SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SANG PEMIMPIN 2


__ADS_3

Tiba di kampus, Haiden dan Mardan langsung ke kantin untuk menemui Melani yang kini sedang bersama Wanti menanti kedatangan Haiden dan Mardan. Setelah duduk di samping Melani, Haiden memanggil salah seorang pelayan kantin untuk memesan makanan.


Pelayan yang di panggil Haiden segera datang menghampiri Haiden lalu bertanya "Mau pesan apa bang?


"Aku pesan nasi goreng pakai telur mata sapi setengah matang ya. Sama teh manis dingin aja satu" Jawab Haiden.


"Kamu mau pesan lagi yank?" Tanya Haiden kepada Melani.


"Enggak yank" Jawab Melani.


"Kau Dan, Ti?" Tanya Haiden kepada Mardan dan Wanti.


"Aku pesan Burger sama Jus terong belanda ajalah" Jawab Mardan.


"Aku enggak" Jawab Wanti juga.


Setelah mencatat pesanan Haiden dan Mardan pelayan kantin itu langsung beranjak pergi kebelakang untuk memberikan pesanan Haiden dan Marwan kepada koki kantin.


"Suherman dan Marwan ga ada kesini tapi yank?" Tanya Haiden kepada Melani.


"Ga ada yank" Jawab Melani.


"Coba kau hubungi mereka berdua bro" Pinta Haiden kepada Marwan.


Mardan mengambil Handphone dari dalam saku depan celananya dan langsung menghubungi Marwan.


"Hallo. Di mana kau bro?" Tanya Mardan ke pada Marwan saat terhubung.


"Di Kos Fani bro. Kenapa?" Jawab Marwan, terdengar di Handphone Mardan.


"Di Kos Fani dia bro" Kata Mardan memberitahukan keberadaan Marwan pada Haiden.


"Suruh dia gerak ke Kikombe Coffe satu jam lagi" Balas Haiden.


"Satu jam lagi kau disuruh Haiden gerak ke Kikombe Coffe" Kata Mardan ke pada Marwan lewat Handphone nya.


"Oke siap" Jawab Marwan, terdengar di Handphone Marwan.


Usai menutup pembicaraan dengan Marwan, Mardan langsung menghubungi Suherman. Tapi ternyata Handphone Suherman tidak aktif.


"Ga aktif Handphone Suherman bro" Kata Marwan memberitahukan Haiden.

__ADS_1


"Coba kau hubungi Rina, siapa tahu dia sama Rina" Balas Haiden.


"Aku ga ada nomor Handphone nya" Kata Marwan membalas ucapan Haiden.


"Kamu ada nyimpan nomor rina yank?" Tanya Mardan ke pada Wanti.


"Ada" Jawab Wanti.


"Ya uda coba kau hubungi Rina. Tanya dia Suherman ada sama dia ga" Kata Mardan lagi kepada Wanti.


"Oke" Balas Wanti sembari mengambil Handphone dari dalam tas kecilnya dan langsung menghubungi Rina.


"Hallo Rin" Kata Wanti saat terhubung dengan Rina.


"Dimana kau Rin?" Tanya Wanti kepada Rina lewat Handphone nya.


"Di kampus ku ni Ti. Ada apa Ti?" Jawab Rina sembari balik bertanya, terdengar di Handphone Wanti.


"Kami hubungi Suherman Hp nya ga aktif. Ada dia disitu?" tanya Wanti kepada Rina.


"Oh iya Ti. Handphone nya Lowbat. Tapi dia lagi menuju kesini jemput aku" Jawab Rina, terdengar di Handphone Wanti.


"Suherman sedang dijalan menuju kampus Rina Den" Kata Wanti memberitahukan kepada Haiden.


"Nanti bilang sama Suherman lagi, kalian langsung ke Kikombe Coffe ya" Kata Wanti kepada Rina lewat Handphone nya usai mendengar ucapan Haiden.


"Oke Ti. Nanti langsung aku sampaikan saat Suherman sampai sini" Balas Rina, terdengar di Handphone Wanti.


"Oke Rin" Balas Wanti sebelum menutup Handphone nya.


Pelayan kantin menghampiri untuk mengantarkan pesanan Haiden dan Marwan tadi. Tiba di meja Haiden, pelayan kantin itu langsung meletakkan pesanan Haiden dan Mardan ke meja yang kini ada di hadapannya lalu kembali kebelakang.


"Buat tatto di mana ya?" Tanya Mardan tiba-tiba setelah menghabiskan Burgernya.


"Kamu mau buat tatto yank?" Tanya Wanti kepada Mardan.


"Iya yank. Kan aneh kalau seluruh anggota ku bertatto, aku ketuanya ga bertatto" Jawab Mardan.


Haiden hanya tersenyum mendengar Mardan mengatakan ingin membuat tatto. Karena dia membuat tatto juga karena menyesuaikan dengan budaya di organisasi yang kini di pimpin nya itu.


"Ya uda besok kita ke Tatto Studio temanku aja yank" Kata Wanti menanggapi Jawaban Mardan.

__ADS_1


"Kamu punya teman yang punya Tatto Studio yank?" Tanya Mardan memastikan.


"Iya ada di jalan Thamrin yank. Kinoy namanya" Jawab Wanti.


"Oke kalau begitu" Balas Mardan.


"Aku boleh buat Tatto juga ga yank?" Tanya Wanti sembari tersenyum.


Mardan tersenyum juga lalu menjawab "Ga usahlah yank. Aku lebih suka liat tubuh kamu polos gini aja".


"Oh ya uda kalau gitu" Balas Wanti sembari tersenyum.


Sejam dari Mardan menghubungi Marwan dan Wanti menghubungi Rina tadi, Haiden, Melani, Mardan dan Wanti bergegas meninggalkan kampus mereka menuju Kikombe Coffe. Mardan tidak menumpangi mobil Haiden lagi.


Mardan kini semobil dengan Wanti. Dia yang menyetir mobil Wanti di belakang mobil Haiden.


Dua mobil pengawal Haiden dan Melani sudah mengawal di depan mobil Haiden. Dua mobil lagi mengawal di belakang mobil Wanti.


Saat Haiden, Melani, Mardan dan Wanti tiba di parkiran Kikombe Coffe, mereka melihat MOGE Sport Suherman dan Marwan sudah terparkir di sana. Artinya Suherman dan Marwan sudah berada di dalam gedung Kikombe Coffe pikir mereka berempat.


Di dalam gedung Kikombe Coffe terlihat Suherman, Rina, Marwan dan Fani sedang asyik ngobrol dengan Arif teman lama Haiden, si pemilik Kikombe Coffe disalah satu meja Hall. Haiden, Melani, Marwan dan Wanti langsung menghampiri mereka berlima di meja tersebut.


Haiden, Melani, Mardan dan Wanti duduk dilain meja setelah bersalaman dengan Arif, Suherman, Rina, Marwan dan Fani karena jumlah mereka tidak muat untuk duduk semeja. Arif meminta salah seorang karyawannya untuk menyiapkan KTV VIP buat mereka.


Melani, dan sahabat-sahabatnya belum tahu tujuan Haiden yang sebenarnya mengajak mereka ke Kikombe Coffe hari ini. Mereka hanya berpikir bahwa Haiden hanya ingin mengajak mereka untuk bersenang-senang.


Sebenarnya Haiden sudah menghubungi Arif kemarin. Haiden mengatakan pada Arif, dia akan datang ke Kikombe hari ini karena ada yang ingin dia bicarakan dengan Arif.


Beberapa menit kemudian, karyawan Arif tadi kembali menghadap Arif lalu berkata "KTV nya sudah siap pak".


"KTV nomor berapa?" Tanya Arif kepada Karyawan nya itu.


"VIP tiga pak. Ga perlu saya antar pak?" Jawab Karyawannya itu sembari bertanya balik pada Arif.


"Tidak usah" Jawab Arif.


"Kalau begitu saya pamit pak" Kata Karyawan itu kemudian pergi setelah melihat Arif menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Arif mengajak Haiden dengan Malani beserta sahabat-sahabat nya bergegas ke KTV yang sudah disiapkan karyawannya tadi. Mereka berjalan beriringan menuju KTV VIP nomor tiga.


Haiden berjalan didepan sambil berbincang dengan Arif. Tangannya merangkul pinggang Melani dengan mesra.

__ADS_1


Sementara itu, Mardan, Wanti, Suherman, Rina, Marwan dan Fani mengikuti di belakang Arif, Haiden dan Melani hingga kedalam ruang KTV VIP nomor tiga tersebut. KTV VIP nomor tiga tersebut sama besar dan dekorasi juga sama dengan KTV yang dipakai Haiden bersama Melani dan sahabat-sahabat nya tempo hari.


__ADS_2