SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SIAGA


__ADS_3

Sesampainya di kampus, Haiden langsung ke kelas nya untuk mengikuti mata kuliahnya. Sedang Melani langsung ke kantin untuk menunggu jadwal kelasnya tiba.


Di dalam kantin ternyata sudah ada Suherman dan Marwan.Melani tidak perlu lagi harus pikir duduk dimana.


"Sudah dari tadi kalian disini?" Tanya Melani kepada Marwan dan Suherman sembari duduk berhadapan dengan Marwan dan Suherman.


"Belum. Baru saja kok" Jawab Marwan.


"Tumben kalian hari ini datang pagi. Emang emangnya ada kelas kalian pagi hari ini?" Tanya Melani lagi.


"Sebenarnya ga ada. Aku nanti jam satu siang baru ada kelas. Marwan jam dua dan jam empat sore nanti baru ada kelas" Kata Suherman menjawab pertanyaan Melani.


Baru saja Melani akan membuka mulutnya untuk berkata sesuatu, Suherman melanjutkan ucapannya "Tadi aku di telepon tuan muda. Dia minta aku segera ke kampus, untuk menjaga nona muda Melani. Dia khawatir nona muda melani kenapa-kenapa".


Mendengar ucapan Suherman yang dia pahami bercanda, Melani membalas candaan Suherman "Nona muda nona muda pretttt...!"


Marwan dan Suherman tertawa melihat reaksi konyol Melani. Melani pun turut tertawa bersama Marwan dan Suherman.


Setelah itu Marwan mengatakan "Aku juga tadi dirumah di telepon Haiden. Ya sama seperti yang dikatakan Suherman, aku juga dimintanya ke kampus untuk jaga kau Mel".


Diam-diam cinta di dalam hati Melani semakin bersemi setelah mendengar penjelasan Suherman dan Marwan. "Ternyata sebegitu perhatiannya Haiden terhadap ku" pikir Melani.


"Kalian di beritahukan Hai den juga kenapa kalian dimintanya jaga aku?" Tanya melani kepada Suherman dan Marwan.


"Ya jelaslah di beri tahu. Kami sudah di beri tahunya bahwa kau jadi incaran orang-orang yang mengikuti kita kemarin" Jawab Marwan.


"Kami juga sudah di beritahukan, karin setelah kita diikuti itu para pengawal Haiden akhirnya tawuran dengan belasan orang teman orang-orang yang ngikuti kita itu" Kata Suherman melanjutkan ucapan Marwan kepada Wanti.


"Haahh...! Aku kok ga di beri tahu Haiden ya?" Tanya Melani dengan ekspresi kaget kepada Suherman.


"Loh kau ga di beri tahunya Mel?" Tanya Suherman balik sembari mengernyitkan dahinya.


"Enggak" Jawab Melani.


"Mungkin dia tidak mau membuatmu tambah cemas Mel" Kata Marwan kepada Melani.


Melani tidak membalas ucapan Marwan. Dalam pikirannya mungkin saja Haiden tidak mau memberitahukan kejadian tawuran kemarin kepadanya itu karena Haiden tidak mau membuatnya cemas.

__ADS_1


Pukul sembilan tiga puluh, Haiden tampak keluar dari kelas berbarengan dengan teman-teman sekelasnya. Setelah beberapa langkah diluar kelasnya, Haiden mengambil Handphone dari saku celana depannya untuk menghubungi Melani.


"Hallo yank, kamu dimana. Sudah di kelas atau masih di kantin?" Tanya Haiden setelah ada jawaban "Hallo" dari Melani yang terdengar dari Handphone yang berada di telinganya.


"Masih di kantin. Setangah jam lagi kelasku loh yank" Jawab Melani yang masih berada di kantin bersama Suherman dan Marwan.


"Oh ya uda aku langsung ke sana" Kata Haiden kemudian menutup telepon nya.


Setelah memasukkan Handphone nya ke saku celana depannya, Haiden langsung melanjutkan langkahnya menuju kantin. Namun baru saja beberapa langkah, Handphone Haiden berdering tanda panggilan masuk.


Haiden berhenti melangkah dan kembali mengeluarkan Handphone dari saku depannya. Dilihatnya layar Handphone nya untuk melihat panggilan dari siapa.


Ternyata yang menghubunginya adalah Om angkatnya yaitu Jenderal Sulistyo. Mengetahui Jenderal Sulistyo yang menghubungi nya Haiden langsung mengangkat nya.


"Hallo Om" Kata Haiden membuka pembicaraan dengan Jendral Sulistyo.


"Iya Hallo Den" Balas Jenderal Sulistyo yang terdengar dari Handphone Haiden.


"Besok Om berangkat ke Medan. Mungkin kalau ga ada halangan, sekitar jam lima sore Om sampai sana. Kita ketemu di Hotel Admadja Resibence ya" Kata Jendral Sulistyo lagi yang sedang berada diruang kerjanya.


"Siap Om. Ada tugas mendadak ya Om, makanya tiba-tiba Om ke Medan" Tanya Haiden yang masih berdiri tidak jauh dari kelasnya.


"Oh gitu. Oke Om, kabari saja besok kalau Om sudah sampai. Om ga mau Haiden jemput di Bandara?" Jawab Haiden kemudian balik bertanya.


"Ga usah. Besok teman Om Jenderal Irwan saja yang jemput Om". Jawab Jenderal Sulistyo kepada Haiden yang terdengar dari Handphone nya.


"Oke Om" Jawab Haiden kemudian menutup hubungan telepon nya.


Setelah itu Haiden kembali melangkah menuju kantin. Dan sesampainya di kantin Haiden langsung bergabung dengan Melani beserta kedua sahabatnya Suherman dan Marwan.


Setelah duduk, Haiden bertanya pada Marwan dan Suherman, Kalian berdua ga ke rumah sakit hari ini?"


"Ke sana lah, tapi nanti selesai dari kelas" Jawab Suherman.


"Iya, aku juga. Kalian berdua?" Jawab Marwan kemudian balik bertanya pada Haiden dan Melani.


"Iya, kami kesana juga selesai kelas Melani" Jawab Haiden.

__ADS_1


"Berarti kalian duluanlah kesana. Nanti kami nyusul" Kata Suherman membalas ucapan Haiden.


"Yups" Sahut Haiden.


Kemudian Haiden memanggil salah seorang pelayan kantin. Pelayan yang dipanggil Haiden pun langsung melangkah untuk menghampiri Haiden.


"Pesan apa bang?" Tanya pelayan kantin.


"Ikan Patin gulai ada?" Kata Haiden balik bertanya.


"Ada bang" Jawab pelayan kantin itu.


"Yang ada dimasak apa aja?" Tanya Haiden lagi.


"Di goreng, di sambal dan di gulai bang" Jawab pelayan kantin itu lagi.


"Ya uda, saya pesan nasi putih pakai Patin gulai. minumnya teh manis dingin dan minta air putih juga ya" Kata Haiden menyebutkan pesanannya.


"Siap bang" Kata pelayan itu kepada Haiden sembari membalikkan tubuhnya kemudian melangkah meninggalkan Haiden untuk memberikan pesanan Haiden yang dicatat dalam buku pesanan kepada koki kantin.


Beberapa saat setelah Haiden memesan makanan tampak Wanti yang sedang berjalan masuk ke dalam kantin. Suherman yang melihat Wanti berkata "Itu Wanti".


Mendengar Suherman menyebut nama Wanti, Haiden, Melani, dan Marwan spontan menoleh bersamaan untuk melihat Wanti.


Setelah didalam kantin Wanti langsung duduk di sebelah Melani tanpa kata. Melani yang ada di samping Wanti menoleh dan kemudian bertanya padanya "Ada kelas jam berapa hari ti?".


"Jam sepuluh" Jawab Wanti.


"Sama dong" Sahut Melani.


"Ga ke rumah sakit ni hari ti?" Tanya Haiden kepada Wanti.


"Ya ke sana lah. Tadi aku sudah kesana. Nanti selesai kuliah kesana lagi" Kata Wanti menjawab pertanyaan Haiden.


"Bareng aku dan Melani saja, kalau kau ga bawa mobil" Kata Haiden membalas penjelasan Wanti.


"Aku bawa mobil kok. Tapi gpp barengan jalan pakai mobil masing-masing entar" Kata Wanti" Wanti menyambut tawaran Haiden.

__ADS_1


"Boleh" Kata Haiden.


Pukul sembilan lebih empat puluh lima menit, Melani dan Wanti sama-sama meninggalkan kantin untuk ke kelasnya masing-masing.


__ADS_2