
Saat Haiden benar-benar sudah terbangun dari tidur nya, Haiden sadar Melani tidak ada lagi di dalam kamar. Dia langsung turun dari tempat tidur, kemudian membuka pakaian nya dan langsung kekamar mandi.
Setelah madi dan berpakaian dengan rapi, Haiden langsung keluar dari kamarnya untuk menemui Melani dan anak-anak nya. Diluar kamar Haiden berjalan menuju ruang keluarga, mungkin saja Melani dan anak-anak nya ada di ruang keluarga pikir Haiden.
Tapi ternyata Melani dan anak-anak nya tidak ada di ruang keluarga. Saat Haiden berbalik badan hendak mencari Melani dan anak-anaknya di kamar anak-anak nya, salah seorang asisten rumah tangganya yang melihat Haiden bertanya "Tuan besar mencari nyonya besar ya?".
"Iya Bi. Di mana nyonya?" Jawab Haiden sembari bertanya balik pada salah seorang asisten rumah tangga nya itu.
"Nyonya ada di taman belakang bersama anak-anak, tuan besar" Jawab asisten rumah tangga itu.
"Oh ya sudah. Terima kasih ya Bi" Kata Haiden menanggapi jawaban salah seorang asisten rumah tangga nya itu.
"Sama-sama tuan besar" Balas asisten rumah tangga itu sembari melihat Haiden berjalan meninggalkan nya menuju halaman belakang rumah.
Di taman belakang rumahnya, Melani terlihat sedang menemani kedua putra dan putri kembarnya bersama dua orang Babysitter si kembar. Haiden langsung duduk di sebelah melani sembari merangkul bahunya.
Si kembar langsung berlari menghampiri Haiden ketika mereka berdua melihatnya sembari teriak "Papi...!".
Haiden pun tersenyum sembari merentangkan kedua tangannya untuk menyambut si kembar dengan pelukan. Si kembar terlihat begitu menikmati pelukan hangat papinya.
"Kita main yok Pi" Ajak putra Haiden setelah lepas dari pelukan Haiden.
Haiden tersenyum lalu bertanya "Mau main apa?".
"Main sembunyi sembunyian. Papi tutup mata, kami berdua sembunyi, lalu papi cari kami" Jawab putra Haiden yang terlihat sangat bijak itu.
"Ya sudah. Papi tutup mata sekarang ya" Kata Haiden menuruti permintaan anak-anaknya.
"Mami jangan kasih tahu papi kami sembunyi dimana loh ya" Kata putri Haiden dan Melani kepada Melani.
"Iya loh" balas Melani sembari tersenyum.
Haiden tersenyum mendengar ucapan putrinya lalu berkata "Ya sudah, papi tutup mata sekarang ya. hitungan ke sepuluh kalian harus sudah sembunyi".
__ADS_1
"Oke" Kata si kembar bersamaan.
Haiden menutup matanya dan mulai berhitung. Belum sampai hitungan kesepuluh, si kembar sudah bersembunyi di tempat persembunyian masing-masing. Melani dan kedua Babysitter hanya tersenyum saat melihat kedua putra dan putri Melani dengan Haiden itu mencari tempat persembunyian.
Haiden benar-benar menutup kedua matanya saat kedua anak kembarnya mencari hingga menetapkan tempat persembunyian mereka masing-masing. Tapi anehnya, Haiden bisa melihat putra dan putri nya itu saat mencari tempat persembunyian, dan tentunya dia tahu dimana putra dan putri nya itu bersembunyi.
Agar permainan dirasa seru oleh kedua anak kembarnya itu, Haiden berpura pura tidak mengetahui di mana mereka sembunyi. Haiden terlihat berpura-pura susuh mencari tempat persembunyian anak-anaknya.
Haiden terus berpura-pura mencari di tempat yang dia ketahui putra dan putri kembarnya tidak berada di situ. Melani dan kedua Babysitter si kembar tak hentinya tersenyum melihat Haiden bermain dengan si kembar.
Setelah dirasa sudah cukup berpura pura tidak tahu akhirnya Haiden memutuskan untuk menjumpai tempat persembunyian putranya Riko Admadja terlebih dahulu.
"Ketemu" Kata Haiden kepada Riko yang sedang terlihat serius bersembunyi dalam posisi berjongkok dibalik pohon mangga yang cukup besar itu.
Riko terlihat kaget saat Haiden menemukannya. Spontan dia tertawa melihat papinya itu sudah berdiri menatapnya yang sedang berjongkok.
Haiden juga tertawa melihat Riko tertawa saat ditemukannya. Lalu Haiden berjalan mendekati tempat persembunyian putrinya Rika Admadja.
Rika juga terlihat terkejut saat ditemukan Haiden. Spontan dia berdiri dan tertawa bersamaan dengan Haiden.
Riko yang sudah bersama Melani duduk di kursi taman ikut tertawa bersama Melani melihat Haiden membuat Rika terkejut saat ditemukan. Demikian pula dengan kedua Babysitter Riko dan Rika yang juga tertawa terus melihat kedua anak asuh mereka bermain dengan papinya.
Haiden mulai menyadari bahwa, tanpa membuka mata pun dia mampu melihat sesuatu yang ingin dia lihat. Tapi dia belum mengetahui keseluruhan kekuatan yang dia miliki usai menikahi Morlan, Gadis Bunian yang baru saja menjadi istri nya di dimensi Bunian.
Haiden menggendong Rika lalu berjalan mendekati Riko dan Melani. Saat Haiden sudah duduk disebelah Melani sembari memangku Rika, Haiden bertanya pada Melani "Kak Wanda dan anak-anaknya mana. Kok ga kelihatan Mi?".
"Keluar sama mas Aryo. Mau ketemu teman mas Aryo katanya" Jawab Melani.
Baru saja Melani menjawab pertanyaan Haiden, tiba-tiba Handphone melani yang diletakkannya diatas meja berdering tanda panggilan masuk. terlihat di layar Handphonenya bahwa Irjen Aryo yang tengah menghubungi nya.
Melani segera mengangkat Handphone nya dan berkata "Hallo Mas" saat terhubung dengan Irjen Aryo.
"Iya Hallo Mel. Haiden sudah bangun Mel? Saya hubungi Handphone nya ga di angkat angkat" Balas Irjen Aryo sembari bertanya pada Melani, terdengar di Handphonenya.
__ADS_1
"Sudah Mas. Ini ada di samping Mel" Jawab Melani.
"Oh ya sudah. Tolong kasihkan Handphone kamu ke Haiden bisa Mel?" Pinta Irjen Aryo.
"Bentar ya Mas" Kata Melani menanggapi permintaan Irjen Aryo.
Melani menyerahkan Handphone nya kepada Haiden sembari berkata "Mas Aryo ni mau bicara sama papi".
Haiden menerima Handphone Melani lalu meletakkan di telinganya dan berkata "Hallo ma".
"Hallo Den. Mas telepon dari tadi jemput Handphone kamu kok ga kamu angkat angkat?" Balas Irjen Aryo sembari bertanya, terdengar di Handphone Melani.
"Iya. Handphone Haiden di kamar mas. Lupa bawa tadi. Apa cerita Mas?" Jawab Haiden sembari bertanya balik.
"Asisten rumah tangga papi dan mami Melani Mati keracunan Den" Jawab Irjen Aryo.
Haiden terlihat terkejut mendengar jawaban Irjen Aryo. Spontan Haiden berkata "Apa?".
"Bunuh diri atau di racun Mas?" Tanya Haiden kepada Irjen Aryo.
"Belum tahu Den. Mas telepon kamu setelah diberi tahu Kapolda tadi. Katanya dia telepon kamu berkali kali ga kamu angkat" Jawab Irjen Aryo.
"Mas dimana ni?" Tanya Haiden kepada Irjen Aryo.
"Mas dengan kakakmu masih di Medan Golden Mall" Jawab Irjen Aryo.
"Ya sudah. Tutup dulu telepon nya Mas. Entar lagi Haiden Hubungi Mas lagi" Kata Haiden kepada Irjen Aryo.
"Oke" Balas Irjen Aryo sebelum menutup Handphone nya.
Setelah menutup pembicaraan dengan Irjen Aryo melalui Handphone Melani barusan, Haiden berkata "Papi ke kamar dulu ya mi" pada Melani.
Melani menjawab dengan anggukan kepalanya. Usai mencium dahi Riko dan Rika, Haiden berkata "papi ke kamar dulu ya", sembari berjalan masuk kedalam rumah menuju kamarnya.
__ADS_1