SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
PELANTIKAN KETUA UMUM PANCA KARYA


__ADS_3

Dua hari kemudian, Hotel Admadja Residance Jakarta tampak ramai karena hari ini Haiden akan di lantik menjadi Ketua Umum Gangster Panca Karya. Disekitar Hotel Admadja Residance Jakarta itu dipenuhi papan bunga, juga para pemuda bertatto, padahal Haiden belum hadir di sana.


Haiden masih di rumahnya bersama Melani dan sahabat-sahabatnya. Aryo sudah ada di Hotel untuk mengatur keamanan dari pihak kepolisian.


Tuan besar juga ada di rumah Haiden. Semalam tuan besar terbang dari Makau ke Jakarta karena ingin menyaksikan cucu satu-satunya itu di lantik menjadi Ketua Umum Panca Karya.


Gangster Panca Karya identik dengan tatto, sehingga atas izin kakeknya Haiden juga telah men Tatto tubuhnya. Saat ini hanya Tatto di tangannya yang kelihatan.


Tatto yang menghiasi tubuhnya tidak terlihat karena tertutup kemejanya. Seluruh Tatto yang sekarang melekat ditubuh Haiden terlihat artistik, sehingga Melani juga menyukai nya.


"Apa rencana mu kedepannya untuk Panca Karya ini Den?" Tanya Tuan besar kepada Haiden yang ada di hadapannya.


"Haiden mau membesarkan Panca Karya dengan Narkoba kek. Haiden mau menjadikan Pacar Karya menjadi Organisasi Kepemudaan yang benar-benar bermanfaat bagi Masyarakat" Jawab Haiden.


Haiden dan kakek nya hanya berbicara empat mata saja di area kolam renang dalam rumahnya itu. Sedangkan Melani dengan sahabat-sahabatnya yang lain sedang asyik ngobrol di ruang tamu.


Tuan besar tersenyum mendengar penjelasan Haiden tadi lalu berkata "Kakek yakin kamu bisa. Tapi ingat, jangan pernah puas dengan apapun yang kamu capai, dan jangan pula menjadi sombong".


Haiden tersenyum sebelum membalas ucapan kakeknya itu "Pasti kek. Haiden pasti akan selalu ingat nasehat kakek, dan akan selalu Haiden terapkan".


Tuan besar tersenyum bahagia mendengar ucapan cucu satu-satunya itu. Dalam hatinya tuan besar berkata "Anakmu luar biasa Bandi".

__ADS_1


Tiba-tiba Handphone Haiden berdering tanda telepon masuk, dan itu dari pihak management Hotel Admadja Residance Jakarta yang diberi kepercayaan untuk mengatur penyelenggaraan pelantikan nya. Pihak management Hotel Admadja Residance Jakarta itu mengatakan bahwa acara sudah bisa di mulai, dan diharapkan Haiden bisa segera tiba disana.


"Ayo kek kita berangkat" Kata Haiden kepada tuan besar setelah menutup percakapan dengan pihak management Hotel Admadja Residance Jakarta lewat Handphone barusan.


"Ayo" Kata tuan besar membalas ajakan Haiden sembari bangkit dari duduknya.


Haiden berjalan bersama kakeknya keluar dari area kolam renang, masuk ke dalam rumah untuk mengajak serta Melani dan sahabat-sahabatnya berangkat bersama ke Hotel Admadja Residance Jakarta. Beberapa mobil pengawal sudah siap untuk mengawal Haiden dan kakeknya selama diperjalanan dari rumah hingga Hotel Admadja Residance Jakarta.


Sesampainya di Hotel Admadja Residance, saat Haiden turun dari mobil, dia langsung di sambut oleh seluruh anggota Panca Karya yang masih ada di luar gedung Hotel dengan teriakan "Hidup Ketua Haiden" berulang-ulang kali.


Sembari tetap berjalan memasuki gedung Hotel besama kakek dan sahabat-sahabatnya, Haiden melambai lambaikan tangannya untuk menyapa seluruh anggota Panca Karya yang sedang menyambutnya itu.


Seluruh anggota Panca Karya mengikuti Haiden di belakangnya, sembari tetap meneriaki namanya "Hidup Ketua Haiden" hingga sampai di Function Foom Hotel Admadja Residance. Sepanjang jalan dari pintu masuk hingga Function Room yang terletak di lantai dua itu, Haiden menjadi bahan perhatian semua mata orang yang ada di dalam gedung Hotel.


Ada yang mengatakan "Ternyata ketua Umum Panca Karya yang baru masih sangat muda, gagah dan tampan ya".


Seorang pria mengatakan pada teman wanitanya mengatakan "Kabarnya ketua Haiden itu juga tuan muda pewaris tunggal Admadja Grup".


Teman wanitanya itu membalas "Masa' sih..!?".


Mereka yang masih menerka nerka soal siapa Haiden sang Ketua Umum Gangster Panca Karya itu tentulah tamu Hotel, bukan karyawan Hotel. Sebab seluruh karyawan Hotel Admadja Residance sudah mengetahui bahwa yang akan dilantik menjadi Ketua Umum Panca Karya yang baru adalah tuan muda mereka.

__ADS_1


Persis saat acara memperkenalkan Haiden sebagai pewaris tunggal Admadja Grup, saat ini juga Haiden dan kakeknya duduk di Sofa paling depan menghadap panggung yang ada didepan mereka. Bedanya saat ini Melani dan sahabat-sahabatnya juga turut duduk didepan sejajar dengan Haiden.


Melani duduk disebelah kanan Haiden, dan tuan besar duduk disebelah kiri di nya. Disebelah kiri tuan besar ada Jenderal Sulistyo yang terlebih dahulu sudah ada dalam Function Room.


Aryo terlihat baru saja masuk kedalam Function Room dan langsung duduk di sebelah Jenderal Sulistyo. Function Room hari ini tampak dipenuhi oleh para pemuda yang penuh dengan tatto di tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, dua orang pembawa acara sudah ada di atas panggung yang dilengkapi dengan alat musik Band itu. Seorang pria tampan dan seorang wanita cantik yang akan membawa acara pelantikan ketua umum Panca Karya hari ini.


Jenderal Sulistyo diangkat menjadi Dewan Penasehat sekaligus Dewan Pengawas Panca Karya. Jadi yang akan melantik Haden adalah Jenderal Sulistyo.


Itu sebanya Haiden dan Jenderal Sulistyo sama-sama dipanggil untuk naik ke atas panggung setelah beberapa acara pembuka dilaksanakan. Setelah Haiden di lantik, barulah Haiden memberikan pidatonya yang cukup berapi-apa dan di sambut hangat oleh seluruh anggota Panca Karya.


Bukan hanya tuan besar selaku kakek dan Melani selaku kekasihnya Haiden saja yang merasa bangga melihat Haiden pidato dengan sangat bagus penuh wibawa. Aryo dan sahabat-sahabat Haiden juga terlihat sangat bangga melihat Haiden di atas panggung.


Saat mendengar Haiden menyampaikan Visi Misinya, seluruh anggota Panca bertepuk tangan lalu berteriak "Hidup Ketua Haide" berulang ulang kali sembari mengaangkat turunkan tangan kanan mereka masing-masing.


Usai Haiden berpidato, Wanti bersama Band nya yang sengaja di berangkatkan Haiden dari Medan, tampil sangat memukau. Wanti dan Band nya tampil layaknya Band Profesional yang sedang konser.


Mardan tampak sangat bangga melihat penampilan kekasihnya itu di atas panggung bersama Band nya. Saat Wanti dan Band nya membawakan lagu rege, tiba-tiba Suherman menggandeng Rina, Marwan menggandeng Fani berjalan naik keatas panggung.


Mereka berempat menari mengikuti irama rege. aksi mereka mengundang seluruh anggota Panca Marga ikut menari. Ada yang menari sambil berdiri ditempat nya duduk tadi, ada pula yang maju kedepan menari di bawah panggung.

__ADS_1


Tiba-tiba Mardan bangkit dari duduknya dan menarik Haiden dengan Melani, naik ke atas panggung untuk menari bersama Suherman, Marwan, Rani dan Fani. Haiden dan Melani tidak bisa menolak ajakan Mardan.


Di atas panggung, enam sahabat itu menari bersama dengan gembira berpasangan dengan pasangan masing-masing. Tuan besar, Jenderal Sulistyo dan Aryo tetap.duduk ditempat nya sembari turut bahagia menyaksikan Haiden yang tampak bahagia menari bersama sahabat-sahabatnya diatas panggung.


__ADS_2