
Sebelum ke Villa milik kakek Haiden, mereka singgah di pusat perbelanjaan. Sepertinya pusat perbelanjaan itu buka dua puluh empat jam.
Sebab pukul 03:00 Wib pusat perbelanjaan itu masih buka. makanan, pakaian, hingga jajanan dan pernak pernikahan untuk oleh-oleh ada di pusat perbelanjaan itu.
Haiden bersama Melani dan juga sahabat-sahabat nya membela beberapa potong pakaian, karena mereka memang tidak membawa pakaian ganti. Maklum, keberangkatan mereka ke Danau Toba tanpa rencana alias ide dadakan dari Haiden saja.
Usai belanja pakaian, karena udara yang cukup dingin mereka semua merasa lapar, dan akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum bergerak ke Villa. Para pengawal turut makan bersama dengan Haiden dan sahabat-sahabat nya.
Haiden, Melani, Suherman, dan Rina tampak keluar dari mobil Haiden ketika tiba di halaman Villa milk kakek Haiden. Menyusul Mardan, Wanti, Marwan dan Fani keluar dari mobil Mardan.
Sepasang suami istri penjaga Villa datang menghampiri Haiden usai berbicara dengan salah seorang pengawal Haiden. Pengawal Haiden itu memberitahukan bahwa yang dia bawa ke Villa adalah tuan muda, cucu dari tuan besar mereka.
Haiden baru pertama kali ke Villa itu. Pasangan suami istri yang menjaga Villa itu pun baru mengetahui kalau tuan besar mereka memiliki seorang cucu.
"Selamat pagi tuan muda" Sapa sang suami yang menjaga Villa kakek Haiden itu, sembari sedikit membungkuk hormat.
"Iya pagi pak. Maaf kalau kami mengganggu istirahat bapak ya" Kata Haiden kepada sepasang suami istri penjaga Villa itu.
"Tidak apa-apa tuan muda. mari silahkan masuk" Kata sang penjaga Villa itu menanggapi ucapan Haiden, kemudian mempersilahkan Haiden masuk kedalam Villa.
Haiden dan melani mengikuti langkah pasangan suami istri penjaga Villa itu masuk ke dalam Villa. Mardan, Wanti, Suherman, Rani, Marwan dan Fani ikut di belakang Haiden dan Melani.
Villa milik kakek Haiden itu ternyata cukup luas. Vill tersebut memiliki ruang tamu, ruang keluarga, enam kamar tidur dilengkapi kamar mandi masing-masing, dau kamar madi di luar kamar, satu ruang makan, dan satu dapur untuk memasak.
Sang suami penjaga Villa itu meminta Haiden dan sahabat-sahabatnya duduk diruang tamu terlebih dahulu. Sepasang suami penjaga Villa itu mengatakan akan membereskan kamar-kamarnya dulu.
Delapan orang pengawal Haiden tetap siaga diluar Villa, dan delapan orang pengawal lainnya beristirahat di dalam joglo yang ada di halaman depan Villa. Mereka akan bergantian beristirahat nantinya.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pasangan suami istri penjaga Villa itu kembali ke ruang tamu menemani Haiden. Sang suami penjaga Villa itu berkata "Semua kamar sudah beres tuan muda. Tuan muda tinggal pilih kamar mana yang mau ditempati".
"Terima kasih pak. Biar kami sendiri saja nanti yang pilih. Bapak dan ibu boleh istirahat lagi" Kata Haiden sembari tersenyum pada pasangan suami istri penjaga Villa itu.
__ADS_1
"Baik tuan muda. kalau begitu kami berdua pamit" Balas sang suami penjaga Villa itu sebelum beranjak pergi meninggalkan Haiden dan sahabat-sahabat nya.
"Ya sudah, kalian pilih lah kamar mana yang mau kalian berdua pakai Dan, Ti" Kata Haiden kepada Mardan dan Wanita.
"Kalian juga Man, Rin, Wan, Fani" Kata Haiden lagi kepada Suherman, Rina, Marwan dan Fani.
"Ah..! Ga sopan lah kami duluan yang pilih kamar. Masa' kami melangkahi tuan muda" Balas Suherman bercanda pada Haiden.
"Muncungmu itu Suherman. Banyak kali cakap kau" Kata Haiden bercanda balik sebelum tertawa bersama Melani dan sahabat-sahabat nya secara bersamaan.
Dan pada akhirnya nya mereka bangkit dari duduknya besama-sama kemudian berjalan untuk memilih kamar masing-masing dengan pasangannya. Haiden dan Melani tetap membiarkan sahabat-sahabat memilih kamar mereka terlebih dahulu.
Masing-masing kamar terdapat lemari pakaian, meja rias tolet, sofa, dan pastinya tempat tidur yang cukup mewah. Di dalam kamar Haiden dan Melani duduk mesra berduaan di sofa.
"Ngomong-ngomong sejak kapan kamu bisa nyanyi yank?" Tanya Melani yang duduk sambil di peluk Haiden dari belakang.
"Dari kecil" Jawab Haiden.
"Jadi kenapa dulu kamu ga pernah mau nyanyi saat kita karaokean di karaoke keluarga?" Tanya Melani lagi.
"Aku dari kecil suka nyanyi di rumah saja sama ibu dan ayahku. Diluar rumah ga pernah. Malu" Jawab Haiden
Melani mulai memahami bahwa dulu Haiden masih culun, pemalu dan tidak memiliki kepercayaan diri. Berbeda dengan Haiden yang sekarang tentunya.
Melani bangkit dari duduknya, kemudian berdiri menghadap Haiden yang masih duduk di sofa. Kedua tangannya di ulurkan mengajak Haiden untuk bangkit dari duduknya juga.
Tangan kanan Haiden meraih tangan kiri Melani, dan tangan kirinya meraih tangan kanan Melani sebelum bang dari duduknya. Setelah sama-sama berdiri, Haiden memeluk Melani dengan lembut dan penuh kehangatan.
"I love you" Kata Haiden setelah mengecup dahi Melani dengan lembut.
"I love you so much" Balas Melani kemudian mendaratkan bibir indahnya ke bibir Haiden.
__ADS_1
Pertarungan cinta antara Haiden dan Melani dengan jurus ikan cupangpun di mulai. Pertarungan berlangsung dengan cukup senget dan menggairahkan.
Bukan hanya jurus ikan ****** saja yang mereka lancarkan. Haiden dan Melani memiliki jurus masing-masing untuk menciptakan pertarungan yang menggelora.
Di atas tempat tidur Haiden dan Melani mengakhiri pertarungan cinta mereka. Usai pertarungan sengit itu Haiden dan Melani tertidur pulas saling berpelukan tanpa busana, namun ditutup dengan satu selimut untuk berdua.
Hingga pukul 09:30 Wib, Haiden terbangun dari tidur nya. Melani masih tampak pulas dalam tidur nya.
Perlahan Haiden mengelus pipi mulus Melani sebelum di kecup nya dengan lembut. Saat Haide mengecup pipinya, Melani terbangun.
Melani tersenyum saat menatap wajah Haiden, lalu berkata "Apa lihat-lihat.!?".
"Ga boleh?" Balas Haiden.
"Ga boleh kalau cuma lihat. Si peluk" Kata Melani manja, sembari menarik Haiden yang sedang duduk untuk kembali berpelukan.
Baru saja Haiden kembali di pelukan Melani, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dan suara Mardan dari luar berkata "Den, Mel, Bangun. Sarapan kita yok".
"Oke bro. Mandi dulu kami ya" Teriak Haiden dari dalam kamarnya.
"Oke bro" Balas Mardan dari luar kamar Haiden.
Haiden dan Melani langsung beranjak dari tempat tidur masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi mereka madi sendiri-sendiri agak terburu, tidak seperti saat mereka mandi bersama di rumah Haiden tempo hari.
Mereka merasa tidak enak berlama-lama karena sudah ditunggu sahabat-sahabat mereka. Ternyata cuma mereka berdua yang bangun kesiangan, pikir Haiden dan Melani dalam benak masing-masing.
Usai mandi dan berpakaian, Haiden keluar duluan dari kamar. Karena Melani harus berdandan terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar.
Usai berdandan, Melani baru keluar dari kamarnya untuk menemui Haiden dan sahabat-sahabat nya di ruang tamu. Tapi saat Melani ke ruang tamu, dia tidak menemukan Haiden dan sahabat-sahabat nya.
Melani menerka mereka ada di ruang makan, sehingga dia langsung bejalan menuju ruang ruang makan. Dan ternyata Haiden dan sahabat-sahabat nya memang sudah berada di ruang makan.
__ADS_1
Melani langsung duduk disebelah Haiden. Setelah Melani sudah berada diantara mereka, barulah sarapan bersama di mulai.