuatan pengawal Haiden dan anggota Panca Karya tidak bisa kita anggap ringan. Artinya, rencana untuk menculik orang-orang yang di sayang oleh Haiden itu ga bisa kita pakai" Kata sosok pimpinan sidang itu lagi menyelesaikan ucapannya.
Ternyata, usaha penculikan istri dan anak Mardan itu hanya untuk menguji perisai Haiden, yaitu Pengawal dan Panca Karya nya. Usaha penculikan terhadap istri dan anak-anak Mardan membuat Oligarki dapat memastikan seberapa besarnya kekuatan Perisai Haiden.
Di perumahan khusus pengawal Haiden, terlihat Bimo tengah mempersiapkan empat orang pengawal terbaik untuk berhadapan dengan Alwi, Danu, Raden dan Feri satu lawan satu. Seperti perintah Mardan ke pada Bimo, bila Alwi, Danu, Raden dan Feri mampu mengimbangi keempat pengawal tersebut maka mereka layak menjadi pengawal Haiden.
"Kalian harus mampu mengalahkan orang yang aku persiapkan bertarung dengan kalian. Kalau kalian tidak mampu mengalahkan orang yang akan bertarung dengan kalian, maka kalian akan kubuang kelaut hidup-hidup" Ancam Bimo seperti sungguh-sungguh.
Alwi, Danu, Raden dan Feri hanya diam tak menjawab masih dalam keadaan terikat di kursi masing-masing. Tapi gelagat mereka berempat terlihat ketakutan.
Danu di lepas terlebih dahulu untuk bertarung dengan salah seorang pengawal Haiden yang bernama Bimantoro. Bimantoro terlihat sudah memasang kuda-kuda untuk menghadapi Danu.
Danu tidak terlihat memasang kuda-kuda, namun tiba-tiba dia melompat dan berusaha menerjang Bimantoro dengan kaki kanannya. Melihat Danu yang begitu cepat melayangkan kaki ke arah tubuhnya, dengan sigap Bimantoro melayangkan tinjunya untuk menahan terjangan kaki Danu.
Danu salto di udara beberapa kali akibat kakinya beradu dengan tinju Bimantoro, namun dia dapat berdiri tegak saat sudah menginjakkan kakinya ketanah. Bimantoro tersenyum melihat Danu.
"Ternyata ilmu bela dirimu cukup bagus kawan" Kata Bimantoro kepada Danu.
"Ilmu dirimu juga cukup bagus kawan. Mari segera kita tuntaskan pertarungan kita" Kata Danu sebelum dia kembali menyerang Bimantoro.
Kali ini Danu berlari beberapa langkah sebelum melayangkan tinjunya kearah wajah Bimantoro. Dengan sigap Bimantoro mampu menghindari pukulan tangan kiri Danu yang diarahkan Danu ke wajah Bimantoro, tapi sayangnya Bimantoro lengah dengan tangan kanan Danu.
__ADS_1
Tangan kanan Danu berhasil mendarat mulus ke rusuk Bimantoro. Pukulan keras tangan kanan Danu tersebut cukup menyakitkan terasa oleh Bimantoro.
Sambil memegang rusuknya, Bimantoro terlihat menahan sakit sembari bertanya "Dari mana kau belajar jurus langka itu?"
Danu tersenyum sebelum menjawab dengan sebuah pertanyaan "Apakah aku harus menjawab pertanyaan mu itu?"
Mendengar ucapan Danu barusan, Bimantaro kembali tersenyum lalu berkata "Jangan sombong dulu anak muda".
Tanpa membalas ucapan Bimantara lagi, tiba-tiba Danu berlari beberapa langkah lalu melompat tinggi dan secepat kilat kaki kanan Danu mendarat tepat di wajah Bimantara. Terjangan kaki kanan Danu ternyata cukup keras bagi Bimantara sehingga Bimantara jatuh terlentang di tanah tak sadarkan diri.
Menyaksikan Danu mampu melumpuhkan Bimantara dengan mata kepalanya sendiri, Bimo terlihat senang. Dalam hatinya dia berkata "Tuan besar pasti senang memiliki pengawal baru yang cukup tangguh ini".
Setelah Danu, Kini giliran Alwi yang harus bertarung melawan pengawal Haiden yang bernama Wiji. Meski tubuh Alwi terbilang kurus, sedangkan Wiji bertubuh kekar, tapi Alwi tidak memperlihatkan gelagat gentar berhadapan dengan Wiji.
Dengan aba-aba dari Bimo, Wiji dan Alwi pun memulai pertarungan mereka. Wiji terlihat cukup agresif menyerang Alwi.
Namun Alwi mampu menghindar dan menahan serangan Wiji. Setelah beberapa kali pukulan Wiji berhasil mendarat di tubuh Alwi, tiba-tiba Alwi berbalik lebih agresif menyerang Wiji.
Satu tendangan Alwi berhasil mendarat tepat di telinga Wiji yang membuat Wiji sempat berdiri sempoyongan. Saat stabil Wiji kembali menyerang Alwi dengan beberapa jurus tendangan dan pukulan.
Melihat pertarungan antar Wiji dengan Alwi yang cukup seimbang, Bimo terlihat senang. Yang membuatnya senang adalah ternyata Alwi juga seorang ahli ilmu bela diri.
Haiden memilih orang untuk menjadi pengawalnya wajib memiliki ilmu bela diri yang lumayan bagus. Soal tubuh kekar, mereka yang terpilih akan menjalani latihan Gym hingga bertubuh kekar.
__ADS_1
Pertarungan antara Wiji dengan Alwi benar-benar seimbang. Hingga waktu nya habis, Alwi tidak dapat melumpuhkan Wiji, dan sebaliknya Wiji juga tidak dapat melumpuhkan Alwi.
"Stop. Waktu kalian bertarung sudah habis" Kata Bimo tiba-tiba untuk menghentikan pertarungan Alwi dengan Wiji.