
"Keluar kalian..!" Kata Bimo kepada beberapa orang yang ada di dalam mobil sedan merah itu.
Setelah mendengar Bimo meminta mereka keluar, lima pemuda bertatto pun tampak keluar dari dalam mobil sedan merah bernomor plat BK 8167 ADK itu. Wajah kelima pemuda itu cukup terlihat beringas.
"Ada masalah apa bro?" Tanya salah seorang dari lima pemuda bertatto itu kepada Bimo.
Melihat temannya dicekik oleh Bimo, keempat teman pemuda bertatto itu spontan menyerang Bimo. Dan perkelahian empat lawan tigapun terjadi.
"Ngapain kalian di sini?" Tanya Bimo balik kepada pemuda bertatto itu.
"Iyah, emangnya ini tanah nenek moyang kau? Suka-suka kami disini mau ngapain" Jawab pemuda bertatto itu dengan ucapan kasar dan nada yang tinggi.
Mendengar ucapan kasar dengan nada tinggi dari pemuda bertatto itu Bimo tampak emosi. Diangkat tangan kanannya untuk mencekik leher pemuda bertatto itu.
"Apa maksud kalian ngikutin nona Melani yang berada dalam mobil tuan Marwan tadi?" Tanya Bimo lagi sembari mencekik leher pemuda bertatto itu.
Tiga orang teman Bimo masing-masing melawan satu orang. Sedangkan Bimo harus melawan dua orang sekaligus.
Meski tiga orang melawan empat orang, namun pertarungan cukup berimbang di awal pertarungan. Bimo sendirian kelihatan mampu menghadapi dua orang sekaligus.
Memang Bimo lebih memiliki kemampuan bela lebih dari pada ketiga temannya. Tapi bukan berarti ketiga temannya tidak memiliki kemampuan ilmu bela diri.
Irwan terlihat sudah menguasai keadaan. Dengan beberapa pukulan telak dibeberapa titik kelemahan lawannya akhirnya Irwan mampu melumpuhkan lawannya.
Satu tendangan akhir diperut lawannya, akhirnya Irwan membuat lawannya jatuh dalam posisi tengkurep. Sempat merintih sebentar tapi akhirnya lawan Irwan itu tak sadarkan diri.
Melihat Bimo masih berhadapan dengan dua pemuda bertatto itu, Irwan langsung menyerang salah seorang dari dua pemuda bertatto yang sedang bertarung dengan Bimo. Bimo tersenyum melihat Irwan datang membantunya.
Dengan adanya Irwan yang kini menghadapi satu dari dua pemuda bertatto yang bertarung dengannya tadi, Bimo kini lebih mudah untuk melumpuhkan satu orang pemuda bertatto yang masih bertarung dengannya.
__ADS_1
Lutut Bimo melesat ke dada pemuda bertatto yang masih berhadapan dengannya. Aksi Bimo itu ternyata cukup mampu merobohkan lawannya.
Lawannya terjungkal kebelakang. Pemuda bertatto berhadapan dengan Bimo itu merintih kesakitan.
Bimo melangkah untuk menghampiri lawannya yang sedang merintih itu. Bimo berdiri tepat dihadapan lawannya itu.
Setelah berdiri menatap ke lawannya yang sedang merintih di tanah, Bimo bertanya "Siapa kalian sebenarnya dan apa tujuan kalian mengikuti nona Melani, tuan Marwan dan tuan Suherman tadi?"
Karena tidak mau menjawab, Bimo Hendak menginjak lawannya itu dengan kakinya. Namun disaat dia baru saja mengangkat kakinya untuk menginjak pemuda bertatto itu, tiba-tiba ada dua unit mobil mini bus berwarna hitam dengan kecepatan cukup tinggi mendadak berhenti, sehingga mengeluarkan suara seperti raungan singa.
Karena suara mobil yang mendadak berhenti tadi, Irwan dan kedua temannya yang masih bertarung spontan berhenti bertarung. Mereka menoleh untuk melihat mobil tersebut.
Terlihat belasan orang keluar dari mobil mini bus tersebut. tubuh belasan orang tersebut juga dipenuhi oleh tatto. Bimo dan ketiga temannya menyadari bahwa mereka adalah kawanan dari kelima pemuda bertatto yang sedang dihadapi mereka.
"Tidak mungkin kami mampu melawan mereka semua" Kata Bimo dalam hati.
Akhirnya Bimo mengambil keputusan untuk kabur dari belasan orang bertatto yang akan menyerang mereka untuk membantu kelima temannya. Bimo berteriak "Ayo kabur" yang ditujukan untuk ketiga temannya.
Melihat Bimo, Irwan dan kedua temannya kabur, belasan pemuda bertatto itu tidak tinggal diam. Mereka spontan mengejar Bimo beserta keempat temannya.
Bimo dan keempat temannya terus berlari sekuat tenaga tak terpisah untuk mencari tempat bersembunyi sementara. Belasan pemuda bertatto itu juga tidak menghentikan langkah mereka untuk mengejar Bimo dan teman-temannya.
Bimo melihat ada gang sempit yang tidak memiliki nama, dan terlintas olehnya ide untuk masuk ke gang sempit itu. Melihat Bimo masuk kedalam gang sempit itu, ketiga temannya pun mengikuti Bimo masuk kelam gang tersebut.
Ternyata gang sempit itu tembus sebuah bangunan tua yang memiliki halaman yang cukup luas. Bangunan tersebut keliatan sudah lama tidak berpenghuni.
Rumput dihalaman bangunan tua tersebut juga sudah menjadi semak-semak. Mereka berempat memutuskan masuk kedalam bangunan tersebut untuk bersembunyi dari kejaran belasan pemuda bertatto yang hingga saat ini masih mengejar mereka.
Saat Irwan ingin membuka pintu bangunan tua itu, ternyata pintunya terkunci. Teman mereka yang bernama Laurend berjalan kearah samping bangunan tua itu untuk memeriksa apakah ada celah untuk masuk kedalam.
__ADS_1
"Jendelanya terbuka Bim" Kata Laurend masih memegang jendela samping yang telah dibukanya.
"Ya sudah cepat masuk" Kata Bimo kepada ketiga temannya.
Laurend masuk duluan kedalam bangunan tua itu dari jendela samping dan di susul oleh Irwan, Bimo dan Sakti.
Dilain tempat lain, belasan pemuda bertatto masih sibuk mencari Bimo dan ketiga temannya. Mereka mulai membagi beberapa grup, berpencar untuk mencari Bimo dan teman-temannya.
"Cari sampai dapat keempat orang itu" Kata salah seorang dari belasan pemuda bertato itu setelah selesai membagi grup pencarian.
Pemuda bertatto yang memiliki tubuh sedikit gemuk dan berkepala botak itu sepertinya memiliki peran penting dibandingkan dengan pemuda bertatto yang lainnya.
Didalam rumah tua, Bimo menghubungi Haiden yang masih berada di ruang kerjanya.
"Hallo tuan muda" Kata Bimo terdengar dari dalam Handphone Haiden yang berada di telinga nya.
"Ya Hallo Bim. Bagaimana, sudah ketemu mobil sedan berwarna merah itu?" Tanya Haiden kepada Bimo.
"Ketemu tuan muda. Dan kami sempat terlibat perkelahian dengan lima orang preman yang mengendarai mobil itu tuan muda" Jawab Bimo dari dalam rumah tua.
"Kami berhasil melumpuhkan mereka berlima, tapi belum sempat mereka menjawab semua pertanyaan saya, tiba-tiba rombongan teman mereka datang. jumlahnya sekitar delapan belas atau sembilan belas orang gitu tuan muda" Kata Bimo menjelaskan kepada Haiden melalui Handphone nya.
"Lalu kalian lawan mereka semua?" Tanya Haiden yang terdengar dari dalam Handphone Bimo yang berada di telinganya.
"Tidak tuan muda. tidak mungkin kami berempat sanggup melawan mereka semua tuan muda. Kami lari dari dikejar mereka hingga sekarang" Jawab Bimo dengan jujur.
"Share lokasi kalian ke WA saya. Biar saya perintahkan beberapa pengawal kesana untuk membantu kalian" Kata Haiden Kepada Bimo, lalu menutup teleponnya.
Setelah Bimo mengirim Sharelok kepadanya, Haiden langsung memerintahkan doa puluh orang pengawal untuk segera menemukan keberadaan Bimo, Irwan, Sakti dan Laurend sesuai titik Sharelok yang dikirim Bimo tadi.
__ADS_1
Dua puluh orang berbadan kekar siap tempur kini berada didalam empat mobil. Mobil yang mereka gunakan terlihat melaju dengan kecepatan tinggi menuju lokasi di mana Bimo dan keempat teman mereka berada.